
" Dhuar... dhuar..." Ledakan dahsyat terus bergema, menggetarkan kawasan perbatasan, melempar sosok Yin Zhanshi Zhe dan Yin Lin dengan ekstrem, mengejutkan Yin Yaocheng dan rombongannya yang masih berada di kawasan tersebut.
" Swhuss... Swhuss..." Mereka bertiga bergerak, mendekati suara ledakan.
Pada saat mendekati pusat ledakan, tiba-tiba mereka melihat Yin Zhanshi Zhe dan Yin Lin terlempar dengan ekstrem dan dikejar oleh ratusan prajurit elit puncak Nan Yin.
" Saudara, pergi!" Teriak Yin Zhanshi Zhe sambil terus bergerak dengan tubuh bersimbah darah.
" Swhuss... Swhuss..." sosok mereka keluar dari batas wilayah yang telah di sebutkan oleh Yin Gang sebelumnya.
" Bad***An!" Ucap Yin Zhanshi Zhe dengan nafas tersengal, mengusap darah segar dari bibirnya, menatap ratusan prajurit puncak Nan Yin yang berhenti bergerak delapan puluh meter dari tempat mereka berada.
" Saudara Lin," ucap salah satu tetua sambil menolong Yin Lin yang juga dengan tubuh bersimbah darah dan hampir kehabisan tenaga.
" Yin Gang Kepa***t," ucapnya mengumpat sambil memulihkan diri.
" Saudara Zhanshi Zhe, saudara Lin, apa yang terjadi?" tanya Yin Yaocheng dengan penasaran.
" Yin Gang sial**n! Dia baru saja mengeluarkan perintah untuk membunuh siapapun yang memasuki kawasan terlarang yang telah mereka tetapkan," jawab Yin Zhanshi Zhe menjelaskan dengan rinci, membuat Yin Yaocheng dan rombongannya ternganga.
" Ternyata mereka benar-benar sudah siap untuk berperang!" ucap Yin Yaocheng dengan serius.
" Tentu saja, mereka pasti mengandalkan Bei sial*n itu," ucap Yin Lin dengan kesal.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan?" tanya Yin Yaocheng.
" Kembali ke puncak Zhu Yin, Kita akan melaporkan hal ini pada yang lain," jawab Yin Zhanshi Zhe dengan kesal sambil menatap ratusan prajurit puncak Nan Yin yang bersiaga di tempat mereka.
" Xiaolong, hari pembalasan akan tiba. Ingat itu!" ucap Yin Zhanshi Zhe, menatap Yin Xiolong yang berada di tengah pasukan itu dengan penuh kebencian.
" Jika memang ingin bertarung, mari kita lakukan sekarang. Bukankah hari ini besok atau lusa itu sama saja!" jawab Yin Xiaolong dengan santai, membuat Yin Zhanshi Zhe semakin kesal.
" Tch... Tunggu saja hari itu tiba. Aku sendiri yang akan memenggal kepalamu !" sambil bergerak pergi.
" Lihatlah, pengecut memang seperti itu, meludah lalu pergi. Zhanshi Zhe, aku akan menunggu saat kau kembali!" ucap Yin Xiolong meninggikan suaranya memprovokasi.
" Tetua benar, aku juga ingin melihat tetua yang mengaku sebagai pelindung klan itu menjilat ludahnya sendiri," ucap seorang prajurit menanggapi.
" Saudara, jangan terprovokasi. Jika kita kembali, kita tidak akan bisa pergi lagi," ucap Yin Yaocheng sambil menarik Yin Zhanshi Zhe yang telah kehilangan kesabarannya.
" Xiolong Kep***t!" Membatin murka, sambil bergerak pergi.
Setelah Yin Zhanshi Zhe dan rombongannya pergi, Yin Xiolong lalu meminta pasukannya untuk mengawasi wilayah perbatasan itu, sedangkan dirinya bergerak kembali menuju puncak Nan Yin untuk menemui Yin Gang serta mengumpulkan para tetua tingkat tinggi.
__ADS_1
****
Danau Es Hitam.
Satu jam kemudian, Yin Bei akhirnya selesai memulihkan diri.
" Saudara," ucapnya membuka mata, menatap Qing Ruo yang berada di hadapannya dengan gembira.
" Saudara Bei," ucap Qing Ruo menanggapi dengan tenang.
" Saudara Ruo, terima kasih. Kekuatan darah emas Shen Luo ini benar-benar luar biasa," ucapnya dengan penuh semangat.
Qing Ruo mengangguk kepalanya.
" Kekuatan petir yang luar biasa dan selalu ingin mendominasi memang lebih efektif digunakan untuk memurnikan kekuatan darah, akan berbeda jika sebelumnya aku menggunakan kekuatan darah Shen Guoshi Ling, mungkin proses itu akan memerlukan waktu yang cukup lama, " ucap Qing Ruo menjelaskan alasannya yang tidak menggunakan kekuatan darah ahli mantra formasi tersebut.
" Saudara Ruo, terima kasih," ucapnya dengan tulus, sambil berdiri dari tempat duduknya. " Ini benar-benar luar biasa," ucapnya sambil merasakan kekuatan yang begitu berbeda dari tubuhnya yang kini benar-benar telah menyatu dengan kekuatan jiwanya.
" Saudara Bei, sepertinya kita harus segera meninggalkan tempat ini," ucap Qing Ruo dengan tenang.
Yin Bei menganggukkan kepalanya.
" Saudara Ruo benar, mari kita pergi ke puncak Nan Yin," ucapnya sambil membawa Qing Ruo meninggalkan tempat itu.
" Baik," ucap Qing Ruo dengan santai.
****
Aula istana puncak Zhu Yin.
