
Di atas langit puncak Dong Yin. Di balik perisai ilusi, Yin Kun dan Yin Lun terus mengawasi pergerakan Qing Ruo dengan tenang.
" Sejauh ini belum ada tanda-tanda yang mencurigakan, kebingungannya jelas, karena banyak hal yang telah berubah selama kepergiannya," ucap Yin Lun.
" Suadara benar, kembali setelah pergi dalam waktu yang cukup lama, memang membuat situasinya sedikit canggung," ucap Yin Lun menanggapi sambil terus mengawasi Qing Ruo yang tampak diam dengan seksama.
****
Di halaman aula misi.
Qing Ruo terus berjalan, mengikuti kedua murid yang membawanya menuju kediaman Yin Rongyou dengan tenang. Sambil mengikuti kedua murid itu, Qing Ruo juga mengamati setiap tempat yang dilewatinya seksama.
" Banyak hal telah berubah," ucap Qing Ruo pelan sambil menggelengkan kepalanya.
" Benar senior," ucap salah satu murid itu menanggapi.
" Senior akan memiliki banyak waktu, jadi senior dapat mempelajari situasinya," ucap murid lainnya berbicara.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
Setelah keluar dari kawasan aula misi, kedua murid itu lalu membawa Qing Ruo bergerak menuju kawasan timur gunung.
" Senior, untuk kediaman para murid, kini telah di bagi menjadi empat tempat, pertama murid luar mereka semua di tempatkan di bawah lereng gunung, lalu murid dalam mereka di tempat pada kawasan yang lebih tinggi dari murid luar, namun kedua tingkatan itu tidak memiliki akses di kawasan puncak ini sama sekali. Lalu murid elit, termasuk kita-kita ini mendapat tempat di kawasan timur gunung, dan murid inti dari para tetua di tempatkan di kawasan barat," ucap murid itu mejelaskan.
" Ini sangat aneh," ucap Qing Ruo pelan.
" Maksud senior?" tanya murid itu dengan tenang.
" Tempat ini tidak ubahnya seperti sekte," jawab Qing Ruo.
" Benar," ucap murid itu menanggapi.
Qing Ruo yang sebenarnya begitu penasaran dengan hal tersebut hanya bisa menganggukkan kepala. Terlebih lagi status Yin Gan yang sebelumnya adalah tetua tingkat rendah, kini telah menjadi pasukan elit.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya memasuki kawasan kediaman para murid elit.
" Sangat luas," ucap Qing Ruo.
" Benar senior, ini karena semua pasukan elit di gabung dalam satu tempat. Di sebelah kanan adalah kediaman para murid laki-laki, lalu disebelah kiri kediaman murid perempuan," ucap murid itu menjelaskan.
" Tempat ini benar-benar berubah," ucap Qing Ruo sambil menyimak penjelasan kedua murid tersebut sambil menghubungkannya dengan pengetahuan Yin Gan.
Sambil berbincang-bincang santai, mereka akhirnya tiba di sebuah gerbang yang ditandai dengan tulisan emas.
" Senior, kita telah tiba. Ini adalah kediamanan senior Rongyou," ucap murid itu mempersilakan Qing Ruo dengan hormat.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo dengan hormat sambil menatap lambang Klan berupa Trisula Es Hitam belatar warna emas yang ada di pintu gerbang kediaman tersebut.
__ADS_1
Melihat Qing Ruo yang tampak bingung, murid itu lalu menjelaskan arti lambang tersebut.
" Senior, pasukan elit di bagi dalam tiga tingkatan. Mulai dari yang tertinggi, murid elit emas, murid elit perak dan murid elit perunggu. Setiap murid elit tidak boleh memasuki kediaman murid lainnya tanpa izin dan aturannya jelas, jika terjadi pelanggaran, maka hukumannya adalah kehilangan satu tingkatan kultivasi," ucap murid itu menjelaskan.
" Baik, aku mengerti. Lalu bagaimana dengan junior Fan Mu, apakah kalian mengenal mereka?"
" Saudara Fan Mu berada di tingkat murid emas, kediamanannya ada di kawasan kanan, dan di tandai dengan gerbang yang di tulis debgab namanya," jawab murid itu dengan ramah.
" Baik," ucap Qing Ruo.
" Senior, jika demikian kami pergi," ucap kedua murid itu dengan hormat.
" Baik, maaf telah merepotkan," ucap Qing Ruo sambil memberikan cincin penyimpanan yang berisi masing-masing tiga botol arak rumput kristal.
