Sang Penguasa

Sang Penguasa
139. Xun Theng dan Xun Shang.


__ADS_3

Dua sosok baru yang muncul itu melepaskan aura pembunuhan, menatap Qing Ruo dan Xun Ping itu


dengan tajam.


" Suadara Ping, apa kamu sedang bermain-main?" Dengan nada kesal.


" Saudara Shang, aku-"


" Cukup! Aku tidak mau mendengar alasanmu. Mana rampasannya?" Sambil menyodorkan tangannya.


Xun Ping yang memang tidak melakukan pekerjaannya, menggelengkan kepala.


" Maaf aku tidak bisa melakukannya."


" Sudah kami duga..." Ucap Xun Theng dengan wajah kesal, mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo yang tampak santai.


" Saudara," ucap Xun Ping mencoba untuk menahan Xun Theng, namun langsung dihentikan Xun Shang.


" Diam, atau kami akan menghajarmu!" ucapnya dengan kesal, membuat Xun Ping terdiam.


" Na Ruo, Jangan membuang waktu kami. Serahkan barang-barangmu sekarang juga!" 


Qing Ruo tersenyum santai. Menatap Xun Ping yang kini tampak ketakutan.


" Selama ini aku mengira orang dengan tingkatan yang lebih tinggi seperti kalian  tidak akan menindas yang lemah, ternyata pandanganku benar-benar salah." Dengan wajah kesal, membuat Xun Ping semakin ketakutan.


" Sudahlah. Jangan berbasa-basi lagi. Kami tidak perduli!" Ucap Xun Shang dengan kasar, sambil menyodorkan tangannya. Meminta cincin penyimpanan Qing Ruo.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Jika aku tidak mau, bagaimana?"


" Na Ruo, Jangan kira dengan  telah memberi kami minuman dan makanan,  kami segan padamu. Jika kamu tidak mau, maka aku akan melakukannya dengan paksa!" ucap Xun Theng.


" Saudara Theng, cukup! Jangan membuat Masalah lagi...." Ucap Xun Ping meninggikan suaranya, membuat Xun Theng dan Xun Shang terkejut.


"Saudara, ternyata kan sudah berani membela orang lagi. Apakah kamu ingin melawan kami berdua!" Xun Shang dengan wajah kesalnya.


" Kalian begitu bodoh. Kebiasaan buruk kalian inilah yang akan membawa celaka-"


" Tutup mulutmu!" Teriaknya Xun Theng dengan kesal.


" Saudara Xun Ping, niat baik saudara dipandang rendah. Tidak apa. Jika saudara takut mengajarinya, maka biarkan orang lain yang melakukannya...." ucap Qing Ruo, membuat Xun Theng dan Xun Shang tertawa keras.


" Sudahlah jangan terlalu banyak bicara. Sekarang serahkan cincin penyimpanan lalu pergi tinggalkan tempat ini!" Ucap Xun Theng dengan tegas.


" Apakah kalian tuli. Sudah kukatakan sebelumnya bahwa aku menolak." Ucap Qing Ruo dengan gusar.


" Nak, apa yang membuat kamu begitu berani menentang perintah kami. Apakah kamu ingin berlindung di bawah ketiaknya!" Ucap Xun Theng dengan senyumnya yang sinis, menatap Xun Ping yang kini kehabisan kata.

__ADS_1


" Jika bukan karena orang yang kalian abaikan ini, mungkin aku sudah menghajar kalian!" ucap Qing Ruo dengan kesal sambil bergerak meninggalkan tempat itu. Namun Xun Shang tiba-tiba bergerak menyerang.


" Saudara, tidak!" Teriak Xun Ping panik. Namun teriakannya tidak berarti saat suara serangan beradu.


" Dhuar... dhuar...." Ledakan keras memecah keheningan puncak gunung yang sepi  itu.


