
Di hadapan Yuan Liu dan yang tampak kebingungan. Jin Kong mencoba menerka rencana Qing Ruo yang dari awal tidak dia pahami.
" Tuan Mayi Xian, apa yang sedang tuan muda Qing Ruo rencanakan?" tanya Jin Kong, yang sudah tidak dapat menahan diri berbicara melalui telepati.
" Tuan, aku juga tidak tahu," jawab Mayi Xian yang juga ikut penasaran.
Di hadapan mereka, tiba-tiba Yuan Shui mengambil sikap hormat.
" Tuan muda Qing Ruo, patriark Jin Kong, aku Yuan Shui, pemimpin kota Gu Lu memohon bantuan," ucapnya dengan serius. Tidak hanya itu, Yuan Shui juga memberikan Qing Ruo cincin penyimpanan.
" Tuan muda, ini adalah benda yang dijanjikan oleh putriku sebelumnya, mohon diterima," ucapnya dengan sungguh-sungguh.
Di hadapan Yuan Shui, Jin Kong yang berada di sisi Qing Ruo hanya terdiam, namun tatapan Yuan Shui yang itu membuatnya berbicara.
" Yang Mulia, keputusannya aku serahkan pada tuan muda Qing Ruo," ucapnya dengan hormat, menatap Qing Ruo yang tampak sedang berpikir.
" Bahkan sosok abadi begitu menghormatinya, apalagi kita klan kecil," ucap Yuan Liu berbicara pada Yuan Ding dan rombongannya melalui telepati.
" Itu berarti kedudukan Qing Ruo benar-benar lebih tinggi dari Jin Kong," ucap Bei Xing menimpali.
Di hadapan mereka. Qing Ruo yang begitu tenang, menenangkan diri dari kegembiraannya, karena rencananya agar Yuan Shui segera menyerahkan bejana langit berjalan dengan lancar.
" Apakah itu berarti yang mulia akan menerima semua syarat yang akan kami ajukan?" tanya Qing Ruo dengan tatapan serius.
" Benar, tuan muda," jawab Yuan Shui dengan hormat.
" Baik, itu berarti kami memiliki otoritas yang sama sepertinya anda di kota ini, apakah benar demikian?"
" Benar tuan muda," jawab Yuan Shui dengan pasrah. Walaupun di dalam hatinya tidak rela dengan pernyataan tersebut, namun Yuan Shui juga tidak memiliki pilihan.
" Baik, permohonan Yang mulia kami terima," ucap Qing Ruo dengan sungguh-sungguh, sambil menerima cincin penyimpanan tersebut.
" Baik tuan muda, terima kasih." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Tindakan Qing Ruo yang menerima cincin penyimpanan Yuan Shui, dan kesediaannya membantu kota Gu Lu membuat Yuan Liu dan rombongannya merasa lega.
" Akhirnya kita selamat," ucap Bei Xing berbicara pada rombongannya dengan gembira.
" Semoga demikian," ucap Yuan Ding penuh harap.
" Mari tuan muda, kita lanjutkan pembicaraan di dalam istana," ucap Yuan Shui dengan hormat.
" Baik," jawab Qing Ruo sambil membawa rombongannya bergerak perlahan mengikuti Yuan Shui dan rombongannya.
__ADS_1
Di sisi Qing Ruo. Jin Kong yang terus bergerak dengan tenang itu akhirnya memahami rencana Qing Ruo.
" Ternyata dari awal selain ingin mengincar hadiah yang di janjikan, tuan muda juga ingin posisinya di kota ini diakui dengan mutlak. Benar-benar strategi yang luar biasa." Batinnya sambil terus bergerak dengan tenang.
*****
Di dalam aula istana.
Xui Gong, Lu Dan dan rombongan menjelaskan latar belakang Qing Ruo pada semua orang dengan serius.
" Perlu kalian ketahui, selain sebagai penguasa muda hutan gelap, tuan muda Qing Ruo juga memilikinya darah murni klan dewa kuno lainnya, Shen Guoshi Ling," ucap Lu Dan, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu tampak terkejut, namun sebagian dari mereka tidak memercayai hal itu begitu saja.
" Apakah di dalam ruangan ini ada yang merasakan getaran dan mendengar ledakan suara pertempuran sebelumnya?" Tanya Xui Yen.
" Maksud jenderal?" tanya seorang patriark dengan serius.
" Perlu saudara sekalian ketahui, bahwa beberapa waktu yang lalu telah terjadi pertempuran di luar istana, dimana dua pelayan tuan muda Qing Ruo menghajar lima murid klan Yin dan menghnacurkan kultivasi mereka."
" Benarkah? Tapi bagaimana bisa?" Tanya semua orang keheranan, karena mereka benar-benar tidak merasakan ada getaran pertempuran tersebut.
" Itu karena segel cakram langit Ling," ucap Xui Gong menjelaskan pertempuran tersebut dengan rinci.
Pada saat mereka sedang membicarakan masalah itu dengan serius, tiba-tiba Yuan Shui yang membawa Qing Ruo dan rombongannya memasuki ruangan.
