Sang Penguasa

Sang Penguasa
243. Memasuki Gunung Ping Xie.


__ADS_3

Tidak lama kemudian, pada  saat hari benar-benar telah terang,  semua orang yang ada di tempat itu bergegas pergi menuju dinding gunung batu yang terletak tiga ratus meter dari tempat mereka berada.


" Swhus... swhus...." Qing Ruo dan Hu Yan Lan yang sudah menekan tingkat kekuatannya, bergerak untuk bergabung bersama para pemuda yang sudah  menunggu di depan dinding gunung batu.


" Hu Yan Lan, ini?" tanya Qing Ruo, berbicara melalui telepati dengan penasaran.


Belum sempat Hu Yan Lan menjawab, tiba-tiba dinding Gunung itu bergetar.


" Swhus ...." tiga pusaran angin hitam keemasan muncul.


" Gerbang teleportasi?" ucap Qing Ruo.


" Benar, penguasa," ucap Hu Yan Lan, sambil membawa Qing Ruo bergerak memasuki pusaran angin hitam keemasan itu.


" Baik," jawab Qing Ruo sambil melepaskan ikatan rantai emas,  mengikat tubuh mereka berdua, lalu memasuki pusaran angin hitam itu.


" Lihat tuan muda itu..." Ucap beberapa pemuda, lalu mengikuti cara Qing Ruo dengan mengikatkan diri pada rombongannya.


" Jangan sampai terpisah!" ucapnya lalu memasuki gerbang teleportasi tersebut.


" Swhuss.... swhus...." sosok mereka lenyap dalam kehampaan.


Dalam waktu singkat ratusan pemuda yang berada di tebing gunung itu, lenyap ke dalam pusaran angin hitam tersebut yang perlahan mulai menutup tersebut.


****


Di tempat lain.


" Swhus... swhus..." Qing Ruo dan Hu Yan Lan keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu, terlempar ke berbagai arah hingga akhirnya berhenti setelah menghantam pohon raksasa.


"  Penguasa, apakah anda baik-baik saja?" tanya Hu Yan Lan dengan khawatir.


" Tenanglah, kekuatan fisik dan tulangku sudah berada di tingkat pembetukan tubuh emas tingkat puncak, jadi serangan fisik ini tidak berpengaruh padaku," ucap Qing Ruo dengan tenang, sambil mengitari pandangannya mengawasi tempat tersebut.


" Penguasa, sepertinya kita  terpisah dari kelompok besar itu," ucap Hu Yan Lan sambil mengitari pandangannya.


" Tidak masalah, karena dari awal aku memang tidak ingin bersama mereka," ucap Qing Ruo, sambil  membawa Hu Yan Lan bergegas menuju puncak gunung.


Baru lima menit mereka bergerak memasuki kawasan gunung tersebut, tiba-tiba terdengar suara pertempuran dua kilometer  dari tempat mereka.


" Penguasa, ini adalah aura hewan buas   tingkat dewa langit," ucap Hu Yan Lan, sambil membawa Qing Ruo bergegas, menjauh dari tempat itu.


Dalam waktu singkat,  suara pertempuran itu berakhir membuat tempat itu kembali menjadi hening.


Setelah merasa cukup jauh dari kawasan pertempuran itu, Qing Ruo lalu meminta Hu Yan Lan berhenti.


" Penguasa, ada apa?"


" Kita tidak bisa terus menerus, bergerak dengan menggunakan kesadaran dewa untuk memeriksa tempat ini," ucap Qing Ruo, sambil pemeriksa kawasan itu.

__ADS_1


" Swhuss...." sosok anjing neraka  muncul dari dalam dunia jiwa.


" Penguasa," ucap Thou Thou dengan hormat.


" Thou Thou apakah kamu merasakan keanehan tempat ini?" tanya Qing Ruo dengan penasaran.


" Tempat ini memiliki aturan ruang dan waktu yang menyegel kekuatan hingga ke tingkat pendekar spiritual," ucap Thou Thou menjelaskan.


"  Lalu bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu juga terpengaruh oleh kekuatan ini?"


"  Tidak penguasa...."


" Bagus, jika demikian bawa kami ke puncak gunung ini."


" Baik penguasa.".


" Swhus...swhus..."  Qing Ruo dan Hu Yan Lan, lalu naik ke atas panggung Thou Thou.


Setelah memastikan bahwa Qing Ruo dan Hu Yan Lan sudah berada di atas punggungnya, Thou Thou lalu meninggalkan tempat itu, bergerak menuju puncak gunung Ping Xie dengan berhat hati-hati.


" Dhuar... dhuar...." kembali suara pertempuran terdengar, memecah keheningan tempat itu.


" Aura semi anda tingkat dasar. Siapa yang begitu kurang beruntung bertemu dengan hewan buas tersebut?" Hu Yan Lan membatin dengan tubuh bergidik. Dengan kondisi kekuatan mereka yang berada di tingkat pendekar spiritual, bertemu dengan sosok yang berada di tingkat semi abadi, walaupun di tingkat dasar, itu adalah hal yang sangat  mengerikan.


" Swhuss... Swhus...." Thou Thou terus bergerak memasuki kawasan dalam gunung Ping Xie.


Pada saat mereka terus bergerak, tiba-tiba dari arah depan,  muncul delapan pemuda yang berlari  dengan wajah pucat pasi.


