
Di tempat lain.
Wilayah perbatasan puncak Zhu Yin dengan puncak Xi Yin, Yin Nanjing bersama rombongannya yang terus bergerak mendahului Qing Ruo menuju tempat itu tiba-tiba memperlambat pergerakan mereka.
" Saudara Nanjing, ada apa?" tanya seorang prajurit dengan saran.
" Sebaiknya kita menunggu saudara Jinxuan," jawab Yin Nanjing dengan santai.
" Baik saudara," sambil bergerak menuju pohon raksasa dan bertengger pada dahannya.
Pada saat prajurit itu akan berbicara, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan aktifnya perisai segel kabut hitam yang mengunci puncak Zhu Yin.
" Saudara, sepertinya telah terjadi sesuatu," ucap Yin Nanjing dengan serius.
" Benar," ucapnya sambil bergerak mengikuti Yin Nanjing menuju wilayah perbatasan dengan cepat.
****
Di wilayah perbatasan selatan.
Qing Ruo yang sedang bergerak menuju perbatasan selatan, juga dikejutkan dengan kemunculan perisai kabut hitam tersebut.
" Swhus..." cakram emas muncul, melesat mendahului sosoknya, membelah perisai tersebut.
" Dhuar...." ledakan dahsyat bergema, menggetarkan tempat itu dengan hebat.
" Apa! bagaimana bisa ..." ucap Qing Ruo terkejut, sambil mempercepat pergerakannya.
" Swhuss...." sosoknya melewati celah yang telah di buat cakram emas, dengan terus bergerak menuju wilayah barat untuk mengalihkan perhatian prajurit elit yang langsung muncul di tempat itu.
" Swhus.. swhus..." Puluhan prajurit elit yang merupakan para pendekar Semi Abadi tingkat delapan tahap menengah muncul di tempat itu.
" Menyebar...!" ucapnya Yin Zhanshi Zhe yang memimpin pasukan memberi perintah, sambil mengabari Yin Baohu dan Yin Gu Jian yang berada di tempat lain.
" Swhus.... swhus...." puluhan prajurit itu langsung melakukan pengejaran dan menyebar ke berbagai arah.
***
Di tempat lain.
Yin Baohu dan Yin Gu Jian yang sedang bergerak menuju perbatasan utara, di kejutkan dengan kemunculan ledakan keras di wilayah perbatasan selatan, serta laporan dari Yin Zhanshi Zhe.
" Badj***n! Kita tertipu..." teriaknya murka, karena merasa dipermainkan, sambil bergerak kembali menuju arah selatan.
" Jiak tertangkap, akan ku cincang sosok itu!" teriaknya Yin Gu Jian dengan sangat kesal.
***
Di dalam dunia jiwa.
Kelima prajurit elit Puncak Zhu Yin yang tiba-tiba muncul di puncak gunung di wilayah selatan dunia jiwa, menjadi bulan-bulanan Long Chen, Yuan Bai dan Yuan Hei, yang kebetulan berada ditempat itu.
" Tuan tolong hentikan tuan, kami menyerah," ucap pemimpin pasukan itu memohon, namun tidak tidak menggubris oleh Yuan Bai dan Yuan Hei.
" Dhuar.... dhaur .." ledakan dahsyat terus bergema dengan keras saat tongkat emas itu terus beradu dengan tubuh kelima prajurit elit tersebut.
__ADS_1
" Saudara, jangan sampai mereka mati..." ucap Long Chen mengingatkan.
" Saudara tenanglah," ucap Yuan Hei dengan tenang.
*****
Di tempat lain.
" Swhus... Swhus....." sosok Qing Ruo bergerak menuju kawasan puncak Xi Yin yang merupakan wilayah dari kubu selatan dengan cepat, meninggalkan puluhan aura yang bergerak di belakangnya.
Pada saat terus bergerak, tiba-tiba Qing Ruo melihat danau es hitam yang melepaskan aura kematian.
" Tidak ada pilihan," batinnya lalu bergerak menuju tempat itu.
" Swhus..." sosoknya melesat, memasuki danau yang ada di lembah gunung itu dan terus bergerak menuju dasar danau.
Setelah Qing Ruo memasuki danau hitam itu, puluhan prajurit elit puncak Zhu Yin bergerak melintasi tempat itu.
***
Di dasar danau.
Qing Ruo yang terus bergerak menuju dasar danau, dikejutkan dengan cahaya putih yang bersinar di dasar danau yang melepaskan kekuatan cahaya.
" Kekuatan cahaya," batinnya sambil bergerak menuju dasar danau yang tersegel tersebut.
Semakin dalam Qing Ruo memasuki dasar danau itu, semakin jauh pula cahaya tersebut bergerak.
" Aneh, apakah itu cahaya ilusi, tapi kekuataan cahaya yang dilepasknya cukup nyata," batinnya dengan heran.
Pada saat terus bergerak, tiba-tiba cahaya tersebut lenyap, bersamaan dengan membekunya danau tersebut.
" Lancang!" Teriak suara dari dasar danau berbicara pada pikiran Qing Ruo dengan murka, bersamaan dengan munculnya bola es yang melepaskan cahaya, menerangi tempat gelap tersebut.
" Swhus..." seorang pemuda dengan rambut putih terurai, keluar dari dalam bola es tersebut, menatap Qing Ruo dengan tajam.
" Sosok abadi," Qing Ruo membatin dengan sikap siaga.
