Sang Penguasa

Sang Penguasa
236. Meninggalkan Hutan Gelap.


__ADS_3

Di dalam dunia jiwa.


" Swhus... swhus...." sosok Mao Tang dan rombongannya muncul di puncak yang berada gunung di wilayah selatan dunia jiwa. Pemandangan dan suasana yang begitu menenangkan itu membuat mereka terheran-heran.


" Apakah kita terlempar ke dalam dunia kecil?" tanya Mao Bing dengan heran.


" Saudara sekalian, saat ini kita berada di dalam dunia jiwa penguasa muda Qing Ruo," ucap Long Chen mulai menjelaskan tempat itu.


" Dunia jiwa? tanya Hu Yan Lan dan rombongannya dengan heran.


" Benar, ini adalah dunia jiwa  yang legendaris itu."


" Lalu sebutan penguasa muda?" tanya Mao Tang.


" Itu karena penguasa muda Qing Ruo adalah pewaris takhta kekaisaran agung selatan," jawab Long Chen dengan tenang, membuat mereka semakin terheran-heran.


" Tapi ini sangat membingungkan. Bukankah tuan muda Qing Ruo berasal dari klan Qing, lalu bagaimana bisa dia menjadi pewaris takhta dari Shen Luo itu?" tanya Mayi Gui dengan heran.


" Saudara sekalian.  Nama Qing yang dimiliki oleh Penguasa muda berasal dari trah suci Shen Guoshi Qing Fengbao, putra pertama putri agung Shen Guoshi Qing Kongque. Dari  pihak ibu, penguasa muda adalah putra dari putri Shen Guoshi Ling Yun, yang merupakan putri tunggal patriark Shen Guoshi Ling Zhong," ucap Long Chen membuat Mao Bing dan rombongannya  hampir menjatuhkan rahangnya.


" Sekarang aku mengerti," ucap Hu Yan Lan.


" Jenderal Hu Yan Lan, maksud Anda?". Tanya Mao Tang.


" Berarti isu mengenai sosok Shen Guoshi Ling Zhong,  yang menjadi murid sekaligus putra angkat Shen Guoshi Xiong Mao Tian itu benar," jawab Hu Yan Lan, menjelaskan sosok  Qing Ruo yang tiba-tiba memiliki lencana giok putih bergambar bambu ungu langit sebelumnya.


Long Chen yang sebelumnya juga begitu  penasaran, karena ketiga penguasa hutan gelap itu tiba-tiba  begitu menghormati Qing Ruo akhirnya mengerti.


" Tidak heran penguasa muda selamat ketika sosok panda putih cakar emas itu." Membatin.


" Senior Long Chen, lalu bagaimana dengan sebutan Penguasa muda itu?" tanya Mayi Xian.


" Penguasa muda Qing Ruo adalah murid sekaligus putra angkat penguasa agung Shen Luo Feng," jawab Long Chen.


" Ternyata, penguasa muda Qing Ruo memiliki takdir langit sebagai yang utama," ucap Mayi Gui, mengubah panggilannya pada Qing Ruo.


" Apakah ada pertanyaan?" tanya Long Chen.


" Kami mengerti senior," ucap mereka dengan hormat.

__ADS_1


" Saudara sekalian aku ingin  menjelaskan, bahwa siapapun dia ketika sudah memasuki dunia jiwa,  tidak ada lagi istilah jenderal atau  senior. Kita semua  adalah saudara dan orang-orang yang sangat dipercaya  oleh penguasa muda, walaupun demikian kita tetap harus menghormati saudara  yang menjadi para pelayan pertama,"   ucap Long Chen, lalu membawa mereka bergerak meninggalkan tempat itu ke istana naga emas, sambil menjelaskan hak dan kewajiban mereka sebagai pelayan, serta  tempat-tempat penting yang ada di dalam dunia itu tersebut dengan rinci.


****


Hutan gelap terlarang.


" Swhus..... swhus....." sosok Hu Xie Fang yang berdiri di atas bilah pendang terbang, terus bergerak membawa Yanshi Gong melintasi hutan Gelap raksasa tersebut dengan tenang.


" Tuan Yanshi Gong, sepertinya dari tadi anda ingin menanyakan sesuatu," ucap Hu Xie Fang dengan hormat.  


" Benar Penguasa Hu Xie Fang, aku sangat penasaran dengan status tuan muda Qing Ruo," ucap Yanshi Gong dengan serius.


" Tuan Yanshi Gong, apakah anda benar-benar tidak tahu? bukankah Anda sebelumnya adalah orang yang terus bersamanya?"


" Penguasa Hu Xie Fang, aku memang bersama tuan muda Qing Ruo, tapi aku bahkan baru tahu beberapa saat sebelumnya, setelah penguasa Hu Xie Fang dan rombongan datang menemui kami," ucapnya dengan serius.  


