Sang Penguasa

Sang Penguasa
336. Tewasnya Yin Jue.


__ADS_3

Di kawasan timur puncak Nan Yin.


Yin Jue, serta para tetua tingkat tinggi yang sebelumnya begitu bersemangat, karena pasukannya berhasil memasuki dinding selatan pertahanan puncak Nan Yin dapat menguasai pertempuran, kini semakin berapi-api setelah melihat ledakan maha dahsyat yang melepaskan cahaya keemasan,  yang dapat mereka lihat dari jauh.


" Pertempuran yang abadi telah usai, akhirnya pangeran Zuo dapat membunuh Bei tengik itu!" ucap Yin Jue dengan senyum yang terus mengembang dari wajahnya.


" Seharusnya dari awal pangeran Zuo tidak bermain-main," ucap Yin Dalu dan rombongannya, yang begitu yakin jika yang tewas dalam pertempuran sebelumnya adalah Yi Bei.


" Sambil menunggu pangeran Zuo datang membantu, sebaiknya kita pusatkan seluruh pasukan ke dinding selatan," ucap Yin Jue, menggerakkan tiga puluh ribu pasukannya yang tersisa untuk mengakhiri peperangan tersebut. 


" Baik, ucap Yin Dalu dengan penuh semangat. Namun pada saat mereka akan bergerak, tiba-tiba Yin Lang Hong  datang dengan wajah pucat pasi.


" Lang Hong, ada apa?" tanya Yin Jue dengan serius.


" Pu-puncak Zhu Yin...." dengan terbata.


" Lang Hong, ada apa dengan puncak Zhu Yin?" tanya Yin Dalu yang mulai kesal.


" Mereka, mereka menyerang puncak Dong Yin," jawabnya tergagap, membuat Yin Jue dan rombongannya terdiam sesaat lalu tertawa terbahak-bahak.


" Lang Hong, jangan bercanda. Apakah kamu pikir ini lucu?" ucap Yin Jue menanggapi hal itu dengan santai.


" Tetua, aku tidak bercanda," ucapnya  dengan wajah serius.


" Apakah kamu pikir kami percaya? Lang Hong, hanya orang gila yang berani melakukannya," ucap  Yin Dalu dengan santai.


Pada saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba mereka melihat kilatan cahaya kehitaman bergerak mendekat. 


" Swhuss..." sosok Qilin Api Hitam yang membawa Qing Ruo muncul di tempat itu.


" Oh tidak...." ucap Yin Jue dengan rombongannya dengan wajah pucat pasi,  menatap sosok Qing Ruo yang membawa kepala Yin Zuo di tangannya.


" Ka-kamu..." ucap Yin Lang Hong dan rombongannya,  menatap Qing Ruo dengan ketakutan dan kebencian.


" Argh... Mati!" Teriak Yin Dalu melesat menyerang Qing Ruo dengan kekuatan puncaknya.


" Dhuar...." Ledakan petir tiba-tiba muncul, menyambar sosok Yin Dalu dan menewaskannya.

__ADS_1


" Swhuss...." Kilatan cahaya bergerak pergi dari sosoknya, namun jaring emas tiba-tiba muncul dan mengurung kilatan cahaya tersebut.


" Mati!" Ucap Qing Ruo meremas tangan kanannya menghancurkan pecahan jiwa Yin Dalu tersebut, membuat Yin Jue dan rombongannya terdiam.


" Sa-sangat kuat..." ucap Yin Lang Hong terbata,  menatap sosok Qing Ruo yang berdiri di atas punggung Qilin Api Hitam itu dengan wajah pucat pasi.  


Kekuatan yang ditunjukkan oleh Qing Ruo yang begitu mendominasi tersebut membuat Yin Jue dan rombongannya terdiam.


" Jangankan Saudara Dalu, pangeran Zuo yang sudah berada di tahap abadi  saja terbunuh olehnya," ucap para tetua tersebut berbicara pada rombongannya  tanpa berani bergerak sedikitpun.


" Trark...." Petir tanpa warna kembali bergema, bersiap menyerang siapapun yang ada di tempat itu.


" Yin Jue, tarik pasukanmu. Untuk para tetua hancurkan tingkat kultivasi kalian hingga ke tingkat pendekar pertapa,"  ucap Qing Ruo dengan serius.


" Saudara, ini  terlalu-"


" Dhuar....." Ledakan dahsyat bergema, meledakan sosok yang keberatan dengan perintah Qing Ruo tersebut, namun belum sempat pecahan jiwanya pergi, jaring emas tiba-tiba muncul dan  mengurungnya.


" Lakukan sekarang juga atau aku mengubah pikiranku," ucap Qing Ruo dengan tatap dingin.


