
Menjelang pagi di dalam dunia jiwa. Qing Ruo terbangun dari tidurnya.
" Gege, ada apa?" tanya Qing Ling dengan lembut.
" Aku ingin segera melanjutkan perjalanan," jawab Qing Ruo dengan tatapan hangat.
Qing Ling menganggukkan kepalanya.
" Berhati-hatilah," ucapnya dengan lembut.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo dengan lembut.
Setelah berpamitan pada Qing Ling dan Qing Lian An, Qing Ruo lalu keluar dari dalam dunia jiwa.
" Swhus...." sosoknya muncul di dalam bola emas Cakram Langit Ling, lalu keluar dari dalam perisai emas tersebut.
" Penguasa," ucap Hu Yan Lan, Long Chen dan Mayi Gui, berdiri dengan hormat.
" Duduklah," ucap Qing Ruo dengan santai, lalu duduk bersama mereka.
" Long Chen, bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Penguasa, sebelumnya hamba dan saudara Mayi Gui telah melakukan penyelidikan, dan kami berdua mendapat informasi bahwa klan Yin saat ini sedang dalam pergolakan, bahkan masing-masing kelompok yang berseteru sudah berani membunuh lawan mereka di setiap kota yang ada di kawasan gerbang es hitam," ucap Long Chen melaporkan hasil penyelidikan mereka dengan rinci.
Qing Ruo terdiam sesaat, lalu mendesah panjang.
" Menurut kalian, apa yang harus aku lakukan?" Dengan tatapan serius.
" Maksud Penguasa?" tanya Hu Yan Lan.
Qing Ruo lalu menjelaskan tujuannya ke wilayah gerbang es hitam, yang ingin membalaskan kematian ketiga putra patriark Yin Quan, Yin Sha, Yin Huo dan Yin Wu yang di bunuh oleh saudara mereka Yin Zuo. Selain itu, Qing Ruo menjelaskan tujuannya yang ingin pergi ke gunung Ping Xie.
" Apa pendapat kalian mengenai hal ini?"
" Penguasa, ini memang kesempatan yang bagus untuk terlibat dalam kekacauan tersebut, namun pergi ke gunung Ping Xie juga tidak kalah pentingnya," jawab Hu Yan Lan.
" Penguasa, hamba setuju pendapat saudara Hu Yan Lan. Sebaiknya kita pergi ke gunung Ping Xie terlebih dahulu," ucap Long Chen.
" Mayi Gui, apa pendapatku mengenai hal ini?" tanya Qing Ruo dengan ramah.
" Hamba setuju jika penguasa pergi ke gunung Ping Xie terlebih dahulu. Namun aku ingin penguasa juga mengirim seseorang untuk mengawasi perkembangan yang ada di klan Yin."
Qing Rue menganggukkan kepalanya.
" Aku memang ingin mengirim salah satu diantara kalian untuk pergi ke tempat itu."
" Hamba bersedia penguasa," ucap Mayi Gui dengan sungguh-sungguh.
" Hamba juga," ucap Hu Yan Lan.
" Jika demikian, bagaimana jika aku mengirim Mayi Xian dan Mayi Cao?" tanya Qing Ruo.
" Sangat bisa, penguasa....." jawab mereka bersamaan.
" Baik," ucap Qing Ruo.
__ADS_1
" Swhus... swhus...." sosok Mayi Xian dan Mayi Cao muncul di dalam ruangan itu.
" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.
" Mayi Xian, Mayi Cao, aku ingin kalian berdua mengawasi perkembangan yang ada di klan Yin. Apakah kalian bersedia?" tanya Qing Ruo.
" Kami bersedia, penguasa," ucap Mayi Xian dan Mayi Cao dengan serius.
" Berhati-hatilah," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Baik Penguasa." Lalu meninggalkan tempat itu.
Setelah Mayi Xian dan Mayi Cao pergi, Qing Ruo lalu meminta Long Chen dan Mayi Gui kembali ke dalam dunia jiwa.
" Tapi penguasa...." ucap Long Chen dengan ragu.
" Tenanglah, aku tahu Apa yang harus kulakukan. Dan kalian bersiaplah, karena sewaktu-waktu aku akan memerlukan bantuan kalian," ucap Qing Ruo.
" Baik penguasa...." Lalu lenyap di dalam dunia jiwa.
Setelah Long Chen dan Mayi Gui pergi ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu membawa Hu Yan Lan meninggalkan tempat itu, sambil mengubah tampilannya menjadi Mayi Gui.
" Penguasa, tingkat penyamaran Anda begitu luar biasa," ucap Hu Yan Lan sambil berjalan meninggalkan kamar mereka menuju lantai dasar penginapan.
