
Qing Ruo dan rombongannya terdiam, menatap tiga sosok yang sedang memulihkan diri di dalam kolam langit yang ada di dalam gua tersebut. Dua di antaranya adalah naga perak mata emas, hewan buas semi abadi tingkat lima dan sosok pria paruh baya dengan kultivasi semi abadi tingkat enam.
" Sangat kuat. Tidak heran dia dapat mengetahui tempat yang telah di sembunyikan oleh Hua Zun, dan menyegelnya lorong gua dengan formasi tingkat tinggi. Daratan ilahi benar-benar penuh dengan misteri, dan di isi oleh latar belakang kekuan yang berbeda," Qing Ruo membatin dan memahami alasan orang-orang dari daratan ilahi yang selalu bertindak dengan hati-hati.
" Penguasa," ucap Murong Jianyu membuyarkan lamunan Qing Ruo.
" Aku rasa mereka sudah mengetahui kedatangan kita," ucap Qing Ruo menunjuk ke arah naga perak yang telah membuka matanya, yang langsung menembakan sisik peraknya.
" Swhus .... Swhus..." Kilatan cahaya perak melesat, menyerang Qing Ruo dan rombongan, yang langsung dihadang oleh Heian Bai dan Dalu Rong.
" Dhuar.... dhuar...." Ledakan keras mengguncang tempat itu, mendorong Heian Bai dan Dalu Rong hingga tiga meter.
" Sangat kuat. Kekuatan hewan buas tingkat lima ini sama dengan tingkat enam, bahkan mampu melawan Semi abadi tingkat tujuh, tapi untung saja naga tingkat rendah," Qing Ruo membatin saat melihat naga perak yang terus melepaskan tembakan sisik peraknya, tanpa menggunakan kekuatan petir.
" Penguasa muda, bagaimana ini?" Tanya Hua Zun.
" Tidak ada pilihan. Mereka menyerang duluan. Itu berarti mereka ingin membunuh kita. Lagipula sang tuan bahkan tidak menghentikan tindakan peliharaannya."
" Penguasa muda benar. Mari kita selesaikan ini secepatnya." Hua Thong bergerak melepaskan tembakan tombak emas pada kedua naga perak tersebut.
Hua Zun, lalu membagi kelompoknya menyerang kedua naga perak tersebut, sedang Qing Ruo dan Hua Zhen, menunggu kesempatan untuk melepaskan serangan mereka.
Walupun pertempuran sengit terjadi di dalam ruangan itu, tetapi sosok pria paruh baya yang sedang memulihkan dirinya di tengah kolam langit itu bahkan tidak bergeming sedikitpun.
" Swhuss... Swhus..." Qing Ruo dan Hua Zhen bergerak menghindari serangannya naga perak tersebut, sambil melepaskan pukulannya.
Lima menit kemudian, setelah bertukar ratusan jurus dan pukulan, kedua ekor naga perak itu mulai kewalahan, terlebih lagi dengan kondisi mereka yang masih terluka parah, membuat Heian Bai dan rombongannya merasa sedikit lebih di untungkan.
Melihat posisi mereka yang tidak menguntungkan, kedua naga perak itu mengubah gaya serangannya, yaitu dengan memusatkan serangannya pada satu orang.
" Dhaur..." Heian Bai terlempar hingga menghantam dinding gua. Namun belum sempat naga perak itu melepaskan serangan susulan, Qing Ruo dengan balutan petir abadi pada tangan kanannya, melesat, melepaskan tinjuan pada sang naga.
" Dhuar..." tinjuan kerasnya beradu dengan kepala naga perak tersebut, membuat mereka saling terlempar hingga menghantam dinding gua.
" Roargh...." Naga perak itu meraung keras, dan tampak ketakutan, membuat Heian Bai dan rombongannya keheranan.
" Saudara," ucap Hua Zhen, bergerak menolong Qing Ruo yang terpental hingga menghantam dinding gua.
" Tenanglah," ucap Qing Ruo sambil berdiri dan memulihkan kekuatannya, menatap naga perak yang sepertinya mengenal jurus tapak naga emas ilahi yang barusan dia gunakan.
__ADS_1
" Kita bukan lawan mereka," ucap Hua Zhen sambil membawa Qing Ruo menjauh.
Di sisi lain. Dalu Rong dan Murong Jianyu langsung bergerak menyerang, menggunakan kesempatan itu melepaskan serangan terkuatnya pada naga perak tersebut.
" Dhuar...dhuar..." serangan mereka melukai naga, menyibakkan sisik perak dari tubuhnya.
" Swhus...." Darah segar menyembur dari tubuhnya, menggenai kolam langit membuat pria paruh baya yang sebelumnya tidak bergeming dari kolam itu membuka matanya.
" Kepa**t! Tidak tahu diri. Menganggu saja!" Teriaknya murka menatap Heian Bai dan rombongannya yang sedang berusaha membunuh kedua naga perak di hadapannya.
" Roargh.. roargh..." Kedua naga perak yang menjadi bulan-bulanan Heian Bai dan rombongannya itu meraung kesakitan.
" Argh..." pria paruh baya itu meraung murka, bergerak menyerang.
" Swhus...." Tapak air transparan muncul, menampar Heian Bai dan rombongannya. Namun dengan segera di hadang oleh Hua Zun dan Hua Thong.
