
Tiba-tiba lantai dasar penginapan tersebut menjadi hening.
Di tempat itu, Qing Ruo dengan tenang dan santai menikmati makanannya, sambil menatap ketiga pria paruh baya yang juga menatap padanya.
Tiba-tiba salah satu dari tetua tersebut berdiri.
" Nak, aku Ming Kun, jenderal kelima pasukan elit markas selatan, dari kekaisaran langit mengagumimu pemikiranmu." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Hormat pada jenderal Ming Kun," ucap Qing Ruo dengan ramah, yang juga menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Sungguh lancang! Di mana Sikap hormatmu," ucap seorang pemuda yang masih berada di dalam ruangan itu, tiba-tiba berdiri menatap Qing Ruo dengan tajam.
" Saudara, apakah ada yang salah dengan kata-kataku?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Tentu saja. Jenderal Ming Kun, bisa memaklumi hal itu, tapi tidak dengan diriku. Setidaknya kamu harus menyebut nama saat berbicara dengan seorang jenderal," ucap Pemuda itu dengan suara meninggi.
Qing Ruo menatap pemuda yang begitu marah padanya tersebut dengan santai.
" Saudara, jika demikian, bukankah seharusnya Anda juga menyebutkan nama ketika berbicara denganku. Lagi pula, mengapa aku harus melakukannya. Bukankah hal seperti itu adalah hal yang biasa..."
" Komandan Li Han, cukup. Jangan membuat hal menjadi rumit," ucap Ming Kun menengahi.
" Baik jenderal," ucap Li Han menatap Qing Ruo dengan kemarahan.
Qing Ruo yang melihat Li Han begitu marah padanya, hanya menggelengkan kepalanya.
" Sikap seperti inilah yang akan meruntuhkan kekaisaran langit nantinya. Hanya seorang seorang komandan, tetapi sudah berani bertindak arogan," ucap Qing Ruo santai, membuat Li Han yang sebelumnya mulai tenang, kini benar-benar tidak dapat menahan diri.
" Kamu!" dengan kemarahan yang menyala. Namun Qing Ruo dengan santai mengabaikannya.
" Jenderal Ming Kun, apakah aku boleh bertanya?" sambil tersenyum santai pada Li Han yang menatapnya dengan penuh kebencian.
" Silakan, anak muda." Jawab Ming Kun dengan ramah.
" Jenderal, apakah telah terjadi sesuatu?" tanya Qing Ruo dengan penasaran.
" Maksudnya?"
" Jenderal, bukankah seharusnya yang datang ke tempat ini adalah para jenderal dari markas utara?"
Ming Kun dan rombongannya sedikit terkejut, karena Qing Ruo menanyakan hal itu, namun mereka dapat bersikap tenang.
" Benar, tapi para jenderal utara saat ini sedang menikmati masa istirahatnya, " Jawab Ming Kun dengan ramah.
" Mengapa bisa demikian?"
" Karena mereka baru saja menyelesaikan misi berat, yaitu menumpas kekuatan gelap yang ada di wilayah perbatasan utara ini." Dengan senyum cerahnya.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Itu berarti Liuyuan dan yang lainnya tidak datang." Membatin.
" Anak muda, apakah ada lagi?"
__ADS_1
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Tidak ada Jenderal," jawabnya dengan hormat.
Di Hadapan Qing Ruo.
Li Han bahkan tidak mengalihkan pandangannya, menatap Qing Ruo dengan tajam. Qing Ruo yakin, jika tidak ada Ming Kun dan Jenderal lainnya, mungkin Li Han kini sudah menyerangnya.
" Jenderal, apakah aku ini terlalu cantik, bahkan bawahan anda menatap diriku seperti itu. Apakah dia terpesona padaku." Sambil tertawa kecil, membuat wajah Li Han memerah.
Tindakan Qing Ruo yang begitu santainya menggoda Li Han, membuat para jenderal itu semakin yakin bahwa sosok anak muda yang ada di hadapan mereka bukankah orang sembarangan.
" Aku rasa komadan Li Han, mengagumimu..." ucap Ming Kun, sambil tersenyum ramah.
Membuat Qing Ruo tertawa kecil.
" Saudara Li Han, bukankah Anda harus bekerja sekarang. Mengapa menyamakan diri seperti jenderal yang memang memiliki waktu luang," ucap Qing Ruo santai, membuat Li Han dan dua pemuda lainnya terkesiap. Bahkan Ming Kun dan ke dua jenderal lainnya juga ikut terkejut.
" Oh tidak, jenderal besar pasti akan marah," ucap salah satu pemuda, sambil berdiri dari kursinya.
" Saudara Li Han, ayo pergi," ucap pemuda tersebut dengan serius.
" Aku tahu, tapi aku masih memiliki urusan dengan pemuda yang tidak tahu diri ini!" ucap Li Han dengan suara meninggi, dan tidak ingin melepaskan Qing Ruo begitu saja.
Ming Kun dan kedua jenderal lainnya, yang begitu penasaran dengan latar belakang Qing Ruo, menatap pertikaian kecil itu dengan santai, menunggu reaksi Qing Ruo yang terlihat begitu tenang.
" Komandan Li Han, pergilah. Jangan membaik jenderal besar kalian menunggu," ucap Qing Ruo dengan santai.
