
Kata-kata Qing Ruo membuat semua orang yang ada di tempat itu begitu terkejut. Bahkan membuat Heian Yu Zhong ternganga.
" Tetua, aku ingin pergi ke gerbang Es Hitam," ucap Qing Ruo mengulangi Kata-katanya.
" Ba-baik tuan," jawab tetua itu terbata, menatap Heian Yu Zhong yang masih terkejut.
" Penguasa muda, apakah boleh?" tanya tetua tersebut berbicara melalui telepati.
" Lakukan saja, tetapi jangan langsung di wilayah terlarang itu."
" Baik Penguasa muda, kami mengerti." lalu mulai membuat segel tangan dan mengaktifkan gerbang teleportasi tersebut.
" Swhuss....." Dua pilar raksasa giok hitam keemasan itu bergetar, memunculkan pusaran angin hitam keemasan dengan lembut.
" Tuan muda," ucap tetua tersebut dengan hormat.
" Tetua, Penguasa muda, terima kasih," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu memasuki pusaran angin hitam kemasan tersebut dan lenyap di dalamnya.
" Swhuss...." sosok Qing Ruo lenyap dari pandangan semua orang.
" Penguasa muda, siapa dia sebenarnya?" tanya salah satu tetua dengan wajah serius.
" Tetua, dia adalah salah satu tuan muda dari klan Qing," jawab Heian Yu Zhong dengan tubuh bergidik.
" Penguasa muda, apa yang ingin dia lakukan di tempat terlarang itu?"
" Tetua, aku juga tidak tahu," jawab Heian Yu Zhong menggelengkan kepalanya.
" Pergi seorang diri tanpa pengawalan ke tempat terlarang, benar-benar konyol," ucap tetua itu menggelengkan kepalanya.
" Tetua, jangan tertipu. Dia sudah berada di tingkat delapan," ucap Heian Yu Zhong menjelaskan, membuat para tetua itu terdiam.
" Tidak heran dia begitu berani. Walaupun demikian, pergi ke tempat itu hanya akan mengantar nyawa."
" Tingkat penyamarannya begitu sempurna. Jika sosok usil bertemu dengannya, maka orang itu akan benar-benar menemukan masalah," ucap tetua yang lain menanggapi, membuat Heian Yu Zhong tersenyum masam.
" Tetua benar. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati pada semua orang," ucap Heian Yu Zhong lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di dalam lorong dimensi ruang dan waktu.
Qing Ruo dengan tenang membiarkan dirinya terus bergerak, terbawa arus waktu yang mengantarkannya menuju Gerbang Es hitam.
" Apakah Gerbang Es Hitam itu benar-benar menakutkan?" Batinnya, mengingat reaksi wajah Heian Yu Zhong dan para tetua yang tampak begitu ketakutan sebelumnya.
****
Di tempat lain.
Heian Yu Zhong akhirnya tiba di istana kediaman Heian Tiandu, menemui mereka yang masih berada di tempat itu.
" Penguasa muda," ucap mereka menyambut kedatangannya dengan hormat.
Setelah duduk pada kursi utama, Heian Yu Zhong langsung menyesap minumannya, membasahi kerongkongannya yang terasa begitu kering.
" Benar-benar sosok yang menakutkan," ucapnya.
" Maksud penguasa muda?"
" Gerbang Es Hitam," jawabnya singkat lalu menyesap minuman sekali lagi.
" Maksud penguasa muda, tuan Qing Ruo?" tanya Heian Tiandu.
" Benar, ternyata tujuannya ke kota Hean, ingin menggunakan gerbang teleportasi kota menuju Gerbang Es Hitam," ucap Heian Yu Zhong menggelengkan kepalanya, menatap Heian Tiandu dan rombongannya yang tampak begitu terkejut.
__ADS_1
" Aku sendiri, tanpa pasukan tidak akan berani mendatangi tempat itu," ucap Heian Tiandu sambil menggelengkan kepalanya.
