
" Dalam hal ini, tentu saja dia tidak bersalah," jawab sang hakim dengan tegas, membuat kelompok itu ternganga.
" Argh....! Menyesal aku tidak membunuhmu saat itu," ucap pemuda itu dengan kesal, menatap Qing Ruo dengan penuh kemarahan, yang langsung di tanggapi oleh Qing Ruo dengan seringai dingin.
" Justru aku yang sangat menyesal karena tidak membunuh kalian dari awal." Menatap ketiga pemuda tersebut dengan tajam.
Kata-kata Qing Ruo membuat ketiga pemuda yang putus asa itu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
" Jangan kira karena berhasil menyentuh kami, kami kamu lalu mengira bisa membunuh kami. Sungguh naif!"
" Orang-orang seperti kalian memang tidak bisa diberi hati yang bahkan tidak pernah bisa belajar dari pengalaman. Yang mulia, segera tahan saja mereka. Jangan biarkan kemarahanku merusak reputasi kota Heian ini," ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin.
" Tidak bisa belajar dari pengalaman? Bukankah itu kamu!" ucap pemuda itu mengejek, yang memang ingin memancing Qing Ruo agar menyerang mereka.
" Diam! Jika ingin bertarung, jangan di kota ini. Lakukan di kota kalian!" ucap sang hakim menghentikan perdebatan itu dengan kesal, membuat tempat itu menjadi hening.
" Tapi yang mulia, bagaimana dia bisa bebas begitu saja. Sedangkan kami-"
" Diam!"
Sang hakim lalu meminta prajurit membawa para tawanan pergi dari tempat itu.
Sambil bergerak meninggalkan tempat itu.
" Bocah tidak tahu diri. Aku Lieren Pho akan mencarimu. Camkan itu!" ucapnya dengan kesal.
Qing Ruo tersenyum santai.
" Lieren Pho. Aku akan mengingat namamu."
" Badj***n, apakah kamu takut padaku!"
" Takut? Kamu terlalu melebih-lebihkan diri."
" Jika demikian, sebutkan namamu!" Dengan kesal.
" Tidak perlu, karena setelah ini, aku akan mendatangi Klanmu dan meratakannya," ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin, membuat Lieren Pho tertatawa terbahak-bahak.
" Tertawalah. Setelah ini kamu tidak akan pernah tertawa lagi," ucap Qing Ruo sambil bergerak meninggalkan tempat itu.
" Pengecut. Jangan hanya membual. Pendekar tingkat rendah sepertimu bisa angkuh itu karena berada di kota ini. Tunggu di kota lain, kamu hanyalah semut di hadapanku, bahkan leluhurmu, aku tidak takut padanya."
Kata-kata Lieren Pho membuat Qing Ruo tiba-tiba berhenti dengan memerah murka.
" Lieren Pho, hari ini adalah hari terakhir mu berbicara seperti itu." Melepaskan kekuatan petir abadi dan aura semi abadi tingkat delapan, bergerak menghampiri Lieren Pho yang terdiam mematung.
" Karena aku menghormati Penguasa agung Utara, maka aku tidak membunuhmu, tapi tidak dengan klan mu. Aku Qing Ruo, akan membuatmu menyaksikan bagaimana klan Lieren dihapuskan dari daratan Ilahi ini!"
" Plak... Plak..." Tamparan keras Qing Ruo menghantam wajah Lieren Pho, hingga merobek wajahnya.
__ADS_1
Setelah melempar Lieren Pho, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu, tanpa berkata sepatah katapun.
Sang hakim dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam, tanpa berani bertindak sedikitpun, menatap kepergian Qing Ruo yang meninggalkan tempat itu dengan ngeri.
" Shen Lieren yang malang. Bukankah aku sudah meminta kalian untuk diam sebelumnya," ucap sang hakim menatap Lieren Pho yang terdiam dengan wajah pucat pasi, bahkan kelima pemuda yang membantu Lieren Pho dan rombongannya terdiam dengan membasahi diri.
" Se-semi abadi tingkat delapan," ucap beberapa prajurit yang berjaga, menatap Lieren Pho yang masih memegang wajanya yang robek terkena sambaran petir.
" Menyesali diri pun tak ada gunanya. Bahkan jika kamu bunuh diri di hadapannya," ucap Sang hakim, sambil meminta prajurit menyeret Lieren Pho dan rombongannya meninggalkankan tempat itu.
" Untuk kalian semua, jangan sampai ada orang lain tahu peristiwa hari ini. Karena sosok yang kita lihat sebelumnya, adalah berasal dari klan yang mengerikan. Bahkan penguasa agung sangat menghormati mereka," ucap sang hakim dengan tegas.
" Baik yang mulia."
*****
Di tempat lain.
Qing Ruo terus bergerak meninggalkan kawasan istana kota Heian, bergerak menuju penginapan Hua Bing. Sambil bergerak menuju penginapan, Qing Ruo juga mengabari Long Chen dan rombongannya, untuk segera kembali ke penginapan.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo akhirnya tiba di penginapan dan beristirahat di dalam ruangannya, menenangkan kemarahan yang masih belum reda.
Tidak lama kemudian, Long Yu Wei dan rombongannya tiba di dalam ruangan.
