Sang Penguasa

Sang Penguasa
291. Di Dalam Penjara Terlarang Es Hitam.


__ADS_3

Setelah kesepuluh prajurit itu pergi,  Yin Hen Fen lalu menghampiri Qing Ruo.


" Ckck...,  pahlawan kita yang mulia, tetapi kembali dengan tangan hampa," ucapnya mencibir.


Sikap Qing Ruo yang hanya tersenyum santai, membuat Yin Hen Fen menjadi kesal.


" Mengapa kamu diam? Oh aku tahu, sekarang kamu pasti meyesal, kan." Sambil tertawa kecil.


Tindakan Qing Ruo yang diam tanpa kata membuatnya semakin kesal.


" Tch.... apakah kamu ini patung? Kalian, bawa patung ini!" ucapnya dengan sangat kesal.


" Baik senior..."


Ke empat prajurit itu mengangkat kerangkeng besi hitam tersebut, lalu membawanya menuju pilar es hitam raksasa.


" Swhus...." kedua pilar itu membentul pusaran angin hitam.


" Apakah penjaranya ada di dalam dunia kecil," Qing Ruo membatin.


" Swhus ...." Mereka memasuki pusaran angin hitam, lalu muncul di balik pilar raksasa tersebut.


Di hadapan sebuah lubang hitam tak berdasar yang melepaskan hawa dingin yang sangat ekstrem.


" Yin Gan, selamat datang di penjara terlarang Es Hitam, mulai hari ini dan seterusnya kamu akan merasakan nikmatnya dingin yang menusuk jantung," ucap Yin Hen Fen sambil bergerak memimpin rombonganya memasuki lubang hitam itu.


" Swhus... swhus...." Mereka melompat,  memasuki lubang gelap yang melepaskan hawa dingin  tersebut.


Qing Ruo yang tidak ingin penyamaran diketahui oleh Yin Hen Fen dan rombongannya, dengan tenang membiarkan dirinya terjatuh bersama kerangkeng besi hitam yang ditempatinya.


" Swhus... swhus...."  mereka terus bergerak seperti terjatuh dari tempat yang  sangat tinggi.


Tidak lama berselang,  Qing Ruo mulai mendengar suara jeritan dan raungan yang  terus bergema di dalam lubang hitam itu. Selain itu Qing Ruo juga mulai merasakan aura kehidupan banyak orang yang  kini mulai melemah, membuat Qing Ruo merasa ngeri.


Tidak lama kemudian Qing Ruo merasakan seperti menembus kabut es yang sangat tebal, dengan rasa dingin yang begitu luar biasa, hingga akhirnya mereka dapat melihat cahaya terang.


" Swhus... swhus...." Lima kera es raksasa muncul menghadang pergerakan mereka.


Tanpa berkata-kata,  Yin Hen Fen lalu menunjukkan lencana giok es pada kera es tersebut.


Dengan perlahan, kelima makhluk raksasa itu lalu membiarkan Yin Hen Fen dan rombongannya melewati tempat itu.


Setelah melewati kelima kera es raksasa tersebut, Qing Ruo akhirnya dapat melihat ribuan lubang kecil pada dinding lubang raksasa  yang telah berisi para tawanan yang berteriak-teriak kesakitan.

__ADS_1


Suara rintihan dan erangan kesakitan kini semakin kentara, memenuhi seluruh ruangan memembuat tempat itu begitu bising.


" Swhus...swhus...." Yin Hen Fen dan rombongannya terus bergerak  membawa Qing Ruo bergerak menuju dasar lubang.


Setiap tempat yang dilewati seperti memiliki tingkatan,  mulai dari tempat yang memiliki cahaya yang sangat terang dengan rasa dinginkan yang sangat kuat, lalu kembali mereka melewati  kawasan dengan cahaya yang mulai meredup dengan rasa dingin dua kali lipat dari kawasan yang sangat terang sebelumnya,  hingga akhirnya mereka melewati tiga tingkat tempat lainnya, dan  tiba di dasar lubang raksasa yang gelap dengan rasa dingin hingga sepuluh kali lipat dari tempat di atasnya.


Di hadapan Qing Ruo, Yin Hen Fen dan rombongannya tampak tidak terpengaruh oleh rasa dingin tersebut, sedangkan Qing Ruo kini mulai hampir tidak mampu menggerakkan tangannya, terlebih lagi dengan tubuh terikat oleh rantai hitam yang sepertinya langsung bereaksi dengan rasa dingin tersebut.


Dengan senyumnya yang penuh arti, Yin Hen Fen lalu meminta prajurit yang ada di sisinya  membuka  pintu penjara yang ada di hadapannya.


Setelah pintu besi hitam itu terbuka, Yin Hen Fen yang sudah lama begitu kesal pada Qing Ruo lalu menerjang kerangkeng besi itu.


" Dhuar...." Ledakan keras bergema saat kerangkeng  besi hitam itu terlempar ke dalam penjara, mengguncang tubuh Qing Ruo yang terikat di dalamnya.


" Kalian tunggu aku di luar, aku masih ada sedikit urusan," ucapnya memasuki ruangan penjara dengan cahaya yang temaram tersebut, sambil membanting pintu penjara dengan kasar.


