
Ledakan keras itu yang terjadi di jalan kota itu menarik perhatian beberapa pendekar yang kebetulan berada di kawasan tersebut.
" Swhuss...swhus...." mereka satu persatu muncul, menatap kekacauan yang terjadi di tempat itu dengan heran.
" Jika ingin mendapat pengampunanku, maka bersujud di hadapanku sebanyak seratus kali, lalu lumpuhkan kultivasimu. Jika tidak, maka aku akan membunuhmu!" ucap tetua dari klan naga itu dengan dingin, membuat prajurit yang terluka itu ingin menangis.
" Tet-tua, apakah ini..."
Tiba-tiba dua sosok yang Qing Ruo kenali, muncul di tempat itu, menatap prajurit dan tetua tersebut dengan penasaran dan heran.
Di tempat persembunyiannya. Qing Ruo benar-benar tidak menyangka jika tetua dari Klan Naga itu begitu berani.
" Selain ganas, sosok manusia naga ini ternyata juga sangat arogan." Membatin, sambil menatap Ao Fei dan Ye Fang yang barus saja muncul di tempat itu.
" Prajurit Niu Dang, apa yang terjadi?" tanya Ye Fang dengan heran.
" Jenderal, aku tiba-tiba diserang oleh tetua ini," mejelaskan peristiwa yang baru saja dialaminya dengan rinci, membuat Ye Fang yang begitu penasaran sebelumnya menjadi gusar, namun dengan segera di hentikan oleh Ao Fe.
" Saudara tenangkan dirimu. Jika dia lemah, aku yakin dia tidak akan berani membuat masalah. Apalagi dengan sengaja menyerang prajurit kota." Ao Fei berbicara dalam pikirannya.
" Tetua, mohon pengertiannya. Saat ini kota kami dalam masalah, jadi tindakan prajurit ini-"
" Aku tidak peduli. Masalah kota ini, itu urusan kalian. Tetapi mengawasi pergerakan kami, itu yang harus aku selesaikan," ucap tetua tersebut, memotong kata-kata Ao Fei dengan berani.
" Tetua, ini adalah kota kami. Jadi wajar kami melakukan. Jika kami memasuki kota kalian yang sedang bermasalah, apakah kalian akan diam saja!" Ucap Ao Fei dengan berani, membuat sosok itu sedikit terkejut.
" Apakaha kalian ingin mengusir kami?" Dengan tatapan dingin.
" Tetua Kami hanya meminta Anda memaklumi tindakan prajurit kami. Itu saja. Pekerjaan ini adalah kewajiban kami, jadi tidak ada hal yang salah dengan tindakan kami. Jika kami menyerang dan menyergap Anda, itu baru salah," ucap Ao Fei dengan tegas, membuat pria paruh baya itu terdiam.
Dari jauh Qing Ruo yang mengamati situasi yang terjadi di hadapannya, menatap Ao Fei begitu berani cukup senang.
" Memang sosok jenderal yang dapat diandalkan."
Tiba-tiba Qing Ruo menyadari dua sosok tetua lainnya, ternyata tidak ada di tempatnya.
" Oh tidak, ini hanya pengalihan saja." Batinnya lalu begerak meninggalkan tempat itu.
" Swhuss..... Swhus...." Bergerak, menyelinap di dalam kegelapan malam.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo akhirnya dapat melihat dua tetua lainnya, terus bergerak menuju tempat yang sepi, lalu berhenti.
" Apa yang sedang ingin mereka lakukan. apalh mereka ingin membuat ritual terlarang tersebut?" membatin penasaran.
Di hadapan Qing Ruo.
" Saudara, apakah sekarang?"
" Benar. Sudara yang lain juga sudah berada di posisi mereka masing-masing, dan sedang bersiap-siap." Sambil menyegel tempat itu.
Setelah salah satu tetua membuat perisai perlindungan dan berjaga di tempat itu, satu tetua lainnya lalu membuat segel tangan, memunculkan cahaya putih kemasan yang membesar dengan perlahan.
