
Satu kilometer arah timur dari mulut gua perak yang ditempati Mao Tang dan rombongannya. Qing Ruo dan rombongannya duduk tenang di dalam ceruk gua, melewati malam itu dengan memulihkan kekuatan mereka dengan ekstrem.
Lima jam kemudian Qing Ruo membuka matanya.
" Tuan," ucap elang perak itu dengan hormat.
" Jangan melawan," ucap Qing Ruo sambil membuat segel tangan dan melepaskan rantai jiwa pada sosok elang perak tersebut.
Elang Perak yang tidak memiliki pilihan itu hanya bisa terdiam dan membiarkan jiwanya terikat oleh rantai emas dengan kekuatan petir tersebut.
" Mulai hari ini kamu akan melayaniku," ucap Qing Ruo dengan tenang, membuat elang perak tersebut terdiam.
Tidak lama kemudian, elang perak itu akhirnya berbicara juga.
" Tuan, hamba Ying Yin," ucapnya memperkenalkan diri dengan hormat.
" Baik, aku Qing Ruo," ucap Qing Ruo memperkenalkan diri dengan ramah.
" Tuan, apakah maksud Anda Shen Guoshi Qing?"
" Benar, dari trah Shen Guoshi Qing Kongque," jawab Qing Ruo dengan tenang.
" Lalu segel cakram emas sebelumnya?"
" Ibuku, Ling Yun adalah putri tunggal patriark Shen Guoshi Ling Zhong," jawab Qing Ruo menjelaskan, membuat Ying Yin terdiam dengan tubuh bergidik.
" Dua darah dewa yang sangat mengerikan," batinnya, menatap sosok Qing Ruo dengan hormat.
" Ying Yin, apa yang kamu lihat?"
" Tuan, hamba melihat tiga sosok yang sangat kuat beristirahat di depan mulut gua perak terlarang," jawabnya dengan hormat.
" Baik, jika demikian seberapa cepat kamu meninggalkan tempat ini?"
" Maksud tuan?"
" Ying Yin, aku ingin keluar dari tempat ini," jawab Qing Ruo.
" Dengan kekuatan puncak, jika tanpa halangan, mungkin besok sore kita akan keluar dari hutan gelap ini."
" Baik, jika demikian, bersiaplah. Kita harus pergi sekarang juga, tapi jangan sampai memancing perhatian mereka."
" Baik tuan, hamba mengerti."
Setelah berbincang-bincang dengan Ying Yin, Qing Ruo lalu membangunkan Long Chen dan Yanshi Gong.
" Long Chen, tetua, kita harus segera pergi."
" Baik tuan muda, tapi bagaimana caranya, bukankah mereka ada di bawah kita...."
" Tetua, lihatlah," ucap Qing Ruo menunjukkan Ying Yin yang sedang bersiap, sambil melepaskan segel perisai ilusi pada punggungnya.
" Baik tuan muda...." Lalu naik ke atas punggung hewan udara tersebut.
Setelah Qing Ruo dan rombongan berada di atas punggungnya, Ying Yin lalu bergerak dengan perlahan, dengan melepas aura asing yang terlihat sedang bergerak untuk berburu.
" Swhus......" sosoknya melesat, bergerak meninggalkan ceruk tersebut.
***
Di dalam mulut gua.
__ADS_1
Mao Bing dan rombongannya yang sedang beristirahat dan memulihkan kekuatan mereka di tempat itu, tiba-tiba merasakan keberadaan Ying Yin yang bergerak meninggalkan kawasan itu.
" Kebetulan sekali," ucap Mayi Gui, sambil melepaskan kekuatan jiwanya mengikuti sosok Ying Yin yang bergerak meninggalkan tempat itu.
" Maksud jenderal?" Tanya Mao Tang.
" Elang perak, kita bisa menggunakan kekuatannya untuk memeriksa kawasan ini," jawab Mayi Gui.
" Jenderal, benar. Mengapa hal seperti ini tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya," ucap Mao Bing, sambil menggelengkan kepalanya.
" Tenanglah, aku sudah mengirimkan kekutan jiwaku untuk mengikutinya," ucap Mayi Gui.
" Apa itu berarti kita akan menangkapnya?" tanya Mao Tang.
" Benar, tapi serahkan saja urusan itu padaku. Jenderal berdua, tunggu saudaraku Mayi Xian dan Mayi Cao yang sudah berada di dalam lorong gua.
" Baik," jawab Mao Bing dan Mao Tang bersamaan.
Setelah berkata-kata, Mayi Gui lalu bergerak meninggalkan tempat itu, bergerak menyusul kekuatan jiwanya yang terus mengikuti Ying Yin.
****
Di tempat lain.
Ying Yin yang terus bergerak meninggalkan kawasan gua perak terlarang, tiba-tiba merasakan kehadiran kekuatan jiwa yang sangat kuat mengikutinya.
" Tuan, seseorang mengikuti kita."
Qing Ruo yang juga merasakan kehadiran aura tersebut segera minta Long Chen dan Yanshi Gong mengirimkan kekuatan mereka pada Ying Yin.
" Sekarang!" ucap Qing Ruo yang juga ikut mengirimkan kekuatannya.
" Swhus...." Ledakan aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Ying Yin.
" Ini aneh, bagaimana mereka bisa tahu kita...." ucap Yanshi Gong dengan heran.
