Sang Penguasa

Sang Penguasa
275. Bejana Langit Tingkat Puncak.


__ADS_3

Setelah Qing Ruo dan semua orang pergi dari  dalam ruangan itu, Yuan Shui dan Yuan Liu yang  masih belum beranjak dari kursinya saling terdiam dengan pikirannya masing-masing.


" Liu er," ucap Yuan Shui memecah keheningan tersebut.


" Ya, ayah...." dengan sikap hormat.


" Sepertinya kamu sedang jatuh cinta," ucap Yuan Shui membuat pipi Yuan Liu memerah.


" Maksud ayah?"


" Jangan berpura-pura, kamu pasti menyukai tuan muda Qing Ruo. Liu er, ayah harap....." ucapnya pelan,  menjeda kata-katanya sambil menatap langit-langit istana yang diterangi kristal cahaya.


" Aku tahu diri ayah,..." ucapnya pelan dengan perasaan remuk.


" Ayah tidak melarang kamu untuk jatuh cinta pada siapa saja, tetapi jangan terlalu berharap, karena ayah tidak ingin kamu  sakit hati, terlebih lagi status  tuan muda  Qing Ruo  yang benar-benar diluar batas keberadaan klan kecil kita ini," ucap Yuan Shui dengan lembut.


" Baik ayah, Liu er mengerti."


" Ayah, percaya padamu." dengan senyumnya yang lembut.


" Ayah...." ucapnya ragu.


" Bicaralah..." dengan tatapan lembut.


" Mengenai tindakan Liu er sebelumnya, lIu er meminta maaf," ucapnya pelan.


" Tidak tidak perlu meminta maaf, justru Ayah ingin berterima kasih. Liu er, ayah sangat bangga padamu," ucap Yuan Shui dengan serius, menatap putri semata wayangnya tersebut dengan tulus.


" Terima kasih, ayah." sambil berlutut di hadapan Yuan Shui dengan hormat.


" Bangunlah..." dengan sikapnya yang ramah.


" Terima kasih, ayah..."


" Baiklah, waktunya beristirahat," ucapnya sambil beranjak dari kursinya.


" Baik ayah," ucap Yuan Liu dengan sikap hormat, lalu bergerak meninggalkan ruangan itu.


*****


Di tempat lain.


Qing Ruo dan Yuan Ding akhirnya tiba di depan pintu kamar yang sangat mewah.


" Tuan muda," ucapnya sambil membuka pintu kamar itu dengan hormat.


" Terima kasih, Jenderal." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Baik tuan muda, apakah ada yang ingin disampaikan?" Dengan sikap hormat.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Selama beristirahat, aku tidak ingin menerima tamu," ucapnya Qing Ruo yang menjelaskan dirinya sedang mempersiapkan diri untuk segera pergi ke gunung Langit Yin.


" Baik tuan muda, aku akan menempatkan penjaga di tempat ini. Selain itu, jika tuan muda perlu sesuatu, segera sampaikan pada mereka."


" Terima kasih jenderal. Patriark, aku beristirahat dulu ," ucap Qing Ruo pada sosok Jin Kong yang juga berada di tempat itu, lalu memasuki ruangannya.

__ADS_1


Setelah Qing Ruo memasuki kamar tersebut, Yuan Ding lalu membawa Jin Kong menuju ruangannya. 


" Mari patriark...." ucapnnya dengan hormat, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


****


Di dalam kamar.


Qing Ruo lalu menyegel ruangan itu dengan mantra formasi perlindungan tingkat tinggi.


" Swhus...swshus..." sosok Hu Yan Lan dan Long Yu Wei muncul di dalam ruangan itu.


" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Hu Yan Lan, Long Yu Wei, aku akan beristirahat di dalam dunia jiwa," ucap Qing Ruo meminta mereka untuk berjaga di tempat itu, sambil membuat segel perlindungan dari Cakram Langit Ling.


" Baik penguasa," ucap mereka dengan hormat.


Setelah berkata-kata, Qing Ruo lalu memasuki bola emas yang terbentuk dari ribuan cakram emas langit Ling. 


" Swhuss..." Sosoknya lenyap dari pandangan Hu Yan Lan dan Long Yu Wei.


****


Di dalam dunia jiwa.


" Swhus...." Sosoknya muncul di dalam aula kultivasi.


" Akhirnya," ucap Qing Ruo dengan penuh semangat lalu mengeluarkan bejana langit yang merupakan pusaka klan Yuan dari dalam cincin penyimpanannya.


" Dengan kekuatan yang dilepaskan, bahkan ahli senjata tingkat tinggi pun  tidak akan mampu memuat bejana ini," membatin sambil mempelajari bejana tingkat langit itu dengan seksama.


Hingga menjelang pagi Qing Ruo  Akhirnya selesai mempelajari kekuatan yang ada dalam di dalam bejana tersebut dan menyimpulkan bahwa bejana langit tersebut pastilah dibuat oleh sosok  yang abadi.


" Ini akan menguras banyak kekuatan," batinnya sambil menyimpan bejana langit ke dalam cincin penyimpanannya, lalu  berkultivasi mempersiapkan diri untuk menyatukan ketujuh pecahan cincin giok hijau sang penguasa.


Tiga jam berlalu, Qing Ruo akhirnya memulihkan diri pada kondisi puncak.


