Sang Penguasa

Sang Penguasa
265. Pembicaraan Qing Ruo dan Para Pelayan.


__ADS_3

Di dalam kamar.


Qing Ruo yang telah menyegel ruangan itu mempersilakan Mayi Xian dan Mayi Cao duduk pada kursi yang tersedia.


" Terima kasih, penguasa...." Dengan sikap hormat.


" Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kalian," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Baik penguasa."


" Swhus... Swhus...." Long Chen, Long Yu Wei, Long Fu, Long Qe, Mao Tang, Mayi Gui, Hu Yan Lan, Mao Bing, Ying Yin dan Mao Lei muncul di tempat itu.


" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Duduklah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


Setelah Long Chen dan rombongannya duduk, Qing Ruo lalu memulai pembicaraan tersebut dengan tenang.


" Terima kasih, kesediaan kalian merelakan diri menemani perjalananku adalah kehormatan dan keberuntungan yang tak terhingga. Harapanku, setelah kalian mengetahui latarbelakangku, kalian tidak menjadi kecewa."


" Penguasa muda, terima kasih. Menjadi pelayan Anda adalah kehormatan kami, dan kami juga berharap dapat melayani anda dan tidak membuat Anda kecewa," ucap Long Yu Wei mewakili saudara-saudaranya yang lain dengan hormat.


" Terima kasih," ucap Qing Ruo menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu mengeluarkan minuman dari cincin penyimpanannya, menuangkan minuman pada gelas dan memberikannya pada Long Yu Wei dan rombongannya.


" Terima kasih penguasa," ucap Long Yu Wei dan rombongannya dengan hormat, lalu menyesap minumanya dengan hormat.


" Ada hal penting yang ingin aku bicarakan," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Silakan, penguasa...."


" Kalian semua pasti sudah tahu tujuan kedatanganku ke wilayah gerbang es hitam. Selain untuk memenuhi janjiku pada Jine Xu dan saudaranya, aku juga sedang membangun kekuatan aliansi untuk menghancurkan Shen Luo trah kedua beserta seluruh klan yang setia padanya," ucap Qing Ruo dengan tatapan menyala, membuat long Yu Wei dan rombongannya bergidik.


" Ini bukan kebecian, tapi kemarahan yang didasari oleh kesadaran. Trah kedua telah telah mendapatkan yang terbaik, namun mereka bukannya berterima kasih, justru menjadi orang-orang serakah yang tidak tahu diri, dan aku tidak pernah menoleransi hal seperti itu. Dan pembicaraan ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan rencana tersebut," ucap Qing Ruo sambil menceritakan misinya yang mulai membangun kekuatan di kawasan utara.


" Misiku adalah membangun kekuatan dengan klan dewa kuno, salah satunya dengan Shen Guoshi Hua, dan kali ini dengan Shen Guoshi Yin. Namun sebelum itu, aku akan memperbaiki kekacauan yang ada, lalu membuat pondasi klan Yin menjadi lebih kuat dan lebih baik lagi. Apa pendapat kalian mengenai hal ini?" tanya Qing Ruo dengan serius.


" Penguasa, dengan latar belakang dan kekuataan yang kita miliki saat ini, bukankah itu sudah lebih dari cukup," ucap Hu Yan Lan berpendapat.


" Apakah maksudmu dengan Shen Guoshi Xiong Mao dan kehadiran guru Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming?"

__ADS_1


" Benar penguasa," jawab Hu Yan Lan dengan hormat.


Qing Ruo menganggukan kepalanya sambil tersenyum santai.


" Untuk membunuh ular, orang lain mungkin akan memotong kepalanya, tapi aku tidak. Aku akan memotong dari kepala sampai ekornya tanpa sisa. Selain itu, ular di klan trah kedua tidak hanya satu."


" Kami mengerti penguasa, Itu berarti kita memang harus memerlukan banyak pasukan," ucap Hu Yan Lan menanggapi.


" Dalam peperangan besar nanti, aku tidak hanya ingin menghancurkan Luo Liang sebagai pemimpin yang memiliki ide liar yang jahat itu, tapi aku juga akan menghancurkan semua yang mendukung ide jahatnya tanpa terkecuali. Selain menghindari masalah di masa yang akan datang, perlu kalian ketahui, peperangan ini bukanlah merebut wilayah kekuasaan, dimana setelah kita hanya menaklukan patriark klan, lalu dapat membuat mereka tunduk. Shen Luo trah kedua yang tidak tahu diri ini harus dilenyapkan hingga ke akar-akarnya." Dengan tatapan menyala.


" Penguasa, kami mengerti," ucap Hu Yan Lan dan rombongannya dengan serius. Mereka akhirnya menyadari bahwa kehadiran sosok yang abadi Xiong Mao Tian, Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming masih belum mampu menyapu bersih musuh utama Shen Luo trah pertama, terlebih lagi dalam peperangan itu Qing Ruo bahkan tidak dapat menggunakan kekuatan pasukan Shen Guoshi Qing dan Shen Guoshi Ling.


