
Setelah Qing Ruo pergi. Long Yu Wei masih terdiam di tempatnya, menatap langit dunia jiwa dengan tenang.
Di tangan kanannya, masih tergenggam erat pedang Cue Luo yang sesekali melepas kekuatan petir kecil, berdengung dengan lembut.
" Semoga kali ini tuanku tidak seperti kaisar Long Shenzhou, pemimpin serakah dan tamak itu." Membatin, lalu menyimpan pedang itu.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo muncul di dalam kamar penginapan, menemui Long Fu dan Long Qe yang sedang berjaga.
" Penguasa," ucap mereka dengan hormat, yang dibalas dengan anggukan ramah dari Qing Ruo.
Tidak lama kemudian, Long Chen dan Youlin Sha juga ikut muncul di dalam ruangan itu.
" Long Chen, aku ingin kalian menyelidiki keberadaan mutiara air tak berbentuk, yang aku yakini masih berada di kota ini."
" Baiklah penguasa, tapi bagaimana kami melakukannya?" tanya Long Chen.
" Pergi ke gerbang kota, dan awasi para pendekar tingkat rendah yang akan meninggalkan kota seorang diri, dan kabari aku jika kalian menemukannya."
" Baik penguasa. Tapi mengapa harus pendekar tingkat rendah?" Tanya Long Fu.
" Long Fu, dengan situasi seperti ini, Apakah kamu yakin para pendekar tingkat rendah berani meninggalkan kota seorang diri? Lagi pula jika kamu yang menjadi pencuri itu? Apa yang akan kamu lakukan?"
" Penguasa benar. Karena hanya ada dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh pencuri itu. Bertahan di dalam kota atau pergi. Cara mudah untuk mengelabuhi penjaga kota adalah dengan menyamar menjadi pendekar tingkat rendah."
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Perlu kalian perhatikan bahwa pencuri itu adalah pendekar tingkat tinggi, jadi harus berhati-hati."
" Baik penguasa." Lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
Setelah Long Chen dan rombongannya pergi, Qing Ruo lalu mengirim pesan pada Huo Mingzhi untuk menemui Long Yu Wei, dan membawanya ke istana naga emas.
Setelah mengirim pesan pada Huo Mingzhi, Qing Ruo lalu beristirahat di tempat itu, memulihkan kekuatannya, sebelum ikut melakukan penyelidikan mencari keberadaan mutiara air tak berbentuk itu.
****
Di dalam dunia jiwa.
Huo Mingzhi dan rombongannya yang sedang berbincang-bincang di istana Naga Emas begitu terkejut saat mendapat pesan jiwa dari Qing Ruo.
" Saudara Mingzhi, ada apa?" tanya Yuan Bai.
" Naga Es itu ternyata telah menyerahkan diri menjadi pelayan," jawabnya dengan penuh semangat.
" Benarkah? lalu apakah dia telah mengetahui kekuatan penguasa yang sebenarnya?" tanya Yuan Bai dengan khawatir.
" Saudara, aku juga tidak tahu," jawab Huo Mingzhi.
" Lalu apa yang harus kita lakukan?" Yuan Hei.
" Mengapa saudara sekalian begitu khawatir? Aku yakin penguasa pasti sudah memikirkannya," ucap Huo Zhoudau, membuat Huo Mingzhi dan yang lainnya menganggukkan kepala.
__ADS_1
" Itu artinya kita telah memiliki kekuatan baru yang lebih kuat." ucap Huo Yuan Bai dengan gembira.
" Baiklah, aku pergi dulu," ucap Huo Mingzhi, bergegas meninggalkan tempat itu untuk menemui Long Yu Wei yang sedang menunggu di villa bambu emas.
***
Di tempat lain.
Long Chen dan rombongannya, terus bergerak meninggalkan penginapan sambil membagi tugas.
" Saudara Fu ke gerbang utara, saudara Qe ke gerbang timur, saudara Sha ke gerbang selatan, dan aku ke gerbang barat," ucap Long Chen.
" Baik...." jawab rombongan itu, lalu bergerak memisahkan diri.
****
Di dalam kamar penginapan.
Qing Ruo dengan tenang terus berkultivasi, sambil menunggu kabar dari Long Chen dan rombongannya.
Dua jam kemudian, Qing Ruo menghentikan kultivasinya.
" Sepertinya masih belum ada pergerakan. Itu artinya pencuri tersebut masih bersembunyi di dalam kota, " ucapnya pelan, sambil menggunakan tampilan Yin Gan, lalu keluar dari dalam ruangannya menuju lantai dasar penginapan.
" Nona," ucapnya sambil memesan minuman dan menempati meja kosong.
" Baik tuan," ucap pelayan itu dengan hormat.
Tidak jauh dari tempatnya, duduk beberapa pemuda sedang berbincang-bincang santai.
" Sepertinya kita harus menunda perjalanan, karena gerbang teleportasi kota sekarang telah ditutup."
" Saudara, aku juga tidak tahu..."
" Hais, aku benar-benar tidak menyukai situasi seperti ini."
" Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah melanjutkan perjalanan seperti biasa."
" Saudara benar." sambil berbincang-bincang santai.
Dari jauh, Qing Ruo yang mendengar percakapan para pemuda itu hanya bisa terdiam.
