
" Swhus... swhus...." ribuan pasukan elit dari puncak Zhu Yin yang sebelumnya terus berdatangan di atas langit puncak Nan Yin, bergerak pergi, membuat suasana di tempat itu menjadi tenang.
" Pangeran, sepertinya mereka mundur? Apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang tetua tingkat tinggi.
" Tetua Xiaolong, terus aktifkan segel perisai ini dan tempatkan semua pasukan di tempat strategis," jawab Yin Gang dengan tenang.
" Baik pangeran..."
Setelah memberikan pengarahan pada pasukan puncak Nan Yin, Yin Gang lalu meninggalkan tempat itu.
" Swhus...." sosoknya bergerak keluar dari puncak Xi Yin.
****
Di tempat lain.
Halaman Aula bela diri puncak Zhu Yin.
Ribuan pasukan elit Puncak Zhu Yin yang kembali dari puncak Nan Yin, langsung mendapat pemeriksaan dari para tetua pelindung klan, bahkan Yin Baohu juga memerintahkan para tetua tersebut juga ikut di periksa.
****
Di dalam istana aula bela diri.
" Penyusup ini benar-benar merepotkan. Aku yakin kekacauan di perbatasan puncak Nan Yin sebelumnya adalah tindakan yang disengaja," ucap Yin Zhanshi Zhe.
" Maksud Saudara?" tanya Yin Baohu.
" Aku yakin penyusup itu ingin mengadu kita dengan puncak Nan Yin," jawab
Yin Baohu mengelengkan kepalanya.
" Menurutku pencuri itu memang dari pihak Nan Yin. Alasannya, karena pencuri itu memang seorang ahli mantra formasi," ucapnya dengan serius.
" Tapi saudara, kita selalu terkecoh. Jika memang pencuri itu dari puncak Nan Yin, aku rasa dia tidak akan mau membahayakan wilayahnya sendiri," ucap Yin Zhanshi Zhe menanggapi.
" Saudara Zhanshi Zhe, untuk apa mereka takut, sedangkan mereka sendiri memiliki dukungan kuat dari Yin Bei," ucap Yin Gu Jian menimpali.
Yin Zhanshi Zhe menggelengkan kepalanya.
" Saudara, jika perang itu benar-benar terjadi, yang diuntungkan dalam masalah ini adalah puncak timur," ucapnya pelan, membuat tempat itu menjadi hening.
" Hais, masalah ini semakin rumit. Saudara Gu Jian, bagaimana dengan segel rantai iblis kecil yang saudara letakan sebelumnya?" tanya Yin Baohu.
Yin Gu Jian menganggukan kepalanya.
" Segel itu masih aktif," ucapnya pelan.
" Semoga patriark segera naik tingkat. Fokus utama kita saat ini adalah mencari Trisula kegelapan," ucap Yin Zhanshi Zhe.
" Benar," ucap Yin Baohu, sambil melanjutkan perbincangan mereka.
****
__ADS_1
Di tempat lain. Di dasar danau es hitam.
.
Dua jam kemudian, Yin Bei dan Qing Ruo akhirnya selesai memulihkan diri.
" Tuan muda Qing Ruo, terima kasih. Tanpa tuan, mungkin aku akan menjadi yang abadi tanpa jiwa," ucapnya merendah dengan penuh syukur.
" Pangeran terlalu memuji, aku hanya kebetulan bisa sedikit. Dapat membantu Pangeran itu sudah membuatku senang," ucap Qing Ruo merendah.
" Tuan Qing Ruo, aku Yin Bei akan mengingat budi ini," ucapnya dengan sungguh-sungguh, sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Pangeran, Aku Qing Ruo juga akan mengingat budi pangeran," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Maksud tuan Qing Ruo?" tanya Yin Bei dengan heran.
" Pangeran, jika aku bertemu dengan anggota klan Yin lainnya, apakah mungkin hingga saat ini aku masih bisa berbicara," ucap Qing Ruo dengan ramah.
Yin Bei menganggukkan kepalanya.
" Jika saja saat itu aku tidak memahami kekuatan cahaya, mungkin aku juga akan bertindak seperti mereka," ucapnya sambil tersenyum ramah.
" Pangeran, mengenai teknik cahaya, bagaimana pangeran bisa memahami hal itu?" tanya Qing Ruo dengan penasaran.
Yin Bei terdiam sesaat, lalu menatap Qing Ruo dengan serius.
" Apakah tuan Qing Ruo tahu gunung suci Ping Xie?"
Qing Ruo menanggukan kepalanya pelan.
" Tuan, seorang ahli mantra formasi perlu memahami tanda suci, dan aku secara tidak sengaja mendapat pencerahan mengenai kekuatan cahaya pada saat datang di tempat itu," jawabnya dengan jujur.
" Pencerahan mengenai kekuatan cahaya? Apakah pangeran belajar dari sajak kuno yang ada di bawah tangga emas?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Benar, tapi bagaimana tuan Qing Ruo tahu hal itu?" menatap Qing Ruo dengan serius.
Qing Ruo tersenyum santai, lalu menunjukkan lencana giok hijau polos yang dimilikinya.
" A-pa..." ucap Yin Bei terkejut.
" Tu-tuan, siapa anda sebenarnya?" menatap Qing Ruo dengan serius.