" Benar-benar pemberani," ucap Faguan Hao.
" Jika penguasa muda tidak memohon sebelumnya, mungkin kita akan benar-benar berada dalam masalah besar," ucap Heian Shi.
" Aku sangat penasaran, dengan pemberian tuan muda klan kuno itu," ucap Heian Yu Zhong, lalu mengeluarkan cincin penyimpanan yang diberikan oleh Qing Ruo sebelumnya.
" Buah Bodhi," ucapnya takjub, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu begitu penasaran.
" Swhuss.... swhus...." enam buah bodhi muncul di hadapan mereka.
" Ini benar-benar bodhi," ucap Faguan Hao dengan takjub.
" Benar, ini buah bodhi yang telah berevolusi," ucap Heian Tiandu yang tidak kalah terkejutnya.
" Pemguasa muda, bukankah buah ini sudah lama hilang," ucap Heian Shi.
Heian Yu Zhong menganggukkan kepalanya.
" Benar-benar tuan muda dari klan kuno. Jenderal Shi, bagikan pada yang lain," ucap Heian Yu Zhong, mengejutkan mereka.
" Tapi pangeran...."
" Tenanglah, masih ada empat butir lagi untukku," ucapnya tersenyum bahagia.
" Be-benarkah..." ucap Heian Shi dengan wajah serius, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu begitu senang.
" Ternyata orang-orang dari klan kuno, benar-benar kaya. Tidak heran di usia muda dia sudah menjadi semi abadi tingkat delapan," ucap Faguan Hao.
" Itulah alasannya leluhur melarang kita untuk berurusan dengan orang-orang Dari klan kuno. Mereka terbiasa dengan kehidupan sederhana tetapi memiliki kekuatan yang menakutkan," ucap Heian Yu Zhong dengan serius.
" Penguasa muda, benar," ucap Heian Tiandu.
Tidak lama kemudian setelah Heian Shi selesai membagikan buah Bodhi itu, Heian Yu Zhong lalu memulai pembicaraan penting mereka.
" Baik," jawab mereka dengan hormat.
****
Di dalam lorong dimensi ruang dan waktu.
Qing Ruo dengan tenang terus bergerak membiarkan dirinya terbawa arus waktu.
" Kekuatan lorong dimensi ruang dan waktu ini, sama dengan gerbang teleportasi yang dimiliki oleh kekaisaran langit," batinnya takjub, sehingga membuatnya merasa lebih tenang.
****
Di tempat lain. Di atas langit rantai pengunungan Yin, Kilatan cahaya keemasan yang terus melesat dengan kecepatan tinggi itu, tiba-tiba bergerak dengan perlahan, lalu berhenti dan turun ke tempat lapang yang ada di puncak gunung itu.
" Saudara Hu Shan, kita singgah dulu," ucap Liong Hei.
" Baik. Lagi pula kita juga perlu beristirahat untuk memulihkan kekuatan," jawab Hu Shan sambil mengeluarkan lencana Giok jiwa.
" Apakah saudara ingin mengabari Penguasa?" tanya Yu Jieru.
" Benar. Karena kita sudah berada di tempat ini, itu berarti kita sudah memasuki kawasan selatan, " jawab Hu Shan sambil mengirim pesan jiwa pada Qing Ruo.
" Akhirnya kita tiba di di wilayah selatan," ucap Tu Hai dengan gembira.
" Semoga penguasa dapat menyusul kita," ucap Tian Feng.
" Saudara sekalian, sebaiknya kita segera memulihkan diri, karena kita tidak boleh berlama-lama di tempat ini," ucap Yu Jieru.
" Baik," jawab Tian Feng dan rombongannya, lalu mulai menyerap kristal jiwa abadi dengan ekstrem.
__ADS_1
****
Di tempat lain. Di dalam lorong dimensi ruang dan waktu. Qing Ruo yang terus bergerak dengan tenang tiba-tiba merasakan cincin penyimpanannya bergetar.
