
"Jangan bunuh dia An'er!" Patriak Yuzhin segera berseru melarang saat Xiao Yan ingin menginjak kepala pria paruh baya dan membunuhnya, Xiao Yan ingat betul semua pesan yang diberikan Long Bai, "Jangan pernah melepaskan atau membiarkan musuh hidup!" itulah salah satu pesan yang Long Bai sampaikan.
Xiao Yan yang sudah mengangkat kaki bersiap menginjak pun mengehentikan kakinya saat telapak kaki hampir menyentuh kepala pria paruh baya, dengan mengerutkan kening dan ada pertanyaan di kepalanya, Xiao Yan mengalihkan pandangannya dan bertanya.
"Kenapa Patriak tidak ingin aku membunuhnya? Bukannya pak tua ini sudah membuat keributan disekte? Dia juga telah membuat Patriak terluka." tanya Xiao Yan bingung.
"Jangan bunuh dia An'er! Dia adalah adikku satu satunya, Hanya dia keluarga ku yang tersisa." ucap Patriak Yuzhin menjelaskan hubungannya dan pria paruh baya yang membuat onar di sekte itu.
"Adik Patriak?" Xiao Yan tersentak saat tahu jika pria paruh baya yang dihajarnya sedari tadi adalah adik dari Patriak Yuzhin, namun Xiao Yan juga bingung kenapa pria paruh baya membuat onar di sekte.
"Benar An'er, tetua Yuzhan adalah adik dari Patriak." jawab tetua Zing menganggukkan kepala.
Xiao Yan kemudian turun dari atas tubuh pria paruh baya yang bernama Wong Yuzhao itu, sementara Wong Yuzhao membuka telapak tangan dan melindungi wajahnya saat Xiao Yan mengangkat kaki dan akan menginjak kepalanya.
"Kamu beruntung pak tua, Jika bukan adik Patriak, kamu sudah berada di neraka." ucap Xiao Yan menatap tajam Wong Yuzhao.
"Yan'er?" Patriak Yuzhin memanggil.
"Baik Patriak." jawab Xiao Yan menggaruk kepala, lalu berjalan kearah Patriak Yuzhin.
"Kenapa Patriak belum pulihkan diri?" tanya Xiao Yan bingung, saat ini Patriak Yuzhin masih memegang pil penyembuhan yang diberikan Xiao Yan.
"Tidak apa apa An'er! Kamu baik baik saja?" jawab dan tanya Patriak Yuzhin.
"Aku tidak apa apa patriak." jawab Xiao Yan tersenyum.
"Tunggu pembalasanku Bocah!" Wong Yuzhao bangkit dan pergi dengan segala umpatan dan perasaan dongkol, berlatih puluhan tahun hanya karena untuk kembali dan menjadi Patriak sekte, tapi justru dia dipermalukan seorang pemuda belasan tahun.
"Aku tunggu pak tua! Bawa juga sekalian dengan Gurumu! Aku tunggu disini!" balas Xiao Yan mengejek Wong Yuzhao.
"Bajingan! Awas kau Bocah!" Wong Yuzhao tak henti hentinya mengumpat kesal.
"Kamu telah tumbuh menjadi pemuda tampan dan juga kuat Yan'er." ucap Patriak Yuzhin menatap Xiao Yan lembut.
"Hehehe.. Terima kasih Patriak! Aku hanya beruntung saja." balas Xiao Yan menggaruk kepala.
"Tunggu!" tetua Zing terbelalak saat matanya menangkap pil bintang 8 tingkat tinggi yang ada ditangan Patriak Yuzhin.
__ADS_1
"Darimana kamu dapatkan Lil ini Yan'er?" tanya tetua Zing tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, meski belum pernah melihat pil bintang 8, tapi 2 garis yang ada di tengah pil itu membuat tetua Zing dapat mengenalinya.
"Akan aku ceritakan tetua." jawab Xiao Yan yang tidak ingin menceritakan didepan banyak orang.
"Ya sudah! Kembalilah ke kamarmu dulu! Ayahmu saat ini seperti kehilangan aura kehidupan semenjak mendengar kabar hilangnya dirimu." ucap Patriak Yuzhin tidak ingin membahas masalah pil lagi.
"Baik Patriak." jawab Xiao Yan menganggukkan kepala.
"Tetua Zing, Para tetua, Aku mohon pamit!" ucap Xiao Yan menangkupkan tangan dengan hormat pada semua tetua yang ada.
"Temui lah ayahmu Yan'er!" ucap tetua agung tersenyum.
Para tetua semua merasa senang dengan kehadiran Xiao Yan yang tepat waktu, meski terkejut dengan kekuatan yang dia miliki, tapi Xiao Yan dapat menyelamatkan sekte.
Xiao Yan kemudian meninggalkan mereka dan pergi ke kediaman para pelayan, tidak beberapa lama, Xiao Yan tiba di kediaman.
"Ayah? Aku pulang Ayah." suara Xiao Yan sedikit meninggi saat memanggil ayahnya.
Xiao He Long yang mendengar suara pun membuka pintu kamar, saat berada diluar kamar, Xiao He Long dapat melihat seorang pemuda tampan berambut hitam yang sangat dia rindukan selama ini.
"Yan'er?" ucap Xiao He Long meneteskan air mata, lalu memeluk Xiao Yan dengan penuh kasih sayang.
