Sang Penguasa

Sang Penguasa
140. Menyerah.


__ADS_3

Tiba-tiba tempat itu menjadi hening.  Ledakan petir dan aura semi abadi tingkat delapan yang terus mengedar dari tubuh Qing Ruo membuat lutut Xun Ping dan para tetua itu bergetar.


" Dhuar... dhuar..." Pukulan keras Long Chen dan Long Qe. Melempar tubuh kedua tetua yang  mematung di hadapannya   hingga menghantam gunung.


Setelah  kekuatan petir dan  aura semi abadi tingkat delapan dari tubuhnya lenyap, Qing Ruo dengan perlahan  turun menemui ketiga tetua  tersebut yang kini terdiam mematung.


" Saudara Qing Ruo, aku-"


Tatapan tajam Long Chen membuat Xun Ping menghentikan kata-katanya.


" Swhus..." Huo Mingzhi tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Menatap para tetua tersebut dengan seringai dingin.


" Pertama orang-orang kalian ingin mengambil tunggangan tuan muda kami.  Selain mereka juga menipunya, lalu ingin  merampas barangnya. Menghancurkan kultivasi sampah-sampah klan seperti mereka  adalah bayaran yang sepadan. Apakah kalian ingin mengakhiri klan kecil kalian!" ucap Long Chen dengan suara meninggi, sambil menginjak kaki Xun Theng yang sebelumnya telah hancur.


" Saudara Qing Ruo-"


" Xun Ping,  tuan muda kami memang  menganggap anda sebagai saudara, tetapi tidak untuk mereka. Jika bukan karena dirimu. Mungkin kami sudah pergi klan Xun. Jadi jangan tidak tahu diri kamu!" ucap Long Fu dengan kesal, yang masih kesal dengan ocehan para tetua klan Xun sebelumnya.


Kata-kata Long Fu membuat ketiga   tetua klan Xun itu ingin menangis. Mereka tidak menyangka jika sosok Qing Ruo yang mereka anggap lemah, ternyata  adalah sosok yang lebih kuat dari mereka.


" Jika kalian masih berani pergi dari tempat ini dengan kekuatan. Percayalah, bahkan keluarga cabang  klan Xun akan kami musnahkan." ucap Huo Mingzhi sambil melepaskan api hitam dari tubuhnya, membuat ketiga tetua tersebut menangis. Memohon pada Qing Ruo dengan sangat.


" Tuan muda,  apakah kita akan meratakan klan kecil itu?" Tanya Long Fu dengan penuh semangat,  menakut-nakuti ketiga tetua yang sedang berlutut dan memohon.


" Tuan muda, kami mohon. Ampuni kami tuan, kami akan melakukan apapun tapi jangan-"


" Mingzhi," ucap Qing Ruo.


" Swhus...." Semburan api hitam melesat menyerang tetua tersebut.


" Dhuar ..." Ledak keras menghantam perisai pertahanan tetua tersebut, mendorongnya hingga beberapa meter.


Tindakan Huo Mingzhi dan para pelayan Qing Ruo yang begitu keras,  membuat para tetua itu terdiam.


" Tetua, jika berbicara itu salah, maka lakukan dengan tindakan...." ucap Xun Ping berbicara melalui telepati.


" Ping er, apa yang harus kami lakukan?"

__ADS_1


" Berikan kompensasi yang pantas..."


" Ba-baik..."


Salah satu tetua lalu melepaskan cincin penyimpanannya, lalu di ikuti oleh tetua yang lain.


" Tuan ini...." ucapnya dengan perlahan.


" Apakah kalian pikir tuan kami ini miskin! Kalian sudah menyita waktu dan membuat tuan muda kami  menunggu. Lakukan sekarang juga. Jangan sampai kami pergi menuju klan Xun!"


" Tuan tidak adakah pengampunanmu. Kami-"


" Swhuss..." Tembakan api hitam dari mulutku Huo Mingzhi menghantam tetua tersebut, dan  melemparnya.


" Jika tuan muda kami lemah, apakah  mungkin kalian akan membiarkannya pergi? Dengan sikap kalian yang sangat arogan ini, aku yakin  kalian  pasti sudah melakukan hal yang lebih kejam dari hal ini!" ucap Long Chen, membuat ketiga tetua itu diam tak berkutik.


" Membiarkan kalian  pergi tanpa kekuatan kultivasi itu itu sudah luar biasa, itu karena tuan muda kami menghargai persaudaraannya dengan Xun Ping. Jika kalian membuatnya menunggu, percayalah lautan petir akan meratakan klan Liu!" ucap Long Qe.


" Swhus..." Qing Ruo bergerak naik ke atas punggung Huo Mingzhi, lalu memintanya meninggalkan tempat itu.


" Long Chen, lakukan dengan benar. Jika mereka berani melawan. Kubur mereka semua di tempat ini...." Sambil meninggalkan tempat itu. " Swhuss..." Mao Lei,  Harimau Gigi pedang muncul dari kehampaan,  menatap semua orang yang ada di tempat itu dengan seringai dingin.


