Sang Penguasa

Sang Penguasa
304. Pembicaraan Qing Ruo dengan Yin Xie dan Yin Rongyou.


__ADS_3

Di dalam aula istana yang begitu tenang dan nyaman tersebut, Qing Ruo lalu mengeluarkan arak rumput kristal dari dalam cincin penyimpanannya dan menuangkan minuman itu pada gelas yang telah tersedia.


" Tetua Xie, nona Rongyou..." ucap Qing Ruo dengan ramah sambil memberikan minuman itu pada kedua tamunya itu.


" Terima kasih tuan muda," ucap Yin Xie yang merasa heran dengan suasana di tempat itu.


" Tetua, Apakah ada yang salah?" tanya Qing Ruo dengan ramah.


" Tuan muda, apakah tidak ada pelayan?"  tanya Yin Xie yang merasa heran dan janggal.


Qing Ruo tersenyum santai.


" Tetua, aku tidak memiliki banyak pelayan wanita, ada beberapa tetapi mereka juga sedang sibuk. Huli Bai sedang menemani dan membantu istriku mengasuh putri kecil kami di  istana emas, Huli Hei juga sedang berada di sana dan menunggu waktu untuk melahirkan, lalu Luo Jiao Lie sedang menemani dan mengasuh putra keduaku Qing Yong Jun yang sedang berada di istana giok emas, lalu yang lainnya seperti yang tetua dan nona lihat di halaman istana sebelumnya."


" Lalu di mana putra pertama tuan muda itu?" tanya Yin Rongyou dengan heran.


" Sedang bertualang di  Benua Teratai Biru," jawab Qing Ruo, membuat Yin Rongyou dan Yin Xie tampak begitu terkejut.


" Tetua, nona, apakah ada yang salah?"


" Tuan muda, apakah anda sudah tahu bahwa Benua Teratai Biru adalah dunia kecil tertutup?"


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Tetua Xie, aku percaya padanya," ucap Qing Ruo dengan tenang, membuat Yin Rongyou dan Yin Xie semakin heran.


" Tetua, nona," ucap Qing Ruo membuyarkan keheningan itu.


" Tuan muda, aku benar-benar tidak menyangka jika anda memberikan kebebasan itu, bahkan aku sendiri enggan untuk pergi ke dunia kecil tersebut," ucap Yin Xie dengan serius.


" Itu adalah jalan dan tantangan yang dia pilih," ucap Qing Ruo menanggapi dengan tenang.


" Tapi tuan muda..." ucap Yin Xie yang tampak mengkhawatirkan hal itu.


" Tetua, putraku memaknai kehidupan sebagai tantangan yang harus dimenangkan."


Yin Xie dan Yin Rongyou menganggukan kepalanya.


" Tuan muda benar. Jika dalam kehidupan tidak ada yang dipertaruhkan lalu apa yang harus di menangkan," ucap Yin Xie dengan hormat.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Dan hal itu jugalah yang aku lakukan saat ini," ucap Qing Ruo dengan tenang.

__ADS_1


" Maksud tuan muda?" tanya Yin Rongyou dengan serius.


" Nona Rongyou, tetua Xie, aku yakin Yin Gan sedikit banyak sudah menceritakan tujuan kedatangan ku di tempat ini, dan itulah yang ingin aku bicarakan saat ini," jawab Qing Ruo dengan serius.


Yin Xie dan Yin Rongyou menganggukan kepalanya.


" Benar tuan muda, Yin Gan memang telah menjelaskan hal itu, namun aku masih belum mengerti bagaimana cara kita melakukannya," ucap Yin Xie.


Qing Ruo anggukan kepalanya.


" Tetua, sebelum memasuki gunung Langit Yin, aku sudah membuat persiapan, mulai dari pasukan bantuan dan rencana yang akan dilakukan di dalam gunung langit Yin," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Jika demikian mohon penjelasan tuan muda," ucap Yin Xie.


" Pertama mengenai pasukan bantuan. Tetua, aku telah bekerjasama dengan klan Jin. Apa pendapat tetua mengenai hal itu?" tanya Qing Ruo.


Yin Xie terdiam sesaat, lalu menatap Qing Ruo dengan serius.


" Tapi tuan muda, apakah klan Jin dapat dipercaya?"


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Tetua, aku telah bertemu Jin Kong beberapa kali, dan aku yakin dia adalah orang yang dapat dipercaya, selain itu kekuatannya juga sudah berada di tingkat Abadi, jadi ini akan sangat menguntungkan kita," jawab Qing Ruo menjelaskan, membuat Yin Xie ternganga.