" Apa yang pangeran ketahui tentang lencana ini?" tanya Qing Ruo.
" Tuan, ini adalah lencana klan Shen Guoshi Shenghuo. Ada hubungan apa tuan dengan klan kuno itu?" tanya Yin Bei dengan serius.
" Aku adalah murid dan anggota klan Shenghuo," jawab Qing Ruo dengan tenang, membuat Yin Bei ternganga.
" Tu-tuan tidak bercanda, kan?" Menatap Qing Ruo dengan serius.
" Lalu menurut pangeran?" tanya Qing Ruo dengan tenang sambil menyesap minumannya dengan santai.
Yin Bei terdiam cukup lama.
__ADS_1
" Tidak ada yang tidak mungkin, karena bagaimanapun juga, klan Shen Guoshi Shenghuo adalah klan kuno yang sangat kuat," ucapnya pelan.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Benar, klan Shenghuo di kabarkan telah lama menghilang, tetapi bukan berarti mereka lenyap," ucap Qing Ruo.
Tiba-tiba Yin Bei berdiri dari kursinya.
" Tuan Qing Ruo, walaupun aku bukan murid klan langsung Shen Guoshi Shenghuo, tapi aku telah menganggap diri menjadi bagian dari mereka. Hormat pada senior Qinq Ruo," ucapnya sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Seharusnya aku yang memanggil pangeran sebagai senior. Walaupun pangeran bukan murid langsung, tetapi pangeran lebih dulu belajar di gunung Suci Ping Xie," ucap Qing Ruo.
" Itu tidak benar, karena aku hanyalah orang luar, sedangkan senior adalah orang dalam yang lebih memiliki hak untuk mendapatkan status tersebut," ucapnya bersikukuh.
" Pangeran, karena kita sama-sama bagian dari gunung Suci Ping Xie, bukankah itu berarti kita saudara, aku rasa itu lebih tepat," ucap Qing Ruo yang langsung mendapat sambutan yang luar biasa dari Yin Bei.
" Saudara Qing Ruo," ucapnya sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, yang dibalas oleh Qing Ruo dengan cara yang sama.
" Saudara Yin Bei, jika bertemu dengan guru, aku akan mengabari hal ini," ucap Qing Ruo dengan serius.
" Terima kasih, saudara. Menjadi bagian dari gunung Suci Ping Xie adalah kehormatan ku. Saudara Ruo, aku begitu penasaran bagaimana saudara bisa menjadi murid klan Shenghuo?" tanya Yin Bei dengan serius.
" Saudara Bei, aku juga seorang pelatih mantra formasi. Sebelumnya aku bahkan tidak tahu sama sekali gunung suci Ping Xie, hingga kakek guru Xiong Mao Tian memintaku untuk mempelajari tanda suci, dan aku beruntung dapat belajar langsung dari guru Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming," jawab Qing Ruo dengan jujur, membuat Yin Bei yang duduk di hadapannya, diam terngaga.
" Saudara Yin Bei," ucap Qing Ruo membuyarkan lamunannya.
" Saudara Ruo, siapa Anda sebenarnya?" tanya Yin Bei dengan wajah serius.
" Maksud Saudara Bei?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Saudara Ruo, ada hubungannya apa saudara dengan yang abadi Xiong Mao Tian? Latar belakang sudara begitu rumit yang bahkan hampir membuatku hampir tidak bisa berpikir," ucapnya dengan serius, membuat Qing Ruo terkekeh.
" Hais saudara Bei ini, ada-ada saja," ucapnya sambil menuangkan minum lalu memberikannya pada Yin Bei. " Minum dulu," ucapnya dengan hangat.
" Terima kasih saudara," sambil meraih minuman itu dan menyesapnya dengan perlahan. " Saudara Ruo, penjelasannya," ucapnya dengan serius.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Kakek Guru Xiong Mao Tian. Seharusnya aku memanggilnya dengan kakek buyut, karena dia adalah guru dan ayah angkat kakek Ling Zhong," jawab Qing Ruo sambil menujukan lencana Giok Bambu Ungu Langit, membuat Yin Bei kini hampir menyemburkan minuman dari mulutnya.
" Saudara Ruo, lencana ini...?"
" Benar, aku adalah tuan muda hutan gelap," jawab Qing Ruo dengan santai.
" Lalu kakek Ling Zhong yang anda sebut sebelumnya, apakah Shen Guoshi Ling Zhong putra patriark Shen Guoshi Ling Tian itu?" Menatap Qing Ruo dengan serius.
" Benar, saat ini kakek Ling Zhong adalah patriark klan Shen Guoshi Ling, dan ibuku adalah putri tunggalnya," jawab Qing Ruo dengan santai, membuat Yin Bei kini benar-benar melototkan matanya.
" Lalu bagaimana dengan nama Qing?"
" Shen Guoshi Qing Kongque, dari putra pertamanya, Shen Guoshi Qing Fengbao," jawab Qing Ruo sambil mengedarkan kekuatannya, bersamaan dengan munculnya suara Petir yang tidak berwujud, membuat lutut Yin Bei bergetar.
__ADS_1
" Petir tanpa warna. Latar belakang saudara Ruo ternyata sangat mengerikan," batinnya menatap Qing Ruo dengan hormat.