
Setelah mendapat pemeriksaan dari prajurit yang berjaga di gerbang kota. Qing Ruo yang kini menggunakan identitas Klan Shen Guan, lalu memasuki kota itu, dan terus bergerak menuju pusat kota.
Sepanjang jalan menuju pusat kota, Qing Ruo terus menjumpai banyak orang yang berlalu-lalang dengan berbagai tingkatan kultivasi, yang juga bergerak menuju pusat kota.
" Saudara, apakah telah terjadi sesuatu?" Tanya Qing Ruo pada seorang pemuda yang juga sedang bergerak di sisinya.
" Saudara, satu hari yang lalu kota Cheng telah dihancurkan oleh pasukan kota Ning. Kami takut kota Xinhai yang berada di bawah perintah kota Cheng juga akan mengalami hal yang sama."
" Benarkah," ucap Qing Ruo yang tampak terkejut, dan tidak menyangka bahwa peperangan itu benar- benar menghancurkan kota besar itu.
" Saudara, aku rasa pihak kota Ning tidak akan sampai merusak kota ini," ucap pemuda yang lainya dengan tenang.
" Saudara benar, tapi tidak salahnya kita berjaga-jaga. Salah satunya meninggalkan kota ini," ucap Pemuda itu dengan ramah.
" Saudara benar," ucap Qing Ruo.
Setelah bergerak sepanjang waktu, mereka bertiga akhirnya tiba di pusat gerbang teleportasi kota Xinhai.
" Saudara ini terlalu ramai," ucap pemuda tersebut saat melihat tempat itu telah dipenuhi oleh ratusan orang yang akan meninggalkan kota itu.
" Ramai tidak masalah. Yang aku khawatirkan adalah jika pihak kota menutup gerbang teleportasi ini," ucap pemuda yang lainnya.
" Saudara, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya pemuda tersebut pada Qing Ruo.
" Sepertinya kita hanya bisa menunggu," jawab Qing Ruo santai.
" Namun apakah saudara yakin masih inginkan menggunakan gerbang teleportasi kota ini?" tanya pemuda tersebut.
" Maksud saudara?" Tanya Qing Ruo.
" Suadara, gerbang teleportasi ini telah digunakan oleh banyak orang. Apakah hal ini tidak akan mempengaruhi kekuatan lorong dimensi ruang dan waktu?"
" Saudara benar, tapi apakah saudara punya solusi?" tanya Qing Ruo, yang masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
Pemuda tersebut hanya bisa terdiam, lalu menggelengkan kepalanya.
" Yang akan berangkat ke kota Bao...." ucap prajurit dengan lantang.
" Kebetulan sekali. Saudara, aku pergi dulu,"ucap Qing Ruo lalu bergerak sambil mengangkat tangannya, meninggalkankan kedua pemuda yang ada di sisinya itu.
Setelah melewati banyak orang, Qing Ruo akhirnya tiba di tempat penjagaan.
" Tuan, aku akan pergi ke kota Bao," ucap Qing Ruo bersama beberapa pemuda dan tetua lainnya.
" Sembilan ratus ribu kristal jiwa abadi," ucap prajurit tersebut menyebutkan harga yang harus dibayar oleh Qing Ruo dan semua orang yang ada di tempat itu.
Dengan menganggukkan kepalanya, Qing Ruo lalu menyerahkan sembilan ratus ribu kristal jiwa abadi pada prajurit tersebut.
__ADS_1
" Silakan tuan, berkumpul di sana." Mengarahkan Qing Ruo, serta mereka yang sudah membayar untuk menunggu yang lain.
Tidak lama kemudian, enam tetua yang merupakan pendekar semi abadi tingkat tiga membuat segel tangan dan mengaktifkan gerbang teleportasi tersebut.
" Swhus...." Pusaran angin hitam keemasan muncul di antara kedua pilar raksasa.
" Tuan-tuan, sekarang," ucap prajurit, yang langsung di tanggapi oleh Qing Ruo dan yang lainnya dengan memasuki pusaran angin hitam keemasan tersebut.
" Swhuss... swhus...." Sosok mereka muncul di dalam lorong dimensi ruang dan waktu.
" Akhirnya," ucap Qing Ruo senang, sambil membiarkan diri terus bergerak menuju kota Bao.
Di di dalam lorong dimensi ruang dan waktu, Qing Ruo melihat lima belas pemuda, dan sembilan pria paruh baya dan empat gadis yang berkumpul bersama para tetua.
" Ternyata ada lumayan banyak orang," batinnya.
" Saudara, apakah Anda sedang memikirkan sesuatu?" Tanya pemuda yang berada di sisinya, memulai percakapan santai mereka.
" Tentu saja. Aku berharap akan segera tiba di kota Bao," jawab Qing Ruo dengan ramah.
" Apakah saudara berasal dari kota itu?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Aku hanya pengembara yang kebetulan hendak pergi ke kota Heian."
