
Tidak lama kemudian, Qing Ruo dan rombongannya merasakan ledakan aura serigala taring hitam dengan jumlahnya yang semakin banyak, bergerak mendekati tempat persembunyian mereka.
" Thou Thou, sekarang!" ucap Qing Ruo.
" Baik, penguasa." Lalu bergerak bersama rombongannya, menyambut kedatangan ratusan sosok serigala taring hitam yang terlihat begitu beringas tersebut.
" Penguasa, apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Hu Yan Lan dengan wajah serius, yang telah siap menghadapi kemungkinan yang akan terjadi.
" Mencari cara agar dapat melewati panah perak ini," ucap Qing Ruo dengan tenang, sambil meraih anak panah yang tersebar disekitarnya, lalu memeriksa anak panah perak tersebut.
" Tapi bagaimana dengan serigala taring hitam itu?"
" Tenanglah, walaupun Thou Thou dan saudaranya bukankah hewan petarung, tetapi aku yakin mereka dapat mengatasi serigala taring hitam itu...." Sambil memeriksa jejak aura pada anak panah perak tersebut.
Hu Yan Lan menganggukkan kepalanya, lalu ikut memeriksa anak panah tersebut.
" Penguasa, tanpa jejak aura. Itu berarti anak panah ini dilepaskan oleh sejenis jebakan," ucap Hu Yan Lan.
" Benar, tapi masalahnya anak panah ini tidak ada habisnya, " ucap Qing Ruo menanggapi, sambil mengitari pandangannya, memeriksa pertempuran hebat yang terjadi empat ratus meter dari tempat mereka.
" Dhuar....dhuar...." Ledakan keras terus bergema, dengan gelombang angin yang menyebar, menyapu kawasan itu dengan ekstrem.
Walaupun bukan hewan petarung, namun Thou Thou dan keempat saudaranya yang sudah berada di tingkat tiga semi abadi itu dapat mendominasi pertarungan tersebut. Kekuatan fisik dan kelincahannya membuat kawanan serigala taring hitam itu begitu kewalahan.
Dalam waktu singkat, puluhan sosok serigala taring hitam yang berada di tingkat spiritual, hingga tingkat dewa Bumi terus berjatuhan.
Lolongan keras kawanan serigala yang terus bergema dengan cipratan darah yang terus mengalir dari tubuh yang terluka membasahi tempat itu.
" Ternyata sisik saudara Thou Thou sangat kuat dan keras. Kawanan serigala ini benar-benar menemukan lawan yang salah." Hu Yan Lan membatin, menatap kawanan serigala taring hitam yang terus gagal melukai Thou Thou dan rombongan.
" Dhuar... dhuar...." suara ledakan bergema dengan sosok serigala yang tewas dan pohon-pohon yang roboh terkena hantaman serangan tapak cakar dan sabetan taring hitam serigala yang bahkan dapat memotong pohon raksasa.
" Hu Yan Lan, awasi pergerakan serigala taring hitam itu," ucap Qing Ruo tiba-tiba bergerak menuju pilar batu hitam setinggi lima meter yang tidak jauh dari tempatnya berada tersebut.
" Penguasa," ucap Hu Yan Lan kebingungan. Di satu sisi dia ingin bergerak pergi dan membantu, namun di satu sisi dia terdiam karena perintah Qing Ruo yang memintanya untuk berada di tempatnya.
Di tempat lain.
" Swhus... swhus....." Qing Ruo bergerak, mendekati pilar batu hitam tersebut, namun belum sempat dirinya tiba, dari jarak lima belas meter, tiba-tiba ratusan panah perak kembali muncul dan menyerangnya.
" Swhus.... swhus...." Ratusan anak panah yang bergerak menyerangnya tiba-tiba lenyap memasuki dunia jiwa, dengan sosok Qing Ruo yang terus bergerak mendekati pilar batu itu dengan perlahan.