" Aku rasa tidak. Aku yakin mereka juga ingin menggunakan elang perak ini memeriksa kawasan ini," ucap Long Chen.
Dari jauh.
" Sia***n. Ternyata Elang Perak ini sangat cepat. Kecepatannya bahkan meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat," ucapnya dengan kesal sambil berhenti mengejar sosok tersebut.
Tiba-tiba Mayi Gui menyadari sesuatu.
" Oh tidak, kecepatan elang Perak itu bisa meningkat, itu karena mendapat kekuatan tambahan." Sambil melaporkan hal itu pada Mao Tang dan rombongannya, lalu bergerak menyusul Ying Yin yang semakin menjauh.
****
Gua perak terlarang.
" Swhus...swhus...." sosok Mayi Xian dan Mayi Cao tiba di tempat itu.
" Jenderal Mao Bing, jenderal Mao Tang, maaf membuat Anda berdua menunggu. Lalu di mana jenderal Gui?" tanya Mayi Xian dengan heran.
Pada saat Mao Bing akan menjawab pertanyaan Mayi Xian, tiba-tiba mereka mendapat laporan Mayi Gui yang mengatakan sosok yang mereka cari pergi bersama elang perak yang sedang dikejarnya.
" Bergerak," ucap Mao Bing, membawa rombongannya meninggalkan tempat itu.
" Argh....! Kita tertipu lagi," ucap Mao Tang kesal, sambil terus bergerak menyusul Mayi Gui yang mendahului mereka.
" Jenderal Mao Bing, apakah ini tidak akan menjadi masalah?" Tanya Mayi Xian.
__ADS_1
" Maksud Jenderal?"
" Jenderal Mao Bing, saat ini kita berada di wilayah....." Mayi Xian tiba-tiba menghentikan penjelasannya saat beberapa sosok bermata biru gelap, muncul menghadang mereka.
" Pergi dan tinggalkan tempat ini. Atau kami akan menyatakan perang pada kalian!" ucap pria paruh baya yang memimpin sepuluh semi abadi tingkat delapan.
" Jenderal Hu Yan Lan, kebetulan sekali kami berjumpa dengan anda di tempat ini. Jenderal, kami sedang mengejar dewa yang menyusup di wilayah kami bahkan telah membunuh jenderal Mao Teng dan Mao Cheng, tolong beri kami ruang." ucap Mao Bing menjelaskan, membuat Hu Yan Lan terdiam.
" Silakan lakukan pengejaran, tetapi ingat! jangan sampai melakukan pertempuran di wilayah ini. Atau kalian akan kami kubur di tempat ini."
" Baik jenderal," ucap Mao Bing sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Jenderal besar, apa yang harus kita lakukan?"
" Tingkatkan penjagaan," ucap Hu Yan Lan dengan tegas.
" Lalu apakah kita akan membiarkan penyusup itu pergi begitu saja?"
Hu Yan Lan menganggukkan kepalanya.
" Tapi jenderal besar....."
" Yang harus kalian pahami. Pertama penyusup itu tidak membuat masalah di tempat kita. Ke dua, penyusup itu mampu membunuh dua jenderal utama sekaligus, bahkan bisa selamat dari kejaran empat jenderal utama lainnya. Apa pendapat kalian mengenai hal itu?"
Para jenderal tingkat rendah itu terdiam, menatap sosok Hu Yan Lan dengan hormat.
" Kami mengerti, Jenderal. itu berarti penyusup tersebut adalah sosok yang sangat kuat."
" Apakah kalian memahami satu alasan mengapa aku tidak mau terlibat jika tidak terpaska?
Para Jenderal itu terdiam menatap sosok Hu Yan Lan dengan bingung.
" Mao Bing dan rombongannya sepertinya ingin menjebak kita."
" Maksud jenderal besar?"
" Penyusup itu bukan hanya kuat, dia juga pasti memiliki latar belakang yang kuat, sehingga mereka tidak berani membunuhnya di kawasan mereka. Apakah kalian mengerti?"
Para Jenderal itu terdiam dan menganggukkan kepala.
" Mereka sepertinya ingin meninggalkan tanggung jawab pada kita," ucap salah satu jenderal.
" Benar. Tingkatkan penjagaan dan lakukan tindakan seperlunya."
" Baik jenderal besar." lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat lain.
Ying Yin terus bergerak meninggalkan kawasan hutan terlarang tersebut dengan kecepatan puncaknya.
" Tuan, apa yang harus kita lakukan?"
" Terus bergerak," ucap Qing Ruo dengan tenang sambil mengirimkan kekuatannya pada tubuh Ying Yin.
" Baik tuan."
Menjelang pagi, Qing Ruo dan rombongannya mulai merasakan kehadiran Mayi Gui dan rombongannya yang semakin dekat, membuat Yanshi Gong begitu khawatir.
" Tuan muda, mereka...." ucapnya khawatir, berbeda dengan Long Chen dan Ying Yin yang merasa tenang dan yakin bahwa tuan mereka dapat mengatasi masalah tersebut.
__ADS_1
Long Chen yakin, karena kebersamaan dan pengalamanya bersama Qing Ruo sepanjang waktu, sedangkan Ying Yin yakin karena latar belakang yang Qing Ruo miliki.