" Aku tidak menyangka jika Jin Kong sudah berada di tingkat abadi," ucap Yin Xie dengan serius.


" Maksud nona Rongyou?"


" Tuan muda, dengan kekuatan patriark Jin Kong yang sudah di tahap abadi, apakah ini tidak akan menjadi bumerang?"


" Nona Rongyou, aku dapat memastikan bahwa ini akan berjalan dengan baik. Jika patriark Jin Kong bertindak macam-macam dan mengingkari kerjasama ini, maka aku sendiri yang akan membunuhnya," ucap Qing Ruo dengan serius, membuat Yin Rongyou dan Yin Xie terdiam.


" Membunuh yang abadi, bukankah itu..." ucap Yin Rongyou berbicara pada Yin Xie melalu telepati dengan ragu.


" Rongyou er, aku juga sebenarnya hampir tidak mempercayai hal itu, tetapi dengan latar belakang yang dimiliki oleh tuan muda Qing Ruo, siapa yang dapat meragukannya," ucap Yin Xie menanggapi.


" Baik tuan muda, lalu bagaimana dengan persiapan pasukan bantuan?" tanya Yin Rongyou.


" Akan ada lima puluh lima ribu pasukan bantuan, dan orang-orangku juga sedang mengarahkan pasukan bantuan itu di kota Gu Lu," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan jumlah pasukan bantuan itu dengan rinci, membuat Yin Rongyou dan Yin Xie ternganga.


" Leluhur, ternyata tuan muda Qing Ruo telah mempersiapkan serangan ini dengan matang," ucap Yin Rongyou berbicara pada Yin Xie melalui telepati.


" Benar," ucap Yin Xie menanggapi

__ADS_1


" Tuan muda, lalu apa rencana selanjutnya?" tanya Yin Rongyou dengan serius.


" Mempersiapkan tetua Xie sebagai patriark klan Yin," ucap Qing Ruo dengan tenang, membuat Yin Xie hampir menyemburkan minuman dari mulutnya.


" Tapi tuan muda, bagaimana caranya?" tanya Yin Rongyou dengan serius, karena menganggap hal itu benar-benar hal yang tidak mungkin.


" Tuan muda, apakah Anda sudah mengetahui aturan mengenai kepemimpinan di Gunung langit Yin ini?" tanya Yin Xie yang juga tidak kalah seriusnya.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Tetua bukankah itu semua berkaitan dengan Trisula kegelapan?"


" Benar, tapi itu tidak mudah karena..." ucapnya ragu.


" Tujuh kitab terlarang Yin," ucap Qing Ruo menimpali.


" Benar tuan muda. Ada tujuh kitab kuno yang saling berkaitan, mulai dari kitab pukulan tapak hitam, perisai hitam, pedang gelap, rantai api iblis, kabut racun iblis, pengendali roh dan yang terakhir teknik transformasi Yin," ucap Yin Xie menjelaskan.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Ternyata teknik terlarang transformasi Yin adalah kitab puncak," ucap Qing Ruo pelan.


" Benar, dan setiap murid diharuskan penguasa teknik tersebut. Walaupun berada tingkat puncak, tetapi kitab itu adalah kitab kedua yang dapat dipelajari dengan mudah setelah kitab pukulan tapak hitam," ucap Yin Xie menjelaskan.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Jika demikian kitab apa saja yang telah tetua kuasai?" tanya Qing Ruo.


Yin Xie terdiam sesaat, menatap Qing Ruo dengan lekat.


" Maksud tuan muda?"


" Tetua bukankah untuk dapat menguasai trisula kegelapan Anda harus menguasai ketujuh kitab itu?"


" Benar tuan muda, tapi..." ucapnya ragu.


" Tetua aku perlu tahu teknik apa saja yang telah anda kuasai, dengan demikian kita akan mencari kitab yang belum Anda kuasai," ucap Qing Ruo dengan serius.


Yin Xie menganggukan kepalanya.


" Kitab pertama, kitab kedua, kitab ketiga dan kitab ketujuh," ucapnya dengan pelan.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.

__ADS_1


" Itu berarti tetua perlu kitab rantai api iblis, kabut racun iblis dan kitab pengendali roh," ucapnya.


" Benar tuan muda," ucap Yin Xie menatap Qing Ruo dengan serius.


__ADS_2