Sang Penguasa

Sang Penguasa
136. Di Kota Bei Shan.


__ADS_3

Lima menit kemudian setelah Qing Ruo dan Long Chen memasuki penginapan Bunga Emas, tiga pendekar yang menginginkan Huo Mingzhi sebelumnya, tiba di kota itu.


Kedatangan ketiga pendekar itu disambut oleh penjaga yang menerima kedatangan Qing Ruo sebelumnya dengan ramah.


" Tuan muda, aku sudah melakukan perintah Anda," ucapnya melapor dengan hormat.


" Apakah kamu sudah yakin?"


" Sangat yakin tuan. Aura dari seekor naga, namun sosok itu bersama seorang pemuda."


" Seorang pemuda?"


" Benar tuan."


" Lalu kemana tujuan mereka?"


" Penginapan Bunga Emas, tuan."


" Baik, jika ada lagi sosok dengan aura naga memasuki atau keluar dari kota, segera Kabari Kami." lalu bergerak menuju Pusat kota.


Setelah ketiga pendekar itu pergi, prajurit itu lalu kembali berjaga.


***


Di dalam kamar penginapan Bunga Emas.


Qing Ruo dan Long Chen yang tidak mengetahui rencana para pendekar itu, beristirahat di dalam kamarnya masing-masing dengan tenang.


Di dalamnya kamarnya, Long Chen dengan segera memulihkan kekuatannya, lalu mempelajari teknik terlarang untuk menyamarkan tingkat kekuatan dan aura tubuh yang diberikan oleh Qing Ruo.


***


Di kamar lain.


Qing Ruo yang berada di dalam kamarnya, duduk dengan tenang menyerap kristal jiwa abadi, memulihkan kekuatannya.


Satu jam kemudian, beberapa pelayan mendatangi ruangannya.


" Tuan, pesanan Anda," ucapnya dengan hormat.


" Masuk saja," ucap Qing Ruo mempersilakan.


" Terima kasih tuan," memasuki ruangan, lalu menata makanan diatas meja.


" Selamat menikmati, tuan." lalu meninggalkan ruangan itu.


Setelah para pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu menghentikan kultivasinya, menikmati makanan yang telah tersedia.


Pada saat sedang menikmati makanannya tiba-tiba Qing Ruo menerima pesan dari Long Chen yang katakan dirinya telah keluar dari penginapan untuk mencari informasi yang diperlukan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah Gerbang Es Hitam.


Qing Ruo yang menerima pesan jiwa itu hanya menggelengkan kepalanya, menikmati makanan dengan santai.


Setelah selesai menikmati makanannya, Qing Ruo kembali memulihkan kekuatannya.


***


Di tempat lain.


Long Chen yang telah mempelajari teknik terlarang dari Qing Ruo, meninggalkan penginapan Bunga Emas dengan tenang dan santai.


" Kali ini, aku tidak perlu was-was lagi," batinnya sambil melangkahkan kakinya dengan tenang.

__ADS_1


****


Di dalam ruangannya.


Dua jam berlalu. Qing Ruo yang merasa telah memulihkan kekuatannya, lalu menghentikan kultivasinya.


" Swhuss.. swhus..." Long Fu dan Long Qe keluar dari dalam dunia jiwa.


" Penguasa," ucapnya dengan hormat.


" Long Fu, Long Qe, saat ini kita berada di kota Bei Shan. Sebelumnya saat aku dan Long Chen memasuki kota ini, aku merasa sedikit kejanggalan, dan aku ingin kalian memeriksa hal tersebut."


" Maksud penguasa?" Tanya Long Fu.


" Kami berdua memasuki kota ini tanpa membayar sedikitpun. Dan Aku curiga keberadaan kami telah diawasi oleh seseorang."


Long Fu dan Long Qe terlihat saling berpandangan lalu menatap Qing Ruo dengan serius. 


" Jika demikian apa yang harus kami lakukan?"


" Lakukan pemeriksaan di wilayah gerbang selatan.  Awasi prajurit yang berjaga, jika perlu kalian juga boleh keluar dari kota itu, lalu datang kembali melalui gerbang  timur."


" Baik Penguasa, kami mengerti."


Sebelum meninggalkan tempat itu tidak lupa Qing Ruo  mengingatkan mereka untuk berhati-hati.


" Penguasa, kami pergi," ucap Long Fu lalu  bergerak meninggalkan ruangan itu dengan hormat.


Lima menit kemudian setelah Long Fu dan Long Qe pergi,  Qing Ruo lalu mengubah tampilan lingkaran kekuatan dari tubuhnya, yang sebelumnya berada di tingkat pendekar raja dewa  menjadi pendekar tingkat Kaisar dewa  tahap akhir, lalu  keluar dari dalam ruangannya,  menuju restoran penginapan yang berada di lantai dasar.


Di restoran penginapan. Qing Ruo lalu menempati meja yang berada di sudut ruangan.


" Sepertinya ini adalah tempat yang pas," batinnya, sambil mengamati semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


" Tuan, bukankah Anda di dalam ruangan mewah sebelumnya," ucapnya ragu.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya, dan memberi tanda.


" Aku ingin menikmati suasana di tempat ini..."


" Baik tuan," ucapnya dengan ramah sambil menawarkan menu makanan dan minuman pada Qing Ruo.


