Sang Penguasa

Sang Penguasa
119. Lantai Dasar Penginapan IV.


__ADS_3

seorang pria paruh baya memasuki ruangan  dengan sorot mata tajam,  menatap Ming Kun dan rombongannya yang mematung.  Terlebih lagi saat melihat ruangan yang rusak, serta sosok Li Han yang telah kehilangan kultivasi,  terbaring  dengan  wajah yang sudah tidak di kenali.


" Apakah kalian lari dari tugas, dan bersenang-senang di tempat ini!" Melangkahkan kakinya memasuki ruangan dengan kemarahan yang menyala.


" Jenderal besar, kami tidak berani. A-ada sedikit masalah jenderal," ucap Ming Kun dan rombongannya sambil berlutut dengan hormat, tanpa berani mengangkat kepalanya.


" Je-jenderal, tolong aku..." ucap Li Han terbata-bata, memohon pertolongan pada sosok itu.


" Li Han, apa yang terjadi?"


" Jenderal besar, ada sedikit masalah." jawab Ming Ming Kun dengan cepat.


" Siapa yang begitu berani membuat masalah tersebut?" Dengan suara yang begitu tenang, tetapi tersirat kemarahan yang begitu mengerikan .


" Ko-komandan Li Han, jenderal," ucap Ming Kun terbata, lalu menatap sosok Qing Ruo  yang masih duduk dengan tenang, membelakangi pintu masuk ruangan.


" Sungguh lancang! Bahkan berani menghancurkan kultivasi prajurit kekaisaran langit. Apakah dia orangnya?" sambil mendekati Qing Ruo yang bahak tidak memalingkan wajahnya.


Ming Kun dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu, mengarahkan pandangannya pada  sosok Qing Ruo yang masih duduk membelakanginya.


" Be-benar, jenderal," jawab Qian Chanfeng.


Qing Ruo yang sedang menikmati minumannya,  memalingkan wajahnya, lalu menatap sosok jenderal besar tersebut.


Tiba-tiba sosok pria paruh baya itu menghampiri  Qing Ruo yang tidak bergeming dari tempatnya dengan tergesa-gesa, lalu berlutut dengan hormat, tanpa berani berkata sepatah katapun. Membuat ruangan itu kini menjadi begitu tegang.


" Apa!" Ming Kun dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu terterkejut. Bahkan Li Han tidak menyangka jika  sosok jenderal besar yang sangat mereka hormati, berlutut dan menundukkan kepalanya di hadapan Qing Ruo.


" Luo Xing, bangunlah..." ucap Qing Ruo ramah.


" Terima kasih, tuan muda." Dengan wajah ragu.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Terima kasih, tuan muda." lalu mengarahkan pandangannya pada Ming Kun dan rombongannya.


" Pergi dan hacurkan klan Li  tanpa sisa!" dengan suara  tajam.


Kata-kata Luo Xing bagaikan sambaran petir yang langsung menghancurkan Li Han.


"  Oh tidak," ucap  Li Han membatin. Dirinya tidak menyangka, jika kehadiran sosok yang menjadi harapannya, justru  akan menambah penderitaannya.


" Benar-benar mengerikan. Ini adalah kemalangan Klan Li. Tapi apakah  kita akan menghancurkan klan Li sekarang juga?"


" Sebaiknya saudaranya, tanya dulu..."


" Tapi saudara, aku takut..."


" Je-jenderal, apakah sekarang?" tanya Ming Kun.


" Sekarang!" Jawabnya dengan keras.


" Luo Xing, itu tidak perlu. Sebaiknya minta mereka untuk segera mengurus perekrutan prajurit di alun-alun kota. Dan sebagian lagi, mengantar Li Han," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Baik tuan muda." Lalu mengarahkan pandangannya pada Ming Kun, meminta mereka melakukan yang di perintahkan oleh Qing Ruo sebelumnya.


