Sang Penguasa

Sang Penguasa
74. Memasuki Gua.


__ADS_3

" Swhuss...." Cakram emas sebesar telapak tangan orang dewasa muncul. Mengambang di hadapan mereka.


" A-apa...." ucap Hua Thong dan Hua Zun bersamaan, menatap Qing Ruo dan cakram emas itu dengan terkejut.


" Shen Guoshi Ling," ucap mereka bersamaan.


" Penguasa muda, ini? bagaimana mungkin..."


Qing Ruo menganggukan kepalanya, membuat kedua tetua itu semakin heran.


" Penguasa Muda, bukankah Shen Guoshi Ling sudah lama menghilang?" Tanya Hua Zun tanpa dapat menahan dirinya.


" Menghilang?" Qing  Ruo menggelengkan kepalanya.


" Apakah itu berarti mereka masih ada?"


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Penguasa Muda, hanya darah murni yang dapat menguasai mantra ini. Apakah Anda....?" tanya Hua Zun.


Qing Ruo yang sedang fokus membuka segel mantra pembunuh dewa yang ada di hadapannya, menghentikan pekerjaannya, membuat Hua Zhen mengingatkan kedua tetua yang masih menanti jawaban Qing Ruo tersebut.


" Tetua, Patriark Shen Guoshi Ling Zhong, adalah kakekku," ucap Qing Ruo sambil menggerakkan tangannya, menciptakan ratusan cakram emas.


" Swhus..." cakram emas yang ada dihadapannya itu mengambang, lalu dengan perlahan bergerak menyelimuti ratusan jebakan mematikan yang tersusun di sepanjang lorong gua tersebut, dan mengubahnya susunannya.


Di belakang Qing Ruo. Hua Thong dan Hua Zun saling berpandangan.


" Itu berarti penguasa muda Qing Ruo adalah  putra dari putri Ling Yun," ucapnya, membuat Heian Bai dan rombongannya terdiam.


" Penguasa muda memiliki begitu banyak rahasia.


Semoga kehadirannya membangkitkan kembali kejayaan Shen Luo." Murong Jianyu membatin, menatap punggung Qing Ruo yang sedang bekerja dengan hormat.


Pada saat mereka sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba suara Qing Ruo mengejutkan mereka.


" Sekarang," ucap Qing Ruo.


" Baik," jawab Heian Bai, bergerak memimpin rombongannya, memasuki lorong gua sambil menghindari jebakan yang telah di segel oleh mantra formasi Ling.

__ADS_1


Setelah Heian Bai dan  rombongan melewati semua jebakan, Qing Ruo lalu mengaktifkan kembali jebakan tersebut dan melewati dengan santai.


" Penguasa muda, apakah penguasa tahu jebakan ini?" tanya Hua Zun pada saat Qing Ruo tiba di hadapannya.


" Dari susunan formasinya, ini adalah jebakan pembantai dewa. Ada tujuh pedang Semi abadi tingkat lima, yang artinya bisa membunuh semi abadi tingkat enam, dan dua belas jarum perak beracun yang dapat membunuh semi abadi tingkat satu hingga tingkat tiga, sedang senjata lainnya, itu hanya pengecoh," ucap Qing Ruo menjelaskan, sambil menunjuk titik-titik yang dimaksud dalam lorong tersebut, membuat Heian Bai dan rombongannya bergidik.


" Baik, mari bergerak," ucap Dalu Rong, sambil membentuk formasi pertahanan.  Menempatkan Heian Bai dan Murong  Jianyu berada di barisan depan bersamanya.  Qing Ruo dan Hua Zhen di bagian tengah, Hua Zun dan Hua Thong di barisan paling belakang.


Di belakang Qing Ruo.


" Kultivasi hanya berada di tingkat dua, tetapi kemampuan, dan pengetahuannya sangat luar biasa, bahkan latar belakangnya sangat mengerikan," ucap Hua Zun berbicara pada Hua Thong dan Hua Zhen melalui telepati, menatap punggung Qing Ruo yang terus bergerak mengikuti Heian Bai dan rombongannya.


" Benar, aku rasa dia adalah sosok yang akan  membangkitkan Shen Shandian Luo. Tetapi aku masih bingung. Apakah dia putra Luo Feng, atau putra penguasa terdahulu, atau bisa saja dia adalah saudara Luo Feng," jawab Hua Thong penasaran.


" Dia sangat muda, berbakat dan terlihat  memiliki pengalaman pertempuran yang sangat luar biasa, tetapi apakah tetua tidak melihat sesuatu yang aneh padanya?" Tanya Hua Zhen, membuat kedua sosok itu kebingungan.


" Maksud tuan muda?" tanya Hua Zun.


" Lihatlah umur tulangnya. Walaupun kekuatan dan kepadatanya sudah berada di tingkat puncak tulang dewa Naga,  tetapi usianya bahkan belum mencapai ratusan tahun," jawab Hua Zhen, membuat kedua tetua tersebut kembali terperangah.


Di depan kedua tetua tersebut, Qing Ruo yang dapat merasakan kesadaran dewa, Hua Zhen dan Hua Thong memeriksa tubuhnya, hanya tersenyum santai.


