
Di atas langit kediamanan Yin Rongyou.
Xu Mubai dan Ding Dugong yang masih berada di tempat itu kembali dikejutkan dengan hilangnya aura Qing Ruo dari dalam jangkauan mereka.
" Saudara auranya hilang kembali," ucap Xu Mubai.
" Benar, tapi apa yang sebenarnya terjadi?"
" Saudara, ini sudah dua kali. Apakah kita harus melapor pada guru?" tanya Ding Dugong.
" Sepertinya demikian," ucap Xu Mubai lalu mengirim pesan jiwa pada Yin Kun dan Yin Lun. Selain itu, Xu Mubai juga melaporkan kedatangan tetua Yin Dalu yang mendatangi kediaman tersebut.
*****
Di dalam kamar kediaman Yin Rongyou.
Qing Ruo memulai pembicaraan dengan serius.
" Yin Gan, saat ini kita telah berada di Puncak Dong Yin, tepatnya di dalam kediaman Yin Rongyou. Apa yang kamu ketahui tentang gadis ini?"
Yin Gan yang tidak menyangka jika mereka sudah berada di dalam gunung langit Yin tampak begitu terkejut.
" Penguasa apakah Anda serius?"
" Yin Gan, Aku tidak pernah bercanda dengan kata-kataku," Jawab Qing Ruo dengan serius.
Yin Gan terdiam beberapa saat sambil mengedarkan kekuatannya, merasakan kekuatan aura di tempat itu.
" Benar, ini puncak Dong Yin," ucapnya pelan, menatap Qing Ruo yang ada di hadapannya yang tampak santai.
" Penguasa, saudari Rongyou adalah orang yang dapat dipercaya, aku bahkan besar bersamnya," ucap Ying Gan dengan jujur.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Saudari mu itu sedang dalam masalah," ucap Qing Ruo pelan membuat Yin Gan tampak begitu khawatir.
" Penguasa muda, apa yang terjadi?" Dengan wajah serius.
" Tidak hanya saudari mu, tetapi semua orang yang ada di puncak Dong Yin," ucap Qing Ruo membuat Yin Gan semakin kalut.
" Penguasa muda, mohon penjelasannya." Dengan tatapan memohon.
Qing Ruo mendesah panjang sambil mengitari pandangannya pada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
" Gunung Langit Yin selama tiga ribu tahun ini telah mengalami perubahan besar-besaran. Sekarang ada dua kubu dengan kekuatan yang sangat mengerikan. Kubu timur dan kubu selatan dengan masing-masing pemimpin puncaknya yang sudah berada di tahap Abadi." Membuat Yin bergitu tercengang dan penasaran.
" Penguasa muda," ucapnya meminta Qing Ruo melanjutkan penjelasannya.
" Kubu timur dengan pemimpin Yin Zuo dan kubu selatan dengan pemimpin Yin Bei," ucap Qing Ruo membuat Yin Gan tampak kecewa.
" Penguasa muda, lalu bagaimana dengan tetua Xie?"
" Tetua Xie saat ini berada di penjara terlarang Es Hitam, mejadi tawanan Yin Zuo," jawab Qing Ruo.
" Oh tidak..." ucapnya lirih.
__ADS_1
" Itu karena tetua Xie menolak mengaku setia pada Yin Zuo, adapun mereka yang mengaku setia, kini hanya bisa hidup sebagai boneka," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan keberadaan segel hitam penghancur jiwa, membuat Yin Gan dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu bergidik.
" Ini terlalu mengerikan," ucap Hu Yan Lan.
" Benar," ucap Mayi Gui menanggapi.
" Penguasa, lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Long Chen dan Huo Zhaodau yang tampak tenang.
" Itulah yang ingin aku bicarakan. Kubu utara kini telah bergabung dengan kubu timur, sedangkan kubu barat bergabung dengan kubu selatan," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan kekuatan yang dimiliki oleh puncak Dong Yin dengan rinci serta keberadaan kedua kubu dan dukungannya masing-masing.
" Penguasa muda, ini terlihat seimbang hanya saja kita tidak mengetahui rahasia lain di balik kekuatan mereka. Kubu timur adalah gabungan kekuataan yang mengembangkan pelatiha fisik, teknik, pil dan sumberdaya, sedakan kubu selatan gabungan dari para ahli senjata dan mantra formasi," ucap Yin Gan dengan serius.
" Penguasa, dengan adanya pembagian kubu, kita sudah mengetahui gambaran kekuatan mereka, mengenai pilihan, kini kita hanya bisa memilih kubu selatan," ucap Yuan Bai.
" Saudara Yuan Bai benar," ucap Huo Zhaodau menanggapi.
" Lalu bagaimana dengan kalian?"