" Penguasa, lalu apa rencana kita?" tanya Long Yu Wei.


" Mempersiapkan penyerangan di gunung Langit Yin. Sebelumnya aku telah bekerjasama dengan patriark Shen Jin, Jin Kong, dan kali ini dengan kota Gu Lu yang akan menjadi markas pasukan kita, namun yang menajdi masalah utama saat ini adalah kota ini sudah berada di bawah tekanan Yin Zuo."


" Apakah maksud Penguasa, pasukan bantuan dari klan Jin itu akan kita tempatkan di kota Gu Lu ini?" tanya Ying Yin.


" Benar," jawab Qing Ruo.


" Itu berarti akan membuat pergerakan besar. Selain itu, jika kita langsung membersihkan orang-orang dari klan Yin, maka hal ini akan menarik perhatian dari kekuatan utama mereka," ucap Long Chen berpendapat.


" Ini akan menjadi kesulitan utama kita, karena dengan adanya pergerakan besar, itu akan membuat mereka merasa di bawah tekanan, bisa saja setiap kubu yang bertentangan menurunkan egonya lalu menyatukan kekuatan mereka," ucap Mayi Gui dengan serius.


" Benar," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Penguasa, ini terlalu sulit," ucap Mao Bing dengan serius.


" Mengenai masalah itu kita bisa memecah pasukan mereka dengan keterlibatan klan Shi, yang kini telah mengambil alih sebagian wilayah Klan Yin," jawab Qing Ruo.


" Maksud penguasa, mengadu pasukan mereka dengan Klan Shi, dan memanfaatkan kekacauan itu untuk mengerahkan pasukan Klan Jin di kota Gu Lu?" tanya Hu Yan Lan.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Benar, apakah itu sulit?"


Hu Yan Lan dan rombongannya menggelengkan kepalanya, yang akhirnya mulai mengerti rencana Qing Ruo tersebut.


" Namun yang paling penting adalah melakukan penyelidikan, karena kita harus mengetahui kekuatan utama mereka," ucap Qing Ruo.

__ADS_1


" Baik penguasa."


" Baik, aku akan membagi tugas. Ying Yin, Mayi Xian dan Mayi Cao, kalian aku tugaskan untuk membantu patriark Jin Kong membawa pasukan mereka ke kota ini. Long Qe, Long Fu, Mao Tang dan Mao Lei, kalian bertugas mengawasi kota ini, dan yang lainnya akan ikut bersamaku melakukan penyelidikan di gunung Langit Yin. "


" Baik penguasa. Tapi bagaimana dengan orang-orang klan Yin yang ada di kota ini?" Tanya Long Yu Wei.


" Tugas ini aku serahkan pada prajurit kota Gu Lu. Long Qe, Long Fu, Mao Tang dan Mao Lei, bantu prajurit kota menangani prajurit klan Yin."


" Baik penguasa, kami mengerti...."


" Baik, apakaha ada pertanyaan?"


" Penguasa, lalu bagaimana dengan membuat kekacauan itu?" tanya Mao Bing.


" Kita akan bergerak setelah kita selesai melakukan penyelidikan, namun yang harus kita lakukan adalah membuat kesepakatan dengan kota Gu Lu." jawab Qing Ruo.


" Baik penguasa....."


" Swhus...swhus...." Pendeng Xue Luo muncul di hadapan mereka, lalu bergerak menuju Mao Bing, Mao Tang, Mayi Gui, Mayi Xian, Mayi Cao, Ying Yin dan Hu Yan Lan.


" Ini adalah pedang Xue Luo, sebagainya tanda bahwa kalian adalah orang-orang kepercayaanku. Jika kalian melihat ada orang lain yang menggunakan pedang ini, itu berarti mereka adalah saudara kalian," ucap Qing Ruo.


" Baik, penguasa...." Sambil meraih pedang tersebut.


Setelah Hu Yan Lan dan rombongannya membuat kontrak darah dengan pedang tersebut, Qing Ruo lalu mengakhiri pembicaraannya.


" Setelah pertemuan dengan pemimpin kota Gu Lu, Ying Yin, Mayi Xian dan Mayi Cao, kalian bertiga sudah bisa membuat persiapan dengan menyiapkan rute yang akan di lewati. Long Qe, Long Fu, Mao Tang dan Mao Lei, kalian juga sudah mulai bergerak menyelidiki kekutan klan Yin di kota ini. Tapi ingat, jangan melakukan pergerakan yang berarti. Selain itu sekecil apapun informasi yang kalian peroleh, segera laporkan padaku."


" Baik penguasa..."


" Baik, beristirahatlah," ucap Qing Ruo sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


" Baik penguasa...."


Satu persatu mereka memasuki dunia jiwa, kecuali Mayi Xian dan Mayi Cao yang masih berada di tempatnya.


" Mayi Xian, Mayi Cao, aku akan beristirahat," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik penguasa....." lalu berjaga di dalam ruangan itu, sedangkan Qing Ruo lalu mengambil sikap duduk dan berkultivasi dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2