Sang Penguasa

Sang Penguasa
Terbongkar


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain....


‘LHO.’ Love terdiam, kini badai sudah mereda, tapi kok apa yang dilihatnya nggak berubah ya?


Nggak ada hancur-hancurnya sama sekali.


Gadis ini terdiam, ia tak melihat yang lagi tarung juga.


Pada kemana yah?


Ia sibuk bertahan dan tak tahu apa yang terjadi.


BUMMM!!!


“!” Jadi udah pindah ya.


Love terdiam melihat sinar yang begitu terang dari jauh.


“Wah.” Sinar terang itu terlihat indah dari jarak sejauh ini.


Meski pada kenyataannya itu tanda pertarungan brutal sih.


Gadis pirang ini hanya bisa terdiam tak melakukan apapun.


Melihat orang kerja keras sedang dirinya malah diam saja memang tidak enak.


Dan lagi-lagi ia hanya bisa jujur dan tak melarikan diri dari perasannya itu.


Rasanya ingin muncul disaat genting dan membuat situasi berbalik seratus delapan puluh derajat.


Jadi pendamping karakter utama yang sangat berguna, wah sungguhlah indah sekali ya.


Tapi nggak mungkin juga ada situasi genting di kamus sang penguasa terhebat sih.


Tapi yah nggak ada salahnya bermimpi juga kan?


Ia hanya ingin berpikir positif ditengah perasaan negatif yang tengah menyerangnya.


Love hanya bisa percaya semua akan baik-baik saja.


*


Sementara itu di sisi lain.


“Haaah….” Terlihatlah sang pria tua sedang terengah-engah.


Sebagian besar zirahnya sudah hancur dan kelihatan juga luka dibeberapa bagian tubuhnya.


Sementara itu Max berdiri tak jauh darinya denagan aura suci yang besar.


Tak ada yang berubah dari bpenampilan pemuda ini.


“….” Orang tua serba putih itu terdiam, akhirnya dia serius.


Dalam waktu singkat dia bisa menghancurkan zirahnya dan dengan cepat membalikkan situasi.


Padahal belum lama ia unggul dan bisa menyerangnya.


Namun sayang sekali keunggulannya tak bertahan lama dan beginilah jadinya.


Entah apa yang terjadi kalau ia tak pakai zirah cahayanya.


Sudah pasti luka yang dialami bisa lebih parah dari yang sekarang.


Max terdiam dengan tatapan yang lebih serius dibanding yang sebelumnya.


Inilah strategi yang kini dijalankannya.


Melawan balik.


“Tuan….” Max masih bersikukuh ingin mengorek info.


Sedikit saja tak apa-apa.


Ia penasaran kenapa eksistensinya harus hilang dari sini.


Apa kesalahan terbesarnya?


Sejauh ini Max masih mempercayai apa yang dikatakan tuan penjaga langit padanya.


Ia datang ke dunia ini untuk menghadapi villain besar yang mengancam alam.

__ADS_1


Tapi kenapa sekarang ia malah diperlakukan seperti itu?


“Kau takkan mengerti.” Nada kekecewaan masih terdengar pada sang pria tua itu.


‘….’ YA KALAU NGGAK DIKASIH TAHU NGGAK BAKAL NGERTI-NGERTI DONG.


Dibalik wajahnya yang tenang, tersimpanlah emosi yang tak dikeluarkannya.


“Kau sudah menyiksa kami.” Kini sorot mata orang tua itu menatap tajam padanya?


‘Menyiksa?’ Max tak ingat soal ini.


Kapan yah?


“Berlagak tak tahu, hmph.” Nada kekecawaan kembali terdengar padanya.


‘BENERAN NGGAK TAHU DONG.’ Tak disangka megulik info bisa sesulit ini.


Bukannya ngerti malah tambah bingung lagi.


Orang tua ini yakin pemuda itu sudah tahu apa yang ia maksudkan.


Bukankah makhluk kuat sepertinya memang serba tahu?


Ia tak perlu bicara panjang lebar soal kesalahannya itu.


Bahkan dengan kondisinya yang seperti ini, tekad pria tua serba putih ini tak berubah sama sekali.


SWUSH!


Ia kembali mengumpulkan kekuatannya, namun ternyata jadi lebih sulit sekarang.


Serangan energi suci pemuda itu seolah menahan kekuatannya.


Pada akhirnya memang itulah tujuannya.


Max tak hanya sekedar menyerang, namun benar-benar menyerang dengan efektif.


Apa serangannya benar-benar efektif?


Max tak mau memperpanjang pertarungan.


“GRWAAAAH!!”