" Ingat. Jika Masalah di tempat ini tersebar, maka kalian akan menanggung akibatnya..." Dengan suara tegas.

__ADS_1


" Baik jenderal," jawab Ming Kun dan rombongannya, yang seperti mendapat angin segar untu meninggalkan tempat itu, lalu pamit undur diri sambil membawa Li Han yang kini benar-benar seperti seonggok daging cacat. ll


Setelah Ming Kun dan rombongannya meninggalkan tempat itu, Luo Xing lalu  mengarahkan pandangannya pada manager penginapan serta para pendekar  yang masih berada di tempat itu.


" Kalian juga," ucapnya tegas.


" Baik jenderal." jawab Sang manager dengan hormat, lalu meminta para penjaga itu pergi.


" Jenderal, tuan Muda. Sebaiknya  berbicara di ruangan khusus kami saja," ucapnya dengan ramah.


" Tuan muda," ucap Luo Xing menatap Qing Ruo dengan tatapan memohon.


Qing Ruo yang mengerti maksud tatapan itu, menganggukkan kepalanya.


" Jenderal, tuan Muda,  mari," ucap sang manager membawa Qing Ruo dan Luo Xing meninggalkan lantai dasar penginapan, menunju ruangan khusus yang berada di lantai empat penginapan.


Setelah Qing Ruo dan Luo Xing pergi, beberapa pelayan memasuki tempat itu dan langsung bekerja membersihkan, dan merapikan ruangan tersebut,


***


Di tempat lain.


Sepanjang lorong menuju lantai empat penginapan. Luo Xing, Qing Ruo dan sang manager, terus bergerak tanpa berbicara sepatah katapun. Terutama manager penginapan yang sebenarnya begitu ketakutan.


" Seorang jenderal besar saja berlutut di hadapannya." Membatin, sambil sambil berusaha bersikap tenang.


Di lain pihak.


Qing Ruo terdiam dengan pikirannya, karena tidak menyangka jika jenderal besar yang datang di kota Bei Shi adalah Luo Xing. Sedangkan Luo Xing, juga tidak menyangka akan bertemu dengan tuan muda klan mereka di Kota terpencil perbatasan wilayah utara tersebut. Sepanjang lorong, Luo Xing  terus menatap punggung  Qing Ruo yang berjalan di depannya  dengan  perasaan yang membuncah.


" Jenderal, tuan muda, silakan," ucap sang manager, sambil membuka pintu ruangan,  mempersilakan Qing Ruo dan Luo Xing dengan hormat.


" Terima kasih tuan," ucap Qing Ruo dan Luo Xing bersamaan, lalu memasuki ruangan itu.


Di dalam ruangan.


Setelah manager penginapan itu benar-benar pergi. Luo Xing tiba-tiba berlutut di hadapan Qing Ruo.


" Tuan Muda..." ucapnya dengan terbata-bata, menahan haru.


" Bangunlah. Jika seperti ini, bagaimana kita akan berbicara," ucap Qing Ruo dengan ramah, sambil mengeluarkan arak rumput kristal dari dalam cincin penyimpanamnya.


" Baik tuan muda..." lalu duduk pada kursi yang tersedia, sambil mengusap air matanya, membuat Qing Ruo begitu terharu.


" Minumanlah," ucap Qing Ruo, sambil  menyodorkan minuman yang telah di tuangkan, sambil menenangkan perasaannya.


" Te-terima kasih tuan muda." Meraih minuman itu, dan meneguknya seperti orang yang begitu kehausan.


" Pelan-pelan," ucap Qing Ruo lalu menuangkan minuman itu kembali.


" Tuan muda. Ini sangat nikmat..." Memuji dengan jujur.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Itu berarti lidah kita sama. Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan senyumnya yang hangat dan ramah, mencairkan suasana.


" Tuan muda, aku merasa seperti mimpi. Aku tidak menyangka kita akan berjumpa di tempat ini. Tuan muda, sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana anda bisa berada di tempat ini?"  memberondong Qing Ruo dengan berbagai pertanyaan, sambil menatap Qing Ruo dengan lekat.