" Benar dugaanku. Lu Zhun pasti menutup gerbang teleportasi tersesebut." Membatin, sambil menyesap minumannya yang telah datang.
Cukup lama Qing Ruo berada di lantai dasar penginapan itu, mendengar percakapan para pengunjung yang bersantai, namun dari percakapan tersebut, tidak ada satupun percakapan yang menjadi petunjuk mengenai keberadaan Mutiara Air Tak Berbentuk itu.
" Pencuri ini benar-benar hebat. Dia bahkan bisa memasuki kawasan istana dan mencuri benda berharga dari Long Yu Wei," membatin.
Pada saat dirinya akan meninggalkan tempat itu, tiba-tiba tiga sosok pria paruh baya yang merupakan semi abadi tingkat tinggi, memasuki ruangan.
" Manusia Naga. Itu artinya informasi mengenai keberadaan Mutiara air tak berbentuk benar-benar telah tersebar. Tidak heran Long Yu Wei begitu ketakutan sebelumnya." Membatin, menatap ketiga tetua yang sedang menyamar tersebut, sambil mencoba mendengar percakapan mereka.
****
Dari jauh.
__ADS_1
" Baj***n tidak tahu diri itu ternyata bersembunyi di kota kecil ini."
" Tiga ribu tahun itu bukanlah waktu yang singkat. Aku benar-benar tidak menyangka jika dia masih belum mampu menyerap seluruh kekuatan mutiara tersebut."
" Naasnya, dia bahkan telah mati." tertawa senang.
" Saudara jangan gembira dulu, prioritas kita saat ini adalah menemukan mutiara yang telah hilang tersebut...."
" Saudara benar. Tapi apakah sudah ada kabar dari saudara yang lain?"
" Kita tunggu sebentar lagi. Pada saat mereka sudah berada di posisinya masing-masing, kita akan segera bekerja."
" Kali ini, dengan segel terlarang, kita tidak akan kehilangan benda itu lagi." Sambil terus berbincang-bincang santai, dan menikmati minumannya.
Dari perbincangan ketiga sosok itu, Qing Ruo dapat mendengar bahwa kedatangan mereka ke kota itu memang sedang mencari mutiara air takak berbentuk.
Tiba-tiba Qing Ruo mendapat pesan dari Long Chen yang mengabarkan bahwa dirinya telah melihat beberapa pendekar tingkat tinggi yang berasal dari klan naga memasuki kota. Tidak lama berselang, Long Fu, Long Qe dan Youlin Sha juga melaporkan hal yang sama.
" Itu artinya mereka telah mengepung kota ini." Membatin, dan begitu penasaran dengan teknik terlarang yang akan digunakan para tetua klan Naga tersebut.
Tidak lama kemudian, ketiga tetua itu lalu meninggalkan restoran penginapan tersebut.
Dua menit kemudian, Qing Ruo lalu ikut keluar, bergerak menyusul para tetua tersebut, sambil mengabari Long Chen dan yang lainnya.
Di kegelapan malam. Qing Ruo terus bergerak dengan menggunakan teknik ilusi, bersembunyi dan menjaga jarak dengan ketiga sosok pria paruh baya itu.
Setelah berjalan cukup lama, tiba-tiba ketiga tetua tersebut lalu menghentikan langkahnya.
" Saudara, apakah ini hanya perasaanku saja?"
" Maksud Saudara?"
" Aku merasa seseorang mengawasi pergerakan kita."
" Aku juga merasakannya, tapi tenanglah. Jika dia berani macam-macam, aku akan membunuhnya." Dengan tatapan tajam, mengitari pandangannya, mencari sosok yang mengawasi.
Dari jauh, Qing Ruo yang bersembunyi di balik perisai ilusi, melihat ketiga tetua tersebut tampak sedang mencari sesuatu.
" Apakah mereka merasakan keberadaanku?" Membatin heran.
Tiba-tiba Qing Ruo merasakan aura samar tidak juah dari tempat, bersembunyi di balik pohon Cemara yang berada di tepi jalan.
" Pendekar tingkat kaisar dewa, berani mengawasi pergerakan pendekar tingkat tinggi. Apakah dia prajurit elit?" Membatin.
Tiba-tiba salah satu tetua itu bergerak, melepaskan pukulan, menyerang pohon tersebut.
" Dhuar...." Sosok pemuda yang berada di balik pohon itu terlempar dengan keras, bersamaan dengan hancurkan pohon tersebut.
" Akh...." Rintih sosok yang bersembunyi dibalik balik pohon itu kesakitan, sambil memegang dadanya, menatap tetua dari Klan Naga itu dengan ketakutan.
" Te-tetua, Anda salah paham.." ucapnya terbata.
" Salah paham! Apakah dengan terus mengawasi kami itu adalah tindakan salah paham? Jangan tidak tahu diri kamu."
" Tetua, ini adalah pekerjaan kami. Lagipula aku juga tidak menyerang Anda," ucap prajurit itu membela diri.
__ADS_1
Dari jauh Qing Ruo yang menyaksikan hal itu hanya bisa menggelengkan kepala.
" Tetua dari Klan Naga ini, benar-benar ganas." Membatin, sambil mengamati situasi yang ada di hadapannya dengan tenang.