
Kemunculan Qing Ruo di pusat kota Xi, langsung mendapat pemeriksaan dari beberapa prajurit yang kebetulan sedang berjaga di gerbang teleportasi kota itu.
" Selamat datang di kota Xi tuan. Mohon indentitasnya," ucap prajurit itu berbicara dengan ramah.
" Baik tuan," jawab Qing Ruo sambil menunjukan lencana klan Na
" Baik tuan, terima kasih," ucap prajurit tersebut sambil mempersilakan Qing Ruo meninggalkan tempat itu dengan ramah.
Dengan tenang, Qing Ruo lalu meninggalkan gerbang teleportasi kota itu, bergerak mencari penginapan.
" Semoga kota ini tidak seperti kota Tongzhe." Membantin penuh harap, sambil terus melangkahkan kakinya.
Setelah berjalan cukup lama, Qing Ruo akhirnya menemukan sebuah penginapan mewah, yang tidak jauh dari gerbang teleportasi kota.
Dengan tenang sosoknya memasuki halaman penginapan tersebut.
Kedatangan Qing Ruo di tempat itu langsung disambut oleh beberapa pelayan yang sedang berjaga di depan pintu masuk penginapan.
" Selamat datang di penginapan Bunga Xi, tuan." Berbasa-basi, menatap Qing Ruo dengan ragu. Qing Ruo yang mengerti maksud dari tatapan itu tersenyum santai.
" Nona pelayan, aku ingin menginap. Apakah masih ada kamar kosong?"
" Ada tuan, tapi hanya ada kamar khusus. Jadi harganya sedikit lebih mahal." Sambil memeriksa tampilan sederhana Qing Ruo dengan ragu.
Qing Ruo yang sedikit heran dengan alasan itu, menganggukkan kepala.
" Baik, tidak masalah," jawab Qing Ruo santai.
" Untuk berapa malam tuan?"
" Untuk dua malam," jawab Qing Ruo.
" Baik tuan. Untuk satu malamnya dua puluh lima ribu kristal jiwa abadi, jadi totalnya lima puluh kristal jiwa abadi. Silakan lakukan pembayaran," sambil mengarahkan Qing Ruo pada meja kasir.
Setelah membayar biaya penginapan, pelayan tersebut lalu membawa Qing Ruo menuju kamarnya yang ternyata berada di lantai tiga penginapan tersebut.
Sepanjang jalan menuju lantai tiga. Sang pelayan yang meragukan Qing Ruo sebelumnya kini hanya bisa terdiam.
" Tu-tuan," ucapnya ragu.
" Bicaralah..."
" Apakah tuan juga mengikuti acara lelang kota?"
Qing Ruo yang tidak menyangka akan ada lelang di kota itu menganggukan kepalanya.
" Tentu saja," jawab Qing Ruo.
" Benar-benar waktu yang tepat," bantinnya senang, yang tidak menyangka akan ada lelang di kota itu.
__ADS_1
" Itu berarti tuan muda ini benar-benar, kaya." Sang pelayan membatin, sambil terus memimpin jalan.
Tidak lama kemudian. Mereka akhirnya tiba di kamar yang dimaksud.
" Silakan, tuan." Sambil membuka pintu kamar.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil memasuki kamar.
Setelah pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu menyegel ruangan itu.
" Swhus..." Sosok Long Chen dan Huo Mingzhi muncul di dalam ruangan.
" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.
" Long Chen, Mingzhi, kita sudah berada di kota Xi."
" Apa! Kota Xi?" Tanya Long Chen, menatap Qing Ruo dengan lekat.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Long Chen, kebetulan kota Xi akan mengadakan lelang, aku ingin kamu mencari informasi mengenai hal itu."
" Baik Penguasa." Lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah Long Chen pergi. Qing Ruo lalu meminta Huo Mingzhi berjaga di dalam ruangan, dan memasuki dunia jiwa.
" Swhuss...." Sosoknya muncul di dalam kebun buah-buahan abadi, yang berada di wilayah selatan dunia jiwa.
" Swhus..." Sosok Yuan Bai dan Yuan Hei dengan keranjang di punggungnya yang penuh dengan buah-buahan abadi muncul di tempat itu.
" Penguasa," ucapnya dengan hormat.
" Yuan Bai, Yuan Hei," ucap Qing Ruo menyapa kedua pelayannya itu dengan ramah.
" Penguasa, apakah ada masalah?" tanya Yuan Bai, menatap Qing Ruo yang sedang menatap rumput emas penguat jiwa.