" Tuan muda Qing Ruo, patriark Jin Kong," ucap mereka dengan hormat.
Setelah Qing Ruo dan Jin Kong menempati kursi kehormatan, Yuan Shui lalu membuka pembicaraan tersebut.
" Para patriark dan saudara sekalian, dengan ini aku menegaskan bahwa tuan muda Qing Ruo dan Patriark Jin Kong memiliki kuasa penuh seperti diriku," ucap Yuan Shui dengan serius.
" Baik Yang mulia," ucap semua orang yang ada di dalam ruangan itu dengan hormat.
Walaupun sebagian diantara mereka tidak setuju dengan pernyataan tersebut, namun mereka hanya bisa terdiam dan menyadari bahwa Yuan Shui pasti sudah memikirkan masalah itu dengan serius.
" Tuan muda Qing Ruo, patriark Jin Kong, sekali lagi terima kasih. Sebelumnya kami telah membahas rencana mengenai keinginan kami untuk melepaskan diri dari cengkraman klan Yin. Dengan kekuatan kami saat ini, melakukan perlawanan itu tidak ubahnya dengan bunuh diri. Mohon solusi tuan muda dan patriark," ucap Yuan Shui dengan serius.
Qing Ruo dan Jin Kong menganggukkan kepala .
" Tuan muda," ucap Jin Kong mempersilakan Qing Ruo untuk berbicara.
Qing Ruo menganggukan kepalanya, menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
" Jika demikian, berapa banyak kekuatan yang kalian miliki saat ini?" dengan wajah serius.
__ADS_1
" Total kekuataan kami saat ini seratus dua puluh lima ribu prajurit, namun setengah dari mereka, enam puluh dua ribu lima ratus orang adalah para pendekar dibawah tingkat semi abadi. Tiga puluh lima ribu adalah pendekar semi abadi tingkat dasar, tujuh belas ribu semi abadi tingkat dua hingga tingkat empat, dan sisanya sepuluh ribu lima ratus adalah para pendekar semi abadi tingkat lima dan tingkat tujuh," ucap Yuan Shui menjelaskan dengan rinci.
Qing Ruo dan Jin Kong terdiam menatap semua orang yang ada di dalam ruangan dengan menggelengkan kepala.
" Sebaiknya para pendekar yang berada di bawah tingkat pendekar semi abadi tidak dilibatkan, termasuk semi abadi tingkat dasar hingga tingkat dua, karena mereka hanya akan menjadi daging mati," ucapnya dengan serius.
" Baik tuan muda, lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Yuan Shui.
" Pertama aku ingin tahu peta wilayah di dalam kota yang tidak tersentuh oleh orang-orang klan Yin," jawab Qing Ruo.
" Baik tuan muda," ucap Yuan Shui lalu meminta Yuan Ding menghamparkan peta kota di tengah ruangan itu.
" Tuan muda, di dalam kota ini hanya ada lima tempat yang aman dari pengawasan mereka, mulai dari kawasan istana putri, klan Bei, klan Tu, klan Nan, dan klan Gu," ucap Yuan Ding sambil menunjuk letak klan tersebut.
" Apakah ada perwakilan dari keempat klan itu?" tanya Qing Ruo sambil mengedarkan pandangannya.
" Ada tuan muda," jawab Yuan Shui sambil meminta para pemimpin klan itu
memperkenalkan diri.
" Bei Xing patriark klan Bei, tuan muda." sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Tu Qin patriark klan Tu...."
" Nan Cheng patriark klan Nan."
" Gu Shan dari klan Gu, tuan muda." sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Baik, terima kasih.Kami akan menempatkan lima puluh ribu pasukan di kota ini, dan membagi mereka di setiap klan dengan merata," ucap Qing Ruo menjelaskan kekuatan pasukan itu dengan rinci, membuat Yuan Shui dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu tampak terkejut.
" Ternyata mereka benar-benar telah siap berperang. Tiga puluh ribu pendekar semi abadi tingkat tiga hingga tingkat empat. Sepuluh ribu pendekar semi abadi tingkat lima dan lima ribu di tingkat enam dan lima ribu di tingkat tujuh. Ini benar-benar kekuataan yang kuat biasa," ucap Yuan Shui dan semua orang yang ada di dalam ruangan membatin ngeri.
" Adapun lima ribu pasukan tambahan yang merupakan para pendekar semi abadi tingkat delapan, akan kami tempatkan di dalam kawasan istana terlarang," ucap Jin Kong menambahkan membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu ternganga.
" Klan Jin benar-benar kuat," ucap semua orang membatin.
" Tuan muda, pasukan bantuan yang anda sebutkan sebelumnya bukanlah jumlah yang sedikit, bagaimana cara anda menempatkannya di kota ini?" Tanya Bei Xing dengan serius.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Memindahkan jumlah pasukan yang sangat banyak bukanlah hal mudah, mengenai hal itu, aku perlu kerjasama kalian," ucapnya dengan serius.
" Baik tuan muda," ucap mereka dengan serius.
__ADS_1