
“….” Max masih terdiam, nyatanya ia belum merencanakan apapun juga sih.
Ia masih memulihkan diri pasca kena telak serangan lawannya itu.
Lagi-lagi alasan klasik kembali mencuat: semuanya jadi sulit akibat aura gelap yang begitu kuat di tempat ini.
Itulah strategi ultimate dari sang penguasa gelap.
Tempat ini adalah tempat khususnya yang sangat rahasia.
Namun rumor tentang tempat ini tak terbendung di antara para bawahannya.
Tak ada yang layak menginjakkan kakinya ditempat ini kecuali makhluk yang diakuinya.
Yang sejauh ini hanya ada satu.
Siapa lagi kalau bukan sang musuh utamanya?
Shh….
Max terus menantang dirinya sendiri.
Terdesak dalam pertarungan adalah hal yang wajar.
Apalagi di pertarungan penentu begini.
“Heh.” Perlahan namun pasti senyum terukir di wajahnya.
HUSH!!
Max langsung melesat dan melancarkan rentetan serangan.
Namun seperti yang sudah bisa diduga, serangannya bisa diatasi dengan mudah.
BUMMM!!!
HUSSSH!!!
Ledakan energi gelap kembali membuatnya terhempas kencang.
HUSSSH!!
Namun ia langsung melesat dan menyerang lagi!
BOOM!!
HUSSSH!!
Dan terjadi lagi.
Serangannya masih belum cukup kuat, aura kekuatannya mereka benar-benar beda level.
“….” Max terdiam, tingkat kesulitan pertarungan ini langsung meningkat drastis.
Lawannya terlalu unggul dengan kekuatan gelap yang sangat besar ini.
Sedang dirinya harus puas menerima kenyataan kekuatannya tertahan begini.
Shh….
Lagi-lagi asap keluar dari tubuhnya.
Energinya terkuras untuk sesuatu yang tak berarti.
Semua serangannya bisa diatasi dengan mudah.
Sementara itu di sisi lain.
Sang penguasa gelap terdiam, sampai kapan musuh utamanya itu berlagak terdesak?
Pada akhirnya sang penguasa gelap berusaha bersabar.
Ia tak mau tertipu dengan tingkah musuh utamanya yang lembek itu.
Max menutup matanya, menikmati ketegangan dan keterdesakannya.
HUSHS!!
Hempasan aura suci tercipta seketika itu juga.
Lebih kuat dari yang sebelumnya.
Akhirnya, inilah saat yang ditunggu sang penguasa gelap.
Sudah saatnya pertarungan jadi lebih serius lagi.
Shhh….
Dalam waktu singkat Max sudah siap untuk baku hantam lagi.
Sret.
Sang penguasa gelap mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga pedang aura gelap langsung tercipta.
__ADS_1
Max melakukan hal yang sama, dan pedang aura suci sudah ada di tangannya.
HUSH!!!
Dan kedua-nya melesat bersamaan!
TRAAANGGN!!!
Aduan pedang pun tak terhindarkan!
TRAANG!!
Jual beli serangan langsung terjadi saat itu juga!
Gerakan mereka sangat cepat dan sulit dilihat mata, bahkan oleh makhluk kuat sekalipun.
Serangan demi serangan mereka lancarkan.
“HA!” Sang penguasa gelap mulai menikmati alur pertarungan ini.
Akhirnya ia menemukan lawan yang sepadan!
“PERTARUNGAN KITA AKAN JADI LEGENDA!” Sang penguasa gelap terdengar begitu semangat.
“….” Max tak merespon apapun, ia cukup sibuk menghadapi serangan lawannya ini.
TRANG!!
“!” Pedang aura suci-nya hancur begitu saja!
Max sudah menduganya!
Pada akhirnya pedang aura suci-nya tak bisa bertahan lama untuk menghadapi musuhnya!
Supremasi kekuatan gelap benar-benar tak main-main!
‘Wah.’ Kini pedang aura gelap sudah dekat sekali dengan lehernya.
Entah kenapa semuanya terlihat lambat.
Jadi ini yang disebuat momen dramatis?
Tak lama lagi serangan lawan akan mengakhirnya.
Wajar juga sih kalau ada scene dramatis begini.
Yah ia sudah mengerahkan tenaganya juga sih.
Apa boleh buat juga ya.
Max menerima situasinya apa adanya.
Karena hanya itulah yang bisa dilakukannya.
Kekuatannya sudah terkuras habis untuk menciptakan senjata yang bisa mengimbangi lawannya, meski hanya sebentar.
