Sang Penguasa

Sang Penguasa
222. Tiba di Hutan Bambu Raksasa.


__ADS_3

Sepanjang malam, Qing Ruo dan rombongan terus bergerak melewati hutan tersebut, sambil sesekali menghindari pertempuran yang dilakukan oleh hewan buas tingkat rendah. Namun semakin dalam mereka memasuki tempat itu maka semakin intens pertempuran tersebut.


" Tetua sepertinya kita harus mencari tempat untuk beristirahat," ucap Qing Ruo dengan wajah serius.


" Aku rasa juga demikian," ucap Long Chen, yang juga terlihat sedang menyadari sesuatu, sambil terus bergerak.


" Tapi tuan," ucap Yanshi Gong dengan ragu, lalu mengubah arah pergerakan mereka.


" Penguasa," ucap Long Chen berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.


" Long Chen, Aku khawatir pergerakan kita di tempat ini diketahui oleh hewan buas yang berada di kawasan hutan ini."


" Maksud penguasa?"


" Long Chen, kedua jenderal utama mereka telah terbunuh, Apakah mereka akan diam saja? Aku khawatir para jenderal utama dan penguasa hutan gelap turun tangan," jawab Qing Ruo dengan serius.


" Penguasa benar," ucapnya pelan.


" Swhus...Swhus....'" sosok mereka terus bergerak menjauh dari kawasan hutan tersebut, namun Yanshi Gong masih belum menemukan tempat yang tepat untuk mereka beristirahat.


" Tuan Muda, Apakah Anda ada ide?"


" Terus bergerak," ucap Qing Ruo.


Pada saat mereka terus bergerak, tiba-tiba Qing Ruo dan rombongan, merasakan ledakan aura semi abadi tingkat sembilan menyapu seluruh kawasan itu.


Sepertinya mereka telah membaca arah pergerakan kita," ucap Long Chen yang berusaha tampak tenang.


" Tuan muda, seperti kita salah arah," ucap Yanshi Gong dengan wajah pucat pasi, karena ledakan aura semi abadi tingkat sembilan itu muncul lagi.


" Tetua, terus bergerak, kita tidak mungkin diam saja dan menunggu," ucap Qing Ruo meminta Yanshi Gong agar tidak panik.


" Tuan Muda, kita ini bergerak menuju timur, dan itu adalah kawasan terdalam hewan gelap," ucap Yanshi Gong menjelaskan.


" Tetua, kita telah terlanjur memasuki kawasan ini. Semoga tempat yang paling berbahaya ini adalah tempat yang paling aman," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak.


Walaupun Yanshi Gong menyetujui pernyataan tersebut, tetapi tetap saja  dirinya ragu.


" Tuan muda, ini terlalu berisiko."


" Tetua, setidaknya tempat ini tidak dicurigai. Ada tiga semi abadi tingkat sembilan di belakang kita. Jika tertangkap, kita akan benar-benar mati di tempat ini."


Yanshi Gong yang tidak memiliki pilihan, hanya bisa menganggukan kepala.


Setelah bergerak sepanjang waktu, menjelang pagi mereka akhirnya tiba di sebuah lembah.


" Tuan muda, tempat ini..." Yanshi Gong terkesiap menatap hamparan tanaman herbal  tingkat tinggi yang memenuhi tempat itu.

__ADS_1


" Tetua, jangan," ucap Qing Ruo pelan, menghentikan tindakan Yanshi Gong yang  tiba-tiba ingin memetik tanaman tersebut.


" Tuan muda, ini adalah keberuntungan kita." Dengan wajah gembira.


" Tetua, lihatlah. Tanaman ini sepertinya di rawat. Jika satu tanaman ini hilang, maka itu akan meninggalkan jejak," ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Tuan muda benar. Jika mereka tahu tanamannya ada yang hilang, mereka tidak akan diam." Menyadari kesalahannya yang hampir membuat rombongannya celaka.


" Tuan muda, apa yang yang harus kita lakukan?" Tanya Yanshi Gong.


" Terus bergerak,"   ucap Qing Ruo sambil terus bergerak. 


Tidak lama kemudian, Qing Ruo dan rombongannya tiba di hutan bambu raksasa.


" Tuan muda, ada bambu Langit ungu," ucap Yanshi Gong berhenti sejenak, menatap sumber daya yang  sangat berharga itu tanpa mengedipkan matanya.


" Penguasa, ini  kawasan yang sang berbahaya. Lihatlah sumber daya tingkat tinggi tersebut yang tidak terusik sedikitpun."


" Semoga saja kehadiran kita tidak mengusik penguasa hutan ini," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak.


Tidak lama kemudian, Qing Ruo dan rombongan berhenti di depan gua  yang berada di kaki gunung kecil tersebut.