“!”


Orang tua ini menolak fakta, ia masih belum selesai.


“ANDA!?” Max tak bisa menahan keterkejutannya.


Aura kekuatan ini jelas….


AURA KEKUATAN SUCI.


“Kau sudah mendengarnya?” Orang tua itu terkejut pemuda ini tahu identitasnya.


“MAKHLUK EMPAT PENJURU!?” Tiba-tiba ada suara perempuan!


“!?” Max terkejut dalam diam, ia tak sadar rekannya sudah ada di sampingnya.


“Hmh.” Orang tua itu masih terlihat serius, namun ada kebanggaan dari keseriusannya itu.


CEPET JUGA.


Max tak menyangka rekannya malah datang ke sini.


Kok malah datang ke sini sih?


“Ehehe.” Love menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Ia tak bisa menahan rasa penasarannya dan jadilah datang ke sini.


“….” Max terdiam, ia tak bisa menyalahkannya sih.


Hasrat untuk mencari tahu terkadang sulit ditahan.


Bukannya ia tak ingin rekannya ada di sini.


Namun ia ingin dia berlindung di tempat aman, itu saja.


Namun yah tak semua hal berjalan sesuai dengan yang diinginkannya sih.

__ADS_1


“WAAAH….” Gadis pirang ini masih saja menatap kagum dan tak percaya dengan yang dilihatnya.


Namun ini nyata juga sih.


Ia sudah lupa perlakuan buruk orang tua itu sebelumnya.


“Kami mencarimu Tuan.” Max tak menyangka dengan pertemuan ini.


“….” Orang tua itu terdiam. Ia tak menelan mentah-mentah apa yang didengarnya.


Tak peduli seberapa menyakinkannya dia mengatakanya.


‘NGGAK PERCAYA YA.’ Padahal Max sudah berusaha serius.


Memang bukan hal mudah untuk membuat yang lain percaya.


“Tuan pelindung dunia….” Love akhirnya lebih tenang, namun kekagumannya belum berhenti.


Akhirnya setelah sekian lama, ia bisa berjumpa juga dengan makhluk legendaris yang diceritakan turun temurun.


Dengan mata kepalanya sendiri tentunya.


Meski ini benar-benar tak sesuai dengan bayangannya juga sih.


Ia pikir sosok makhluk penjaga bumi ini adalah para makhluk yangg ganteng dan cantik.


“Sebaiknya jaga sopan santunmu nak.” Orang tua ini menatap tajam sekarang.


“Wah, maaf Tuan.” Love tersenyum kecil, ia lupa orang tua ini bisa tahu apa yang dipikirkannya.


Namun meski tak sesuai dugaannya, ia tetap menghormati makhluk kuat satu ini kok.


Pasalnya beliaulah pelindung dunia yang sangat berjasa.


Bergerak dalam bayang untuk melindungi dunia ini, seperti di cerita novel saja ya.


“Aku bukan penguasa gelap.” Max tak menyerah untuk berkomunikasi dengannya.


Max yakin para makhluk gelaplah yang diincar olehnya, dan memang itulah rumor yang tersebar selama ini.


Tapi kenapa beliau malah ingin mengakhirinya? Nggak make sense kan?


Tujuan mereka harusnya sama, yakni melibas semua makhluk gelap yang ada di dunia ini.


Tapi kenapa?


Kenapa malah kehadirannya dipermasalahkan?


“Kaulah yang harus dimusnahkan.” Akhirnya statement to the point keluar dari sang orang tua ini.


“!?” Love tak bisa menahan kekagetannya.


ADA APA NIH?


Bukannya aktingnya sudahan?


Love pikir makhluk penjaga dunia itu hanya lagi main-main sama tuan penguasa ini.


Max terdiam, ia masih belum ngerti juga apa maksudnya.


“Bersiaplah.” Max terdengar serius.


“Eh?” Love terdiam.


Bersiap untuk apa?


SWUSH!!


Kini zirah cahaya pria tua itu sudah kembali seperti semula.


Kekuatannya sudah tak tertahan lagi.


Ia mematahkan teknik lawan dengan kekuatan sucinya yang sangat kuat.


Love akhirnya tahu apa maksud tuannya.


Ini beneran terjadi.


Sosok yang dicari-carinya selama ini malah mencari balik dengan tujuan yang sulit dipercaya.


“Mundurlah nak.” Orang tua itu tak butuh gangguan tambahan, ia hanya berurusan dengan yang jadi targetnya saja.

__ADS_1


Sret.


Gadis pirang ini melangkahkan kakinya, maju ke depan.


__ADS_2