
Di dalam dunia jiwa.
Lima belas sosok tetua yang memasuki tempat itu dihajar oleh Long Yu Wei rombongannya hingga babak belur dan benar-benar tidak berdaya.
Setelah puas menyiksa para tetua tersesebut. Yuan Bai dan rombongannya lalu merantai para tawanan itu dan memasukkannya ke dalam penjara barat.
" Kamu yang telah disegel oleh rantai jiwa, awasi rombongan ini. " Ucap Yuan Bai pada Wu Dong dan Wu Ming, yang juga dalam kondisi babak belur.
" Ba-baik tuan," jawab bersamaan dengan terbata.
Setelah memastikan semua tawanan itu tidak akan melawan, Yuan Bai dan Yuan Hei lalu menyegel tempat itu lalu pergi.
*****
Di luar dunia jiwa.
Lantai dasar penginapan Bunga Xi.
Beberapa penjaga rahasia yang bertugas melindungi tempat itu, begitu heran saat melihat beberapa kelompok terus berdatangan. Namun mereka semakin terkejut saat melihat Nan Du yang turun dari lantai tiga seorang diri tanpa kekuatan kultivasi.
Tidak lama kemudian, Ji Dao dan Xian Ba juga turun dari lantai tiga, lalu meninggalkan penginapan tersebut.
" Saudara apakah ini perasaanku, bukankah ketiga sosok yang pergi itu sebelumnya adalah sosok dengan kekuatan semi abadi tingkat lima."
" Benar. Mereka adalah tetua yang datang bersama dua tuan muda sebelumnya. Apakah telah terjadi kekacauan, tapi aku bahkan tidak merasakan adanya jejak pertarungan."
" Sebaiknya kita periksa saja," ucap salah satu penjaga tersebut.
" Baik." Lalu bergerak meninggalkan tempatnya, memeriksa setiap lorong dan kamar yang ada di lantai dua dan lantai tiga penginapan.
*****
Di dalam kamar penginapan.
Qing Ruo duduk dengan tenang, sambil menikmati minumannya, menatap Ji Jiu dan Xian Guo yang terdiam dengan tubuh tergeletak tak berdaya. Dari kedua tangan dan kakinya yang telah patah itu, terus mengalir darah segar, hingga menggenangi lantai penginapan.
" Keselamatan nyawa kalian di tentukan seberapa cepat orang tua kalian datang," ucap Qing Ruo sambil mengeluarkan buah apel emas dan buah bodhi, lalu menikmati buah itu dengan santai.
Sontak saja tindakan Qing Ruo yang mengeluarkan kedua buah itu mengejutkan Ji Jiu dan Xian Guo.
" Aku tahu kalian pasti begitu penasaran dengan buah-buahan ini. Perlu kalian ketahui bahwa semua buah-buahan yang dilelang sebelumnya itu adalah milikku," ucap Qing Ruo menjelaskan, membuat kedua sosok yang kini hanya bisa menggerakan matanya tersebut tercengang.
Menyadari bahwa Qing Ruo adalah sosok yang memiliki buah-buahan itu membuat mereka begitu kesal. Namun apa daya, melawanpum sudah tidak bisa. Bahkan mereka kini hanya bisa menyesali diri, karena telah menyinggung sosok Qing Ruo yang tanpa ampun tersebut.
Tidak lama kemudian setelah kedua buah itu selesai di nikmati, Qing Ruo lalu mengeluarkan buah persik abadi yang telah berevolusi, lalu kembali menikmatinya dengan santai.
__ADS_1
Menyaksikan Qing Ruo yang telah menikmati buah-buahan abadi tanpa terpengaruh oleh kekuatan buah itu, membuat mereka semakin menyadari bahwa sosok Qing Ruo adalah orang yang sangat mengerikan.
Menggunakan sisa kekuatan dan menghiraukan rasa sakit yang begitu luar biasa pada tubuhnya, Xian Guo memaksakan diri untuk berbicara.
" Tu-tuan, siapa anda sebenarnya?"
" Menurut kalian?"
" Tu-tuan, apakah anda berasal dari selatan?" tanya Ji Jiu, menimpali.
" Mengapa kalian bisa berpikir seperti itu?" tanya Qing Ruo, membuat kedua sosok itu terdiam.
Pada saat mereka akan berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu di ketuk oleh seseorang.
" Tuan, apakah ada orang di dalam?"
" Ya tuan, ada apa?" Tanya Qing Ruo dengan tenang.
" Kami penjaga keamanan penginapan tuan, ingin memeriksa keadaan di dalam."
" Sebentar tuan," jawab Qing Ruo, sambil membuat segel tangan, menciptakan perisai ilusi, lalu dengan santai beranjak dari tempat duduknya, membuka pintu kamar.