Ming Kun dan kedua jenderal lainnya, serta kedua komandan pasukan yang masih belum beranjak dari dalam ruangan itu, begitu terkejut. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Li Han akan mengatakan hal yang begitu kasar seperti itu.
Qing Ruo tersenyum santai, menatap Li Han yang begitu ingin menerkamnya.
" Aku tidak menyangka. Jika masalah sederhana seperti ini menjadi rumit begini. Komandan-"
" Apakah kamu takut padaku!" Memotong kata-kata Qing Ruo.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Komandan Li Han, aku tidak pernah takut padamu. Bahkan kata-kata itu sedikitpun terbesit dalam pikiranku. Baik, Qing Ruo akan mengingat namamu," ucapnya dengan santai.
" Duk..." jantung semua orang yang ada di dalam ruangan itu berdetak dengan cepat, bahkan tanpa sadar membuat Ming Kun dan kedua jenderal lainnya pucat pasi.
" Qing-Qing Ruo," ucap Li Han dengan bibir bergetar. Menatap Qing Ruo yang kini telah menghilangkan keramahan dari sorot matanya.
" Tu-tuan muda, aku Ming Kun meminta -"
" Jenderal, Anda tidak salah. Jadi tidak perlu meminta maaf. Jika anda meminta maaf, maka bukankah itu sangat berlebihan," ucap Qing Ruo santai, menatap Ming Kun dengan ramah, yang kini hanya bisa terdiam.
Dari jauh.
Manager penginapan, yang berada di balik meja kerjanya, langsung meminta para penjaga tingkat tinggi menyegel ruangan itu, sehingga membuat lantai dasar penginapan tersebut menjadi begitu tegang.
" Tidak heran dia begitu tenang, bahkan di hadapan para jenderal tersebut." Sang manager penginapan membatin, berharap tidak terjadi sesuatu yang mengerikan di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Di hadapan Qing Ruo. Ming Kun kini terduduk dengan wajah pucat pasi itu, bahkan mulai membasahi dirinya.
" Para jenderal, berdasarkan aturan militer, sanksi apa yang pantas bagi bawahan yang bertindak sembarangan seperti ini?" tanya Qing Ruo dengan tenang.
Ming Kun dan keempat jenderal itu bahkan semakin serba salah.
" Saudara, bagaimana ini? Apa yang harus kita katakan? Karena pertanyaannya adalah jebakan. Jika kita salah ucap, maka aku takut akan menyinggung perasaannya," ucap Ming Kun, berbicara melalui telepati pada kedua jenderal lainnya, yang juga terlihat begitu kebingungan dan serba salah.
Di hadapan mereka, Qing Ruo yang memahami tindakan para jenderal tersebut, tersenyum dengan santai.
" Ternyata Long Chen benar. Nama Klan Qing benar-benar menakutkan semua orang," membatin senang.
Di hadapannya Qing Ruo. Li Han yang begitu putus asa, tiba-tiba tertawa keras.
" Jenderal, mengapa kalian begitu pusing dengan hal itu. Lagipula, mengapa kita harus takut padanya." Menatap Qing Ruo dengan seringai dingin, seperti orang yang telah hilang kewarasannya.
Ming Kun dan rombongannya, serta dua komandan, yang masih terdiam, menatap Qing Ruo yang duduk santai itu semakin curiga.
" Li Han, tutup mulutmu!" ucap seorang komandan menghardiknya.
" Saudara Hui, tenanglah. Dia begitu sombong karena mengandalkan nama Klan Qing. Lihatlah! Dia hanya pendekar tingkat raja dewa. Jika aku membunuhnya, lalu siapa yang tahu." Menatap Qing Ruo dengan penuh kemenangan.
Kata-kata Li Han membuat manager penginapan bergidik.
" Komandan, apakah anda ingin mengubur kota Bei Shi?"
" Manager, mohon untuk tidak ikut campur," ucapnya menghardik sang manager dengan kasar.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Seperti inikah tindakan seorang Komandan pasukan elit kekaisan langit itu. Benar-benar karakter yang buruk. Jenderal Ming Kun," ucap Qing Ruo, meminta penjelasan sang jenderal.
" Berdasarkan sanksi militer. Komandan yang tidak patuh dengan aturan, semua hak istimewanya akan dicabut, termasuk jabatannya. Selain itu, dia juga akan menjalani hukumannya di dalam penjara selama lima puluh tahun." Menatap Li Han yang kini terlihat begitu santai.
" Lalu bagaimana dengan kekuatannya?"
" Pada tahap pelanggaran berat, hakim akan menghilangkan kultivasinya..."
" Lalu bagaimana dengan klan mereka?"
" Patriark Klan akan membayar denda dua kali lipat dari jumlah gaji yang pernah di terimanya."
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Jika demikian, tindakan Li Han ini termasuk pelanggaran berat atau pelanggaran ringan?"
Namun belum sempat para Jenderal itu menjawab, Li Han telah mendahului mereka.
" Pelanggaran yang sangat... sangat berat, tuan." sambil terkekeh.
" Jika demikian hancurkan kultivasi," ucap Qing Ruo dengan santai.
👉 1 🙏
__ADS_1