Setelah cukup lama berpelukan, Xiao He Long melepaskan pelukannya, lalu membawa masuk Xiao Yan kedalam kamar.
"Ceritakan pada ayah! Kemana saja kamu selama ini?" ucap Xiao He Long tidak sabar untuk mendengarkan cerita anaknya.
"Baik Ayah." jawab Xiao Yan, kemudian menceritakan semua yang dia alami tanpa ada yang dia sembunyikan.
Dimulai dari pertemuannya dengan Long Bai, melepaskan segel pada dantian, melatih kekuatan fisik, kultivasi yang meningkat, berlatih Alkemis, berlatih formasi dan yang terakhir adalah belajar terbang.
Semua Xiao Yan ceritakan tanpa ada yang dia sembunyikan, wajah Xiao He Long berubah ubah saat mendengar cerita Xiao Yan, dia tidak menyangka anaknya yang dikatakan hilang, mendapat latihan yang sangat berat.
Namun Xiao He Long merasa sangat senang karena saat ini Xiao Yan sudah menjadi kultivator kuat, bahkan kultivasi Xiao Yan lebih tinggi satu tahap dari Patriak sekte sendiri, hal itu membuat Xiao He Long tidak dapat berkata apa apa.
"Syukurlah kamu sudah bisa berkultivasi Yan'er, Ayah berharap kamu dapat membantu orang yang pantas dibantu! membunuh yang pantas dibunuh! Ayah juga ingin kamu gunakan keahlian Alkemis agar menyuling pil dan membantu sekte ini!"
"Selama ini Patriak dan sekte sudah berbuat banyak pada kita, Kita tidak boleh melupakan jasa jasa mereka! Meskipun ayah dan kamu hanya pelayan sekte, tapi kita tidak pernah diperlakukan dengan buruk, semua orang tidak memandang kita sebagai budak atau pelayan,"
__ADS_1
"Jadi ayah harap kamu dapat menyuling pil untuk meningkatkan kemampuan semua murid dan terus sekte! Anggap saja itu adalah balas budi untuk mereka! Terutama adalah Patriak dan para tetua!" ucap Xiao He Long panjang kali lebar.
Xiao Yan hanya diam dan mendengar semua nasihat dan permintaan ayahnya, Xiao Yan setuju dengan apa yang diminta ayahnya, karena memang semua yang dikatakan ayahnya adalah benar.
"Baik Ayah, Aku akan membuat pil untuk meningkatkan kekuatan sekte, Aku juga tidak ingin sekte pedang emas dipandang sebelah mata lagi, Sudah saatnya sekte pedang emas naik menjadi sekte nomor satu di alam bawah ini." ucap Xiao Yan mengangguk setuju.
"Ya sudah! Sekarang beristirahatlah! Ayah akan masak makanan kesukaan mu." ucap Xiao He Long lembut.
"Baik Ayah, Aku sudah rindu dengan masakan Ayah." jawab Xiao Yan tersenyum, lalu keluar dari kamar Xiao He Long dan pergi ke kamarnya.
Didalam kamar, Xiao Yan lebih dulu membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, suara ketukan pintu terdengar dari luar, Xiao Yan kemudian melangkahkan kaki dan membuka pintu kamar.
"Senior Yi?" Xiao Yan sedikit terkejut saat melihat siapa yang ada didepan pintu kamarnya.
"Dasar anak nakal."
Buuuk.
Shu Yi memukul kepala Xiao Yan dengan kesal, Shu Yi kesal karena saat mereka melakukan pencarian dihutan larangan tapi tidak menemukannya, dan kekesalan itu masih dia simpan hingga sekarang.
"Maafkan aku senior Yi!" ucap Xiao Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak! Kamu harus memberiku sesuatu dulu! Aku tidak akan memaafkan mu jika tidak memberiku sesuatu!" ucap Shu Yi pura pura.
"Benar Xiao Yan! Kamu harus memberi kami sesuatu dulu! Kami juga tidak akan memaafkan mu!" timpal Ziyen, salah satu murid elite sekte yang juga ikut kehutan larangan.
"Baik senior Yi, Senior Yen." ucap Xiao Yan mengangguk, lalu dia keluarkan 10 butir pil bintang 7 tingkat tinggi dan memberikan pada kelima murid elite sekte itu.
"Jangan bilang siapa siapa! Aku tidak mau ada keributan disini!" ucap Xiao Yan setelah memberikan mereka pil.
Shu Yi dan keempat murid lainnya terbelalak saat melihat pil yang ada di telapak tangan mereka, namun segera dilarang Xiao Yan agar tidak berisik.
"Hehehe... Anak pintar." ucap Shu Yi menepuk nepuk kepala Xiao Yan sambil terkekeh.
"Apa kamu sudah dengan informasi terbaru mengenai Wang Wu?" ucap lanjut Shu Yi bertanya.
"Wang Wu? Yang dirumorkan sebagai pengkhianat itu?" tanya Xiao Yan mengingat nama Wang Wu.
__ADS_1
"Benar Xiao Yan, Wang Wu yang itu, Saat ini Wang Wu telah di tangkap, Dia akan dihukum penggal 2 bulan lagi di alun alun ibukota." jawab Shu Yi mengangguk.