Sang Penguasa

Sang Penguasa
320. Ritual pemurnian darah.


__ADS_3

Penjelasan Qing Ruo mengenai ritual pemurnian darah dan hubungannya dengan kekuatan jiwa, membuat Yin Bei semakin yakin untuk memurnikan kekuatan darahnya.


" Saudara, aku sudah yakin ingin ritual pemurnian darah ini. Apakah saudara dapat membantu?"


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Sekarang pun aku dapat melakukannya, tapi apakah suadara sudah yakin? Karena apapun yang kita lakukan pasti memiliki dampak yang secara langsung akan  mempengaruhi  diri kita sendiri dan orang lain," jawab Qing Ruo.


Yin Bei menganggukan kepalanya.


" Saudara Ruo, segala tindakan selalu ada sebab akibat, dan aku sudah siap dengan hal itu," ucapnya dengan serius.


" Baik, aku akan melakukannya dengan menggunakan kekuatan darah ku," ucap Qing Ruo.


" Baik saudara, lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Yin Bei dengan penuh semangat.


" Cukup lemahkan kekuatan darah saudara," ucap Qing Ruo sambil membuat segel tangan.


" Baik," ucap Yin Bei, lalu mengedarkan teknik rahasia yang dimiliki oleh klan Yin, dan secara perlahan melemahkan kekuatan darahnya.


Di hadapan Qing Ruo.


" Swhuss... swhus...."  Muncul  tiga bentuk mantra formasi, yaitu formasi perisai jiwa yang  berbentuk cakram berwara putih polos, formasi tubuh abadi berbentuk cakram keemasan, dan formasi jiwa petir  yang berbentuk  cakram berwarna biru kehitaman.


Ketiga cakram mantra formasi tersebut dengan perlahan mulai menyatu, lalu membentuk bola keemasan yang mengambang dengan kekuatan petir yang berderak-derak.


" Saudara," ucap Qing Ruo meminta Yin Bei memasuki bola emas yang terus berdengung tersebut.


" Baik," ucapnya dengan penuh semangat.


Setelah Yin Bei memasuki bola emas tersebut, Qing Ruo lalu menembakan kekuatan darah Shen Luo pada bola tersebut.


" Swhuss...." Kekuatan darah itu langsung memasuki bola emas.


" Saudara Bei, bicarakan kekuatan darahku memasuki tubuhmu, dan serap secara perlahan," ucap Qing Ruo.


" Baik," ucapnya dengan serius.


***


Di dalam bola emas.


Yun Bei yang menerima kekuatan darah emas Shen Luo, tampak begitu terkejut, karena sebelumnya mengira Qing Ruo akan memberikan kekuatan darah emas Shen Guoshi Ling, yang lebih sesuai dengan keahliannya sebagai pelatih mantra formasi.


" Pasti saudara Ruo memiliki alasan," batinnya.


Pada saja Yin Bei sedang berpikir, tiba-tiba kekuatan darah Shen Luo yang telah memasuki tubuhnya itu langsung melahap kekuatan darah Yin nya dengan ekstrem.

__ADS_1


" Akh...." Rintihnya kesakitan, dengan tubuh seperti tersambar petir.


" Saudara Bei, tetap lindungi jiwa saudara," ucap Qing Ruo berbicara dari luar mantra formasi bola emas.


" Baik, saudara," ucapnya sambil menahan rasa sakit yang begitu luar biasa.


Di luar bola Emas.


Qing Ruo berdiri dengan tenang, sambil mengawasi dan menjaga segel mantra formasi tersebut.


****


Di tempat lain.


" Swhuss... swhus...." sosok Yin Gang, terus bergerak meninggalkan Danau hitam menuju puncak Nan Yin dengan perasaan gembira.


" Aku benar-benar tidak menyangka, jika saudara Bei memiliki saudara seperguruan yang begitu luar biasa. Dengan pulihnya saudara Bei dan dukungan penuh yang diberikan oleh tuan Qing Ruo, semoga rencana ini berjalan dengan lancar," batinnya.


Pada saat Yin Gang terus bergerak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba tiga sosok yang merupakan tetua pelindung klan mendekatinya.


" Swhuss...." sosok itu muncul dihadapannya.


" Pangeran Gang, kebetulan sekali," ucap tetua pemimpin kelompok berbasa-basi.


" Tetua, ada apa?" tanya Yin Gang dengan tenang.


" Ada hal penting yang ingin kami bicarakan," jawab tetua tersebut dengan santai.


" Tapi pangeran, akan lebih baik jika pembicaraan ini di lakukan di tempat yang nyaman, bagaimana?"


Yin Gang menggelengkan kepalanya.


" Tetua, bukankah tempat ini dan tempat lain itu sama?"


" Tapi pangeran, ini sangat rahasia," ucapnya sambil membuat segel tangan, lalu menyegel kawasan itu. " Maaf Pangeran, kami harus memastikan pembicaraan ini tidak diketahui oleh pihak lain," ucap pemimpin kelompok memberi alasan.


" Baik," ucap Yin Gang dengan tenang.


Setelah memastikan tempat itu telah tersegel, pemimpin kelompok tersebut lalu mengeluarkan rantai besi hitam.