" Swhuss.... swhus..." Bejana langit itu kembali muncul, bersama dengan pecahan akar jiwa, pisau mimpi, kristal cahaya, kristal kubah langit, kristal kubah bumi, angin abadi dan api abadi, yang merupakan tujuh unsur penyusun  cincin giok hijau penguasa.


Kemunculan bejana langit dan ketujuh item  penyusun cincin giok penguasa itu langsung menggetarkan dunia jiwa selama satu menit, membuat semua orang yang ada di dalam begitu terkejut.


" Swhus... Swhus...." sosok Qing Ling, Long Chen, Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau muncul di tempat itu.


" Gege, bejana langit," ucap Qing Ling dengan takjub.


" Benar," ucap Qing Ruo sambil mempersiapkan dirinya.


Tidak lama kemudian, " Swhus...." sosok Luo Feng muncul di tempat itu, menatap Qing Ruo dengan tenang.


" Ruo er, seperti kamu sudah menemukan bejana ini..."


" Benar ayah," jawab Qing Ruo sambil menjelaskan keberadaan bejana langit yang merupakan pusaka klan Yuan tersebut dengan rinci.


" Ini adalah bejana langit tingkat puncak," ucap Luo Feng yang menjelaskan tingkat bejana langit  berdasarkan ukiran naga hidup yang ada pada dindingnya.


" Bejana Langit tingkat dasar memiliki dua ukiran naga hidup, tingk menengah memiliki lima ukiran naga hidup dan tingkat puncak terdiri dari tujuh ukiran naga hidup. Ruo er, tingkat keberhasilannya sangat tinggi, hanya saja penggunaannya akan menguras semua kekuatan, termasuk kekuatan jiwa," ucap Luo Feng dengan serius.

__ADS_1


" Baik ayah, aku juga sudah mempelajarinya," ucap Qing Ruo.


" Apakah kamu akan langsung menggunakannya?" dengan wajah serius.


" Benar, ayah..."


Luo Feng yang ingin membicarakan hal itu lebih lanjut hanya bisa mengangguk kepalanya.


" Baik, semoga berhasil, dan kalian semua jangan ada yang mendekat, atau kekuatan jiwa kalian menjadi makanan bejana langit ini," ucap Luo Feng lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


" Benar," ucap Qing Ruo menegaskan membuat mereka segera pergi menjauh.


" Tapi gege...." ucap Qing Ling yang bahkan tidak bergeming dari tempatnya.


" Ling er, mengenai hal ini aku sudah mempersiapkan diri," ucapnya menenangkan Qing Ling yang tampak khawatir.


" Baik," ucap pelan, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


Setelah semua orang pergi, Qing Ruo lalu menyegel seluruh kawasan aula kultivasi dengan cakram emas langit Ling.


" Swhus...." jutaan pecahan cakram emas itu membentuk kubah raksasa, menutup seluruh kawasan aula kultivasi.


Setelah merasa yakin tempat itu tersegel dengan baik, Qing Ruo lalu mengedarkan kekuatan kultivasi jiwa Dewa, dan mengarahkan kekuatannya jiwanya untuk melepaskan kekuatan api  putih dan api biru dari telapak tangannya.


" Swhuss...." kedua api tersebut menyala dengan ekstrem, lalu secara perlahan mulai menyelimuti bejana langit tersebut.


" Roargh....." Raungan naga tiba-tiba muncul dari bejana tersebut, menggetarkan jiwa Qing Ruo ekstrem.


" Serangan jiwa" Qing Ruo membatin, sambil berusaha mengendalikan api putih dan api biru yang langsung bereaksi melepaskan aura api kekacauan.


" Benar-benar sulit," Qing Ruo membatin.


Satu jam kemudian,  Qing Ruo akhirnya dapat mengendalikan kekuatan api dan kekuatan jiwanya secara bersamaan.


" Roargh...." Raungan naga tersebut berusaha menghisap jiwanya dan mengganggu konsentrasinya.


Setelah benar-benar merasa yakin dapat mengendalikan kekuatan jiwanya, Qing Ruo lalu memasukkan ketujuh item penyusun cincin giok hijau ke dalam bejana tersebut secara bersamaan.


" Swhuss...." Bejana tersebut  langsung bereaksi dengan menghisap kekuatan jiwa Qing Ruo dengan ekstrem.


" Argh...." teriak Qing Ruo,  mencoba melawan kekuatan penghisap jiwa tersebut, sambil meleburkan ketujuh item penyusun cincin giok hijau secara bersamaan.


" Swhung....." udara di tempat itu terus bergetar dengan ekstrem.


****


Di luar wilayah aula kultivasi.


Dari jarak tiga ratus meter, Qing Ling, Luo Feng serta para pelayan yang ada di dalam dunia jiwa, berkumpul di tempat itu dengan wajah tegang.


" Ini memang tidak mudah, tetapi aku yakin Ruo er bisa mengatasinya," ucap Luo Feng dengan tenang.


" Tapi ayah,  ini sudah berlangsung cukup lama," ucap Qing Ling yang benar-benar tidak bisa menyembunyikan ketakutannya.


" Tenanglah, suamimu adalah orang yang penuh dengan pertimbangan. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan mengancam keselamatannya," ucap Luo Feng sambil menatap kawasan aula kultivasi yang tertutup segel cakram emas Langit Ling, berusaha berisikap tenang.


🙏 1 bab ya kak🙏

__ADS_1


__ADS_2