
setelah pertempuran itu berakhir. satu persatu hewan buas itu bergerak meninggalkan puncak Gunung.
Di tempat persembunyiannya. Qing Ruo yang sedang mengamati ular api sisik emas yang bergerak meninggalkan tempat itu, begitu terkejut saat kelima hewan buas tingkat tinggi yang telah membunuh ketiga naga air itu, mengarahkan pandangan ke tempat persembunyiannya dengan tajam.
" Swhus...." Salah satu elang emas, tiba-tiba bergerak memeriksa tempat persembunyian Qing Ruo, dan terus bergerak mengitari tempat itu.
Di tempat persembunyiannya, di balik perisai ilusi.
Qing Ruo berdiri dengan sikap siaga, sambil mengeluarkan tujuh pisau cahaya Shen Guang, bersiap untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi.
Di atas langit tempat persembunyiannya. Elang emas itu terus berputar-putar mencoba mencari jejak aura asing yang ada di tempat itu, lalu bergerak pergi.
Qing Ruo akhirnya dapat bernafas lega, namun dirinya juga sedikit kesal karena, ular api sisik emas yang menjadi incarannya kini sudah pergi, menghilang dari pandangannya.
Sebenarnya Qing Ruo ingin memeriksa sisa pertempuran tersebut, dan mengambil mutiara jiwa naga air yang telah terbunuh, namun dia khawatir itu adalah jebakan dari hewan buas tersebut.
Tidak ingin mengambil risiko. Setelah semua hewan buas yang ada di tempat itu pergi, Qing Ruo juga lalu bergerak meninggalkan tempatnya, kembali menuju gua yang ditempati.
Sambil bergerak menuju gua, tiba-tiba Qing Ruo melihat ular api sisik emas bergerak menuju sisi selatan pulau kecil itu.
Qing Ruo begitu senang, namun juga sedikit kecewa karena ular api sisik emas itu tidak sendiri. Dari jauh Qing Ruo dapat melihat ular itu terus bergerak bersama dengan ular es hitam dan ular racun daun, yang merupakan hewan buas semi abadi tingkat tiga tahap akhir.
Dengan tenang, Qing Ruo terus bergerak mengikuti ular-ular tersebut, sambil mengabari Huo Zhaodau dan Thou Thou yang berada di sisi timur pulau yang sedang berada di dalam gua.
Setelah terus bergerak, akhirnya ular api sisik emas itu tiba di depan air terjun yang mengalir dari puncak gunung pulau kecil tersebut. Lalu bersama kedua ular lainnya, melewati tirai air tersebut.
" Itu berarti ada gua di balik tirai air tersebut." Membatin, sambil bergerak mendekati tempat itu dengan waspada.
Setelah menunggu cukup lama, dan merasa keberadaannya di tempat itu tidak diketahui, Qing Ruo lalu bergerak perlahan mendekati tirai air, lalu menyelinap memasuki tempat itu.
" Ternyata memang ada gua besar. Semoga tidak ada hewan buas tingkat tinggi lainnya." Membatin, menatap lorong gua.
Setelah menyegel mulut gua dan dengan mantra formasi perlindungan ilusi, Qing Ruo lalu memasuki lorong gua itu dengan perlahan.
Setelah bergerak seratus meter, Qing Ruo lalu menemukan tiga cabang lorong yang mengarah pada tiga tempat yang berbeda, membuatnya begitu senang.
" Itu artinya mereka tidak bersama," membatin sambil memeriksa ketiga lorong itu.
" Ular es hitam, meninggalkan jejak dingin. Ular racun daun meninggalkan jejak racun, ini pasti tempat ular api sisik emas, karena ada jejak kekuatan api di dalamnya." Membatin,memasuki lorong bagian paling kanan dengan berhati.
Lima belas meter kemudian, Qing Ruo lalu kembali menyegel lorong tersebut dengan mantra formasi tingkat tinggi.
__ADS_1
Semakin dalam Qing Ruo memasuki gua tersebut, maka semakin panas tempat itu.
Dua ratus meter kemudian, Qing Ruo akhirnya tiba di dalam ruangan utama gua tersebut, dikejutkan dengan tatapan tajam tiga sosok ular raksasa yang sepertinya sedang menunggu kedatanganya.
" Apalah mereka sudah mengetahui kedatanganku." Membatin, menatap ular racun daun, ular es hitam dan ular api sisik emas yang ada di hadapannya, sambil memeriksa tempat itu dengan tenang.
Pada saat Qing Ruo sedang memeriksa ruangan itu, tiba-tiba ular racun daun bergerak menyerang, melepaskan tembakan racun hitam dari mulutnya, lalu diikuti ular es hitam dan ular api sisik emas, yang juga melepaskan serangan puncaknya.