" Kami setuju penguasa," jawab Hu Yan Lan dan rombongannya.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Baik, itu berarti kita akan bekerjasama dengan kubu selatan, namun satu hal yang perlu kita pahami, Yin Zuo telah mengubah aturan puncak Dong Yin menjadi sekte sehingga mereka memiliki dasar untuk merekrut pasukan."
" Penguasa, bukankah kita juga memiliki pasukan bantuan dari klan Jin," ucap Huo Zhaodau.
" Penguasa muda, anda juga memiliki tiga kitab terlarang Yin dan itu akan sangat membatu, karena aku yakin kedua kubu masih mematuhi aturan kuno itu," ucap Yin Gan dengan serius.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Lalu penguasa, apa rencana kita selanjutnya ?" tanya Mao Bing.
" Kita akan membangun kekuatan dan kerjasama dengan kubu Selatan, serta membicarakan rencana besar ini dengan Yin Bei," ucap Qing Ruo.
Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba mereka merasakan sosok Yin Rongyou mendekati tempat itu.
" Pembicaraan kita cukupkan sampai disini. Sampaikan masalah ini pada Jine Xun, Fan, Mu dan Jine Mi, serta kabari juga Mayi Cao dan rombongannya, karena aku mungkin tidak akan memilikinya waktu mengabari mereka, katakan saja aku sudah di gunung Langit Yin dan sedang melakukan penyelidikan," ucap Qing Ruo sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Baik penguasa..." Lalu memasuki gerbang dimensi dunia Jiwa.
Tidak lama berselang, Yin Rongyou tiba di depan pintu kamar Qing Ruo.
" Saudara," ucapnya memanggil Qing Ruo dengan hormat.
" Baik saudari," ucap Qing Ruo sambil membuka pintu kamar, lalu menemui gadis tersebut.
" Baik, mari kita pergi," ucapnya dengan hormat.
" Baik, jawab Qing Ruo dengan tenang, lalu mengikuti gadis tersebut.
***
Di atas langit kediamanan Yin Rongyou.
Xu Mubai dan Ding Dugong yang masih berjaga ditempat itu dikejutkan dengan kedatangan Yin Kun dan Yin Lun.
__ADS_1
Dari atas langit mereka dapat melihat Yin Rongyou dan Qing Ruo keluar dari kediamannya.
" Guru, sebelumnya kami benar-benar kehilangan aura senior Yin Gan," ucap Xu Mubai, sambil menatap Qing Ruo yang berjalan mengikuti Yin Rongyou.
" Mungkin dia menyegel ruangannya dengan mantra formasi perlindungan," ucap Yin Kun.
" Sepertinya demikian," ucap Yin Lun.
" Guru, apa yang harus kami lakukan?" tanya Xu Mubai.
" Kalian berdua periksa kediaman itu, kami berdua akan mengikutinya," ucap Yin Lun.
" Baik guru..."
Setelah Yin Kun dan Yin Lun meninggalkankan tempat itu, Xu Mubai dan Ding Dugong lalu turun dari langit, memeriksa kediamanan Yin Rongyou.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo berjalan di sisi Yin Rongyou dengan tenang.
" Saudari, seperti kita sedang diawasi," ucapnya berbicara melalui telepati.
" Benarkah?" tanya Yin Rongyou dengan heran, karena tidak merasakan kehadiran sosok itu.
" Sebenarnya mereka dari awal sudah mengawasiku,' ucap Qing Ruo menjelaskan sosok itu.
" Maksud saudara tetua Kun dan tetua Lun?" tanya Yin Rongyou dengan serius.
" Benar," jawab Qing Ruo.
" Awalnya mereka juga mengalami kasus yang sama denganku, namun ketika mereka mendapat posisi tetua tingkat tinggi, kini mereka adalah pendukung pangeran Zuo yang paling setia," ucap Yin Rongyou menjelaskan.
" Tidak heran dia dapat bergerak di atas langit puncak Dong Yin dengan bebas," ucap Qing Ruo pelan.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba di istana Puncak Dong Yin.
" Saudara aku hanya dapat mengantar hingga sampai di sini," ucap Yin Rongyou yang tiba-tiba berhenti di tangga emas istana.
" Baik saudari, terima kasih. Namun aku ingin meminta tolong," ucap Qing Ruo dengan ragu.
" Saudara, bicaralah."
" Sebelumnya aku telah berjanji akan bertemu dengan saudara Fan Mu, namun seperti aku tidak bisa...." ucap Qing Ruo menjeda kata-katanya.
Yin Rongyou menganggukan kepalanya.
" Aku mengerti," ucapnya.
" Baik saudari, terima kasih. Berhati-hatilah," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Baik saudara," ucapnya sambil menangkupkan tangannya dengan hormat lalu meninggalkan tempat itu.
Setelah Yin Rongyou pergi, Qing Ruo lalu melangkahkan kakinya, menapaki tangga emas istana tersebut dengan tenang.
__ADS_1