Di depan pintu kamar, berdiri dua penjaga yang merupakan pendekar semi abadi tingkat empat, yang memeriksa ruangan dari depan pintu kamar.
" Tuan, apakah telah terjadi sesuatu?" tanya Qing Ruo.
" Tidak tuan, kami hanya melakukan pemeriksaan rutin saja," jawab penjaga itu beralasan.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya, sambil mempersilakan penjaga itu memasuki ruangan, namun segera di tolak mereka dengan ramah.
" Maaf tuan, kami tidak lama. Maaf telah mengganggu istirahat Anda," ucapnya lalu meninggalkan Qing Ruo.
Setelah kedua penjaga itu pergi. Qing Ruo lalu menuntup pintu kamar, dan kembali duduk pada kursinya.
" Swhus...." Perisai ilusi itu lenyap tanpa diketahui oleh Ji Jiu dan Xian Guo.
Di hadapan Qing Ruo. Ji Jiu dan Xian Guo hanya bisa menatap situasi yang terjadi di hadapannya dengan ternganga, dimana kedua penjaga itu bahkan tidak melihat keberadaan mereka dan kekacauan yang terjadi di dalam ruangan itu.
Tidak lama kemudian, Ji Dao dan Xian Ba memasuki ruangan bersama seorang pemuda yang merupakan pendekar semi abadi tingkat dua.
" Saudara, apa yang terjadi?" Tanya pemuda itu terkejut, menatap Ji Jiu dan Xian Guo yang kini terkapar meregang nyawa. Namun yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah sikap Ji Dao dan Xian Ba yang sebelumnya begitu ramah kini menjadi acuh tak acuh.
" Ji Dao, apakah dia Nan Ma?" Tanya Qing Ruo, membuat sosok itu mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo yang duduk santai pada kursinya.
" Benar tuan," jawab Ji Dao.
__ADS_1
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Nan Ma, apa yang kamu pahami dari situasi yang kamu lihat sekarang?" tanya Qing Ruo.
" Maksud, tuan?"
" Apakah kamu tidak melihat Ji Jiu dan Xian Guo?"
Mendengar kata-kata Qing Ruo, Nan Ma yang akhirnya menyadari perubahan sikap Ji Dao dan Xian Ba langsung menjaga jarak.
" Swhus..." sosok bergerak sambil melepaskan serangan tapak pada dinding kamar.
" Dhuar...." ledakan keras bergema dengan sosoknya terpental hingga menghantam dinding kamar lainnya.
" Uhk...." Darah segar keluar dari mulutnya dengan tubuh bersimbah darah.
" Ji Dao, Xian Ba, hancurkan kultivasinya," ucap Qing Ruo pada kedua tetua tersebut.
" Te-tetua, apa yang ingin kalian lakukan....." ucap Nan Ma ketakutan.
Serangan balik dari pukulan tapak yang dilepaskan pada dinding kamar untuk kabur dari tempat itu sebelumnya benar-benar melukainya dengan parah, sehingga membuat dirinya benar-benar tidak berdaya.
" Tetua, tidak..." Teriaknya berusaha menghindar pada saat Xian Ba melepaskan serangan tapaknya.
" Dhuar..." sekali lagi tubuhnya terlempar hingga menghantam dinding ruangan.
" Akh...." Rintihnya kesakitan, dengan kekuatannya yang secara perlahan lenyap dari tubuhnya.
" Te-tetua, kalian...." ucapnya ketakutan saat Ji Dao menghampirinya dengan tatapan tajam.
" Swhuss..." sosoknya meraih tubuh itu dan melemparnya hingga berada di antara Ji Jiu dan Xian Guo. Tanpa perintah dari Qing Ruo, Xian Ba lalu mematahkan kedua tangan dan kakinya.
" Akh...." teriaknya kesakitan.
" Saudara, diamlah. Atau Pemuda itu menarik lidahmu." Ji Jiu mengingatkan, membuat Nan Ma terdiam.
" Nan Ma, aku sudah berjanji pada Nan Du tidak akan membuat masalah dengan klan Nan, tapi aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Lagipula sangat tidak adil jika aku hanya menyisa Ji Jiu dan Xian Guo, sedangkan kamu bebas begitu saja," ucap Qing Ruo dengan santai.
Setelah tempat itu menjadi tenang. Qing Ruo lalu membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Kalian berdua, pergilah," ucapnya memberi perintah pada Ji Dao dan Xian Ba memasuki dunia jiwa.
" Baik tuan."
" Swhus.... swhuss...." sosoknya lenyap dari pandangan ketiga pemuda yang sedang sekarat tersebut.
__ADS_1