
Dengan perasaan kecewa dan tidak berdaya, Dugu Leng dan Dugu Cai terus bergerak memimpin jalan, membawa Qing Ruo menuju medan pertempuran.
" Sudah bisa meninggalkan tempat itu sebelumnya, adalah keajaiban, tapi kali ini aku tidak yakin apakah kita bisa selamat atau tidak..." ucap Du Cai berbicara melalui telepati pada Dugu Leng dengan kecewa.
" Saudara Cai, ingatlah. setidaknya kita masih memiliki kekuatan, dan bisa bertarung...."
Di belakang mereka, Qing Ruo yang berada di atas punggung Thou Thou, mengamati situasi yang semakin kacau.
Semakin dekat mereka dengan pusat pertempuran, maka semakin jelas suara raungan hewan buas, dan suara ledakan pukulan yang terus saling bersahutan.
Di hadapan mereka, Dugu Leng dan Dugu Cai terus bergerak memimpin jalan.
Tiba-tiba mereka merasakan beberapa hewan buas tingkat rendah bergerak mendekati mereka.
" Saudara Cai," ucapnya sambil menghunus pedang perak, yang di ikuti Dugu Cai dengan mengeluarkan tombak perak.
Sepanjang jalan menuju pusat pertempuran, Qing Ruo dan rombongannya dapat melihat hewan buas tingkat rendah hingga tingkat tinggi terus berdatangan, bergerak menuju pusat pertempuran.
Sesekali hewan buas tingkat rendah itu menyerang, tapi dengan sigap dihalau oleh Dugu Chen dan Dugu Cai.
" Penguasa, lihat. Mereka sudah begitu ketakutan," ucap Thou Thou yang dapat merasakan aura ketakutan dari tubuh Dugu Chen dan Dugu Cai, berbicara melalui telepati pada Qing Ruo.
" Memang seharusnya demikian," ucap Qing Ruo Santai.
Semakin lama serangan hewan buas tingkat rendah, semakin tinggi, bahkan mulai membuat Dugu Leng dan Dugu Cai kewalahan.
" Saudara jika seperti ini, kita akan tiba di pusat pertempuran dengan kehabisan tenaga," ucap Dugu Cai.
" Saudara Cai, jangan terus mengeluh. Anggap saja kita ini adalah latihan..." sambil melepaskan tebasan pedang peraknya.
Puluhan kucing dahan dan serigala hitam yang merupakan hewan buas tingkat spiritual terus bergerak menyerang mereka, mengorbankan diri terbunuh untuk menahan setiap orang yang mendekati pusat pertempuran.
Setelah bersusah payah, mereka akhirnya tiba di kawasan dalam gunung. Dari jarak lima ratus meter dari pusat pertempuran, Qing Ruo dan rombongan dapat melihat dengan jelas, ribuan hewan buas bertarung dengan ganas, menyerang para pendekar yang mendekati tempat itu dengan brutal.
Setelah mengamati situasi di tempat itu, Qing Ruo lalu meminta Dugu Leng dan Dugu Cai bergerak.
" Bantu para tetua yang ada di wilayah barat," ucapnya memberi perintah untuk membantu kelima sosok pria paruh baya yang dia jumpai Sebelumnya.
" Ba-baik tuan," ucap Dugu Leng terbata, lalu bergerak meninggalkan Qing Ruo dan Thou Thou yang masih berdiri mengamati pertempuran tersebut.
Dugu Leng dan Dugu Cai yang kini hanya bisa melepaskan serangan pendekar tingkat dewa biasa, melesat kearah barat, membantu kelima tetua yang kini sedang bahu-membahu bertarung melawan ribuan hewan buas yang membentuk benteng pertahanan. .
" Tetua, " ucap Dugu Leng sambil melepas tebasan pedangnya pada sosok serigala hitam yang hendak menerkam para tetua tersebut.
" Anak muda, apa yang kalian lakukan? Benar-benar memaksakan diri..." Ucap salah satu tetua menggelengkan kepalanya, saat melihat Dugu Leng dan Dugu Cai yang terlihat bertarung dengan ketakutan.
__ADS_1
Tanpa menjawab, Dugu Leng dan Dugu Cai terus bergerak, melepaskan tebasan pedang dan serangan tombak, menyerang hewan buas yang tanpa henti menyerang mereka tersebut.
Tindakan Dugu Leng dan Dugu Cai yang bungkam dan tidak ingin berbicara, membuat para tetua itu tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.
" Sepertinya mereka dipaksa oleh orang lain," ucap salah satu tetua berbicara melalui telepati, sambil melepaskan pukulan.
" Benar, tapi siapa? Diilihat dari pedang dan tombak yang digunakan, mereka adalah orang-orang dari klan Dugu."
" Benar-benar hebat, karena berani mengintimidasi klan penguasa barat kota Bei Shi," ucap salah satu tetua dengan heran.
" Di lihat dari kekuatanya, mereka adalah pendekar semi abadi dua."
" Benar. Klan Dugu memang terkenal luar biasa, karena memiliki banyak generasi muda yang berbakat."
" Tapi sayang, mereka terlalu sombong. Melihat mereka di tindas seperti ini membuatku ingin tertawa..."
" Benar. Jika tidak dipaksa oleh kekuatan lain, aku yakin mereka tidak akan pernah mau membantu." Sambil terus melepaskan serangan.
" Saudara apakah kita harus memberitahunya bahwa saat ini kita hanya sedang mengurangi jumlah hewan buas ini, sebelum menyerang markas utama?"