" Tuan Yanshi Gong, tuan muda Qing Ruo adalah pemilik lencana giok putih  bambu ungu langit. Itu artinya dia adalah  sosok penting yang kekuasaannya setara dengan yang abadi Shen Guoshi Xiong Mao Tian."


" Itu berarti seluruh kawasan hutan ini berada di bawah kekuasaannya?" Tanya Yanshi Gong dengan heran.


" Benar, seluruh kawasan hutan gelap ini berada di bawah perintahnya."


" Tapi ini sangat aneh, bagaimana bisa tuan muda Qing Ruo tiba-tiba memiliki lencana giok putih bambu ungu langit. Dia bahkan tidak memilik hubungan sedikitpun dengan Shen Guoshi Xiong Mao," ucap Yanshi Gong dengan heran.


" Penguasa Hu Xie Fang benar, karena selama ini, Shen Guoshi Xiong Mao begitu tertutup. Aku bahkan baru tahu jika klan kuno itu ada di hutan gelap ini," ucap Yanshi Gong.


" Tuan Yanshi Gong, Shen Guoshi Xiong Mao memang klan kuno yang sangat tertutup, tetapi mereka juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan klan kuno lainnya,  Shen Guoshi Ling,  dimana putra patriark agung Shen Guoshi Ling Tian, Ling Zhong adalah murid dan sekaligus putra angkat yang abadi Shen Guoshi Xiong Mao Tian," ucap Hu Xie Fang menjelaskankan, membuat Yanshi Gong terdiam.


" Akhirnya aku mengerti. Itu artinya tuan muda Qing Ruo adalah cucu buyutnya, Xiong Mao Tian." Yanshi Gong membantin.


" Tuan  Yanshi Gong, mohon untuk merahasiakan hal ini dari dunia luar," ucap Hu Xie Fang dengan serius.


" Baik penguasa Hu Xie Fang. "


" Satu lagi, mohon tuan dan anggota klan Yanshi agar tidak sekali-sekali masuki kawasan ini, karena hak khusus hanya kami berikan pada tuan, tidak pada anggota klan yang lain."


" Baik," ucap Yanshi Gong dengan hormat. 


*****

__ADS_1


Di tempat lain.


Qing Ruo yang sedang berkultivasi membuka matanya,  menatap sosok Ying Yin yang  duduk tidak jauh darinya.


" Ying Yin, sepertinya kita sudah bisa melanjutkan perjalanan."


" Baik tuan," dengan sikap hormat, lalu bertransformasi menjadi elang perak.


" Swhuss...." sosok Qing Ruo terbang ke atas punggungnya dengan perlahan.


Setelah memastikan  Qing Ruo benar-benar berada di atas punggungnya,  Ying Yin lalu bergerak meninggalkan tempat itu dengan perlahan.


" Tuan, kemana tujuan kita?"


" Gunung langit Ping Xie," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Baik tuan..."


" Swhus.... swhus....." sosoknya  bergerak dengan cepat, memasuki wilayah  gerbang es hitam.


Dari atas langit, Qing Ruo merasakan setiap tempat yang dilewatinya dipenuhi dengan aura gelap, bahkan tebalnya kabut es dingin yang menghalangi pandangan membuat tempat itu semakin mencekam.


" Ying Yin, apakah kamu masih bisa melihat dengan jelas?"


" Bisa tuan." Sambil menjelaskan dirinya yang sudah terbiasa dengan lingkungan tersebut.


" Jika demikian, apakah kamu mengenali kawasan ini?"


" Tidak banyak tuan, karena pada dasarnya  kami memang  dilarang untuk berada di kawasan ini."


" Lalu bagaimana dengan gunung Langit Ping Xie?"


" Hamba tidak pernah mengunjungi tempat itu tuan, tapi hamba  tahu arahnya.  Jika tidak ada halangan,  tiga hari lagi kita akan tiba di kota Ping, dari kota itu satu hari perjalanan, kita akan tiba di tempat itu," Jawab Ying Yin.


" Lalu bagaimana dengan klan Yin?"


" Tuan, klan Yin ada  di gunung langit  Yin. Dari gunung langit Ping Xie, kurang lebih lima hari  perjalanan," jawab Ying Yin, sambil terus berbincang-bincang santai, menjawab pertanyaan Qing Ruo mengenai kawasan Gerbang Es Hitam tersebut.


Dari penjelasan Ying Yin, Qing Ruo akhirnya mengetahui bahwa di kawasan gerbang hitam ada ratusan kota dan ribuan  klan gelap yang sebagian dari mereka merupakan klan kuno.

__ADS_1


" Terus bergerak," ucap Qing Ruo.


" Baik tuan...."


__ADS_2