" Swhuss...." tubuh Xun Shang terlempar  hingga menghantam batu yang ada puncak gunung itu dan menghancurkannya, membuat Xun Theng dan Xun Ping ternganga.


" Ba-bagaimana mungkin. Semi abadi tingkat empat di kalahkan oleh pendekar kaisar dewa tingkat dasar..." ucap Xun Theng dengan heran.


" Nak, tuan muda  kami sudah begitu murah hati, tapi kamu malah mengabaikannya!" Ucap Long Chen yang tiba-tiba muncul dari kehampaan sambil menginjak kepala Xun Shang yang terkapar dengan tubuh bersimbah darah.


" Akh..." Xun Shang merintih kesakitan saat Long Chen menguatkan tekanannya.


" Aura Naga Perak. Itu berarti...." ucap Xun Theng, menatap Qing Ruo dan Long Chen dengan lekat, lalu mengirim pesan, meminta bantuan pada ketiga  tetua yang ada di kota Bei Shan.


" Saudara Theng, saudara Ping, apakah kalian diam saja!" Teriak Xun Shang meminta bantuan, namun segera terdiam saat Long Chen tanpa segan meremukkan kedua tangannya.


" Akh...." teriaknya kesakitan, sambil berusaha mengedarkan kekuatan semi abadi tingkat empat, namun langsung ditindas oleh Long Chen.


" Saudara Ping, lihat orang yang kamu bela itu. Dia ternyata membawa rombongannya. Apakah kamu akan diam saja? Mari kita tangkap dia."


" Saudara Theng, jangan!" ucap Xun Ping saat Xun Theng ingin bergerak menyerang Qing Ruo. Namun baru saja Xun bergerak mendekati Qing Ruo, Long Fu muncul sambil melepaskan pukulannya.


" Dhuar ..." Pukulan mereka beradu, melempar tubuh  Xun Theng, hingga terpental beberapa kali dan menghantam batu gunung.


" Akh..." Rintihnya kesakitan dengan  tangan kanannya yang telah hancur.


" Dhuar...." Pukulan keras tapak naga air menghantam tubuh yang masih terbaring tersebut dengan keras.


" Akh...."  teriak  Xun Theng dengan keras, dengan tangan kiri yang juga ikut hancur menahan serangan tersebut.


" Tidak kubiarkan tangan jahatmu  menyentuh tubuh tuan muda kami!" ucapnya meraih tubuh yang telah terluka parah tersebut dan melemparnya dengan keras.


Di hadapan mereka. Xun Ping yang sudah mengetahui identitas Qing Ruo bahkan tidak berani bergerak sedikitpun dari tempatnya, yang bahkan tidak mengira Jika Qing Ruo ternyata dilindungi oleh dua tetua,  menatap kekacauan yang ada di depannya dengan sedih.


" Tuan muda," ucap Long Fu, menatap Qing Ruo yang masih berdiri pada tempatnya,  sambil menginjak kepala Xun Theng dengan keras.


" Hancurkan saja kultivasi," ucap Qing Ruo dengan dingin.


" Saudara Qing Ruo, aku mohon...!" Ucap Xun dengan wajah panik, sambil berlutut di hadapan Qing Ruo.


" Saudara Ping, Aku sudah cukup menahan diri." Ucap Qing Ruo dengan tegas.


" Saudara Qing Ruo aku mohon..." 


" Saudara Ping, apakah aku tidak memberikan mereka kesempatan? Aku sudah mengingatkan mereka, bahkan menolak untuk bertarung.  Tidak membunuh mereka dan menghancurkan  klan Xun adalah kemurahanku!" ucap Qing Ruo dengan dingin, membuat Xun Ping terdiam.


Xun Theng dan Xun Shang yang  benar-benar tidak berdaya di bawah kaki Long Fu dan Long Chen begitu terkejut, saat mendengar cara Xun Ping memanggil Qing Ruo.

__ADS_1


" Aku yakin ini bukanlah pertama kalinya kalian melakukan  kejahatan. Long Chen, Long Fu hancur Kultivasinya!"