" Senior ini....." Dengan wajah ragu.
" Aku tidak memiliki barang berharga, setidaknya ini dapat menemani kalian yang sedang berjaga," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Terima kasih senior," sambil meraih cincin tersebut dan menyimpannya.
Setelah kedua murid itu pergi, Qing Ruo lalu membuka gerbang kediaman Yin Rongyou, lalu memasukinya dengan tenang.
Di halaman kediamanan mewah itu. Qing Ruo lalu duduk di kursi taman sambil meregangkan tubuhnya. Walaupun telah mendapat izin untuk tinggal di tempat itu namun tanpa kehadiran pemiliknya membuatnya merasa tidak nyaman.
" Sebuah Klan yang kini menjadi sekte, benar-bemar perubahan yang luar biasa," batinnya sambil memeriksa tempat itu.
" Ternyata ada yang mengawasi pergerakanku," batinnya.
Setelah berpikir cukup lama, Qing Ruo lalu mengambil sikap duduk dan berkultivasi di tempat itu dengan tenang
Di atas langit.
Yin Kun dan Yin Lun yang mengawasi pergerakan Qing Ruo hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Saudara lihat, dia bahkan masih menjaga sikapnya," ucap Yin Kun.
" Saudara benar, jika dia murid lain, mungkin dia sudah memasuki ruangan itu," ucap Yin Lun menanggapi.
Hingga menjelang pagi, Qing Ruo masih tidak bergeming dari tempatnya, membuat Yin Kun dan Yin Lun mulai bosan.
" Saudara, apakah kita akan tetap mengawasinya?" tanya Yin Kun.
" Sebaiknya tugas ini kita serahkan pada murid kita saja," jawab Yin Lun.
" Saudara benar, karena tidak mungkin kita terus menerus mengawasinya," ucap Yin Kun, lalu memanggil muridnya .
Tidak lama berselang, muncul dua sosok di tempat itu.
__ADS_1
" Guru," ucapnya menyapa Yin Kun dan Yin Lun dengan hormat.
" Xu Mubai, Ding Dugong, awasi Yin Gan. Jika ada sesuatu hal yang mencurigakan, segera kabari kami," ucap Yin Kun.
" Baik guru," ucap Xu Mubai dan Ding Dugong dengan hormat.
Setelah memberi arahan kepada kedua muridnya, Yin Kun dan Yin Lun lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Saudara, mengapa guru meminta kita mengawasi senior Yin Gan?" Tanya Ding Dugong dengan penasaran.
" Saudara, aku juga tidak tahu," jawab Xu Mubai sambil mengawasi Qing Ruo dengan seksama.
****
Halaman kediamanan Yin Rongyou.
Tanpa terasa, waktu berlalu bergitu cepat.
Pada saat hari benar-benar telah terang, Qing Ruo yang sedang berkultivasi di tempat itu dikejutkan dengan kedatangan Yin Rongyou.
Gadis cantik itu menatap Qing Ruo dengan heran.
"Apa yang saudara lakukan? Apakah...." ucapnya ragu menatap Qing Ruo dengan tatapan kecewa.
Qing Ruo yang memahami maksud Yin Rongyou terseyum santai.
" Saudari, aku menyukai tempat seperti ini. Selain udaranya yang menyenangkan, aku juga merasa lebih nyaman ketika berada di ruang terbuka," jawab Qing Ruo menjelaskan.
Yin Rongyou yang mencoba memahami penjelasan Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Maaf telah telah berburuk sangka," ucapnya sambil membawa Qing Ruo memsuki kediamannya tersebut.
Dengan tenang Qing Ruo lalu mengikuti sosok itu.
" Saudara Yin Gan, di tempat ini masih ada dua kamar kosong lainnya, jadi silakan suadara tempati," ucapnya menjelaskan tempat itu sambil membawa Qing Ruo menuju ruangannya.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba di kamar yang dimaksud.
" Saudara silakan beristirahat, aku akan menyiapkan makan," ucapnya mempersilakan Qing Ruo menempati ruangan yang sangat terawat tersebut.
" Terima kasih saudari, maaf telah merepotkan," ucap Qing Ruo merendahkan suaranya.
" Saudara, jangan terlalu sungkan. Tenanglah, aku juga merasa tidak direpotkan," ucapnya dengan senyumnya yang tulus.
" Terima kasih, saudari." dengan sikap hormat.
" Baiklah, aku pergi dulu," ucapnya dengan hormat lalu meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Setelah Yin Rongyou pergi, Qing Ruo lalu memasuki ruangannya.