Sang Penguasa

Sang Penguasa
151. Long Yu Wei 2.


__ADS_3

Suasana di halaman vila bambu emas menjadi hening. Long Yu Wei terdiam dengan pikirannya yang sedang mencari cara agar tetap bisa berada beberapa waktu di dalam dunia jiwa, sedangkan Qing Ruo memikirkan cara untuk mendapatkan mutiara air ta berbentuk yang telah hilang tersebut.


Tiba-tiba dua aura mendekati tempat itu.


" Swhus.... Swhus..." sosok Huo Mingzhi dan Huo Zhou muncul di tempat itu.


" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Mingzhi, Zhoudau, ada apa?" tanya Qing Ruo.


" Penguasa, kami merasakan aura yang berbeda di tempat ini, jadi kami pergi untuk memeriksa. Penguasa, apakah dia....?" Tanya Huo Mingzhi, menjeda kata-katanya, menatap Long Yu Wei dengan tajam.


" Dia tuan Long Yu Wei, tamu kita," jawab Qing Ruo menjelaskan.


" Tamu? Penguasa apakah ini tidak berbahaya." Menatap Long Yu Wei yang masih terdiam dengan tatapan dingin.


" Tenanglah. Tuan Long Yu Wei adalah orang yang dapat dipercaya."


" Tapi penguasa," ucap Huo Zhaodau ragu.


Di hadapan mereka. Long Yu Wei yang masih terdiam itu tidak menyangka akan melihat dua Qilin Api, yang merupakan hewan langit tingkat tinggi akan muncul di tempat itu. Namun yang membuatnya semakin terkejut adalah cara kedua Qilin tersebut memanggil Qing Ruo.


" Dari klan Dewa kuno, tetapi dipanggil dengan penguasa..." Membatin heran.


Pada saat Long Yu Wei akan berbicara, tiba-tiba Yuan Bai, Yuan Hei, Mao Lei dan Long Chen datang di tempat itu, menatap Long Yu Wei yang masih terdiam di tempatnya dengan tajam.


" Penguasa," ucap mereka berlutut di hadapan Qing Ruo.


" Bangunlah," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Yuan Bai, ada apa?" tanya Qing Ruo dengan ramah dan hangat.


" Penguasa, kami..." Menjeda kata-katanya, menatap Long Yun Wei dengan tajam.


" Tuan-tuan, aku Long Yu Wei," ucapnya memperkenalkan diri. Menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Apakah Anda pelayan baru penguasa Muda?" tanya Yuan Bai dengan tajam, membuat Long Yu Wei terdiam.


" Yuan Bai," ucap Qing Ruo dengan tegas, membuatnya terdiam.


" Maaf penguasa, kami kira dia juga melayani..." menjeda kata-katanya.


" Penguasa, membiarkan orang lain berada di dalam dunia jiwa adalah terlarang. Bagaimana jika nanti dia..." ucap Yuan Hei, menjeda kata-katanya.


" Aku tahu kekhawatiran kalian. Tenanglah, tuan Long Yu Wei adalah orang baik. Apakah kalian lupa ini adalah dunia jiwaku?"


Kata-kata Qing Ruo membuat semua pelayan itu terdiam.


" Mohon ampun penguasa, kami terlalu berlebihan," ucap Yuan Bai dengan rasa bersalah.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya, menatap para pelayannya itu dengan ramah.

__ADS_1


" Aku yang mengundang tuan Long Yu Wei, jadi tidak perlu khawatir. Lagipula sebentar lagi tuan Long Yun Wei akan meninggalkan Dunia jiwa," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik penguasa. Tuan Long Yu Wei, maaf atas tindakan kami yang tidak sopan sebelumnya," ucap Yuan Bai sambil menangkupkan tangannya dengan hormat dan di ikuti oleh rombonganya.


Di hadapan mereka, Long Yu Wei yang mendengar kata-kata Qing Ruo merasa khawatir, namun berusaha tetap tenang sambil membalas sapaan Yuan Bai dan rombongannya.


" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan di tempat ini. kalian kembali dan beristirahatlah," ucap Qing Ruo.


" Baik Penguasa." Lalu meninggalkan tempat itu.


Setelah Huo Mingzhi dan rombongannya pergi. Tempat itu kembali menjadi hening.


" Tuan Long Yu Wei, bicaralah," ucap Qing Ruo santai.


" Tuan Qing Ruo, bagaimana dengan permohonanku sebelumnya?"


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Tuan telah melihat sendiri bagaimana reaksi para pelayanku. Dunia jiwa ini hanya boleh di tinggali oleh keluarga dan pelayanku," ucap Qing Ruo dengan dalam, membuat Long Yu Wei yang duduk di hadapannya terdiam.


" Tuan, bagaimana jika aku menjadi salah satu dari orang-orang Anda?"


" Maksud tuan Long Yu Wei?"


" Menjadi bagian dari para pelayan tersebut," ucapnya pelan.


Cukup lama Qing Ruo terdiam dengan pikirannya. Menurutnya, menjadikan Long Yu Wei sebagai pelayan cukup berisiko. Selain karena naga es itu cukup kuat, dia khawatir jika naga es akan berkhianat jika mengetahui kekuatan sejatinya.


" Tuan Long Yu Wei, jika alasannya karena ingin dapat tinggal beberapa waktu di tempatnya ini, aku harap jangan lakukan hal seperti itu. Aku tidak ingin Anda menipu diri lalu menipu diriku," ucap Qing Ruo sambil menggelengkan kepalanya.


