Sang Penguasa

Sang Penguasa
290. Menuju Penjara Terlarang Es Hitam.


__ADS_3

Di tempat lain.


Yin Kun,  Yin Lun, serta semua tetua yang sebelumnya berada di dalam ruangan aula istana Dong Yin, kembali menuju kediamannya masing-masing dengan perasaan gelisah. Kata-kata Qing Ruo mengenai segel hitam yang ada pada leher mereka, serta kegugupan Yin Jue membuat mereka tidak dapat menahan diri untuk melakukan penyelidikan.


" Swhus... swhus...." Sosok Yin Kun dan Yin Lun tiba di dalam kediamannya.


" Guru," ucap Ding Dugong dan Xu Mubai yang telah berada di tempat itu menyambut kedatangannya dengan hormat.


" Masuklah, ada yang ingin kami bicarakan," ucap Yin Kun meminta  kedua muridnya memasuki ruangan.


" Baik Guru...."


Di dalam ruangan, kedua murid itu lalu melayani Yin Kun dan Yin Lun dengan hormat.


" Duduklah," ucap Yin Kun dengan santai.


" Terima kasih, guru."


" Mengenai tugas kalian sebelumnya,  apa yang kalian peroleh?" tanya Yin Kun dengan tenang.


" Kami tidak menemukan apapun, guru," jawab Ding Dugong.


" Baik, sekarang ada tugas penting untuk kalian, cari informasi mengenai segel hitam pengikat jiwa, lakukan penyelidikan dengan rahasia," ucap Yin Kun dengan serius.


" Baik guru..."


" Apakah ada pertanyaan?" tanya Yin Lun.


" Mengenai segel ini, apa kami boleh pergi ke selatan?" tanya Xu Mubai.


Yin Ku menganggukan kepalanya.


" Lakukan dengan hati-hati," ucapnya dengan serius.


" Baik guru..."


Setelah berpamitan, kedua sosok itu lalu meninggalkan tempat itu.


Setelah Ding Dugong dan Xu Mubai pergi, Yin Lun dan Yin Kun lalu melanjutkan pembicaraan mereka.


" Sepertinya kita harus membicarakan masalah ini dengan yang lainnya," ucap Yin Kun.


" Saudara benar, tapi untuk saat ini, kita mungkin tidak bisa bergerak dengan bebas," ucap Yin Lun.


" Saudara benar, mereka pasti menempatkan pengawasannya pada kita," ucap Yin Kun sambil terus membahas rencana mereka.


*****


Di tempat lain.


Qing Ruo dengan tangan dan kaki terikat rantai besi hitam yang sedang di bawa oleh prajurit menuju penjara terlarang Es Hitam tiba-tiba di hentikan oleh pelayan setia Yin Jue.


" Prajurit, tunggu!" ucap sosok itu  dengan sikap mendominasi, menatap Qing Ruo dengan penuh kebencian.

__ADS_1


" Senior Hen Fen," ucap prajurit tersebut dengan hormat.


Sosok itu hanya menganggukkan kepalanya, lalu mengeluarkan kerangkeng besi hitam dari dalam cincin penyimpanannya, lalu meminta prajurit tersebut memasukan Qing Ruo ke dalam kerangkeng besi tersebut.


" Tapi senior, ini...." ucap prajurit itu dengan ragu.


" Ini perintah wakil pemimpin," ucapnya dengan serius.


" Baik senior," jawab prajurit tersebut. 


" Maaf senior," ucapnya pada Qing Ruo dengan hormat.


Qing Ruo dengan tubuh terikat  itu menganggukan kepalanya.


Setelah mendapat izin, prajurit itu  lalu memasukan Qing Ruo ke dalam kerangkeng besi tersebut dan mengikatkannya pada besi yang ada di dalamnya sehingga membuat semakin tidak nyaman.


" Yin Gan, selamat menghabiskan waktu di dalam penjara," ucap Hen Fen sambil menyegel kerangkeng  besi hitam  tersebut.


" Yin Hen Fen, kacung Yin Jue, kamu hanya sampah yang menunggu waktu untuk  mati," ucap Qing Ruo memprovokasi.


" Yin Gan, kata-kata seperti orang yang putus asa, maaf aku hanya bisa bersedih," ucapnya sambil meminta prajurit membawa Qing Ruo  meninggalkan tempat itu.


" Baik senior," ucap prajurit itu, lalu membawa Qing Ruo  meninggalkan tempat itu.


Setelah prajurit yang membawa Qing Ruo  pergi, Yin Hen Fen yang sebelumnya menahan emosi meninju tanganya.


" Badj***n Kep***t. Jika saja tetua Jue tidak melarang, sudah ku tampar mulutmu itu!" ucapnya kesal sambil menatap sosok Qing Ruo yang semakin menjauh dari pandangannya.


*****


Qing Ruo yang dapat mendengar kata-kata pelayan Yin Jue itu tersenyum kecil, membuat prajurit yang membawanya begitu heran.


" Senior, apakah ada yang lucu?" tanya prajurit itu dengan heran.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Aku hanya ingin tersenyum bebas, karena setelah berada di dalam penjara, mungkin aku tidak akan pernah tersenyum lagi," jawab Qing Ruo pelan, membuat para murid itu terdiam dan merasa bersalah.