" Sepertinya senior Hen Fen, benar-benar kesal."


" Sepertinya demikian, sebaiknya kita jangan ikut campur urusannya," ucap prajurit lain menimpali.


Tidak ingin menyinggung Yin Hen Fen,  keempat prajurit itu lalu bergerak pergi.


***


Di dalam penjara.


" Yin Gan, mungkin ini adalah pertolonganku untuk pertama dan terakhir," ucapnya sambil mendirikan posisi kerangkeng tersebut, lalu memasukinya.


" Terima kasih," ucap Qing Ruo tersenyum santai.


" Plak...." Tangannya tiba-tiba menampar wajah Qing Ruo dengan keras.


" Tidak ada yang memintamu untuk berbicara!" ucapnya dengan tatapan dingin.


Qing Ruo yang tidak menduga tamparan keras itu terdiam, sesaat lalu tiba-tiba tertawa dengan keras, sambil mengedarkan kekuatannya, meredakan rasa sakit yang ada di wajahnya.


" Apakah kamu menyukai?" menatap Qing Ruo dengan kesal.


" Hen Fen sahabatku, aku tidak menyangka jika kamu berhasil   membodohi si tua bangka  Yin Jue itu..." ucapnya dengan keras, membuat Yin Hen Fen begitu panik.


" Badj***n, tutup mulutmu!" sambil membuat segel tangan, menyegel ruangan itu.


" Swhus...." Kabut hitam transparan muncul, lalu menyelimuti ruangan tersebut dan menyegelnya.

__ADS_1


Qing Ruo melihat rencananya telah berhasil segera mempersiapkan dirinya.


Di hadapan Qing Ruo, Yin Hen Fen dengan kemarahan menyala, tiba-tiba keluar dari dalam kerangkeng dan menguncinya kembali.


" Badj***n!" ucapnya dengan kesal lalu bergerak mundur hendak  menerjang kerangkeng besi yang ada di hadapannya. Namun belum sempat kakinya mengenai kerangkeng besi itu, tiba-tiba aura asing muncul di belakangnya.


" Swhus... swhus...." Sosok Mayi Gui,  Hu Yan Lan dan Mao Bing muncul di dalam ruangan itu, yang langsung  menerjang Yin Hen Fen dari belakang.


" Dhuar...dhuar...." Ledakan keras  bergema dengan sosok Yin Hen Fen  yang merupakan pendekar semi Abadi tingkat delapan tahap puncak itu  terlempar hingga menghantam dinding penjara dengan keras. 


" Bocah tidak tahu diri, beraninya kamu menyentuh tuan muda kami," ucap Mayi Gui sambil menampar wajah  Yin Hen Fen yang telah terluka parah itu.


" Plak... Plak..." Tamparan kerasnya yang bertubi-tubi mulai mengubah bentuk wajah itu.


Di sisi lain.


Mao Bing berjaga sambil menyegel ruangan itu,  sedangkan Hu Yan Lan  mengeluarkan  Qing Ruo dan melepaskan ikatan rantai besi hitam yang ada di tubuhnya dengan perlahan.


" Jangan sampai rusak," ucap Qing Ruo.


" Baik penguasa...." Sambil melepaskan ikatan rantai itu dengan perlahan.


Tidak lama kemudian setelah ikatan rantai besi hitam itu terlepas, Hu Yan Lan lalu  mengikatkannya pada  Yin Hen Fen.


" Argh...." Teriak Yin Hen Fen mencoba melakukan perlawanan, namun tamparan keras Mayi Gui yang langsung merontokkan giginya dan tinjuan keras Hu Yan Lan yang hampir memecahkan biji matanya, membuat Yin Hen Fen terdiam, terlebih lagi ledakan aura semi abadi tingkat sembilan dari tubuh Mao Bing, Hu Yan Lan dan Mayi Gui  membuatnya kini benar-benar tidak berkutik.


Tidak jauh dari tempatmya.


Qing Ruo yang telah terlepas dari ikatan rantai besi hitam itu  lalu meminta Mayi Gui memeriksa tubuh itu.


" Baik penguasa," ucap Mayi Gui dengan hormat lalu menemukan  lencana giok es yang terselib di lengan bajunya.


" Penguasa," ucapnya sambil menyerahkan lencana giok es pada Qing Ruo.


" Swhuss...." Kekuatan asing dari lencana giok es itu melindungi tubuh Qing Ruo dari  rasa dingin yang sangat ekstrem tersebut.


Setelah selesai mengikat tubuh itu, Hu Yan Lan dan Mayi Gui lalu  memasukannya ke dalam kerangkeng dan mengikatnya sama seperti dengan posisi Qing Ruo sebelumnya.


" Kalian kembalilah," ucap Qing Ruo sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


" Baik penguasa," ucap mereka dengan hormat. 


Dalam sekejap.

__ADS_1


" Swhus...swhus...." sosok Hu Yan Lan, Mayi Gui dan Mao Bing lenyap dari dalam ruangan itu.


" Si-siapa kamu...." ucap Yin Hen Fen yang kini mulai kesakitan karena serangan hawa dingin yang begitu luar biasa tersebut, menatap Qing Ruo yang menghampirinya dengan gugup.


__ADS_2