" Semoga bukan berita buruk," ucapnya yang tidak bisa memeriksa lencana giok jiwa yang bergetar di dalam cincin penyimpananya tersebut, berharap untuk segera dapat tiba di tempat tujuannya.
Dua hari kemudian, menjelang sore, Qing Ruo melihat cahaya putih di ujung lorong yang menghisapnya dengan ekstrem.
" Akhirnya," ucapnya senang.
" Swhus...." Sosoknya muncul di atas puncak gunung es raksasa berkabut gelap.
" Swhus...." sosok Long Chen muncul di sisi Qing Ruo.
" Penguasa..." Ucapnya dengan hormat sambil mengedarkan pandangannya yang terhalang kabut gelap itu dengan sikap siaga.
" Kita telah tiba di kawasan gerbang Es Hitam," ucap Qing Ruo sambil melepaskan kesadaran dewanya memeriksa tempat itu.
" Penguasa, sebaiknya kita pergi dulu." Dengan wajah serius.
" Baik," jawab Qing Ruo lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhuss... swhus...." Sosok mereka bergerak meninggalkan puncak gunung es berkabut hitam tersebut.
" Long Chen, apakah Jine Xun dan rombongannya sudah keluar dari latihan tertutup mereka?" Tanya Qing Ruo sambil terus bergerak meninggalkan kawasan puncak gunung es raksasa tersebut.
" Belum penguasa,' jawab Long Chen yang bergerak mendahului Qing Ruo dengan sikap waspada.
" Long Chen, apakah kamu merasakan sesuatu?"
" Benar penguasa, aku merasa beberapa sosok sedang mengawasi pergerakan kita." Sambil terus bergerak perlahan dengan waspada.
" Mungkin mereka penjaga tempat ini," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak dengan tenang.
Lima kilometer kemudian, mereka mulai dapat melihat pohon-pohon raksasa yang membeku seperti besi.
" Kawasan gunung ini ternyata cukup menakutkan," ucap Long Chen, saat membayangkan dirinya bergerak dengan cepat lalu menabrak pohon-pohon raksasa tersebut.
Sepuluh kilometer kemudian, mereka akhirnya benar-benar keluar dari kawasan gunung es tersebut.
" Penguasa, sepertinya sosok yang mengawasi kita sebelumnya telah pergi."
" Benar," ucap Qing Ruo sambil mencari tempat untuk beristirahat.
Setelah bergerak sepanjang waktu mereka akhirnya dapat melihat kawasan hijau, dengan aliran sungai hitam yang di hiasi gunung-gunung batu raksasa, yang terlihat seperti ditaburkan dari langit.
" Penguasa, di sana," ucap Long Chen menunjuk ke arah gua yang tidak jauh dari sungai hitam yang yang mengalir dengan deras tersebut.
" Baik," jawab Qing Ruo sambil bergerak mendekati gue kecil tersebut.
" Swhuss... swhus....." mereka berdua lalu mendarat di depan mulut gua.
" Sepertinya tempat ini cukup aman," ucap Long Chen sambil melepaskan kesadaran dewanya, memeriksa tempat itu dengan tenang.
" Sepertinya demikian," ucap Qing Ruo, lalu memasuki gua kecil itu dengan tenang.
Lima belas meter kemudian, Long Chen tiba-tiba menghentikan langkahnya.
" Penguasa, sepertinya..." ucapnya dengan ragu, menatap Qing Ruo dengan serius.
" Sepertinya seseorang berada di dalam gua ini."
" Benar, karena dinding batu ini terbentuk dari segel formasi. Tapi penguasa, apakah ini tidak akan menjadi masalah?" tanya Long Chen sambil terus memeriksa dinding batu yang menutup lorong gua tersebut.
" Beristirahatlah," ucap Qing Ruo dengan santai, lalu mengambil sikap duduk.
__ADS_1
" Baik penguasa." Mempersilakan Qing Ruo untuk beristirahat, sedangkan dirinya berjaga di tempat itu.
👉 satu Chapter ya kak. 🙏