Sang Penguasa

Sang Penguasa
258. Memberi Pelajaran.


__ADS_3

Belum sempat pemimpin kelompok bergerak, tiba-tiba Mayi Gui mendahuluinya.


" Apakah kalian ingin memaksa Kami berbicara? Sebaiknya tinggalkan tempat ini sekarang juga!" ucapnya dengan santai.


" Kalian!"


" Ini masih wilayah klan Yin, jadi jangan merasa memiliki sesuatu yang belum sah  sebagai milik kalian," ucap Mao Bing dengan tatapan tajam.


" Sebelumnya kami memang ingin memaksa kalian untuk berbicara, tetapi kalian benar-benar mencari mati!" ucap pemimpin kelompok tersebut dengan murka.


" Yang mencari mati itu, kalian!" ucap Mao Bing sambil menampar salah satu prajurit yang berada di depan pemimpin pasukan tersebut, dan meremukan kepalanya, membuat pasukan itu begitu terkejut.


" Swhus... swhus...." Pasukan kecil itu langsung membuat formasi serangan, namun belum sempat pasukan tersebut melepaskan serangan, kini Mayi Gui  yang membuat ulah dengan menampar pemimpin kelompok tersebut.


" Plak... Plak..." Suara tamparan keras bergema, dengan sosok pemimpin pasukan yang tiba-tiba terjatuh dengan wajah lembam membiru, membuat pasukan yang akan menyerang itu langsung menjaga jarak.


" Penguasa," ucap Mayi Gui, sambil mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo.


" Sebenarnya, membunuh mereka tidak ada gunanya bagi kita, namun kita juga tidak bisa melepaskannya," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Apakah kita tidak memanfaatkan mereka?" tanya Mayi Gui.


" Tidak perlu," jawab Qing Ruo.


" Baik penguasa, kami mengerti,' ucap Mayi Gui, lalu bersama Mao Bing melepaskan aura semi abadi tingkat sembilan tahap puncak.


" Pilih nyawa  atau kultivasi. Lakukan sekarang juga!" ucap Mao Bing dengan sikap yang mendominasi, membuat pasukan kecil  yang sebelumnya menampakan wajah beringas, kini begitu ketakutan.


" Ko-komandan..." Berbicara melalui telepati dengan terbata.


" Pilihan ini begitu sulit. Tanpa kekuatan, kita tidak akan mampu bertahan di tempat ini," ucap sang komandan, sambil mengarahkan pandangannya pada tebing gunung yang hampir mencapai awan itu.


" Tu-tuan, Apakah ini-"


" Dhuar...." Tamparan keras Mayi Gui menghancurkan seorang prajurit yang berada di hadapannya.


" Lakukan sekarang juga!" ucap Mao Bing dengan tatap dingin.


Merasa diri seperti semut dihadapan singa, dengan pasrah prajurit itu lalu ingin menghancurkan kultivasinya.


" Tunggu, kehilangan kultivasi sama halnya dengan bunuh diri, dan ini bahkan lebih mengenaskan, karena kita akan mati secara perlahan." Sang komandan berbicara.


" Komandan, lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Segel tempat ini. Teknik penghancuran diri," ucapnya dengan serius.


" Aku tahu niat busuk kalian. Pasti kalian ingin menggunakan cara kotor itu, kan?"


Kata-kata Mayi Gui membuat pasukan itu sekali lagi terdiam.

__ADS_1


" Lakukan saja," ucapnya dengan santai.


Dan benar saja, pasukan itu langsung mengedarkan seluruh kekuatannya, dengan sebagian dari mereka menyegel tempat itu.


Pada saat teknik tersebut mencapai puncaknya, Qing Ruo tiba-tiba  melepaskan cakram langit Ling, menyegel tempat itu.


" Mao Bing, Mayi Gui, keluar," ucap Qing Ruo keluar dari dalam kubah segel tersebut.


" Oh tidak...." ucap pemimpin pasukan itu panik saat melihat Qing Ruo dan rombongan,  tiba-tiba lenyap dari tempat itu. 


" Komandan, dia dari klan kuno itu..." Sambil berusaha menghentikan kekuatannya yang sedang bergulir menuju kehancuran.


"  Oh tidak," ucap kedua komandan pasukan itu pasrah tak berdaya.


Tidak lama kemudian.


" Dhuar.... dhuar.... " Satu persatu tubuh mereka melepaskan cahaya dan meledakkan di dalam kubah segel yang mereka buat sendiri dengan sangat ekstrem, hingga mengguncang kawasan gunung Hitam batu besar.


****


Di tempat lain.


Di atas puncak gunung. Qing Ruo, Mayi Gui dan Mao Bing, mengawasi tebing tersebut dengan tenang, memastikan bahwa semua sosok  tersebut tidak ada yang meninggalkan tempat itu dengan selamat.