Dari jauh.
Hu Yan Lan yang sebelumnya begitu panik saat melihat kemunculan ratusan anak panah perak yang dapat langsung membunuh Qing Ruo, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Penguasa benar-benar jenius," ucapnya, menatap Qing Ruo dengan penuh kekaguman.
" Swhus... swhus...." Anak panah perak yang terus muncul tersebut lenyap di dalam dunia jiwa tanpa menimbulkan suara ledakan.
" Swhus..." Qing Ruo menembakan kesadaran dewanya, memeriksa pilar batu hitam tersebut dari jarak jauh.
" Swhuss...." sosoknya terlempar hingga puluhan meter saat kekuatan asing yang melindungi pilar batu itu meyerang kesadaran dewanya.
" Penguasa," ucap Hu Yan Lan panik, bergerak menghampiri Qing Ruo, sambil melepaskan serangan tapak, menghalau panah perak yang terus muncul tersebut.
__ADS_1
" Hu Yan Lan, tenanglah. Aku baik-baik saja," ucap Qing Ruo sambil bangkit berdiri, membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Penguasa, apa sebenarnya pilar batu hitam ini?"
" Aku juga tidak yakin. Tetapi ada kekuatan asing yang dapat menyerang kesadaran dewa," ucap Qing Ruo lalu bergerak menghampiri pilar batu hitam tersebut.
" Dhuar....." Tinjuan tapak emas naga Ilahi menghantam pilar itu dan meretakkannya.
" Dhuar.... Dhuar..... " Serangan beruntun mengenai pilar tersebut dan menghancurkannya.
" Ternyata Pilar batu hitam itu adalah pilar yang mengaktifkan serangan anak panah perak itu," ucap Hu Yan Lan dengan gembira, saat ratusan anak panah yang sebelumnya terus muncul, tiba-tiba menghilang.
" Benar," ucap Qing Ruo sambil meraih lencana giok hijau polos tanpa tanda dari reruntuhan pilar batu tersebut.
" Hu Yan Lan, apakah kamu tahu ini lencana giok hijau ini?"
" Hamba tidak tahu, penguasa," jawab Hu Yan Lan dengan jujur, sambil menatap lencana giok selebar empat jari tangan orang dewasa itu dengan heran.
" Jika demikian, kita sudah dapat memasuki kawasan terlarang ini," ucap Qing Ruo sambil terus mengamati lencana tersebut.
" Penguasa, lalu apa rencana kita selanjutnya?"
" Melanjutkan perjalana," ucap Qing Ruo sambil membawa lencana giok yang ada di tangannya.
" Penguasa....." ucap Hu Yan Lan dengan ragu, saat Qing Ruo bergerak menuju pusat pertempuran.
" Mari kita lihat," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak menuju pusat pertempuran yang berada empat ratus meter dari tempat itu.
" Swhuss..... swhus....." sosok Qing Ruo muncul di tengah pertempuran, sambil menunjukan lencana giok hijau itu, membuat serigala taring hitam itu melolong histeris lalu bergerak mundur.
" Penguasa, maaf hamba tidak bisa membunuh pemimpin serigala tersebut," ucap Thou Thou yang tampak begitu kelelahan, bersama rombongannya menghampiri Qing Ruo.
" Beristirahatlah," ucap Qing Ruo sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Tapi penguasa...."
" Tenanglah, sekarang ada lencana giok ini," ucap Qing Ruo.
" Baik Penguasa...." Lalu masuk ke dalam dunia jiwa.
" Penguasa, lalu bagaimana dengan mayat serigala taring hitam ini?" Tanya Hu Yan Lan.
Qing Ruo yang memahami maksud Hu Yan Lan, menganggukkan kepala.
" Tenanglah," ucapnya sambil menyimpan ratusan mayat tersebut ke dalam cincin penyimpanannya.