" Pangeran Gang, mengapa kamu bisa naif seperti ini..." Sambil tertawa santai, membuat Yin Gang yang sebelumnya tampak tenang langsung mengambil sikap siaga.


" Kalian..." ucapnya dengan tatapan penuh kemarahan.


" Pangeran Gang, jika saja kamu bukan putra patriark, mungkin kamu sudah tinggal nama," ucap seorang tetua sambil bergerak, membentuk formasi serangan.


" Tch... Jika saja aku tidak merasa berdosa untuk membunuh orang tuaku sendiri, mungkin aku sudah membinasakannya. Dan kalian para pelindung klan yang seharusnya melindungi gunung Langit Yin ini, adalah orang buta dan bodoh!" ucap Yin Gang, yang tidak menyangka jika ketiga sosok itu berniat menculiknya.

__ADS_1


" Kamu!"


" Apakah kalian tidak terima dikatakan sebagai orang buta dan bodoh! Kalian dapat melihat tapi mata hati kalian yang buta. Bagaimana bisa kalian masih berdiri di belakang seorang pembunuh kejam itu!" ucap Yin Gang dengan kemarahan menyala, sambil mengedarkan kekuatan puncaknya untuk melakukan perlawanan.


" Pangeran Gang, kamulah yang buta, yang tidak bisa melihat tujuan utama patriark..." Seorang tetua berbicara dengan suara meninggi.


" Pangeran Gang, jangan melakukan perlawanan yang sia-sia. Mari kita selesaikan masalah ini-"


" Kalian yang memaksa. Jika kalian tidak ingin melihatku melakukan perlawanan, maka tinggalkan aku..." ucap Yin Gang, yang kini telah mengeluarka tiga bilah pedang terbang hitam, pusaka tingkat tinggi yang di milikinya.


" Saudara, tidak ada pilihan. Semakin cepat kita melakukannya, maka semakin cepat urusan ini selesai," ucap salah satu tetua sambil melepaskan tembakan rantai besi hitam pada Yin Gang.


" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema saat tembakan rantai besi hitam itu beradu dengan pedang terbang hitam milik Yin Gan yang langsung memotong rantai hitam tersebut.


" Benar-benar ahli senjata. Tebasan pedang terbangnya langsung memotong rantai besi hitam ku," ucap tetua tersebut sambil melepaskan serangan tapak dan bergerak mundur.


" Senjata kalian hanyalah rongsokan sampah!" ucap Yin Gang bergerak terbang, menghindari serangan para tetua tersebut sambil melepaskan tembakan ketiga bilah pedang terbangnya.


" Swhus... swhuss...." Pedang terbang itu bergerak menyerang para tetua tersebut dengan cepat.


" Dhuar... dhuar..." Ledakan dahsyat terus bergema, menggetarkan kawasan yang telah tersegel itu dengan hebat.


" Benar-benar ahli senjata, tapi kami bukan orang bodoh yang pergi berperang tanpa membawa senjata," ucap para tetua tersebut sambil menyeringai.


" Swhus... swhuss..." ketiga sosok itu bergerak menghinar, lalu menyerang Yin Gang dari tiga arah berbeda.


" Sekarang!" ucap pemimpin kelompok sambil melepaskan tembakan bola angin, yang langsung diikuti oleh dua tetua lainnya.


" Swhuss... swhus..." Tebasan pedang terbang seperti menebas ruang hampa, namun bola angin tersebut berhasil menghantam tubuh Yin Gang.


" Dhuar...." Sosoknya terlempar dengan keras, namun di sambut oleh bola angin lainnya yang langsung membuat tubuhnya seperti mengantam dinding raksasa.


" Serangan bola angin apa ini..." ucap Yin Gang terkejut, saat perisai yang melindungi tubuhnya langsung diretakkan oleh bola angin tersebut.


" Akh..." ucapnya kesakitan dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya, dan kembali terlempar.


" Dhuar... Dhaur..." Tembakan bola angin itu terus bermunculan menghantam tubuh Yin Gang, yang kini sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan ketiga bilah pedang terbangnya.


" Akh..." Rintihnya kesakitan dengan armor yang telah hancur dengan tubuh yang kini sudah bersimbah darah.


" Senjata kami memang rongsokan sampah, tapi tidak dengan bola angin kami," ucap pemimpin kelompok sambil tertawa penuh dengan kemenangan,m menatap Yin Gang yang hampir berhasil merek lumpuhkan.


" Membanggakan bola angin sampah! Sungguh memalukan!" ucap Qing Ruo yang tiba-tiba muncul, menampar bola-bola angin itu dan menghancurkannya.


" Tuan Qing Ruo..." ucap Yin Gang dengan gembira.


" Pangeran, pulihkan dirimu," ucap Qing Ruo dengan santai.

__ADS_1


" Ba-bagaimana bisa..." ucap para tetua tersebut, menatap kemunculan Qing Ruo dengan heran.


🙏🙏1 bab, mungkin dua hari kedepan tidak update, author sedang bepergian keluar kota menuju tempat tidak bersignal. Terima kasih.🙏🙏


__ADS_2