" Dhuar.... dhuar...." Serangan mereka beradu, dengan ledakan keras mengguncang gua raksasa tersebut.
" Swhuss.... Swhus..." Qing Ruo bergerak Zig-zag, menghindar dan melepaskan pukulannya.
" Swhuss... swhuss..." Long Chen, Long Fu dan Long Qe muncul, sambil melepaskan pukulannya, mengejutkan ketiga ular raksasa itu.
" Dhuar...dhaur..." Serangan Long Chen dan kedua saudaranya mengenai tubuh ular-ular itu dengan telak, melemparnya hingga menghantam dinding gua.
" Lumpuhkan secepatnya. Kita harus segera meninggalkan tempat ini," ucap Qing Ruo sambil mengawasi pertarungan, yang tidak mengira akan terjadi pertarungan sengit di dalam ruangan itu.
" Baik penguasa," ucap Long Chen dan rombongannya dengan penuh semangat, lalu bergerak melepaskan serangan susulan.
" Dhuar... Dhuar...." Pukulan keras mereka, membuat ketiga ular tersebut terkapar meregang nyawa.
Dalam waktu singkat, serangan Long Chen dan kedua saudaranya melumpuhkan ketiga ular raksasa tersebut, namun getaran dari ledakan telah menyebar hingga di luar gua.
Dengan segera, Long Chen, Long Fu dan Long Qe, masing-masing membawa satu sosok ular raksasa itu, melesaat ke dalam dunia jiwa.
" Swhuss... swhuss..." sosok mereka lenyap di dalamnya.
Tanpa ingin menunggu kekuatan lain mendatangi tempat itu, Qing Ruo lalu bergerak pergi.
****
Di tempat rahasia pulau kecil itu.
Lima sosok hewan tertinggi, yaitu dua elang emas dan tiga gagak hitam yang mengubah diri menjadi sosok manusia duduk dengan hormat di hadapan burung bangau putih, hewan buas semi Abadi tidak delapan.
" Sepertinya ada yang memasuki kawasan kita lagi. Pergi dan tangkap. Jika melawan, bunuh di tempat," ucap bangau putih tersebut dengan tegas.
" Baik penguasa."
Kelima hewan buas semi abadi tingkat tujuh tahap akhir itu lalu meninggalkan sang bangau, bergerak menuju gua kediaman ketiga ular raksasa tersebut.
__ADS_1
Setelah kelima hewan buas itu pergi. Sang bangau putih itu lalu kembali berkultivasi dengan tenang.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dengan kecepatan puncaknya, melesat meninggalkan gua tirai air itu, bergerak menujunya arah timur pulau.
" Swhuss..... swhus..." sosoknya melesat, melepaskan bayangan hitam di dalam kegelapan malam, menyelinap dari tempat ke tempat yang aman, hingga tiba di depan mulut gua yang ditempatinya.
" Penguasa," ucap Thou Thou dengan khawatir.
" Thou Thou, ada apa?"
" Penguasa, aku merasakan lima sosok yang sangat kuat bergerak dari kawasan dalam gunung.
" Aku juga merasakannya," ucap Qing Ruo dengan tenang, sambil meminta Guaiyi itu kembali ke dalam dunia jiwa.
Setelah Thou Thou kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu memasuki gua itu dengan tenang.
***
Di tempat lain.
Lima sosok manusia burung tersebut begitu murka saat menemukan gua kediaman ular raksasa itu telah kosong. Namun yang lebih membuat mereka semakin murka adalah, jejak aura sisa pertempuran yang terjadi di dalam lorong gua ular Api sisik emas.
" Kep***t! ini adalah ulah para naga!" ucap gagak hitam dengan tatapan nyalang, memeriksa jejak aura pertempuran di dalam ruangan itu.
" Melakukan penyergapan dan penculikan. Benar-benar memalukan!" ucap salah satu dari mereka dengan kesal.
" Tapi kapan mereka datang. Aku bahkan tidak merasakan kedatangannya," ucap Elang Emas dengan heran.
" Jika demikian, apa yang harus kita lakukan?" tanya gagak hitam.
" Sebelum bertindak sebaiknya kita bicarakan hal ini dengan penguasa...."
" Saudara benar. Namun untuk mencegah penyusup itu keluar, sebaiknya salah satu dari kita pergi melapor, sedangkan yang lainnya bergerak, menyegel seluruh kawasan ini."
" Baik...." lalu bergerak ke berbagai arah untuk menyegel kawasan tersebut.
****
__ADS_1
Di tempat lain. Dari arah yang berbeda. Ketiga kelompok tetua dari klan Naga yang sedang mencari jejak Qing Ruo, tiba-tiba menghentikan pergerakannya, lalu bergerak menuju kawasan utara dengan kecepatan tinggi.
👉 masih tetap satu bab🙏