" Tidak heran jika salah satu tetua membuat pengalihan, ternyata pekerjaan mereka memerlukan waktu dan tempat yang aman." Qing Ruo membatin tenang.
__ADS_1
Lima menit kemudian.
" Cahaya putih keemasan itu berbentuk anak panah emas, yang melesat ke atas langit kota Tongzhe.
Dari arah yang berbeda, Qing Ruo juga dapat melihat anak panah lain muncul, melesat ke atas langit kota, lalu membentuk naga roh yang berwana putih tranparan.
" Roargh...." sosok naga roh itu meraung, mengejutkan seluruh penduduk kota Tongzhe. Tidak hanya itu, tiba-tiba kota itu seperti tersegel dari dunia luar.
Kemunculan Naga roh itu membuat kota Tongzhe yang sebelumnya tenang, kini menjadi mencekam kembali.
Tidak lama kemudian, sosok tetua yang bertugas mengalihkan perhatian dengan menyerang prajurit kota sebelumnya muncul di tempat itu.
" Saudara..." Menghampiri dua temannya dengan raut wajah senang.
" Bagaimana urusan suadara dengan para jenderal tersebut?"
" Saudara tenanglah. Para jenderal itu tidak akan berani macam-macam. Selain itu, saat melihat roh naga leluhur muncul, mereka langsung lari terbirit-birit." Sambil tertawa, membuat dua sosok lainnya juga ikut terkekeh.
" Saudara, bersiaplah. Kita akan bergerak saat roh naga leluhur memberi tanda." Sambil menatap naga roh yang terus meraung di atas langit Kota.
Dari tempat persembunyiannya, Qing Ruo terus mengamati situasi yang terjadi di hadapannya dengan tenang, sambil mengabari Long Chen dan rombongannya untuk berhati-hati, serta tidak terlibat secara langsung dalam kekacauan yang akan terjadi.
Di atas langit kota. Tiba-tiba Naga roh tersebut bergerak, melesat menuju sebuah penginapan mewah di pusat kota.
" Sekarang!" ucap para tetua itu melesat, bergerak mengikuti naga roh tersebut.
Qing Ruo yang masih berada di tempat persembunyian juga ikut bergerak, menyusul para tetua tersebut dengan penasaran.
" Swhuss... Swhus....." Tubuhnya bergerak di kegelapan malam, sambil menjaga jarak dengan para tetua tersebut.
***
Lu Zhun dan rombongannya yang sedang membicarakan pertemuan penting di pusat kota, juga bergegas keluar dari istana menuju penginapan mewah yang tiba-tiba diserang oleh naga roh tersebut.
" Jenderal Ao Fei, Jenderal Ye Fang, apa yang terjadi? " dengan wajah panik.
" Yang Mulia, kami juga tidak tahu. Namun kami yakin kemunculan sosok naga roh itu, ada hubungannya dengan sumber daya yang masih belum ditemukan tersebut," jawab Ao Fei mejelaskan, sambil memabwa Lu Zhu menjauh dari tempat itu.
" Hais, Andai saja tuan muda Qing Ruo masih ada, aku yakin sosok- sosok itu tidak akan berani membuat kekacauan," ucan Ye Fang, sambil menatap sosok tetua klan naga yang berurusan dengan mereka di jalanan kota sebelumnya.
***
Dari jauh, di tempat persembunyiannya. Qing Ruo dapat melihat naga roh yang meraung-raung murka itu, tiba-tiba membesar lalu melilit penginapan mewah itu.
" Swhus.... Swhuss...." Dua belas sosok pria paruh baya yang merupakan para pendekar Semi abadi tingkat enam muncul, mengelilingi tempat itu dari berbagai sisi, sambil membuat segel tangan dan menutup seluruh kawasan penginapan dengan perisai air berwarna emas transparan.
" Apakah mereka ingin membunuh semua orang yang ada di penginapan itu..." Qing Ruo membatin penasaran.
***
Dari arah yang berbeda.
Ao Fei, Ye Fang dan Lu Zhun, serta para jenderalnya yang telah menjaga jarak, menatap tindakan naga roh dan para tetua tersebut dengan heran.