" Mampu menahan serangan jiwa dan tidak gentar dihadapan ku, siapa kamu sebenarnya?" tanya sosok tersebut dengan penuh selidik.
Qing Ruo terdiam sesaat, mencoba mengenali sosok tersebut dengan mengingat informasi yang dia serap dari Yin Lao Weida sebelumnya.
" Ternyata dia adalah Yin Bei," batinnya menatap sosok tersebut dengan tenang.
" Pangeran Yin Bei, aku Qing Ruo." Menangkupkan tangannya dengan hormat, sambil mengubah tampilan wajahnya, bersamaan dengan lenyapnya aura darah klan Yin dari tubuhnya.
" Orang selatan, sangat berani dan begitu tenang," batinnya sambil memeriksa tingkat kekuatan Qing Ruo.
" Tuan Qing Ruo, apakah yang membuat kekacauan di istana Gerbang Es Hitam sebelumnya...?" Menatap Qing Ruo dengan santai.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Benar pangeran." Dengan sikap tenang.
" Apakah itu artinya tuan sedang melarikan diri?"
__ADS_1
" Benar, tapi tujuan awalku adalah puncak Nan Yin, namun karena aku tidak ingin membuat kegaduhan di tempat itu, aku lalu bergerak menuju puncak Xi Yin untuk melakukan pengalihan, namun prajurit yang mengejarku begitu dekat, sehingga aku harus bersembunyi tempat ini. Dan kebetulan sekali aku bertemu dengan pangeran," jawab Qing Ruo menjelaskan dengan jujur.
" Puncak Nan Yin?" Menatap Qing Ruo dengan tajam, sambil melepaskan aura yang mendominasi.
" Benar pangeran, aku memang ingin menemui Anda," jawab Qing Ruo.
" Oh, jika demikian ada urusan apa tuan ingin menemuiku?" tanya Yin Bei dengan penasaran.
Qing Ruo terdiam sesaat, lalu mengarahkan pandangannya pada Yin Bei dengan tenang.
" Pangeran, ini akan menjadi pembicaraan panjang dan aku perlu tempat yang tenang dan nyaman. Apakah boleh aku mengubah keadaan tempat ini?" tanya Qing Ruo dengan hormat.
Yin Bei yang menyadari tempat itu tidak cocok dengan keadaan Qing Ruo menganggukan kepalanya dengan pelan.
" Terima kasih pangeran," ucap Qing Ruo dengan hormat, lalu membuat segel tangan.
" Swhus...." Cakram Emas muncul dari kehampaan, membentuk bola emas raksasa, lalu mengurung mereka berdua.
" Swhus... swhus...." Beberapa cakram emas kecil lainnya muncul, membentuk meja dan kursi di dalam bola emas raksasa tersebut.
Di hadapan Qing Ruo, Yin Bei yang sebelumnya begitu tenang, tampak sedikit terkejut.
" Darah emas kuno lainnya. Ternyata dia memiliki latar belakang yang sangat mengerikan. Tidak heran dia bahkan tidak takut padaku," batinnya sambil bersikap tenang.
" Pangeran," ucap Qing Ruo mempersilakan Yin Bei menempati kursi dari cakram emas tersebut dengan hormat.
" Terima kasih, tuan," ucap Yin Bei dengan ramah.
" Sepertinya pangeran tidak terlalu tertarik dengan masalah yang terjadi sebelumnya," ucap Qing Ruo memulai perbincangan itu dengan tenang, sambil menuangkan arak rumput kristal yang diracik dengan buah abadi, lalu memberikannya pada Yin Bei.
" Terima kasih, tuan." Sambil meraih minuman itu dan menyesapnya dengan tenang.
" Tuan Qing Ruo, bukannya aku tidak peduli, tetapi memang tidak ada yang perlu dirisaukan, dan aku yakin tuan juga tidak bisa menggunakannya," ucapnya sambil memuji minuman yang Qing Ruo berikan.
" Pangeran benar, aku memang tidak bisa menggunakan Trisula tersebut, tetapi aku mengamankan Trisula Kegelapan untuk anggota klan Yin yang pantas menggunakannya," ucap Qing Ruo menanggapi.
" Maksud tuan?" tanya Yin Bei, menatap Qing Ruo dengan penasaran.
" Pangeran, saat ini Yin Quan berada dalam latihan tertutup untuk segera naik tingkat menjadi yang abadi," jawab Qing Ruo.
" Benarkah!" Dengan wajah serius.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Aku mengambil Trisula Kegelapan untuk mengamankannya dari Yin Quan, karena aku yakin, setelah dia menjadi abadi, sedikit banyak dia pasti dapat menggunakanya, dan aku yakin pangeran tahu maksudku," jawab Qing Ruo dengan serius.
Yin Bei menganggukan kepalanya.
" Sasaran utamanya pasti aku," ucapnya pelan menyesap minumannya dengan tenang.
" Benar, karena tidak mungkin Yin Quan menggunakannya untuk menyerang Yin Zuo," ucap Qing Ruo menanggapi.
Yin Bei menganggukkan kepalanya.
" Tuan Qing Ruo, terima kasih. Tapi jika aku boleh tahu, apa tujuan anda melakukannya?" dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
Qing Ruo menganggukan kepalanya,
" Karena aku juga memerlukan bantuan pangeran," jawab Qing Ruo dengan tenang.