Jadi inilah akhirnya.
Max bukan tipe yang suka drama, namun sesekali bolehlah ya.
Ia sudah mendapat apa yang diinginkannya; bertemu dengan musuh utamanya.
Mengalahkannya, mengungkap misteri yang terjadi, happy ending.
Itulah skenario yang diharapkannya.
Namun pada akhirnya realita tak sesuai ekspektasi.
Gelarnya dan penghormatan yang diterimanya masih belum cukup untuk membuat skenario yang diinginkannya terjadi.
Modalnya kurang untuk menghadapi lawan utamanya sekarang.
Namun yah ia juga tak bisa mencegah apa yang sudah terjadi.
Lawannya datang di saat yang tak terduga, siap atau tidak siap.
Max termenung, di saat begini tak ada pilihan lain selain tenang.
Kalau saja ia punya waktu untuk mempersiapkan dirinya, mungkin ada kesempatan baginya untuk tak cepat kalah begini.
Namun yah lagi-lagi ia tak bisa menyalahkan keadaan yang sudah terjadi.
Max menatap lawannya dengan penuh arti.
Misi utamanya sudah gagal.
Ia tak bisa bersaing dengan makhluk yang sudah banyak pengalaman.
Ingatan tentang harapan orang lain padanya bermunculan.
Mereka begitu percaya padanya dan tak ragu.
Namun pada akhirnya ia tak bisa menjawab harapan mereka.
__ADS_1
Inilah dia.
Berharap berlebihan tak selamanya baik.
‘….’ Yah itulah isi hatinya.
Max ingin memastikan ia mencurahkan apa yang ada dalam dirinya.
Maaf sudah memberi momen membosankan begini.
Dan last wish….
Setidaknya ia ingin melihat wajah sang penguasa gelap yang sudah mengalahkannya.
Ia mengerahkan semua fokusnya demi mewujudkan keinginan terakhirnya ini.
“!” Bola mata pemuda ini melebar.
‘Kenapa….?’ Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
SRRINGGG!!!
Seketika itu juga sinar terang tercipta, sungguhlah sangat menyilaukan.
BUMMM!!!
Ledakan aura kekuatan yang dahsyat pun terjadi.
SWUSH!!
SANG PENGUASA GELAP TERHEMPAS DARI LEDAKAN AURA KEKUATAN ITU!
KOK BISA GITU?
Bukankah ia sudah memenangkan pertarungan ini!?
“….” Sang penguasa gelap terdiam, kini tak ada lagi jubah hitam yang menutupi tubuhnya.
Sementara itu getaran hebat akubat kekuatan suci masih berlangsung.
Sangg penguasa gelap sudah menyangka akan terjadi seperti ini.
Yah untunglah ia masih waspada dan bisa melindungi dirinya dengan kekuatan gelap.
Perlahan namun pasti getaran dan sinar terang pun mulai mereda.
Dan terlihatlah sang pemuda yang tadinya sudah begitu terdesak, kini tampil dengan penampilan yang glowing.
Kini jubah putih ada padanya dan aura kekuatan suci yang sangat kuat menyelimutinya.
“Kau….” Max masih menatap tak percaya.
“Heheh.” Sang penguasa gelap tersenyum kecil.
Max masih terlihat tak percaya, tapi inilah kenyataannya.
Kenapa wajahnya … mirip sekali dengannya?
Itulah pertanyaan terbesar yang ada dalam benaknya.
Rasanya seperti lagi ngaca.
Max terdiam dan menenangkan dirinya.
Ia benar-benar tak menyangka wajahnya bisa semirip itu dengannya.
Namun lagi-lagi inilah kenyataannya.
Apapun bisa terjadi di sini.
Yah ini bukan kejadian yang pertama.
Bahkan penampilan sang perempuan gelap juga mirip sekali dengan rekannya.
Kejadilannya terulang lagi.
“Ada apa?” Sang penguasa gelap penasaran kenapa musuh utamanya terlihat kaget.
Max sudah lebih tenang sekarang.
Kini penampilan sang penguasa gelap terlihat jelas.
Dia memakai setelan rapi serba hitam.
Kalau dilihat-lihat penampilannya keren juga sih.
“….” Tapi bukan saatnya untuk mengagumi penampilan makhluk lain.
Max melihat tubuhnya, kini perubahan drastis terlihat padanya.
Tepat disaat ia kira semuanya sudah berakhir….
Namun tak disangka hal diluar nalar terjadi.
__ADS_1