Setelah memastikan semua mayat serigala taring hitam itu tersimpan di dalam cincin penyimpanannya, Qing Ruo lalu mengeluarkan sosok Huo Zhoudao dari dalam dunia jiwa.
" Swhus..." sosok Qilin api hitam itu muncul dengan sikap terkejut.
" Zhoudau, ada apa?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Tempat ini...." ucapnya ragu.
" Apakah kekuatan saudara di tekan?"
__ADS_1
" Benar, ini bukan aturan ruang dan waktu yang diciptakan, tetapi kekuatan murni. Hanya hewan buas bumi yang dapat bertahan,"ucap dengan serius.
" Baik, aku aku mengerti," ucap Qing Ruo lalu meminta Huo Zhaodau kembali ke dalam dunia jiwa.
" Tapi penguasa....." menatap Qing Ruo dan Hu Yan Lan yang hanya memiliki kekuatan di tingkat pendekar spiritual.
" Tenanglah," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik Penguasa." Lalu kembali ke dalam dunia jiwa.
Setelah Huo Zhaodau kembali ke dalam jiwa, Qing Ruo lalu membawa Hu Yan Lan bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhuss... swhus....." bergerak memasuki kawasan dalam gunung Ping Xie.
****
Di tempat lain.
Di puncak gunung Ping Xie. Di sebuah taman istana yang merupakan tempat kultivasi, dua sosok pria tua dengan rambutnya yang telah memutih, bincang bincang santai sambil menyesap minumannya yang ada di tangannya dengan santai.
" Saudara, setelah ribuan tahun, pilar batu bernyawa tersebut akhirnya berhasil dihancurkan oleh seseorang."
" Benar, bahkan dengan kekuatan pendekar spiritual, aku sudah tidak sabar ingin segera melihat siapa sosok tersebut." Sambil menyesap minumannya.
" Saudara, sebaiknya kita tunggu saja. Aku yakin sosok itu akan segera tiba di tempat ini."
" Saudara benar juga." Sambil menyesap minumannya dengan tenang.
****
Di tempat lain.
Hampir di setiap kawasan, terjadi pertempuran hebat yang menewaskan para pendekar yang berusaha memasuki kawasan dalam gunung tersebut.
Yang terbunuh karena hewan buas ilusi, terlempar keluar dan muncul di dinding gunung tempat mereka masuk tempat itu sebelumnya, sedangkan mereka yang terbunuh oleh hewan buas asli tertinggal di tempat itu.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo yang terus bergerak memasuki kawasan puncak gunung Ping Xie, tiba-tiba di hadang oleh sepuluh pemuda yang menatap kemunculannya dengan seringai dingin.
" Di luar kawasan gunung Ping Xie, kamu dapat menindas orang lain dengan kekuasaanmu, tetapi tidak di dalam gunung ini," ucap pemimpin kelompok tersebut menatap Qing Ruo dengan tajam.
" Anak muda, apakah kami pernah mengusik kalian sebelumnya?" tanya Hu Yan Lan, sambil mengerutkan keningnya dengan heran.
" Kalian memang tidak mengusik kami, tetapi kami ingin mengusik kalian..." Dengan senyum penuh kemenangan.
" Maaf kami tidak ingin bertarung, jika ada urusan katakan saja," ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin.
" Ternyata tuan muda ini di luar dan di dalam gunung sikapnya begitu berbeda. Jika tidak ingin bertarung, maka serahkan semua cincin penyimpanan yang kalian peroleh dari para tetua klan Bing Yi dan Klan Ye, yang kalian tindas sebelumnya!" Dengan sikap mendominasi, menatap Qing Ruo dengan seringai dingin.
" Jangan keterlaluan kalian," ucap Hu Yan Lan, yang mulai begitu kesal.
" Pergi sekarang juga, atau kalian akan menyesal,"ucap Qing Ruo dengan tatapan tajam.
__ADS_1
🙏🙏***satu bab ya kak***.🙏🙏