
Menjelang pagi. Qing Ruo terbangun dari tidurnya, menemukan Qing Ling yang sedang menyusui si kecil Qing Lian An.
" Gege," ucap Qing Ling menyapa Qing Ruo yang menghampirinya.
" Ling er, aku ingin mengawasi dunia jiwa," ucapnya.
" Baik," jawab Qing Ling.
Setelah berpamitan pada Qing Ling dan Qing Lian An, Qing Ruo lalu bergerak meninggalkan istana emas dan mulai mengawasi semua tempat yang ada di dalam dunia jiwa.
" Swhus... swhus...." sosoknya yang bersembunyi di balik perisai ilusi muncul di atas langit dunia jiwa, mengawasi setiap tempat dengan seksama. Mulai dari penjara barat, istana naga emas, wilayah terlarang dunia jiwa tempatnya menyegel suling giok hijau, hingga akhirnya muncul di wilayah selatan dunia jiwa.
Dari atas langit. Qing Ruo dapat melihat Luo Jiao Lie sedang memulihkan diri di dalam danau Giok Biru, di temani Qing Yong Jun yang berkultivasi di dalam gazebo Giok Biru.
Setelah memeriksa tempat itu, Qing Ruo lalu bergerak memeriksa kebun buah-buahan abadi, menemukan Yuan Bai dan Yuan Hei sedang mengarahkan Wu Ming dan rombongannya yang kini menjadi pekerja di kebun buah-buahan itu.
Setelah selesai memeriksa semua tempat. Qing Ruo lalu pergi ke Vila bambu emas, sambil memanggil Long Yu Wei untuk menemuinya di tempat itu.
Dua menit setelah Qing Ruo tiba, Long Yu Wei pun tiba di tempat itu.
" Penguasa." Berlutut di hadapan Qing Ruo dengan hormat.
" Yu Wei, bangunlah. Ada yang ingin aku bicarakan," ucap Qing Ruo dengan ramah sambil mempersilakannya duduk pada kursi taman.
" Terima kasih, penguasa." Sambil duduk pada kursi yang tersedia.
" Yu Wei, siapa sosok jenderal Long Sihai sebenarnya?" Dengan wajah serius.
" Penguasa, jenderal Long Sihai adalah sosok yang sangat luar biasa, sama seperti karakternya yang merupakan naga air. Tenang namun begitu mudah beriak. Mengapa penguasa menanyakan hal seperti itu. Apakah telah terjadi sesuatu?"
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Setelah menyerap Mutiara air tak berbentuk, akhir-akhir ini aku merasa emosiku begitu mudah tersulut, bahkan aku mulai bertindak kejam," ucap Qing Ruo menjelaskan dirinya yang menyiksa Ji Huan dan rombongannya.
Penjelasan Qing Ruo mengenai perilakunya tersebut, membuat Long Yu Wei bergidik.
" Apakah itu mungkin ada hubungannya dengan rumput emas penguat jiwa?"
" Mungkin saja," ucap Qing Ruo.
" Penguasa, mengenai hal ini hamba benar-benar tidak memiliki solusi. Tapi penguasa bisa mencoba untuk lebih santai dan menenangkan diri dengan mengunjungi tempat yang melepaskan aura ketenangan dan tempat yang membuat penguasa merasa senang."
" Baik," jawab Qing Ruo, menganggukkan kepalanya.
Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Long Yu Wei di tempat itu, Qing Ruo lalu kembali ke istana emas.
****
Di istana emas.
__ADS_1
" Gege," ucap Qing Ling menyambut kedatangannya.
" Bagaimana dengan An er?"
" Sudah tertidur kembali," ucap Qing Ling.
" Baik, mari kita menikmati suasana kota Heian."
Setelah mengecup kening Qing Lian An, Qing Ruo lalu membawa Qing Ling keluar dari dunia jiwa.
" Swhuss... swhus...." Sosoknya muncul di dalam kamar, yang langsung disambut oleh Long Fu dan Long Qe yang sedang berjaga di tempat itu.
Tidak lama kemudian. Yuan Bai, Yuan Hei, Long Chen, Long Yu Wei dan Youlin Sha juga keluar dari dalam dunia jiwa.
" Long Fu, Long Qe, kami akan menikmati suasana kota Heian," ucap Qing Ruo sambil memberikan gulungan bambu yang berisi informasi dasar mengenai kota itu pada mereka.
" Maksud penguasa, ini?"
" Pelajarilah. Kami akan pergi dulu," ucapnya lalu meninggalkan Long Qe dan rombongannya.
Setelah Qing Ruo dan Qing Ling meninggalkan tempat itu. Long Qe dan rombongannya lalu mempelajari gulungan informasi tersebut.