" Thou Thou," ucap Qing Ruo, yang langsung di tanggapi oleh  Guaiyi  tersebut dengan bergegas pergi.


Namun belum sempat Thou Thou pergi, sosok monster yang di takuti itu muncul sambil melepaskan tembakan racun logam.


" Swhuss... swhus...." racun tersebut mengenai pohon-pohoh yang ada di tempat itu dan menghancurkannya.


" Hewan buas tingkat dewa langit tahap puncak," ucap Hu Yan Lan, sambil berusaha melepaskan serangan tapak melindungi Qing Ruo.


" Hu Yan Lan, terus bergerak," ucap Qing Ruo  agar  pelayannya tersebut tidak melepaskan serangan yang dapat memprovokasi ular tersebut.


" Maaf penguasa," ucapnya panik.


" Thou Thou, bergerak," ucap Qing Ruo.


Ular tembaga yang terlah terprovokasi itu begitu murka, dan terus bergerak menyerang siapa saja yang ada di hadapannya.


" Trrakk...... trark......."  pohon-pohon raksasa yang terkena terjangan ular itu roboh.


" Swhus...." Qing Ruo melepaskan tembakan perisai ilusi, untuk mengecoh pergerakan ular tersebut, namun gagal.


" Penguasa, kita harus  berpencar. Jika tidak, kita berdua akan tertangkap...." ucap Hu Yan Lan melepaskan serangan tapak pada ular raksasa yang mendesis-desis murka tersebut.

__ADS_1


" Jjmangan," ucap Qing Ruo, namun terlambat, karena sosok Hu Yan Lan telah begerak menyerang ular tembaga tersebut.


" Dhuar....dhuar...." serangan itu beradu dengan tembakan bisa hitam ular tembaga tersebut.


" Ini sangat mengerikan," ucap Hu Yan Lan panik, karena serangannya tidak melukai sosok ular tembaga tersebut sedikitpun.


" Swhus... swhus...." Qing Ruo bergerak melepaskan segel perisai, lalu melepaskan tembakan herbal kayu bayangan dengan bubuk  kuning yang begitu kentara.


" Swhus...... swhus...." Ular raksasa berwarna kuning itu bergerak semakin liar.


" Penguasa, Belerang langit ini tidak berhasil," ucap Hu Yan Lan panik,  sambil bergerak menjauh, lalu melompat ke atas punggung Thou Thou yang terus bergerak meninggalkan tempat itu.


" Thou Thou," ucap Qing Ruo meminta anjing neraka itu bergerak dengan kecepatan puncaknya.


" Penguasa, seperti kita berhasil menjauh," ucap Hu Yan Lan, sambil mengawasi belakangnya.


" Tetap tenang, ucap Qing Ruo," ucap Qing Ruo.


" Baik, penguasa."


Dalam waktu singkat, Thou Thou dengan kecepatan puncaknya sebagai hewan buas semi abadi tingkat tiga, berhasil membawa Qing Ruo dan Hu Yan Lan menjauh dari sosok ular raksasa tersebut.


" Lima menit kemudian, kawasan hutan itu kembali tenang, tanpa adanya suara ledakan keras yang sebelumnya terjadi di berbagai tempat.


" Penguasa, sepertinya ular raksasa itu berhasil mengejar para pemuda tersebut," ucap  Hu Yan Lan, dengan tubuh bergidik, menatap Qing Ruo yang begitu tenang dan santai.


" Hu Yan Lan, dengan tingkat kekuatan yang kita miliki saat ini, melawan hewan buas tingkat tinggi yang ada di hutan ini,  itu sama saja dengan bunuh diri. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana cara kita sampai di puncak gunung dengan menghindari dan mengantisipasi kemunculan mereka," ucap Qing Ruo


" Baik Penguasa, hamba mengerti." Dengan sikap hormat.


" Penguasa muda, benar-benar hebat. Dalam situasi yang sangat sulit dan genting, tetapi masih  mampu berpikir tenang," batinnya menatap Qing Ruo dengan penuh kekaguman.


 


" Ini benar-benar lucu," ucap Qing Ruo pelan.


" Maksud penguasa?"


" Biasanya kita yang memburu hewan buas, tapi sekarang, kita yang diburu."


" Penguasa benar," ucap Hu Yan Lan, tersenyum kecut.


" Hu Yan Lan, sebelumnya aku mengira kita memasuki kawasan elit seperti sebuah klan besar, atau kawasan perguruan suci, ternyata kita memasuki hutan rimba yang tidak ubahnya seperti makam Kematian. Tidak heran Yanshi Gong begitu ketakutan setelah mendengar nama tempat ini," ucap Qing Ruo.


" Penguasa, sebenarnya tempat ini adalah kawasan suci, yang dulunya adalah sebuah perguruan besar. Namun sebuah tragedi terjadi, lalu mengubah tempat ini menjadi tempat terlarang seperti ini," ucap Hu Yan Lan menjelaskan.


" Jika demikian bagaimana cara kita mempelajari tanda suci tersebut?"


" Kita harus segera tiba di puncak dan mengadu keberuntungan dengan melewati berbagai rintangan yang ada di sekitar gunung ini," jawab Hu Yan Lan dengan serius.

__ADS_1


" Baik," ucap Qing Ruo sambil meminta Thou Thou mempercepat pergerakannya.


🙏🙏 Masih satu bab ya kak. Author lagi kurang sehat. terima kasih. 🙏🙏


__ADS_2