
Kediaman Yin Hen Fen.
Qing Ruo yang sedang berkultivasi di dalam kamar pasukan elit puncak Dong Yin itu, tiba-tiba membuka matanya.
" Yin Di Lu telah tewas," ucapnya dengan heran, lalu keluar dari dalam ruangan, menemui Yin Gan yang berjaga di dalam ruang tamu.
" Penguasa, ada apa?" tanya Yin Gan dengan heran, menatap Qing Ruo yang terlihat tergesa-gesa.
" Yin Gan, panggil nona Rongyou dan tetua Xie," ucapnya sambil duduk di dalam ruangan itu.
" Baik penguasa..." Lalu bergegas meninggalkan ruangan itu.
" Apakah ini ulah Yin Jue?" Qing Ruo membatin heran.
Tidak lama kemudian, Yin Gan kembali bersama Yin Rongyou dan Yin Xie.
" Penguasa," ucap Yin Gan dengan hormat.
" Nona Rongyou, tetua Xie, maaf menganggangu istirahat kalian, karena kita akan segera pergi," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik tuan muda," ucap mereka bersamaan dengan wajah heran.
" Penguasa, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Yin Gan sekali lagi.
" Yin Di Lu telah tewas, dan aku tidak tahu siapa yang melakukannya," ucap Qing sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa, membuat Yin Gan ternganga.
" Penguasa ini....?" dengan wajah serius, karena sebelumnya Yin Rongyou dan Yin Gan menceritakan mereka di segel oleh Qing Ruo di dalam bola emas.
Qing Ruo menganggukan kepalanya dengan senyumnya yang ramah.
" Saudari..." ucapnya tiba-tiba berlutut di hadapan Qing Ruo dengan hormat, membuatnya Yin Rongyou dan Yin Xie kebingungan.
" Saudari, leluhur, lakukan saja." Berbicara melalui telepati dengan nada serius.
" Yin Gan, ini tidak perlu..." ucap Qing Ruo dengan ramah.
Yin Gan menggelengkan kepalanya dan terus meminta Yin Rongyou dan Yin Xie untuk berlutut di hadapan Qing Ruo.
" Saudari, leluhur, lakukan sekarang juga atau kita tidak akan bisa pergi," ucapnya berbicara melalui telepati dengan serius.
" Nona Rongyou, tetua Xie, masuklah, kita harus pergi sekarang juga. Aku yakin sebentar lagi Yin Jue akan mendatangi tempat ini," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Penguasa ini tidak bisa. Sekalipun Yin Rongyou adalah saudariku dan tetua Xie adalah leluhurku, jika mereka tidak memberi hormat, mereka sama sekali tidak-"
" Yin Gan, ini adalah kehendakku," ucap Qing Ruo dengan wajah serius.
__ADS_1
" Saudari, leluhur, ini adalah celah dimensi ini suci. Walaupun ini adalah keinginan penguasa muda, namun aku memaksa," ucap Yin Gan dengan serius, membuat Yin Rongyou dan Yin Xie begitu kebingungan.
Di hadapan mereka, Qing Ruo hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Yin Gan, jika Yin Jue tiba di tempat ini, aku tidak akan bisa menolong kalian lagi," ucapnya dengan serius.
" Tapi penguasa..."
" Masuklah," ucap Qing Ruo dengan nada tegas yang dalam, membuat Yin Gan langsung berdiri.
" Saudari, leluhur, mari..." ucapnya dengan wajah kecewa.
Yin Rongyou dan Yin Xie yang benar-benar tidak mengetahui maksud Yin Gan sebelumnya, lalu bergerak mengikutinya.
" Swhus... swhus..." Sosok mereka lenyap ke dalam dunia jiwa.
Setelah Yin Gan dan rombongannya masuk ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu membersihkan jejak aura yang ditinggalkan oleh mereka yang ada di setiap ruangan yang ada di dalam kediamanan tersebut.
Setelah membersihkan semua jejak aura yang ada dan memastikan bahwa tempat itu benar-benar telah bersih, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.
" Swhuss...." sosoknya bergerak dengan kecepatan tinggi, melewati setiap segel mantra formasi perlindungan tingkat tinggi yang terpasang di setiap tempat yang ada di kawasan kediamanan pasukan elit itu.
Setelah Qing Ruo pergi, dua menit kemudian, Yin Jue tiba di tempat itu, namun menemukan kediaman tersebut telah kosong.
Yin Jue duduk di ruangan tamu itu, menatap langit-langit ruangan dengan pikiran yang sangat kacau.
" Kematian Xie dan Di Lu er terjadi dalam waktu yang bersamaan. Apakah ini hanya kebetulan? tapi itu tidak mungkin," batinnya lalu bergerak pergi untuk melakukan penyelidikan.
****
Di dalam dunia jiwa.