Kata-kata Mao Lei, membuat ketiga tetua tersebut ingin meraung, namun mereka hanya bisa terdiam.


" Jika tidak ingin  tertindas, maka janganlah menindas. Bersikaplah bijaksana sebelum bertindak, karena kamu tidak bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Lakukan!" ucap Long Chen dengan dingin.


" Swhus...swhus ..." Yuan Bai dan Yuan Hei muncul, dengan tongkat emasnya.


" Saudara Chen, mereka menganggap rendah perintah tuan muda. Lakukan dengan paksa, lalu kita ratakan klan kecil yang tidak tahu diri itu!" Sambil menyerang ketiga tetua tersebut.


" Dhuar....dhuar...." Hantaman tongkat emas menyerang salah satu tetua dan menghajarnya.


Sang tetua yang tidak berani melakukan perlawanan itu, membiarkan diri menjadi bulan-bulanan kedua kera raksasa tersebut.


Dari awal ketiga tetua tersebut memang sedang  mengulur waktu untuk menunggu bantuan tiba, sehingga dengan demikian mereka dapat melenyapkan Qing Ruo dan rombongannya ditempat itu, namun kemunculan Mao Lei,  Yuan Bai dan Yuan Hei, hewan buas tingkat semi abadi itu membuat ketiga tetua tersebut berpikir ulang.


" Tunggu.. tunggu.. Kami akan melakukannya." ucap salah satu tetua memohon, membuat Yuan Bai dan Yuan Hei menghentikan pukulannya.

__ADS_1


" Dhuar.... Dhuar...." Ledakan kecil keluar dari tubuh mereka, merobohkan tubuh ketiga tetua tersebut.


" Sungguh tidak tahu diri. Apakah kalian pikir kami tidak tahu kalau kalian dengan sengaja mengulur waktu? Naif!" ucap Mao Lei, sambil menghampiri ketiga tetua tersebut dan meremukan tangan dan kakinya.


" Akh ....." teriak ketiga tetua  tersebut meraung kesakitan, yang tidak menyangka jika rencana mereka telah diketahui oleh Mao Lei dan rombongannya.


" Tenanglah, kami tidak akan pergi hingga bantuan kalian itu tiba!" Ucap Mao Lei menatap Xun Ping yang kini terdiam dengan wajah pucat pasi.


" Tuan, kehilangan tiga tetua Semi abadi tingkat enam, dan dua semi abadi tingkat empat adalah kerugian yang sangat luar biasa bagi Klan Xun, karena untuk berada di tingkat itu bukanlah hal yang mudah. Perlu waktu hingga ribuan tahun dan  sumber daya yang sangat banyak. Mohon tuan-tuan mempertimbangkan hal ini," ucap Xun Ping memohon dengan sangat agar Long Chen dan rombongannya meninggalkan tempat itu.


" Tuan Xun Pinh, kami yang akan menilai apakah mereka pantas mendapatkan maaf dari kami tidak," jawab Long Chen.


Xun Ping terdiam dengan nafas yang terasa berat, karena sangat Tidak mungkin pasukan yang sedang menunggu ke tempat itu akan diam saja. Yang membuatnya begitu penasatan adalah kemunculan  Long Chen dan rombongannya yang muncul tiba-tiba di hadapan mereka.


" Tidak menutup kemungkinan akan ada hewan buas lainnya. Sungguh tuan muda klan kuno sangat mengerikan." Batinnya.


***


Di atas langit gunung.


Qing Ruo dan Huo Mingzhi  yang bersembunyi di dalam perisai pelindung ilusi, mengawasi situasi yang terjadi di bawahnya dengan tenang.


Dari awal Qing Ruo memang tidak ingin memperpanjang masalah itu, tetapi niat tersembunyi tetua itu membuatnya gusar.


" Penguasa, apakah kita akan menunggu pasukan bantuan mereka?"


" Tentu saja. Aku tidak ingin membuat mereka berpikir kita terlalu lunak. Lagipula jika aku melepaskan mereka begitu saja, apalagi masalah ini berpeluang menjadi masalah buruk di masa yang akan datang, aku tidak menyukai hal itu."


" Baik Penguasa. Tapi bagaimana Jika mereka ada banyak orang?"


" Tenanglah," ucap Qing Ruo santai.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba gelombang ledakan aura yang sangat kuat, bergerak mendekati puncak gunung.


" Swhuss....swhus..." Lima sosok  muncul, menatap situasi yang ada di atas gunung itu dengan kemarahan yang menyala.


" Argh...." Salah satu dari mereka berteriak murka, turun menghampiri salah satu tetua dengan meraung sedih.

__ADS_1


" Ayah..." ucapnya murka, menatap Xun Ping dan Long Chen beserta rombongannya yang duduk dengan santai.


__ADS_2