" Saudara, dengan pergi ke kota Bao saja kita sudah membayar biaya yang sangat mahal. Lalu bagaimana jika langsung pergi ke kota Heian," jawab Qing Ruo.
" Saudara benar. Mungkin biayanya hingga tiga kali lipat. Di waktu normal biasanya tidak semahal ini. Pihak kota benar-benar bisa memanfaatkan situasi. Ada dua puluh delapan orang, ditambah diriku, itu berarti totalnya dua puluh sembilan orang di kali sembilan ratus ribu per orang, itu berarti keuntungan yang di dapat oleh pihak kota, dua puluh lima juta dua ratus ribu. Benar-benar bisa memanfaatkan situasi," ucap pemuda itu tertawa santai.
" Benar, walaupun harus membayar mahal tetapi kita dapat terhindar dari masalah yang ada di kota tersebut," ucap Qing Ruo santai.
" Saudara benar," ucap pemuda tersebut ramah.
Sepanjang perjalanan, Qing Ruo dan pemuda itu berbincang- berbincang santai, hingga lima jam kemudian, mereka akhir melihat cahaya putih di ujung lorong.
" Swhuss...." Cahaya tersebut menghisap mereka dengan ekstrem.
" Swhuss... Swhus...." Mereka muncul di pusat kota Bao.
" Akhirnya kita tiba juga. Saudara sebelum melanjutkan perjalanan, sebaiknya saudara beristirahat dulu," ucap pemuda tersebut menawarkan dengan ramah membawa Qing Ruo ke klannya.
" Terima kasih saudara, sepertinya aku akan beristirahat di kota Heian saja," jawab Qing Ruo menolak dengan halus.
" Baik, sampai jumpa dilain waktu," ucapnya dengan hormat, lalu meninggalkan tempat itu.
Setelah pemuda itu pergi. Beberapa sosok menghampiri Qing Ruo, dan menyapanya dengan hormat.
__ADS_1
" Apakah saudara teman tuan muda Bao Teng?" tanya pemimpin kelompok tersebut.
Qing Ruo yang memang dari awal tidak menanyakan identitas pemuda sebelumnya hanya menganggukkan kepala.
" Tuan benar-benar luar biasa, karena dapat berteman dengan tuan muda kota Bao."
" Mengapa bisa demikian?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Saudara, Tuan Bao Teng adalah tuan muda Shen Guoshi Bao. Berteman dengannya adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua pemuda yang ada di kota ini," jawab salah satu pemuda melalui telepati.
" Aku rasa tuan muda Bao Teng ramah dan bisa berteman dengan siapa saja tanpa memandang status, bukankah demikian?" ucap Qing Ruo yang tidak menyangka pemuda tersebut berasal dari klan kuno.
" Saudara salah. Tuan Muda dari klan kuno sangat sulit di dekati. Mendapat sapaan ramah mereka saja itu adalah kehormatan bagi kami."
Qing Ruo terdiam sesaat, lalu menantap para pemuda tersebut.
" Aku benar-benar tidak tahu hal itu. Menurutku, saudara Bao Teng adalah orang yang ramah."
" Tetapi kami bahkan tidak mendapat sapaannya," ucap yang lain dengan wajah masam.
" Untuk hal itu, aku benar-benar tidak tahu. Saudara, aku akan melanjutkan perjalanan," ucapnya lalu meninggalkan para pemuda tersebut.
" Baik saudara," ucap para pemuda tersebut, menatap Qing Ruo yang pergi meninggalkan mereka dengan santai.
" Saudara, dia bahkan tidak tertarik dengan tuan muda Bao Teng." Berbicara pada rombongannya melalui telepati.
" Baru kali ini aku melihat ada orang lain yang tidak takut dan tertarik pada klan dewa kuno." Menggelengkan kepalanya.
Di hadapan mereka.
Qing Ruo lalu menghampiri prajurit jaga dan menjelaskan tujuanya.
" Kota Heian, satu juta kristal jiwa abadi tuan."
" Baik," jawab Qing Ruo sambil membayarnya biaya yang disebut.
Tidak lama kemudian, delapan prajurit yang berjaga mengaktifkan gerbang teleportasi tersebut.
" Swhuss...." Pusaran angin hitam keemasan muncul di antara dua pilar raksasa tersebut.
" Silakan, tuan." Prajurit tersebut mempersilakan Qing Ruo dengan hormat.
" Terima kasih tuan," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu memasuki lorong dimensi ruang dan waktu tersebut.
" Swhuss...." sosoknya lenyap dari pandangan para pemuda sebelumnya.
" Dia adalah sosok yang lemah, tetapi dapat menjalin hubungan yang baik dengan tuan muda Bao Teng. Sepertinya kita harus menyelidikinya," ucap kelima sosok itu lalu menghampiri prajurit jaga.
__ADS_1
👉 masih satu bab yak kak. 🙏