" Tuan Long Yu Wei, segala sesuatu pasti memiliki alasan dan tujuan. Mereka yang menjadi pelayanku adalah orang-orang yang memiliki alasan dan tujuan yang jelas, dengan keteguhan hati dan kesetiaan yang tidak aku ragukan. Sedangkan dengan tuan, kita bahkan baru saja bertemu."


" Tuan Qing Ruo, aku telah memutuskan. Mohon tuan-"


" Tuan, jangan mengambil keputusan disaat tuan sendiri masih ragu. Apalagi dengan situasi seperti ini. Apakah tuan sudah membayangkan jika suatu saat tuan sudah tidak bisa bebas lagi, hidup dalam bayang-bayang sang tuan, dan melakukan pekerjaan yang diperintahkannya? Dan itu akan dilakukan sesumur hidup. Apakah tuan siap?


Long Yu Wei terdiam beberapa saat, lalu mengangguk kepalanya.


" Tuan, aku sudah memikirkannya. Aku telah gagal melayani Klan Naga, bahkan menjadi musuh mereka, walaupun itu bukan karena keinginanku. Aku menyadari bahwa selama ini tujuanku untuk menjadi kuat karena dua hal, menjadi pemimpin atau dipimpin, dan aku merasa tidak ditakdirkan menjadi seorang pemimpin. Tuan, aku ingin mengabdikan diriku pada tuan," ucap dengan serius.


" Tuan, Klan Naga masih ada, mengapa tuan tidak kembali dan mengabdi pada mereka saja."


Long Yu Wei menggelengkan kepalanya.


" Kembalipun percuma, karena itu sama saja aku mengantar nyawa. Aku tidak ingin melakukan hal bodoh itu, karena aku tidak ingin kekuatan yang telah aku bangun hilang begitu saja. Setidaknya dengan tidak mati dan melayani tuan, aku rasa itu jauh lebih baik daripada mati sia-sia. Penguasa Qing Ruo, aku Long Yu Wei Naga terbuang dari gerbang sembilan naga, bersumpah akan menjadi pelayan setia anda." Berlutut di hadapan Qing Ruo dengan hormat.


" Tuan Long Yu Wei, Anda terlalu gegabah. Menjadi pelayanku itu artinya menjadi budak. Apakah tahu arti budak itu?" Dengan tatapan tajam.


" Hamba mengerti penguasa." Dengan sungguh-sungguh.


" Lalu bagaimana jika aku ternyata lebih lemah dari Anda?"

__ADS_1


" Maksud Penguasa?"


" Tuan Long Yu Wei, aku hanyalah semi abadi tingkat tiga," jawab Qing Ruo, membuat sosok yang masih berlutut di hadapannya itu terdiam.


" Hamba telah membuat keputusan. Jika demikian, biarkan aku melindungi Penguasa." dengan sungguh-sungguh.


" Baik," ucap Qing Ruo lalu melepaskan rantai jiwa, lalu menembakan darah emasnya.


" Seraplah," ucap Qing Ruo.


" Baik Penguasa...." sambil membiarkan rantai emas dengan kekuatan petir mengikat jiwanya, lalu mengambil sikap duduk dengan hormat dan mulai menyerap kekuatan darah emas tersebut.


Tiba-tiba dari tubuhnya muncul kekuatan petir yang cukup kuat, dan mulai mengedar dari tubuhnya.


Tidak lama kemudian, kekuatan darah emas itu akhirnya selesai diserap.


" Long Yu Wei, mulai saat ini kamu telah menjadi pelayanku. Namun kesetiaan seorang pelayan haruslah diuji. Apakah benar demikian?"


" Benar penguasa," jawab dengan hormat.


" Swhuss..." Pedang Xue Luo muncul, mengambang di hadapannya.


" Ambil Pedang itu, dan gorok lehermu!" ucap Qing Ruo dengan dingin.


" Pe-penguasa..." ucapnya terbata, menatap Qing Ruo yang tiba-tiba menjadi sosok yang sangat dingin.


" Apakah kamu lupa dengan janjimu?" dengan tatapan tajam.


Long Yu Wei terdiam sesaat, menatap pedang biru keemasan yang sesekali melepaskan kekuatan petir, masih mengambang di hadapanmya.


Setelah diam cukup lama.


Dengan tangan bergetar, Long Yue lalu meraih pedang itu, menatap Qing Ruo yang bahkan tidak mengubah sedikitpun raut wajahnya.


" Hais, mengapa takdirku harus seperti ini," batinnya.


" Se-semoga kematianku berguna bagi penguasa," ucapnya pelan.


" Swhuss..." Pedang itu bergerak menyayat lehernya. Namun betapa terkejutnya Long Yu Wei saat pedang yang sangat tajam itu bahkan tidak melukainya.


" Pe-penguasa ini..?"menatap Qing Ruo dengan penasaran.


" Ini adalah pedang Xue Luo. Pedang yang hanya bisa membunuh musuh-musuh Shen Luo. Jika sebelumnya kamu tidak menyerap kekuatan darahku, mungkin kamu juga sudah mati," ucap Qing Ruo menjelaskan, membuat Long Yu Wei terdiam.


" Bangunlah. Pedang itu milikku. Apabila kamu bertemu dengan seseorang yang menggunakan pedang ini, bantu dia, karena dia juga orang-orangku." Dengan ramah.


" Terima kasih penguasa." Dengan hormat


" Baiklah, beristirahatlah di tempat ini. Aku ada sedikit urasan, nanti Huo Mingzhi akan membawamu untuk tinggal di istana Naga Emas. Jika perlu sesuatu, tanyakan dan minta padanya."


" Baik penguasa."

__ADS_1


Setelah berkata-kata, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu, lenyap dari pandangan Long Yu Wei yang tampak begitu senang.


👉***Masih satu bab ya kakak-kakak***..🙏


__ADS_2