" Senior, kami minta maaf, kami juga...."  ucap prajurit itu menjeda kata-katanya, menatap Qing Ruo yang tampak begitu tenang.


" Aku tidak pernah menyalahkan kalian," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Terima kasih senior," ucap prajurit itu dengan hormat.


" Senior," ucap prajurit itu dengan ragu.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Mengenai pernyataan senior sebelumnya, apakah..." ucap ragu.


" Sebaiknya setelah mengantarku ke dalam penjara,  kalian pergi ke kubu selatan, siapa tahu pangeran Bei dan yang lainnya memiliki cara melepaskan segel hitam penghancur jiwa yang ada di leher kalian itu," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Tapi senior, apakah ini benar-benar segel hitam penghancur jiwa?"

__ADS_1


" Aku adalah orang yang tidak pernah bercanda dengan kata-kataku. Namun jika kalian ingin mengujinya, kalian coba lepas saja. Jika itu adalah segel pengikat jiwa maka segel itu akan  terlepas dengan mudah karena terikat dengan jiwa dan kekuatan darah kalian, tetapi jika itu adalah segel hitam penghancur jiwa, segel itu akan menghisap dan mencekik leher kalian, karena pada dasarnya segel hitam penghancur jiwa adalah segel tawanan untuk pengorbanan darah," ucap Qing Ruo dengan serius.


Penjelasan Qing Ruo membuat  kesepuluh prajurit itu tampak begitu ketakutan, lalu tiba-tiba berhenti.


" Apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Qing Ruo dengan heran.


" Senior, kami akan mencoba-"


" Apakah kalian  ingin mati!"


" Maksud senior?" tanya prajurit itu dengan heran.


" Segel itu telah ditandai dan pemasang segel juga pasti telah menempatkan pengawasan rahasia. Kalian tidak bisa  melakukan di tempat terbuka," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Ba-baik senior...."


" Tetap tenang dan jangan tunjukkan tindakan yang dapat  menarik perhatian mereka," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Baik senior...." Sambil bergerak melanjutkan perjalanan mereka.


Di sepanjang jalan menuju penjara terlarang, Qing Ruo berbincang-buncang santai, sambil mempengaruhi pikiran mereka.


" Aku benar-benar tidak menyangka jika kalian akan menjadi tumbal ritual pengorbanan darah. Sebaiknya setelah dari tempat  ini kalian juga  memperingati murid yang lain," ucap Qing Ruo.


" Baik senior, tapi mengenai segel ini apakah senior punya solusi?"


" Aku rasa ahli mantra formasi pasti memiliki cara. Aku menyarankan kalian untuk pergi ke kubu selatan sebelumnya karena alasan itu."


" Senior benar. Kubu selatan adalah tempat para ahli mantra formasi, sedikit banyak mereka juga pasti mempelajari banyak segel," ucap prajurit itu dengan serius.


" Benar," ucap Qing Ruo. 


Di dalam kerangkeng besi hitam tersebut, Qing Ruo tersenyum santai, karena rencananya membuat kekacauan di puncak Dong Yin berjalan dengan lancar.


" Senior tampak begitu senang? Apakah sanior tidak takut di penjara?"


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Dapat bertemu dengan tetua Xie, serta para tetua yang tidak menyerahkan jiwanya itu adalah kebahagiaan tersendiri. Kalian semua sudah tahu penjara adalah tempat yang menyakitkan dan mengerikan, namun lebih menyakitkan lagi  kalian yang di tandai dengan segel penghancur jiwa, karena usaha kalian membangun kekuatan untuk dapat menikmati kehidupan dan kesenangan, akan dirampas pada saat ritual pengorbanan darah itu tiba , itu sama saja dengan kalian yang berjuang mereka yang menikmatinya."


Kata-kata Qing Ruo membuat prajurit itu semakin tidak tenang, walaupun demikian mereka tetap bersikap tenang.


Sambil berbincang-bincang santai,  mereka akhirnya tiba di penjara Terlarang Es Hitam.


Dari jauh Qing Ruo  dapat melihat dua buah pilar raksasa yang memancarkan hawa dingin yang sangat pekat. Keberadaannya di tempat lapang yang berada di antara lembah gunung Timur dan lembah gunung Utara, membuat  tempat yang  dijaga ratusan prajurit dengan persenjataan lengkap itu terlihat dengan jelas.


" Swhus... swhus....." sosok mereka tiba dan mendarat di halaman  gerbang penjara tersebut dengan tenang.


Di tempat itu, ternyata Yin Hen Fen dan rombongannya telah menunggu, menatap kedatangan Qing Ruo dengan seringai dingin.


" Prajurit, serahkan padaku dan ini adalah perintah langsung dari wakil pemimpin Jue," ucapnya menatap Qing Ruo dengan penuh arti.


" Baik senior," ucap prajurit tersebut lalu menyerahkan Qing Ruo pada murid yang ikut bersama  Yin Hen Fen.

__ADS_1


" Senior, kami pergi dulu," ucapnya dengan hormat, yang di balas dengan anggukan santai Qing Ruo.


__ADS_2