" Swhus.... swhus..." Yin Gan, Yin Rongyou dan Yin Xie muncul di puncak gunung di wilayah selatan dunia jiwa.
" Yin Gan er, tempat apa ini?" tanya Yin Xie dengan penasaran.
" Leluhur, ini adalah dunia jiwa, penguasa muda Qing Ruo," jawab Yin Gan, membuat Yin Xie dan Yin Rongyou ternganga.
" Yin Gan er, apakah kamu serius?"
" Leluhur, apakah aku terlihat sedang bercanda," jawab Yin Gan yang masih menunjukkan wajah kesalnya.
" Tempat yang hanya ada di dalam legenda. Ternyata tempat itu benar-benar ada," ucap Yin Xie dengan takjub.
" Maksud leluhur?" tanya Yin Rongyou dengan penasaran.
__ADS_1
" Rongyou er, di dalam catatan kuno dikatakan bahwa dunia jiwa adalah tempat suci yang ada di dalam jiwa seorang. Memiliki siklus kehidupan sama seperti dunia luar. Ada siang, ada malam dan bisa di tempati karena dunia itu benar-benar nyata," jawab Yin Xie menjelaskan, membuat gadis itu ternganga.
" Jadi saat ini kita benar-benar berada di dalam dunia jiwa itu?" menatap Yin Gan dengan wajah ragu.
" Benar," jawab Yin Gan.
Yin Rongyou terdiam, teringat tindakan Yin Gan sebelumnya yang begitu ingin agar dirinya berlutut di hadapan Qing Ruo. "Apakah karena ini saudara ingin aku berlutut sebelumnya?"
Yin Gan menganggukan kepalanya.
" Saudari, dunia jiwa ini hanya dimasuki oleh mereka yang sangat dipercaya oleh penguasa muda, jika bukan sebagai pelayannya, maka sebagai tawanannya. Semua kehidupan di dalam dunia ini diatur oleh penguasa muda dengan ujung jarinya, jadi kita di tempat ini tidak ubahnya seperti semut di hadapan gajah," ucap Yin Gan, membuat Yin Rongyou dan Yin Xie terdiam.
" Jadi saudara, apa yang harus kami lakukan?" tanya Yin Rongyou dengan wajah khawatir.
Yin Gan tersenyum tenang.
" Saudari, penguasa muda telah mengizinkan kita memasuki tempat ini, itu artinya kita adalah-"
Kata-kata Yin Gan terhenti saat tiba-tiba langit puncak gunung itu bergetar.
" Swhus... swhus..." sosok Huo Mingzhi, Huo Zhaodau, Yuan Bai, Yuan Hei, Long Chen dan Long Yu Wei dengan tubuh transformasinya yang melepaskan kekuatan puncakya masing-masing, muncul di atas langit gunung itu dengan aura yang begitu mendominasi.
" Saudara, mereka," ucap Yin Rongyou dan Yin Xie dengan heran dan panik.
" Suadara Yin Gan!" ucap Long Chen dengan nada yang dalam.
" Saudara, mereka adalah keluargaku," ucap Yin Gan dengan cepat, menatap Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau yang bersiap menyerang.
" Mengenai hal ini kami tidak medapat kabar dari penguasa," ucap Yuan Bai yang kini bahkan sudah mengeluarkan tongkat emasnya, membuat lutut Yin Rongyou dan Yin Xie bergetar.
" Saudara, penguasa sedang tergesa-gesa, jadi tidak sempat mengabari saudara dan yang lainnya..." ucap Yin Gan mencoba menahan mereka.
" Saudara kami akan menunggu, tapi jika masih belum ada kabar dari penguasa, maka jangan salahkan kami," ucap Huo Mingzhi dengan sikap yang begitu mendominasi, karena sudah menjadi kebiasaan mereka, jika Qing Ruo memasukan orang lain tanpa kabar itu berarti yang memasuki dunia kecil itu adalah musuh.
" Ba-baik saudara," ucap Yin Gan terbata.
***
Di dunia luar.
Qing Ruo yang meninggalkan puncak Dong Yin, terus bergerak menuju puncak Zhu Yin, puncak utama gunung Langit Yin yang merupakan kawasan netral bagi kedua kubu, sebelum bergerak menuju puncak Nan Yin yang berada di puncak gunung selatan.
" Yin Gan dan rombongannya," Qing Ruo membatin, lalu mengabari Huo Zhaodau dan Huo Mingzhi mengenai kedatangan mereka di dalam dunia jiwa. Namun baru saja dirinya selesai mengabari Huo Zhaodau, tiba-tiba aura kehidupan Yin Weng Can yang dia samarkan di kediaman Yin Rongyou tiba-tiba lenyap, membuatnya mempercepat pergerakannya.
🙏***1 chapter ya kak🙏***
__ADS_1