" Tuan, ampuni kami tuan..." Ucap Xun Theng dan Xun Shang memohon.


" Baik," jawab Long Chen dan Long Fu.


Namun belum sempat Long Chen dan Long Fu menghancurkan kultivasinya, tiba-tiba langit bergetar.


" Swhuss... Swhus..." Tiga sosok pria paruh baya muncul, menatap situasi yang ada di bawah mereka dengan wajah murka.


" Siapa yang begitu lancang ingin menghancurkan kultivasinya murid klan kami!" Ucap salah satu dari sosok itu dengan murka.


" Te-tetua Dong tolong kami..." ucap Xun Shang dan Xun Theng memohon.


" Hancurkan Saja!" Ucap Qing Ruo dengan santai.


" Baik,"  jawab Long Chen dan Long Fu sambil melepaskan pukulan.


" Dhuar... dhuar..." Ledakan kecil bergema, membuat Xun Theng dan Xun Shang yang tidak berdaya itu meraung kesakitan.


" Tidak...." Teriak ketiga tetua tersebut murka, sambil bergerak menyerang.


" Swhuss... Swhus...." Long Chen, Long Fu, dan Long Qe yang masih berada di tempat persembunyian muncul, menyambut serangan ketiga tetua klan Xun tersebut.


" Dhuar...dhuar...." Pukulan mereka beradu. Menggetarkan puncak gunung itu.


Pertempuran sengit akhirnya terjadi, Long Chen dan kedua saudaranya yang merupakan semi abadi tingkat enam, bertarung melawan tiga tetua klan Xun yang juga merupakan semi abadi tingkat enam.


" Tidak heran dia begitu sombong, dan tidak takut dengan keberadaan kita ternyata ada tiga sosok yang melindunginya. Bocah itu, sampai kapan dia akan berlindung di bawah ketiak ketiga naga perak ini." salah satu tetua mengoceh, sambil menyerang, dan meminta bantuan.


" Saudara, kita tangkap saja naga perak ini. Kebetulan sekali kita kekuatannya," ucap salah satu tetua dengan yakin.


" Baik..." sambil melepaskan serangan dan membuat segel tangan.


" Swhus...swhus...." serangan formasi penakluk hewan buas yang berbentuk cincin emas muncul dari kehampaan.


" Xun Ping, apakah kamu buta. Mengapa diam saja. Serang dan tangkap dia!" Teriak salah satu dari mereka memberi perintah.


" Tetua, aku mohon. Hentikan!" Ucap Xun Ping dengan keras, membuat ketiga tetua tersebut begitu terkejut dan heran.


Qing Ruo yang masih berdiri pada tempatnya menatap pertempuran yang terjadi di atas langit gunung itu dengan tajam, tiba-tiba melesat, naik ke atas langit memasuki pertempuran.


" Swhuss...." Ledakan aura semi abadi tingkat delapan mengedar dari tubuhnya, bersamaan dengan ledakan petir abadi yang menyambar ke berbagai arah.


" Swhuss..." tubuhnya melesat meninju cincin emas raksasa itu dan menghancurkannya. Tidak hanya itu, seperti seperti kilatan cahaya, sosoknya tiba-tiba muncul di hadapan salah satu tetua yang sedang bertarung melawan Long Fu, dan menampar wajahnya dengan keras.


" Dhuar....." Tamparan keras itu melempar tubuh pria paruh baya tersebut hingga menghantam gunung.


" Akh..." Rintihnya kesakitan, dengan rahang telah bergeser dari posisinya.

__ADS_1


" Jangan membuat kemarahanku menyala hingga menghancurkan seluruh klan kalian tanpa sisa!" ucap Qing Ruo dengan dingin, membuat kedua pria paruh baya lainnya  yang ingin bergerak  menyerang Long Chen dan Long Qe, menghentikan serangannya.


👉1🙏


__ADS_2