
Pagi hari di penginapan Giok Biru. Hu Shan dan rombongannya keluar dari kamar mereka masing-masing, dan berkumpul di lantai dasar penginapan, yang merupakan restoran tingkat dasar, berbincang-bincang santai, sambil membicarakan rencana mereka.
" Benar-benar kota yang indah," ucap Qiong Du, sambil menikmati minumannya.
" Saudara Hu Shan, aku mencari informasi di pusat kota Informasi kota.," ucap Tu Hai.
" Baik Jika demikian, aku akan mencari informasi di rumah-rumah lelang dan tempat penjualan sumber daya," jawab Hu Shan.
" Bagaimana dengan saudara Lianghao?" tanya Jinse.
" Aku akan mencari kelompok rahasia, dan membeli informasi penting dari mereka," jawab Yu Jieru dengan tenang.
" Ingat, jangan sampai menarik perhatian orang banyak, apalagi apalagi membuat masalah. Dan aku juga tidak ingin kita mengganggu istirahat penguasa," ucap Liong Hei.
" Saudara Liong Hei, benar," ucap Tu Hai.
" Baik, supaya lebih lancar sebaiknya kita membagi rombongan, karena berjalan sendiri itu sangat berbahaya, tetapi jika berjalan dengan lebih banyak orang itu akan menarik perhatian," ucap Tian Feng.
" Saudara Tian Feng, benar," ucap Hu Shan, lalu membagi kelompok.
Setelah membicarakan banyak hal, mereka lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
***
Di dalam ruangan rahasia penginapan.
" Putri, para pelayan tuan Qing Ruo telah meninggal kamarnya." seorang pelayan melapor.
" Lalu bagaimana dengan tuan muda Qing Ruo?" tanya Liu Ye.
" Hingga saat ini, masih belum ada pergerakan."
" Baik, tetap awasi kamarnya. Ingat, jangan sampai ada yang menganggunya."
"Baik putri." lalu meninggalkan tempat itu.
***
Di tempat lain.
Di dalam dunia jiwa.
Qing Ruo terbangun dari tidurnya yang nyenyak, menatap Qing Ling yang sudah terbangun, dan sedang mengurusi Qing Lian An.
" Gege, tidurlah," ucap Qing Ling dengan lembut.
" Aku rasa sudah cukup, lagipula ada sesuatu yang harus dikerjakan," jawab Qing Ruo dengan lembut.
Qing Ling menganggukkan kepalanya, yang sudah tidak heran dengan kesibukan Qing Ruo.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Qing Ruo lalu meninggalkan istana emas, bergerak menuju istana Naga Emas, menemui keempat kelabang perak beracun yang di tempatkan di istana tersebut.
__ADS_1
" Swhus..." Sosok Qing Ruo muncul di halaman istana naga emas yang langsung disambut oleh keempat kelabang perak beracun.
" Hormat pada Penguasa muda Qing Ruo," ucap Jine Xun, sang pemimpin kelompok, sambil mengubah tampilan wujud mereka menjadi manusia.
" Bangunlah," ucap Qing Ruo dengan ramah, meminta keempat sosok yang berlutut dihadapannya itu.
" Terima kasih Penguasa muda. Aku Jine Xun, dan mereka adalah saudaraku Jine Fan, Jine Mu, dan Jine Mi." Memperkenalkan diri dengan hormat.
" Tuan Xun, aku Qing Ruo. Maaf baru bisa mengunjungi kalian." memperkenalkan diri, sambil meminta mereka duduk pada kursi taman.
" Penguasa muda, kami tahu Anda pasti sibuk. Lagipula, kami juga menyukai tempat ini. Selain aman, Dunia Jiwa ini juga sangat nyaman," ucap Jine Fan.
Qing Ruo tersenyum ramah.
" Senang mendengarnya. Kehadiran kalian mengingatkanku pada ketiga pelayanku, yang juga berasal dari ras serangga buas raksasa dari klan Lipan Bara," ucap Qing Ruo.
" Penguasa muda, benarkah. Lalu dimana mereka?" tanya Jine Xun dengan penasaran.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Jine Han, Jine Du, dan Jine Se, dari gunung Diyu yang berada di tengah gurun Duyou. Saat ini mereka berada di Benua Teratai Biru," ucap Qing Ruo dengan tatapan menerawang, mengingat ketiga pelayanannya tersebut dengan perasaan hangat, tetapi membuat Jine Xun dan saudaranya begitu terkejut.
" Benua Teratai Biru?" tanya Jine Mu.
" Benar, dan akupun juga berasal dari Benua Teratai Biru," jawab Qing Ruo dengan santai, membuat keempat kelabang Perak beracun itu begitu terkejut. Mereka tidak menyangka jika sosok yang memiliki kekuatan Dewa yang sangat luar biasa itu berasal dari benua Teratai Biru.
" Apakah ada yang salah?" tanya Qing Ruo heran.
" Dunia kecil terlarang?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Benar, kami para ras serangga, dan ras hewan buas menyebut tempat itu sebagai dunia kecil terlarang, kemampuan kami untuk menjadi kuat di tempat itu sangat terbatas, bahkan sebagian besar yang berada di tempat itu, untuk mencapai proses transformasi mengubah wujud menjadi manusia sangatlah sulit." Jine Mu, menjelaskan.
Qing Ruo menganggukan kepala.