" Tenanglah. Semuanya baik-baik saja. Hanya saja rumput emas ini belum siap di petik." Sambil menjelaskan tujuannya yang ingin menggunakan sumberdaya tersebut untuk membantunya menyerap mutiara air tak berbentuk.
" Penguasa, aku rasa itu tidak mudah. Karena jikapun sudah bisa dipetik, Penguasa harus menunggu rumput ini menumbuhkan anakan lainnya." Yuan Bai menjelaskan, sambil menatap rumput emas tersebut.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Sepertinya harus bersabar," ucapnya tersenyum kecut, sambil menatap Yuan Bai dan Yuan Hei dengan heran.
" Penguasa, apakah ada yang salah?"
" Di mana Guang Zhou, Ming Kongqi dan yang lainnya?" Tanya Qing Ruo dengan heran.
" Penguasa, para dewa fana itu sudah tidak ada yang tersisa. Mereka semua mati terjebak oleh formasi di tengah kebun ini." Yuan Hei menjelaskan, bahwa semua tawanan manusia yang bekerja di kebun buah-buahan abadi itu telah mati.
__ADS_1
" Mengapa kalian tidak segera melapor padaku," ucap Qing Ruo dengan wajah sedih.
" Penguasa, kami tidak ingin menganggu perjalanan Anda. Selain itu, kami juga sudah mengurus mayat mereka dengan baik." Yuan Bai menjelaskan.
Qing Ruo menganggukan kepalanya sambil menatap pohon-pohon persik abadi yang terhampar di hadapannya. Walaupun raut wajahnya tampak begitu tenang, namun di dalam hatinya Qing Ruo merasa begitu sedih.
" Itu berarti tempat ini memerlukan pekerja baru," ucap Qing Ruo pelan.
" Penguasa, serahkan masalah ini pada kami. Sebelumnya kami berdua adalah orang yang dipercayakan oleh saudara Zin dan Zan untuk membantunya mengurus kebun ini. Bahkan saudara Zin dan Zan juga meminta kami mengurus danau Jingshen. Hanya saja kami jarang ke tempat itu, karena kristal jiwa biasa sudah tidak penguasa perlukan lagi, jadi kami menunggu hingga kristal jiwa itu menjadi krital jiwa abadi." Yuan Hei menjelaskan.
Qing Ruo menganggukan kepalanya sambil menghembuskan nafas panjang.
" Aku terlalu egois dengan kesibukanku, hingga tidak memiliki waktu untuk memeriksa dunia jiwa," ucapnya pelan.
" Penguasa, tenanglah. Serahkan saja pekerjaan ini pada kami," ucap Yuan Bai dengan penuh semangat.
Qing Ruo menganggukkan kepala, sambil mengedar pandangannya. Menatap kebun buah-buahan itu dengan seksama, lalu bergerak dengan perlahan, dan mulai memetik buah-buahan yang telah matang.
" Penguasa, biar kami saja," ucap Yuan Bai, sambil bergerak di sisi Qing Ruo.
" Tenanglah, karena aku juga sedang tidak sibuk," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan dirinya yang sedang menunggu kabar dari Long Chen.
Yuan Bai dan Yuan Hei yang tidak bisa membantah hanya bisa menganggukan kepalanya, sambil bergerak di sisi Qing Ruo yang terus bergerak memetik buah-buahan itu.
****
Di tempat lain.
Long Chen yang ditugaskan Qing Ruo mencari informasi mengenai lelang di kota Xi, masih berada di lantai dasar penginapan.
Sambil menikmati minumannya, Long Chen menyimak percakapan para pengunjung yang ada di tempat itu untuk mencari informasi mengenai acara lelang, dan informasi lainnya mengenai kekuatan yang ada di kota itu.
Setelah cukup lama berada di tempat itu, Long Chen lalu keluar dari penginapan itu, mencari informasi di tempat lain.
****
Di dalam dunia jiwa.
Menjelang sore.
Qing Ruo yang sedang memetik buah-buahan abadi bersama Yuan Bai dan Yuan Hei akhirnya meninggal wilaya selatahln dunia jiwa, bergerak dengan perlahan menuju wilayah utara dunia jiwa.
" Sepertinya masih belum ada kabar dari Long Chen," batinnya.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo akhirnya tiba di aula kultivasi, lalu beristirahat di tempat itu, mencoba menenangkan hati dan pikiran.
Lima belas menit kemudian, Qing Ruo lalu mengeluarkan Mutiara air tak berbentuk dari dalam cincin penyimpanannya.
" Swhus...." Mutiara kehidupan naga air itu muncul dan mengambang di hadapannya.
__ADS_1
" Benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa." ucapnya, lalu mulai mempelajari kekuatan sumberdaya tersebut.