" Penguasa, maaf membuat Anda menunggu," ucap mereka dengan hormat.
" Beristirahatlah, aku juga baru tiba," ucap Qing Ruo dengan ramah, sambil meminta Long Chen dan rombongannya kembali ke dalam dunia jiwa.
Setelah Long Yu Wei dan rombongannya kembali ke dalam dunia jiwa. Qing Ruo lalu meninggalkan ruangannya, bergerak menuju gerbang teleportasi kota Heian.
****
Di dalam dunia jiwa.
" Sepertinya penguasa sedang murka," ucap Long Yu Wei dengan wajah serius.
" Benar. Tapi siapa yang begitu berani memancing kemarahannya?" tanya Long Fu.
" Saudara, aku juga tidak tahu. Semoga saja penguasa tidak mengamuk di kota ini," ucap Long Yu Wei dengan serius.
" Sebaiknya kita bersiap saja," ucap Long Chen.
****
Di Aula Kehakiman.
Tidak lama kemudian setelah Qing Ruo meninggalkan tempat itu, tiba-tiba lima sosok berjubah emas dengan senjata lengkap muncul di tempat itu.
" Jenderal Heian Tiandu," ucap sang hakim dengan hormat.
__ADS_1
" Yang mulia Faguan Hao, aku mendapat perintah dari pangeran untuk menangkap sosok yang melepaskan kekuatan di aula ini sebelumnya."
Sang hakim terdiam sesaat, lalu menatap Heian Tiandu yang sedang menunggu jawaban.
" Jenderal besar, sosok itu sudah pergi. Kebetulan jenderal datang, aku juga ingin membicarakan masalah ini," ucap Faguan Hao dengan wajah serius.
Heian Tiandu yang penasaran dengan jawaban Fanguan Hao, menganggukan kepalanya.
" Silakan yang mulia," ucapnya dengan hormat.
" Jenderal, sosok itu berasal dari klan kuno. Dari awal kedatangannya ke kota ini memang untuk beristirahat, tetapi orang-orang dari Shen Lieren terus memprovokasinya," ucap Faguan Hao menjelaskan situasi yang terjadi di dalam ruangan itu dengan rinci, hingga menyebutkan kemarahan Qing Ruo yang akan menghancurkan Klan Shen Lieren.
Penjelasan Fanguan Hao membuat Heian Tiandu dan keempat sosok Jenderal berjubah emas di itu panik.
" Ini harus segera dihentikan. Karena bagaimanapun juga Shen Lieren berada di bawah perlindungan utama Penguasa agung. Yang mulia, aku harus segera melaporkan ini pada Yang agung. Kalian tahan tuan muda Qing Ruo di gerbang teleportasi kota dan bawa dia di kediamanku!" ucap Heian Tiandu pada keempat sosok berjubah emas lainnya, lalu meninggalkan itu.
Tidak lama kemudian setelah Heian Tiandu pergi, keempat sosok berjubah emas itu juga meninggalkan ruangan.
" Semoga saja tidak terlambat," ucap Faguan Hao lalu bergerak menyusul keempat jenderal tersebut.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dengan tenang terus melangkahkan kakinya menuju gerbang teleportasi kota. Di dalam pikirannya, berkecamuk strategi yang akan digunakan untuk menghancurkan klan tersebut.
" Apakah aku perlu meminta bantuan Qing Yan, tetapi dengan bantuan Yu Wei dan yang lainnya, aku rasa sudah cukup." terus membatin, hingga akhirnya tiba di gerbang teleportasi kota.
" Tuan muda," ucap Faguan Hao dengan hormat yang sudah berada di tempat itu menyambut kedatangannya dengan hormat.
" Yang mulia," ucap Qing Ruo dengan hormat, sambil menatap empat sosok berjubah emas, yang ada di sisi Faguan Hao.
" Jenderal," ucap Qing Ruo, menyapa rombongan itu dengan ramah.
" Tuan, aku Heian Shi dan mereka jenderal Mo, jenderal Rong dan jenderal Tu. Kami diminta oleh jenderal besar Heian Tiandu untuk membawa Anda ke istana kediamnnya," ucap Heian Shi, memperkenalkan diri pada Qing Ruo dengan ramah sambil menjelaskan tujuan mereka.
Qing Ruo terdiam sesaat.
" Tuan muda, kami mohon," ucap Faguan Hao.
" Baik," ucap Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Mari tuan muda," ucap Heian Shi, bergerak membawa Qing Ruo dan rombongannya menuju istana kediaman Heian Tiandu yang berada di kota utama.
" Swhuss.... swhus....." sosok mereka melesat ke atas langit kota.
Setelah dapat terbang di atas langit kota Heian, Qing Ruo akhirnya dapat melihat hamparan kota Heian yang sangat luas.
" Sangat besar," ucapnya berdecak takjub sambil terus bergerak menuju gunung batu raksasa yang mengambang, sebagai kediaman para petinggi kota Heian.
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba, dan mendarat di halaman istana kediaman Heian Tiandu.
" Tuan muda Qing Ruo, Selamat datang di kota utama Shen Heian," ucap Heian Shi dengan hormat, lalu membawa Qing Ruo memasuki istana megah kediaman jenderal utama tersebut.