__ADS_1


Qing Ruo tersenyum santai.


" Luo Xing, aku juga tidak menyangka jika kita akan berjumpa di tempat ini. Sebenarnya di kota ini, aku hanya singgah saja, karena aku  akan pergi ke wilayah utara."


" Utara?" Mengerutkan keningnya.


" Benar. Ada pekerjaan yang aku urus di tempat itu," ucap Qing Ruo yang tidak ingin menjelaskan alasannya dengan rinci.


Luo Xing menganggukkan kepalanya.


" Luo Xing, apakah kamu sudah bertemu Heian Bai dan Dalu Rong?"


" Belum tuan, karena saat aku pergi ke tempat ini, mereka baru saja kembali dari benteng perbatasan utara. Tapi bagaimana tuan muda bisa tahu mereka ada di kawasan perbatasan ini?" 


Qing Ruo tersenyum kecil.


" Karena sepanjang waktu itu mereka bersamaku, bahkan Murong Jianyu, murid mu itu."


" Apa! Tuan Muda, Mohon penjelasannya..." terkejut, menatap Qing Ruo dengan penasaran.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Luo Xing, sebenarnya aku masih ingin merahasiakan keberadaanku darimu, namun karena kita telah berjumpa, maka aku akan menceritakannya. Apakah kamu masih ingat dengan permintaanku di samudera kehampaan abadi?"


" Ingat tuan muda. Jadi selama ini, yang menjadi prajurit Zhao itu... dan pelanggaran di gunung gerbang langit...?"


" Benar, itu adalah aku."


" Lalu prajurit Zhao?"


" Ada di kediaman Heian Bai dan Dalu Rong," jawab Qing Ruo membuat Luo Xing ternganga.


" Tuan muda, jadi yang mati di penjara itu?"


" Komandan Na Mu," jawab Qing Ruo, lalu menjelaskan tindakannya  yang menyamar menjadi prajurit Luo Zhao, tertangkap, hingga menyamar menjadi prajurit Na Mu. Selain itu, Qing Ruo juga menjelaskan rencana Baoyang Ran dan Kongqi Chu yang ingin mengawasi Luo Xing dengan rinci. 


" Jadi yang menajdi Na Mu dan membantu  Liuyuan menumpas pasukan gelap dari klan Yin itu?"


Qing Ruo menganggukkan kepalanya, membuat Luo Xing sekali lagi ternganga, menatap Qing Ruo dengan takjub, tanpa dapat berkata-kata lagi.


" Luo Xing, alasan aku merahasiakan diri darimu, karena aku ingin kamu dapat bekerja dengan tenang."


" Hamba mengerti tuan muda."


" Luo Xing, aku ingin menunjukkan sesuatu, tetapi aku ingin ingin kamu berjanji untuk merahasiakannya," ucap Qing Ruo dengan serius, membuat Luo Xing terdiam dan begitu penasaran.


" Baik tuan muda. Aku akan merahasiakannya dengan nyawaku..." dengan wajah serius.


" Tapi rahasia ini telah ketahui oleh Prajurit Zhao, Murong Jianyu, Heian Bai dan Dalu Rong," ucap Qing Ruo


" Tuan muda, bukankah sesuatu yang bersifat rahasia itu tidak boleh diketahui oleh orang lain. Lalu bagaimana busa anda membiarkan orang lain mengetahuinya?"


" Luo Xing, mereka bukan orang lain tetapi saudaraku."


" Swhus... swhus...." Dua benda suci klan Luo, muncul di hadapan Qing Ruo, mengambang dan bergetar dengan lembut, membuat Luo Xing yang begitu penasaran sebelumnya langsung tersungkur dan bersujud di hadapan Qing Ruo dengan berurai air mata.


" Penguasa Muda.... Penguasa muda," ucapnya terisak dengan haru.

__ADS_1


__ADS_2