" Penguasa," ucap Mayi Gui dengan ragu.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Itu terlalu berisiko, karena mereka pasti akan mencari pasukannya yang hilang."


" Tapi penguasa, bukankah mereka juga akan mencari orang-orang yang membunuh pasukannya."


" Aku rasa tidak. Ini akan menjadi peringatan, karena pasukan mereka tewas di daerahnya sendiri.  Hal ini akan membuat mereka  berpikir bahwa wilayah mereka ini masih belum aman," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Penguasa benar. Mereka akan berpikir, jangankan untuk mencari pembunuh tersebut, melindungi wilayah sendiri saja mereka sudah gagal."


" Dan yang pasti, ini akan menimbulkan kecurigaan antar sesama  mereka," ucap Qing Ruo, membuat Mao Bing dan Mayi Gui memahami maksud dari tindakan tersebut.


" Itu berarti penguasa ingin membuat kekacauan di dalam pasukan klan Shi."


" Benar, dengan demikian fokus mereka untuk terlibat dalam kekacauan klan Yin,  tidak akan menggangu rencana kita."


" Penguasa, apakah kita sudah bisa pergi?" tanya Mayi Gui.


" Sepertinya demikian, tetapi kita harus memeriksa tempat itu dulu," ucapnya sambil bergerak menuju tebing gunung.


Setelah memastikan  bahwa tidak ada prajurit dari klan Shi yang selamat, Qing Ruo lalu membawa rombongannya bergerak meninggalkan tempat itu.


" Swhus... swhus..." sosoknya bergerak kearah timur untuk mencari tempat istirahat lainnya.

__ADS_1


Tiga menit kemudian, dua sosok semi abadi tingkat sembilan tahap dasar  tiba di tebing gunung, dan langsung memeriksa tempat itu.


" Saudara, selain jejak aura prajurit kita, aku tidak merasakan ada jejak aura lainnya." Mengedarkan pandangannya, memeriksa tempat itu dengan seksama.


" Aku juga merasakan hal yang sama. Apa yang sebenarnya terjadi?Apa yang membuat mereka sampai melakukan teknik terlarang ini?"


" Apakah ada musuh di dalam pasukan?" Sambil bergerak  memeriksa seluruh kawasan.


" Saudara, aku tidak menemukan apapun di tempat ini. Sepertinya kita harus membicarakan masalah ini dengan patriark....." Dengan wajah serius.


" Saudara benar. Baik, mari kita pergi...." Lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


*****


Di tempat lain.


Qing Ruo dan rombongan, terus bergerak menjauh dari kawasan gunung Hitam batu besar.


Setelah bergerak sepanjang waktu, mereka akhirnya berhenti di tepi danau es raksasa.


" Penguasa, danau es hitam," ucap Mayi Gui menjelaskan.


" Apakah tempat ini berbahaya?" tanya Qing Ruo.


" Sepertinya demikian, rumor mengatakan ada hewan es yang sangat luar biasa ada di tempat ini, bahkan mampu menelan sosok  yang abadi," jawab Mao Bing.


" Jika demikian, kita akan beristirahat di tempat ini saja" ucap Qing Ruo sambil menunjuk hamparan bebatuan yang ada di tepi danau tersebut.


" Baik penguasa...." Sambil bergerak mengikuti Qing Ruo.


Di tempat yang sedikit lapang, Mao Bing lalu mengeluarkan tenda dan peralatan lainnya, dan memasangnya di tempat itu. Sedangkan Mayi Gui menyegel tempat itu.


" Swhus......." Kubah emas muncul, lalu menyelimuti tempat itu.


" Silakan Penguasa," ucap Mayi Gui, sambil mempersilakan Qing Ruo memasuki tenda yang telah siap dengan meja, kursi dan tempat tidur.


" Terima kasih," ucap Qing Ruo memasuki tempat itu dengan tenang.


" Penguasa silakan beristirahat, kami akan berjaga," ucap Mayi Gui, sambil duduk di depan tenda.


" Kalian dapat berjaga di dalam. Masuklah," ucap Qing Ruo.


" Baik penguasa...." sambil memasuki tenda, lalu menempati kursi yang tersedia.


" Tidak ada yang perlu kita khawatirkan, kecuali sosok yang ada di dalam danau. Lagi pula kita juga tidak mengganggunya," ucap Qing Ruo sambil mengeluarkan minumam dari dalam cincin penyimpanannya dan memberikan pada Mayi Gui dan Mao Bing.


" Aku akan beristirahat," ucapnya sekali lagi.


" Baik penguasa...." ucap Mayi Gui dan Mao Bing dengan hormat.

__ADS_1


Di hadapan mereka, Qing Ruo lalu membuat sikap duduk dan mulai berkultivasi dengan tenang, sedang Mayi Gui dan Mao Bing menikmati minumannya, sambil berbincang-bincang melalui telepati dengan santai.


__ADS_2