" Ini disebut dengan teknik perubahan bintang. Dan teknik ini hanya bisa dipelajari oleh mereka yang memiliki darah emas, dan mereka yang berasal dari klan Luo, serta mereka yang memiliki darah petir," ucap Qing Ruo sambil berbincang-bincang santai.
" Penguasa, apakah kita akan langsung bergerak menuju gunung Ping Xie?" Tanya Hun Yan Lan dengan serius.
" Benar, " jawab Qing Ruo dengan tenang.
" Tapi penguasa, apakah kita tidak mencari informasi mengenai gunung itu terlebih dahulu?"
" Hamba hanya tahu sedikit, karena hamba juga tidak pernah mengunjungi tempat itu," jawab Hu Yan Lan.
" Tidak masalah, lagi pula kita dapat bertanya dengan mereka yang kita temui di sekitar kawasan gunung itu."
" Baik, penguasa."
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di lantai dasar penginapan.
" Penguasa, bukankah mereka dari klan Bing Yi?"
" Benar, sepertinya mereka terus mengikuti kita," jawab Qing Ruo santai.
" Penguasa, sepertinya orang-orang dari klan Bing Yi ini tidak ingin melepaskan kita."
" Biarkan saja," ucap Qing Ruo sambil berjalan santai, keluar dari penginapan Hua Nuren, lalu bergerak menuju gerbang kota.
****
" Saudara, ada yang aneh...."
" Maksud saudara?"
" Bukankah tetua itu sebelumnya pergi bersama dengan tuan muda dari klan Yin, tapi dia sekarang dengan tetua dari klan Mayi?"
__ADS_1
" Saudara benar. Lalu di mana tuan muda dari klan Yin itu? Apakah mereka telah membunuhnya...."
" Lalu apa yang harus kita lakukan?"
" Aku akan memeriksa kamar yang mereka tempati sebelumnya. Dan saudara pergi mengawasi mereka."
" Baik...." Lalu begerak, memisahkan diri.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo yang menggunakan tampilan Mayi Gui dan Hu Yan Lan, akhirnya tiba di gerbang kota Ping.
Setelah mendapat pemeriksaan dari prajurit kota, Qing Ruo dan Hu Yan Lan lalu bergerak menuju gunung Ping Xie yang berada di kawasan timur kota itu.
" Swhus.... swhus...." sosok mereka bergerak meninggalkan kota itu.
Dua menit kemudian. Dua murid klan Bing Yi yang terus mengawasi pergerakan Qing Ruo dan Hu Yan Lan, tiba di gerbang kota Ping.
" Prajurit, apakah kalian mengetahui arah pergerakan dua tetua sebelumnya?"
" Arah timur, tuan "
" Baik," jawab kedua pemuda tersebut lalu bergerak menyusul Qing Ruo.
****
Di tempat lain.
" Swhus... swhus...." Sosok Qing Ruo dan Hu Yan Lan terus bergerak menjauh dari kota Ping.
" Penguasa, sepertinya mereka harus diberi pelajaran," ucap Hu Yan Lan yang tiba-tiba berhenti. Menunggu kedua sosok yang terus mengikuti mereka tersebut.
Qing Ruo yang juga mulai merasa risih, menganggukkan kepala.
Tidak lama kemudian, kedua sosok yang bersembunyi di balik bayangan ilusi itu akhirnya tiba.
" Swhus...." Hu Yan Lan bergerak dan menampar kedua sosok yang tersembunyi di balik bayangan ilusi tersebut.
" Dhuar.... dhuar...." Ledakan keras melempar kedua murid klan Bing Yi itu denga ekstrem, hingga terjatuh dari langit dan menghantam gunung batu dengan keras.
" Swhus...." sosok Hu Yan Lan muncul di hadapan kedua murid yang terkapar terluka parah tersebut.
" Dari awal aku sudah ingin membunuh kalian, tapi tuanku melarang. Tetapi semakin lama kalian semakin tidak tahu diri." Sambil mencengkram leher kedua sosok itu, lalu melemparnya kembali.
" Dhuar.... dhuar...." tubuh yang terluka parah itu menghantam gunung batu dan menewaskan mereka.
" Swhus...." sosoknya lalu bergerak pergi, menemui Qing Ruo yang kini sudah berada di atas punggungnya Ying Yin.
" Hu Yan Lan, kamu telah membunuhnya?"
" Maaf penguasa, hamba tidak sengaja melemparnya cukup keras...." ucapnya pelan.
" Semoga hal ini tidak akan memperlambat pergerakan kita," ucap Qing Ruo pelan, lalu meminta Ying Yin bergerak meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
" Swhus .... Swhus...." sosok elang perak itu melesat dengan cepat.