" Nak kamu dari klan petir, terlalu muda dan ikut campur urusan klan kami," ucap Yin Jue dengan kesal, sambil membuatnya segel tangan.


" Swhuss...." sosoknya begerak menjauh dari kelompoknya tersebut bersamaan dengan ledakan energi dari tubuhnya yang meningkat dengan ekstrem.


"Ternyata sosok yang menggunakan segel terlarang penghancur jiwa itu adalah dirinya, tidak heran saat itu Yin Di Lu tidak memiliki segel tersebut," ucap Qing Ruo sambil menyerap pil peledak energi dan pil Fuyuan dengan ekstrem.


" Penguasa," ucap Huo Mingzhi dengan panik.


" Tenanglah, dalam situasi seperti ini, dia tidak akan pernah bisa naik tingkat,' ucap Qing Ruo sambil melesat terbang, melepas tembakan tujuh bilah pedang Xue Luo yang langsung mengunci pergerakan Yin Jue.


" Swhuss..." Huo Zhaodau muncul di tempat itu, sambil melepaskan kekuatan puncaknya yang siap menerkam Yin Lang Hong dan rombongannya.


" Mingzhi, Zhoudau, jika ada yang berani melawan, bunuh saja!" ucap Qing Ruo sambil bergerak menyerang Yin Jue yang sedang berusaha naik tingkat dengan teknik pengorbanan darah tersebut


" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat terus bergema pada saat pedang Xue Luo menghantam perisai Es Hitam yang muncul dan melindungi sosok Yin Jue.


" Nak, aku kira kamu yang membunuh pangeran Zuo, ternyata kamu hanya menggertak," ucap Yin Jue memprovokasi saat serangan pedang Xue Luo bahkan hampir tidak mampu memghancurkan perisai es hitam tersebut.

__ADS_1


Qing Ruo yang mendapat provokasi tersebut hanya tersenyum kecut, sambil mengedarkan sisa kekuataannya.


" Jika saja tenagaku tidak terkuras saat menggunakan tombak cahaya, membunuh sosok seperti Yin Jue ini bukanlah hal yang sulit," batinnya.


" Swhuss...." Ketujuh pedang Xue Luo bergerak mundur dan menghilangkan dalam  kehampaan, bersamaan dengan sosok Qing Ruo yang terus bergerak sambil melepaskan  serangan Tapak Emas Naga Ilahi.


" Dhuar....." Tinjuannya menghantam perisai pertahanan Es Hitam dan menghancurkannya.


" Ternyata perisai pertahananmu serapuh pasir," ucap Qing Ruo sambil melepaskan serangan  susulan, namum di hadan oleh Yin Jue dengan santai.


" Nak serangan mu itu  hanya membuat ku gatal saja," ucapnya dengan santai saat lingkaran kekuatan berwarna hitam gelap mulai terbentuk di belakang punggungnya.


Tanpa terganggu oleh  provokasi Yin Jue, Qing Ruo terus bergerak dengan kecepatan puncaknya, sambil  melepaskan serangan puncaknya.


" Trark..." Petir tanpa warna bergema dari berbagai arah.


" Nak kamu-"


" Dhuar...." Ledakan dahsyat mengguncang kawasan itu dengan hebat,  bersamaan dengan hancurnya sosok Yin Jue, membuat Yin Lang Hong dan rombongannya yang sebelumnya ingin melakukan perlawanan tiba- tiba terdiam.


" Swhuss...." Kilatan cahaya yang merupakan pecahan jiwa Yin Jue bergerak meninggalkan tempat itu, namun segera mengantam perisai Api Hitam milik Huo Mingzhi.


" Dhuar...."pecahan jiwa itu terlempar yang langsung Qing Ruo segel dengan jaring emas.


"Argh...." Teriaknya meronta dan lenyap ke dalam dunia jiwa.


" Swhuss..." Sosok Huo Zhoudau menghampiri Qing Ruo.


" Penguasa..." ucapnya dengan hormat.


" Mari kita temui mereka," ucapnya sambil naik ke atas punggung Huo Zhaodau.


" Baik penguasa..." Bergerak perlahan, menemui Yin Lan Hong dan rombongannya.


" Swhuss...." Sosok Qilin Api ungu yang membawa  Qing Ruo muncul di hadapan  Yin Lan Hong dan rombongannya.


" Tu-tuan," ucap mereka dengan terbata.

__ADS_1


" Apakah kalian sudah lupa dengan permintaanku sebelumnya?" tanya Qing Ruo dengan tatapan tajam.


" Ba-baik, tuan..." ucap seorang tetua sambil meminta dua tetua lainnya   bergerak menuju titik selatan untuk menarik pasukan yang sedang berperang di kawasan tersebut.


__ADS_2