" Dhuar...." Ledakan dahsyat menggetarkan seluruh gua, membuat Qing Ruo sedikit cemas.
" Shwus... swhus...." Hua Zun dan Hua Thong terlempar hingga menghantam dinding gua, yang langsung bergerak menyerang kembali.
Di sisi lainnya. Heian Bai, Dalu Rong dan Murong Jianyu berusaha membunuhnya naga perak yang telah terluka parah itu secepatnya, supaya dapat membantu Hua Zun dan Hua Thong yang begitu kewalahan melawan pria paruh baya tersebut.
" Trark...." Ledak petir emas kehitaman muncul, menyelimuti kedua tangannya.
Melihat Qing Ruo yang akan menyerang kembali, membuat kedua naga perak itu bergerak mundur, seakan mencari tempat untuk melarikan diri, membuat Heian Bai dan rombongannya begitu keheranan. Sebelumnya mereka dapat melihat naga perak yang terkena pukulan Qing Ruo begitu ketakutan, dan kini mereka melihat reaksi itu kembali.
" Swhus...." Qing Ruo bergerak Zig-zag melepaskan pukulannya kearah salah satu naga tersebut.
" Dhuar.... Dhuar... " Ledakan keras bergema membuat naga perak tersebut terdorong yang langsung di gunakan oleh Heian Bai dan Dalu Rong melepaskan serangan terkuatnya mereka.
" Dhuar... Dhuar ..." Tubuh naga itu terlempar keras, menghantam dinding gua dan melukainya dengan dengan parah.
" Roargh...." Naga perak tersebut meraung kesakitan, berusaha untuk bangkit. Namun Tebasan susulan Murong Jianyu memotong tubuhnya.
" Roargh...." sosok naga perak itu meraung keras bersamaan dengan tubuhnya yang roboh.
" Argh...." Teriak Pria paruh baya yang sedang bertarung melawan Hua Zun dan Hua Thong menjadi kalap saat melihat salah satu naga peraknya yang kini sudah tidak bernyawa.
" Mati ..! Teriaknya, melepaskan pukulan yang langsung di hadang oleh Hua Zun dan Hua Thong.
__ADS_1
" Dhuar .. dhuar...." Ledakan serangan tapak air beruntun mendorong Hua Zun dan Hua Thong hingga mengenai dinding gua.
" Saudara Bai, saudara Rong, bantu tetua. Serahkan Naga perak ini pada kami..." ucap Qing Ruo.
" Baik," jawab Heian Bai dan Dalu Rong, bergerak meninggalkan Qing Ruo dan Jianyu melawan naga perak tersebut.
" Swhuss...." Hua Zhen muncul melepaskan tebasan pedang emas, membantu Qing Ruo dan Jianyu.
Setiap kali naga perak akan menyerang, Qing Ruo muncul melepaskan pukulan tapak emas naga ilahi, yang memiliki kekuatan mendindas kekuatan darah sang naga dan mengacaukan serangannya.
" Roargh..." naga perak itu frustrasi, berusaha menghindar dari pertempuran itu.
" Jianyu, Saudara Zhen," teriak Qing Ruo meminta mereka untuk menghadang naga perak yang terlihat menghindari kehadiran Qing Ruo tersebut.
" Swhuss...swhus...." Hua Zhen dan Murong Jianyu bergerak zig-zag, melepaskan tebasan pedang emas, mempersempit ruang gerak sang naga yang sangat murka tersebut.
" Swhus..." Qing Ruo muncul di hadapannya melepaskan pukulan tapak Naga emas ilahi dengan beruntun.
" Dhuar... Dhuar...." Naga perak itu terlempar Hingga menghantam dinding gua, bersamaan dengan sosok Qing Ruo yang juga terlempar hingga menghantam langit-langit gua.
" Roargh..." raungannya kesakitan berusaha untuk bangun dan memulihkan diri, yang langsung di gunakan oleh Murong Jianyu melepaskan tebasan pedang petirnya.
" Dhuar...." tebasan pedang petir itu melepas sisik perak dari tubuhnya yang langsung di gunakan boleh Qing Ruo melepaskan seranganya.
" Swhus.... swhus...." Pisau hitam melesat menyerang bagian tubuh yang menyemburkan darah segar tersebut.
" Roargh..." Sang naga meraung kesakitan, membuat Murong Jianyu dan Hua Zhen tampak begitu heran.
" Sekarang!" Teriak Qing Ruo, menjauh sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
" Swhus..." Tebasan pedang Hua Zhen dan Murong Jianyu dengan kekuatan yang berbeda itu memotong tubuh sang naga yang sudah tidak tidak memiliki tenaga untuk melawan tersebut.
" Swhus...." Darah hitam kebiruan menyembur dari tubuhnya, membuat Hua Zhen dan Murong Jianyu akhirnya mengerti bahwa naga tersebut terkena serangan racun.
" Swhus... swhus..." pisau hitam melesat keluar dari tubuh naga perak, menghampiri Qing Ruo, membuat Hua Zhen bergidik.
" Teknik dan keterampilan tempur penguasa muda Qing Ruo sangat mengerikan..." Hua Zhen dan Murong Jianyu membatin.
" Jenderal, saudara Zhen," ucap Qing Ruo memanggil mereka untuk membantu Heian Bai dan para tetua yang sedang bertempur melawan pria paruh baya yang kini mengamuk.
__ADS_1