"Benar, bahkan para hewan buas itu harus sudah berada di tingkat semi abdi, baru mereka bisa menggunakan transformasi mengubah wujud,"ucap Qing Ruo, mengingat Huo Mingzhi, Huo Zhaodau, Yuan Bai dan Yuan Hei, yang masih belum bisa mengubah tampilan wujud mereka, sedangkan Thou Thou, adalah kasus yang berbeda. Anjing dari neraka kuno itu, selamanya tidak bisa mengubah wujudnya.
" Apakah itu berarti Anda baru tiba di daratan ilahi ini?"
" Benar," jawab Qing Ruo santai, membuat keempat sosok yang ada di hadapannya itu semakin terperangah.
" Tapi penguasa muda, bagaimana Anda melakukannya?" Tanya Jine Fan.
" Rahasia," jawab Qing Ruo dengan senyumnya yang penuh arti.
" Baik, kami mengerti. Penguasa Muda, Itu berarti anda adalah Putra seorang penguasa?"
"Benar. Apakah sebelumnya, Yuan Bai dan Yuan Hei, tidak menjelaskan hal ini?" tanya Qing Ruo.
" Tidak ada penguasa muda. Mereka hanya mengatakan bahwa anda adalah seorang penguasa muda yang memiliki dunia jiwa ini, itu saja," jawab Jine Mu.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Baik," ucap Qing Ruo lalu mengutarakan tujuan kedatangannya.
" Sebelum aku menanyakan banyak hal, apakah ada yang ingin kalian tanyakan?"
" Tidak ada penguasa muda, mungkin kami bisa menanyakannya lain waktu pada tuan Yuan Bai dan Yuan Hei," jawab Jine Xun, yang tidak ingin membuang waktu Qing Ruo di tempat itu.
" Baik," ucap Qing Ruo, sambil menganggukkan kepalanya.
" Silakan penguasa muda," ucap Jine Xun dengan hormat.
" Jujur, aku telah membagikan ketiga senjata, dan mengambil semua benda yang ada di dalam cincin penyimpanan, bahkan mutiara jiwa dewa Yin Sha, Yin Huo dan Yin Wu. Namun jasad dan kitab terlarangnya, aman dan ada di tanganku," ucap Qing Ruo mengakui tindakannya, sambil menunjukkan peti emas yang masih berisi jasad utuh dan tiga kitab terlarang klan Yin yang mengambang di hadapan mereka.
Jine Xun dan rombongannya menganggukan kepala.
" Penguasa muda, kami mengerti. Terima kasih, telah menjaga dan melindungi jasad dan kitab terlarang ini," ucap Jine Xun.
" Terima kasih pengertiannya," ucap Qing Ruo dengan hormat.
" Tuan Jine Xun, Jika aku boleh tahu, siapa yang telah melukai Yin Sha dan kedua saudaranya ini?" Tanya Qing Ruo.
" Tetua Yin Xie, leluhur generasi ketiga dari klan Yin yang masih hidup."
" Seberapa kuat leluhur Yin Xie ini?"
"Semi abadi tingkat delapan tahap dasar."
" Sangat kuat. Lalu apa tujuannya membunuh ketiga putra patriark ini?"
" Untuk menguasai ketiga kitab terlarang ini," jawab Jine Mu, membuat Qing Ruo semakin heran.
" Bukankah dia leluhur klan Yin? Bukankah seharusnya tidak melakukan hal itu?"
" Benar. Tetapi tetua Yin Xie menginginkan kekuatan dan kekuasaan," jawab Jine Fan, membuat Qing Ruo semakin penasaran.
" Penguasa muda, Shen Guoshi Yin memiliki beberapa aturan, terutama jabatan dan kekuasaan di dalam klan. Patriark adalah sosok yang harus mampu menguasai tujuh kitab terlarang, tetua agung adalah sosok yang menguasai lima kitab terlarang, tetua tingkat tinggi setidaknya menguasai empat kitab, dan tetua tingkat rendah paling tidak menguasai dua kitab terlarang, sedangkan tetua Yin Xie ini, walaupun dia adalah leluhur generasi ketiga, tetapi jabatannya hanyalah tetua tingkat tinggi, sehingga dia hanya bisa menguasai empat kitab terlarang." Jine Xun menjelaskan.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Aku mengerti, tapi bagaimana leluhur Yin Xie bisa tahu bahwa kitab terlarang tersebut ada pada sosok Yin Sha, Yin Huo dan Yin Wu?"
Jine Xun dan saudaranya terdiam, menatap Qing Ruo dengan sedih.
" Yin Zuo, saudara kelima mereka," ucap Jine Fan menggelengkan kepalanya.
" Bagaimana bisa, apakah mereka berbeda ibu?" tanya Qing Ruo.
Jine Mu dan rombongannya menggelengkan kepalanya.
" Mereka berasal dari satu ibu yang sama. Ambisi buta yang haus akan kekuatan dan kekuasaan, rasa iri dan dengki pada saudaranya, membuat Yin Zuo seperti menemukan celah dan kesempatan pada sosok Yin Xie yang ternyata memiliki tujuan yang sama dengannya." Jine Mu menjelaskan.
" Sungguh mengerikan," ucap Qing Ruo pelan, menatap keempat sosok yang ada di hadapannya dengan tubuh bergidik.
__ADS_1
"Penguasa benar. Kekuatan dan kekuasaan membuat orang lupa akan jati dirinya, bahkan demi memenuhi keinginannya, mereka bahkan mengorbankan saudaranya..." ucap Jine Xun, dengan wajah kesal dan sedih, yang justru membuat Qing Ruo merinding.