Yin Gu Jian, Yin Baohu dan rombongannya sedang melakukan pembicaraan serius, di kejutkan dengan kedatangan Yin Zhanshi Zhe dan rombongannya, yang memasuki aula istana gerbang dengan wajah masam.
" Saudara, kebetulan sekali kalian datang," ucap Yin Gu Jian sambil mempersilakan Yin Zhanshi Zhe dan rombongannya menempati kursi yang tersedia dengan ramah.
" Saudara Zhanshi Zhe, bicaralah," ucap Yin Baohu dengan tenang.
" Saudara, kami gagal," ucapnya pelan, melaporkan hasil pekerjaan mereka yang tidak dapat menemukan pembunuh ketiga tetua pelindung klan yang telah lenyap di kawasan perbatasan puncak Zhu Yin dengan Nan Yin .
" Itu artinya kita akan bekerja lebih keras lagi," ucap Yin Baohu menanggapi dengan wajah serius.
" Saudara benar, namun masalahnya kini semakin rumit, karena Yin Gang baru saja mengeluarkan perintah untuk membunuh siapapun yang mendekati puncak Xi Yin dan Nan Yin," ucapnya memberikan laporan mengenai peristiwa yang baru saja mereka alami dengan rinci, membuat Yin Baohu serta semua orang yang ada di dalam ruangan begitu murka.
" Bad***n! Bocah itu benar-benar keterlaluan..." ucap mereka satu persatu menggerutu dan mengumpat dengan wajah kesal.
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan puncak Dong Yin, apakah mereka sudah mengetahui hal ini?" tanya Yin Gu Jian.
Yin Zhanshi Zhe menggelengkan kepalanya.
" Mengenai hal itu, aku benar-benar tidak tahu, namun aku berharap puncak Dong Yin juga mengalami hal yang kami rasakan sebelumnya, sehingga dengan demikian kita dapat memanfaatkan situasi tersebut untuk menghasut mereka menghancurkan puncak Nan Yin," ucapnya dengan kemarahan menyala.
" Saudara Zhanshi Zhe, benar..." ucap beberapa tetua menanggapi.
Yin Zhanshi Zhe menganggukkan kepalanya.
" Karena dengan kekuatan kita saat ini, melawan mereka adalah hal yang sangat tidak mungkin," ucapnya sambil meraih minuman yang telah disiapkan oleh pelayan, dan menyesapnya dengan perlahan.
" Perintah tersebut membuat situasi semakin tidak terkendali, lalu bagaimana kita mencari Trisula Kegelapan?" tanya Yin Lin dengan serius.
Yin Baohu menganggukkan kepalanya.
" Saudara, sebelumnya kami memang sedang membahas masalah itu." Sambil mengarahkan pandangannya Yin Gu Jian.
" Saudara Lin, aku dan saudara yang lainnya telah memutuskan untuk membunuh pencuri tersebut namun dengan risiko kita akan kehilangan Trisula tersebut, dan tingkat kultivasiku. Selain itu, kami juga sepakat jika pencuri itu adalah salah satu dari orang-orang kita, baik itu putra atau putri kita, maka kita harus menerima konsekuensinya. Saudara Zhanshi Zhe, apa pendapat saudara mengenai keputusan ini?" tanya Yin Gu Jian dengan serius.
Yin Zhanshi Zhe dan rombongannya yang baru tiba, mengganggukan kepalanya.
" Jika saudara yang lain setuju maka Aku juga demikian, lagi pula kita memang harus membunuh pencuri tersebut. Aku tidak peduli, apakah itu putra atau putri kita, mereka harus mati! Hanya saja, bagaimana dengan saudara..." ucapnya sambil menatap Yin Gu Jian dengan wajah serius.
Yin Gu Jian menganggukkan kepalanya.
" Saudara, segala sesuatu pasti memiliki risiko, dan aku sudah memutuskan hal itu, karena semua orang telah setuju, maka aku akan melakukannya, berharap pencuri tersebut masih berada di gunung Langit Yin, dengan demikian, kita masih memiliki kesempatan mencari cincin penyimpanannya."
" Lalu bagaimana dengan persiapan pengawasan ini?" tanya Yin Zhanshi Zhe.
" Saudara, kami telah menyebarkankan pasukan di seluruh puncak Zhu Yin serta tempat yang masih dapat kita lewati dengan bebas, karena pada saat segel ini di aktifkan, pencuri tersebut pasti akan keluar dari tempat persembunyiannya," jawab Yin Gu Jian menjelaskan.
" Baik, mengenai tindakan Yin Gang, apa yang harus kita lakukan?" ucap Yin Zhanshi Zhe dengan wajah serius.
" Menurut ku, untuk saat ini sebisa mungkin kita tidak membuat masalah dengan mereka," jawab Yin Baohu menanggapi.
" Aku rasa juga demikian," ucap Yin Gu Jian menanggapi, membuat ruangan itu menjadi hening.
" Sepertinya kita telah sepakat untuk tidak menginjakkan kaki di kawasan yang telah ditentukan oleh Yin Gang, dengan begitu kita tidak memantik api peperangan," ucap Yin Baohu dengan wajah kesalnya.
" Sepertinya demikian," ucap tetua yang lain menanggapi.
Setelah memastikan tidak ada hal lain yang ingin di bicarakan, Yin Gu Jian lalu membuat segel tangan, mengaktifkan teknik penghancur rantai iblis kecil, untuk membunuh sosok yang telah dia tandai dengan segel rantai iblis kecil Sebelumnya.
__ADS_1
" Swhuss..." kilatan cahaya kehitaman, keluar dari dalam aula istana, bergerak menujukan kawasan terlarang perbatasan puncak Zhu Yin dengan Man Yin, membuat ruangan itu tiba-tiba menjadi hening.
🙏1bab 🙏