__ADS_1
" Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan?" tanya Ao Fei.
" Jenderal, tindakan mereka ini adalah pelanggan berat, karena membuat kekacauan di dalam kota. Tapi kita juga tidak mungkin menyinggung mereka." Dengan wajah bingung, saat merasakan lingkaran kekuatan para tetua tersebut.
" Apakah itu artinya kita akan membiarkan mereka bertindak dengan sembarangan?" tanya Ye Fang.
" Saudara Ye Fang, sebaiknya kita biarkan saja mereka menuntaskan pekerjaannya," ucap Ao Fei.
" Saudara Ao Fei, bagaimana jika-" Ye Fang terdiam, saat naga roh itu tiba-tiba menghancurkan penginapan tersebut.
" Dhuar... dhuar...." Ledakan keras bergema keras, bersamaan dengan ratusan sosok yang berhamburan keluar dari bangunan yang telah di hancurkan tersebut, bergerak ke berbagai arah untuk menyelematkan diri.
Tidak lama berselang, tiba-tiba naga roh itu melepaskan tembakan panah roh transparan, menandai semua orang yang sedang menyelamatkan diri dan terhalang oleh kubah perisai transparan itu.
" Swhus...." sosok naga roh lalu lenyap.
Pada saat Naga roh itu lenyap, tiba-tiba seorang wanita muda yang terkena panah roh, melepaskan sinar putih dari tubuhnya, lebih terang dari semua sosok yang ada di dalam kubah perisai itu.
" Itu dia. Tangkap!" Teriak salah satu tetua memberi perintah.
" Swhuss... swhus...." Empat tetua dari arah yang berbeda, begerak menyerang gadis tersebut.
" Dhuar... Dhuar...."serangan mereka beradu. Melempar gadis itu hingga menghantam dinding perisai air tersebut.
" Swhuss..." salah satu tetua yang tidak jauh dari tempat gadis itu terlempar, begerak menyerang
" Dhuar....dhuar...." serangan mereka beradu, kembali melempar gadis itu hingga menghantam bangunan penginapan yang telah roboh.
Dari jauh, di tempat persembunyiannya, Qing Ruo yang mengamati kekacauan itu benar-benar tidak menyangka, jika sosok yang mencuri Mutiara Air tak berbentuk dari Long Yu Wei itu ternyata seorang gadis.
" Sangat kuat. Serangan keempat tetua itu bahkan tidak membunuhnya." Membatin, menatap sosok gadis yang lenyap di dalam reruntuhan bangunan tersebut yang masih belum menunjukkan lingkaran kekuatannya.
"Swhuss.... swhus..." Tiga tetua dari arah yang berbeda, bergerak , melepaskan serangan tapak pada runtuhan penginapan.
" Dhuar...dhuar...." ledakan dahsyat bergema, menghancurkan reruntuhan penginapan tersebut.
" Swhus... swhus...." ratusan pisau terbang, melesat keluar dari dalam reruntuhan, menyerang ketiga tetua yang bergerak mendekati tempat itu.
" Benar-benar sengit..." Qing Ruo membatin, menatap sang gadis yang tiba-tiba muncul, bergerak melakukan perlawanan.
Tidak lama kemudian, Long Chen dan rombongannya muncul di sisi Qing Ruo.
" Penguasa, Apa yang harus kita lakukan?" tanya Youlin Sha, sambil menantap pertempuran sengit yang ada di dalam kubah perisai air transparan dengan penasaran.
" Tidak ada yang dapat kita lakukan," jawab Qing Ruo sambil meminta Long Chen dan rombongannya kembali ke dalam jiwa.
" Tapi penguasa..." ucap Youlin Sha dengan ragu.
" Tenanglah, aku tidak akan ikut campur."
" Baik penguasa..." Lalu memasuki dunia jiwa.
Setelah Long Chen dan rombongannya kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu bergerak mendekati pusat pertempuran.
__ADS_1
🙏 Masih satu bab ya kak.🙏