" Aku rasa tidak perlu..."
" Baik saudara."
Dhuar... dhuar...." suara ledakan terus bergema, menggentarkan tempat yang begitu kacau tersebut, merobohkan pohon, menghancurkan batu-batu raksasa dan hewan buas yang sedang bertempur mati-matian melindungi kawasan tempat itu.
****
Dari jauh.
Qing Ruo dan Thou Thou yang masih berada di tempatnya, dapat melihat Dugu Leng dan Dugu Cai yang kini bertempurnya membantu kelima pria paruh baya tersebut.
" Thou Thou, apakah kamu tahu dimana sosok harimau putih cakar emas itu berada?" tanya Qing Ruo yang tidak merasakan kehadiran sosok tersebut, sambil mengamati pertempuran yang sangat tidak seimbang itu.
" Penguasa, aku juga tidak merasakan kehadirannya. Tapi di sebelah timur, di balik batu-batu besar itu ada gua yang tersegel. Aku dapat merasakan dua aura yang berbeda. Aura yang sangat lemah dan aura emas yang sangat kuat dan ketara, tapi aku yakin aura yang sangat kuat itu bukan aura hewan buas."
Qing Ruo menganggukan kepalanya, sambil menatap beberapa hewan buas tingkat tinggi yang berdiri di atas batu-batu raksasa, yang terlihat sedang mengawasi jalannya pertempuran.
" Mungkin aura itu adalah rumput emas penguat jiwa yang sedang di buru oleh orang-orang ini."
" Aku rasa demikian," ucap Thou Thou.
Pada saat memperhatikan tempat itu, tiba-tiba Thou Thou menyadari sesuatu.
" Penguasa lihat. Di kawasan itu, sepertinya hewan buas tersebut tidak terikat oleh aturan ruang dan waktu..."
__ADS_1
" Benar," ucap Qing Ruo saat menatap tujuh sosok harimau hitam bersayap, yang merupakan hewan buas semi abadi tingkat tingkat tiga, dan dua harimau putih cakar emas yang merupakan hewan buas semi abadi tingkat lima yang seperti dapat melepaskan kekuatan puncaknya.
" Itu artinya lima puluh meter dari tempat tersebut adalah kawasan bebas, yang tidak terikat oleh aturan ruang dan waktu," ucap Thou Thou.
" Benar, tapi Ini aneh, yang kita lihat hanya hewan buas semi abadi tingkat lima, lalu dimana sosok hewan buas semi abadi tingkat tujuh tahap akhir itu berada?" tanya Qing Ruo heran.
" Penguasa, mungkin aura lemah di dalam gua itu adalah sosok harimau cakar emas itu," ucap Thou Thou.
" Apa yang telah terjadi? Bukankah sebelumnya kita masih mendengar raungannya. Dengan kekuatannya, siapa yang dapat melukai sosok hewan buas tersebut ?" sambil melihat ratusan pendekar tingkat tinggi yang kini hanya bisa melepaskan kekuatan pendekar dewa tingkat rendah.
" Penguasa, aku juga tidak tahu hal itu. Semoga saja aura lemah itu adalah sosok itu," ucap Thou Thou yang juga merasa heran dengan hal tersebut.
" Semoga saja," ucap Qing Ruo meminta Guaiyi itu untuk kembali ke dalam dunia jiwa.
" Tapi penguasa..."
" Tenanglah. Aku tahu batasanku..." sambil membayangkan tindakan yang akan dilakukannya.
" Baik penguasa..."
Setelah Thou Thou masuk ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu keluar dari tempat persembunyiannya, bergerak dengan perlahan, mendekati wilayah timur yang sepertinya dengan sengaja di hindari para pendekar yang sedang bertempur.
" Swhuss... swhus...." Qing Ruo bergerak zig-zag di antara pepohonan dan batu-batu raksasa, mendekati tempat yang di lindungi oleh hewan buas tingkat tinggi tersebut.
Seratus meter dari tempat itu, pergerakan Qing Ruo yang ingin menyelinap memasuki kawasan terlarang tersebut langsung disergap oleh puluhan Kucing Dahan.
" Swhus... swhus..." Puluhan hewan buas tingkat dewa bumi dan dewa langit tersebut, menerkam Qing Ruo dengan ganas.
" Dhuar...dhuar...." Pukulan tapak emas menghantam tubuh hewan buas tersebut, melempar mereka hingga puluhan meter.
Qing Ruo yang memang tidak ingin membunuh hewan buas itu terus bergerak, menghindari terkaman yang dapat langsung membunuh pendekar tingkat dewa tersebut.
Sontak saja tindakan Qing Ruo menarik perhatian hewan buas tingkat tinggi lainnya.
" Swhuss...swhus...." Hewan buas itu bergerak, mengalihkan serangannya, menyerang Qing Ruo.
Kemunculan Qing Ruo yang mampu melawan puluhan hewan buas itu, menarik perhatian para pendekar lain yang sedang bertarung, terutama kelima tetua yang sebelumnya dijumpai oleh Qing Ruo.
" Saudara, lihat!" Menujuk kearah Qing Ruo yang terus melempar hewan buas yang menyerangnya.
" Anak muda itu...! Ternyata dia adalah pendekar tingkat tinggi..." Menatap Qing Ruo dengan takjub.
" Tetua, apakah kalian mengenalinya?" tanya Dugu Leng dengan penasaran, membuat para tetua itu saling berpandangan.
👉 1 🙏
__ADS_1