" Minuman saja," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Baik tuan." Lalu meninggalkan Qing Ruo untuk mempersiapan pesanannya.


Di dalam ruangan itu, Qing Ruo duduk dengan tenang sambil mendengar percakapan para pengunjung, yang rata-rata adalah para pendekar yang datang dari luar kota dengan tujuan untuk membeli sumber daya dan berbagai jenis keperluan lainnya.


Tiba-tiba Qing Ruo merasakan samar aura yang dikenalinya, berada di dalam ruangan itu.


" Aura ini..." Qing Ruo membatin, mencoba mengingat keberadaan aura tersebut. Tiba-tiba matanya  menatap  tiga pemuda dan tiga tetua yang sedang  duduk di meja sudut utara."


Dari tempat duduknya itu,  Qing Ruo dapat merasakan lingkaran kekuatan para pemuda tersebut ada di tingkat empat semi abadi  tahap akhir, semi abadi tingkat enam dari ketiga  tetua tersebut.


" Apakah mereka mengikuti hingga ke kota ini..." Qing Ruo membatin, sambil  menajamkan pendengarannya, mendengar percakapan kelompok tersebut.


" Sepertinya laporan kalian tidak benar. Jika sosok dengan aura naga itu ada di kota ini, lalu di mana Qilin api hitam yang ditungganginya?"


" Sebenarnya itu yang ingin kami bahas. Berdasarkan laporan prajurit jaga, sosok manusia naga itu tiba bersama seorang pemuda..."


" Seorang pemuda?"

__ADS_1


" Benar, tapi Pemuda tersebut hanyalah pendekar raja Dewa tahap dasar."


" Lalu bagaimana dengan kekuatan  Qilin Api hitam itu sebelumnya?"


" Hewan buas Semi abadi tingkat dua, tetua."


" Ini aneh, karena kami tidak merasakan kehadirannya  di dalam kota. Dan satu-satunya kota persinggahan dari rute yang mereka lewati adalah kota ini..." Pemuda yang lainnya menjelaskan.


" Sangat aneh. Jika demikian di mana mereka menyembunyikan Qilin Api Hitam tersebut...." ucap salah satu tetua dengan heran.


Dari jauh. Di hadapan kelompok tersebut.


Qing Ruo yang mendengar percakapan mereka, berusaha bersikap  tenang sambil menikmati minumannya yang telah datang.


Sambil mengamati situasi, Qing Ruo mengirim pesan jiwa pada Long Chen, Long Fu dan Long Qe  mengabari perihal tersebut, dan meminta mereka untuk lebih berhati-hati.


Satu jam kemudian, ketiga tetua itu lalu meninggalkan ketiga pemuda tersebut, meminta mereka untuk berjaga di tempat itu.


Dari percakapan mereka,  Qing Ruo mengetahui bahwa kelompok itu berasal  klan Xun, yaitu klan penjinak Hewan buas yang berada di timur kota Bei Shan.


" Tidak heran mereka begitu menginginkan Huo Mingzhi," Qing Ruo membatin. 


Kehadiran ketiga pemuda itu membuat Qing Ruo begitu penasaran, terutama teknik yang mereka gunakan untuk menjinakkan hewan buas tersebut.


Setelah berpikir cukup lama, Qing Ruo lalu memanggil pelayan yang kebetulan lewat mengantarkan pesanan tamu lainnya.


" Ya tuan, ada apa?" tanya pelayan disebut dengan  ramah.


" Nona,  ambilkan minuman terbaik dari tempat ini,  lalu berikan pada meja itu..." Sambil menunjuk meja ketiga pemuda tersebut.


" Baik tuan." Sambil menerima bayaran dari Qing Ruo dengan gembira. 


Setelah pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu kembali menikmati minumannya dengan santai.


****


Meja sudut utara.


Ketika pemuda yang sedang menikmati minumannya dengan santai tersebut, dikejutkan dengan kehadiran pelayan yang tiba-tiba memberikan tiga botol kecil  minuman terbaik dari tempat itu.


" Maaf nona,  kami tidak memesan minuman ini," ucap salah satu pemuda sambil menggelengkan kepalanya.


" Tuan-tuan, minuman ini  diberikan oleh tuan muda itu." Pelayan tersebut menjelaskan,  sambil menunjuk kearah Qing Ruo  yang tidak jauh tempat itu.


" Nona, apakah anda yakin tidak salah tempat?"


" Benar tuan. Minuman ini memang diberikan oleh tuan muda itu..."


Ketiga Pemuda itu terdiam sesaat, lalu menantap ke arah Qing Ruo yang mengangkat gelasnya dengan ramah, membuat mereka semakin heran.


" Saudara apakah anda mengenal tuan muda itu?" Berbicara pada rombongan.


" Saudara, aku  bahkan tidak mengenalinya sama sekali..." Dengan wajah serius.


" Ini benar-benar mencurigakan.  Bagaimana bisa orang asing memberikan minuman yang sangat mahal kepada kita,  sedangkan kita tidak mengenalnya sama sekali."


" Mungkin dia ingin berbicara dengan kita..."


Setelah  berpikir cukup lama, ketiga Pemuda tersebut lalu penerima botol minumanitu,  lalu meminta pelayan tersebut untuk meminta Qing Ruo menemuinya.


" Baik tuan," ucap pelayan tersebut dengan hormat.

__ADS_1



__ADS_2