" Sebenarnya, apa yang ingin mereka lakukan?" Qing Ruo membatin, berpura-pura tidak tahu dan tidak menyadari tindakan  kedua tetua tersebut.


" Saudara Ruo," ucap Heian Bai, mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo.


" Segel kedua," ucap Murong Jainyu, membuat mereka  semakin penasaran dengan sosok yang ada di dalam gua tersebut.


" Tetua, sudah berapa lama Anda tidak mengunjungi tempat ini?" tanya Qing Ruo pada Hua Zun.


" Dua puluh  tahun," jawab Hua Zun, membuat Qing Ruo begitu terkejut.


" Ternyata para dewa ini suka bercanda. Bukankah dengan waktu dua puluh tahun, sosok yang ada di dalam gua ini mungkin  sudah bisa  beranak-pinak." batinnya sambil mengamati perisai transparan tersebut.


" Penguasa Muda, ada apa?" tanya Hua Zun heran.


" Aku hanya penasaran dengan sosok yang berada di balik  perisai segel ini. Selain menguasai mantra formasi yang rumit, dia juga memilik banyak sumber daya." Jawab Qing Ruo.


" Maksud penguasa muda?" Tanya Hua Thong.

__ADS_1


" Penyusun mantra formasi yang dia buat menggunakan senjata tingkat tinggi," ucap Qing Ruo menjelaskan, membuat Hua Zun dan rombongannya bergidik.


" Penguasa muda, sebaiknya kita..." Murong Jianyu menjeda kata-katanya, menatap Qing Ruo dengan penuh arti.


" Tenanglah. lihatlah mantra  formasi ini," ucap Qing Ruo membuat mereka semakin heran.


" Maksud saudara Ruo?" tanya Heian Bai.


" Dua buah mantra formasi yang sama, dan keduanya menggunakan senjata tingkat tinggi sebagai penyusun mantranya. Sehebat apakah orang itu sehingga bisa memiliki begitu banyak senjata? Itu berarti dia tidak memiliki senjata lagi. Selain itu, aku yakin sosok yang ada di dalam goa ini adalah orang yang sedang terluka ataupun seseorang yang sedang  ingin menaikkan tingkat kultivasinya..." Qing Ruo menjelaskan.


" Penguasa muda benar. Bukankah itu lebih menguntungkan kita..." ucap Murong Jianyu dengan penuh semangat.


" Baik, bersiaplah," ucap Qing Ruo.


" Baik," jawab Heian Bai dan rombongannya.


Sebelumnya, Qing Ruo mengira Hua Zun berada di tempat itu, dua atau tiga hari yang lalu, atau paling lama satu bulan sebelumnya, sehingga dia dapat memastikan bahwa gua itu benar-benar tempat yang aman.


" Semoga gua ini memiliki sumberdaya dan menjadi keberuntungan. Yang paling penting saat ini ada mengumpulkan sumberdaya dan menjadi kuat." Batinnya, sambil membuat segel tangan dan menyentuh perisai dinding transparan tersebut.


" Srark..." Perisai transparan tersebut bergetar, melepaskan aura  pembunuhan yang sangat mengerikan,  membuat Heian Bai dan rombongannya bergidik.


"  Semi abadi di benua teratai biru,  bisa di hitung dengan jari, bahkan mereka bisa menghacurkan gunung, membelah lautan dan melenyapkan satu sekte besar dengan satu tamparannya, tapi di daratan ilahi, para dewa ini...." Qing Ruo membatin tersenyum masam melihat tingkah para dewa tersebut yang terlihat ketakutan.


" Trark...." Perisai transparan itu tersibak.


" Sekarang," ucap Qing Ruo sambil melewati perisai transparan tersebut, lalu diikuti oleh Heian Bai dan rombongannya.


Setelah melewati perisai transparan tersebut, kembali Qing Ruo mengaktifkan perisai transparan tersebut, membuat Heian Bai dan rombongannya heran.


" Saudara Ruo, bukankah dengan tetap mengaktifkan perisai mantra formasi ini, itu sama saja dengan memasuki kandang musuh dan mengurung diri sendiri,"  ucap Heian Bai.


" Kita ada banyak orang, lalu mengapa harus takut." jawab Qing Ruo membuat Heian Bai dan rombongannya terdiam.


" Baik, mari kita bergerak," ucap Dalu Rong.


" Tetua Hua Zun, anda yang lebih tahu mengenai gua ini sebelumnya. Di dalam gua ini ada apa saja?" tanya Qing Ruo sambil terus bergerak.


" Pengusaha muda, dua ratus meter lagi kita akan tiba. Di dalam lorong ini ada ruangan besar yang dapat menampung ratusan orang, dengan kolam langit. Selain itu, aura emas di dalam juga cukup banyak." Hua Zun menjelaskan.

__ADS_1


Semakin dalam mereka memasuki lorong itu, maka semakin kuat aura kekacauan yang mereka rasakan, hingga akhirnya mereka tiba di dalam ruangan utama.


" Penguasa," ucap Hua Zun menatap tiga  sosok yang berada di dalam ruangan yang diterangi oleh kristal cahaya tersebut dengan waspada.


__ADS_2