*****
Di tempat lain.
Dari jauh Qing Ruo dapat melihat lima sosok yang terus mengikutinya duduk di sudut ruangan, menatap kedatangannya di tempat itu dengan senyum gembira.
" Gege, mereka?"
" Mereka adalah para pemuda kurang kerjaan yang berasal dari kota Bao," jawab Qing Ruo santai, sambil terus membawa Qing Ling bergerak meninggalkan tempat itu.
Tiba-tiba salah seorang diantara mereka menghampiri Qing Ruo dan menghadangnya.
" Saudara, ternyata wanita yang anda bawa ini sangat cantik. Apakah-"
" Dia istriku, Lan Yue,' ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin, membuat pemuda itu terkesiap.
" Saudara, jangan menipuku. Bukankah-"
" Apakah pelajaran yang aku berikan sebelumnya masih belum cukup!" Dengan tatapan tajam.
" Gege, sudahlah," ucap Qing Ling menenangkannya, sambil menarik tangannya meninggalkan tempat itu. Namun Pemuda lainnya datang menghampiri.
" Saudara, mengapa harus terburu-buru," ucapnya berpura-pura ramah menatap Qing Ling dengan berani.
" Anak muda. Jaga matamu itu, atau aku akan-"
" Saudara, jangan marah seperti itu. Bukankah akan lebih baik jika kita minum-minum dulu."
__ADS_1
Tiba-tiba Qing Ruo tertawa keras, hingga menarik perhatian semua orang.
" Aku sangat menghargai kebaikan saudara, namun karena aku ingin menikmati suasana kota Heian bersama istriku, maka acara minum-minumnya aku minta pada semua saudara yang ada di dalam ruangan ini untuk menggantiku. Saudara sekalian boleh memesan apa saja, bahkan saudaraku ini barusan mengatakan akan memberikan dua juta kristal jiwa per orang," ucap Qing Ruo dengan lantang, sambil menunjuk kedua pemuda yang ada di hadapannya.
Kata-kata Qing Ruo itu membuat suasana di dalam ruangan itu menjadi riuh, namun dengan lantang di sanggah oleh pemuda tersebut.
" Saudara sekalian, aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu, apalagi akan melakukan hal-"
" Saudara, apakah hanya sekedar membayar minuman dan membagikan kristal jiwa yang tidak seberapa itu membuat kalian miskin? Berbuat baik itu jangan hanya pada teman saja, tapi juga pada semua orang," ucap Qing Ruo memotong kata-kata pemuda tersebut, lalu membawa Qing Ling meninggalkan tempat itu.
Kedua pemuda yang tidak bisa berkata-kata itu menatap kepergian Qing Ruo dan Qing Ling dengan ternganga.
Setelah Qing Ruo dan Qing Ling pergi. Pemuda lainnya lalu menghampiri kedua pemuda tersebut dan mengejutkannya.
" Bagaimana kalian bisa diperdaya seperti itu. Bukankah sudah aku katakan. Jangan beri dia kesempatan untuk berbicara." Berbicara melalui telepati.
" Saudara aku -"
" Bod*h. Bagaimana kalian bisa.... Argh. Kali ini kita rugi lagi." Sang pemuda mengumpat kesal.
" Tapi saudara, bukankah kita bisa pergi."
"Tutup mulutmu. Apakah kalian tidak lihat jika semua orang di dalam ruangan ini menatap kita? Sekarang kalian pergi dan ikuti mereka."
" Ba-baik saudara."
Setelah keduanya pemuda itu pergi, Pemuda yang lainnya lalu melanjutkan ramah-tamah mereka yang penuh dengan kepura-puraan tersebut dengan menahan murka.
****
Di tempat lain.
Sepanjang jalan, tidak henti-hentinya Qing Ling terkekeh, saat mendengar cerita Qing Ruo yang memperdaya para pemuda tersebut.
Tidak lama kemudian dua aura yang mereka kenal, bergerak mendekati mereka.
" Gege, seperti mereka benar-benar tidak ingin melepaskan kita."
" Biarkan saja," jawab Qing Ruo santai, lalu berhenti menunggu kedua pemuda tersebut.
Di belakang Qing Ruo.
Kedua pemuda yang menyadari kehadirannya telah diketahui oleh Qing Ruo lalu memperlambat langkahnya dan bersembunyi di antara kerumunan banyak orang.
" Saudara, sepertinya mereka telah mengetahui kita."
" Sepertinya demikian. Lalu apa yang harus kita lakukan?"
" Sepertinya aku harus membunuh kalian," ucap Qing Ruo yang tiba-tiba muncul di sisi kedua pemuda tersebut.
__ADS_1