" Tuan muda, ada jejak aura dari itu. Lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Tunggu hingga penghuni gua itu keluar. Setelah mereka pergi, kita akan menempatinya." Sambil bersembunyi pada dahan pohon raksasa yang tidak jauh dari tempat itu.


" Benar-benar kawasan yang mengerikan," ucap Qing Ruo pelan, saat merasakan tekanan yang luar biasa di atas langit hutan tersebut.


" Apakah maksud tuan muda, langit hutan ini?" tanya Yanshi Gong.


" Benar, tekanan yang luar biasa ini bahkan membuat gunung yang kita lihat itu terpotong, hingga puncaknya terlihat seperti tanah lapang,"  ucap Qing Ruo, sambil menatap gunung batu yang berada  puluhan kilometer dari tempat mereka tersebut.


Tiba-tiba Yanshi Gong mengeluarkan peta hitam dari dalam cincin penyimpannya.


" Tuan Yanshi Gong, apakah ada yang salah?" tanya Long Chen.


" Tuan Long Chen, tempat ini tidak tercantum dalam peta rahasia klan kami," ucapnya dengan wajah serius.


Melihat reaksi Yanshi Gong seperti itu, Qing Ruo lalu mengeluarkan peta rahasia yang diperoleh Long Fu sebelumnya, dan memeriksa peta tersebut.


" Tetua benar. Tempat ini memang tidak terdapat dalam peta rahasia ini," ucap Qing Ruo pelan.


" Penguasa, apakah peta ini palsu?"


" Aku rasa tidak. Tempat-tempat yang kita lalui sebelumnya, itu semua tercantum dengan jelas, tetapi tidak dengan tempat ini." Sambil menyerahkan peta rahasia tersebut pada Long Chen.


Pada saat mereka sedang membicarakan masalah tersebut dengan serius, tiba-tiba Qing Ruo  melihat tiga sosok panda putih keluar dari gua tersebut.

__ADS_1


" Panda putih cakar emas," ucap Yanshi Gong dengan wajah menegang.


" Long Chen, ada apa dengan panda ini? Bukankah mereka bukan hewan gelap. Itu berarti kita bisa tinggal di dalam gua itu. "


Kata-kata Qing Ruo membuat Yanshi Gong dan Long Chen bergidik, bahkan Yanshi Gong  mulai berkeringat dingin.


" Long Chen, apakah ada yang salah dengan panda itu?"


" Penguasa, panda  putih cakar Emas itu adalah bentuk tranformasi orang-orang dari klan Xiong Mao, dan mereka sangat menutup diri dan tidak menyukai siapapun," ucap Long Chen membuat Qing Ruo terdiam.


" Tuan muda, apa yang harus kita lakukan?"


" Kita akan pergi, tapi tunggu mereka kembali ke dalam gua, itu pun jika mereka tidak menyadari kehadiran kita,"  ucap Qing Ruo pelan


Dan baru saja Qing Ruo selesai berkata-kata, tiba-tiba panda putih  tersebut muncul di hadapan Qing Ruo dan rombongannya.


" Kalian berdua tinggal tempat ini." Menatap Long Chen dan Yanshi Gong dengan tajam.


" Tapi tuan, bagaimana dengan tuan muda-"


" Tidak dengan pemuda ini," ucapnya sekali lagi.


" Oh tidak," ucap Long Chen dengan wajah pucat pasi, menatap Qing Ruo yang bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


" Tuan, aku mohon. Lepaskan tuanku,  biarkan aku yang menggantikannya," ucap long Chen memohon dengan sungguh-sungguh.


" Tu-tuan, mohon lepaskan kami," ucap Yanshi Gong terbata.


" Long Chen, bawa tetua Yanshi Gong pergi dari tempat ini, dan tunggu aku di gua perak terlarang......" Berbicara melalui telepati.


" Tapi penguasa, aku-"


" Dengarkan perintahku," ucap Qing Ruo dengan serius.


Long Chen terdiam dengan pikiran yang kacau. Ketidakmampuannya melindungi Qing Ruo membuatnya begitu putus asa.


" Pergi, atau aku akan mengubah pikiranku," ucap panda putih itu sekali lagi.


" Penguasa, aku akan menunggu di gua perak terlarang," ucapnya lirih. Bergerak meninggalkan tempat itu sambil mengusap air matanya yang tanpa sengaja membasahi pipinya.


Setelah Long Chen dan Yanshi Gong pergi, panda putih itu membebaskan Qing Ruo dari aura penindasannya, dan tiba-tiba mengibaskan tangannya.


Qing Ruo yang memang tidak ingin melawan sosok itu, membiarkan dirinya terlempar begitu saja hingga terhempas di halaman gua.


" Shwus.... Swhus...." Tubuhnya  terpental hingga beberapa kali, lalu berhenti saat  menghantam dinding batu.


Tanpa merintih sedikitpun, Qing Ruo langsung berdiri.

__ADS_1


__ADS_2