Sang Penguasa

Sang Penguasa
312. Menyegel Trisula Kegelapan.


__ADS_3

Di dunia luar.


Istana gerbang es hitam.


Yin Baohu dan rombongannya yang telah gagal menemukan sosok pencuri Trisula Kegelapan berkumpul di halaman istana tersebut dengan wajah murung.


" Saudara Baohu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya seorang tetua dengan wajah serius.


" Untuk saat ini tidak banyak yang dapat kita lakukan, selain menyegel wilayah puncak Zhu Yin," jawab Yin Baohu dengan wajah murung.


" Karena hari masih gelap, pencarian ini akan lanjutkan besok pagi saja. fokus utama kita adalah menyegel kawasan puncak Zhu Yin,  agar tidak ada yang dapat keluar dan masuk dengan bebas," ucap Yin Zhanshi Zhe menambahkan.


" Tenanglah, selama pencuri itu masih berada di tempat ini, kita pasti akan menemukannya," ucap Yin Gu Jian.


" Maksud saudara?" tanya tetua seorang tetua dengan penasaran.


" Segel rantai Iblis kecil," jawabnya dengan tenang.


" Apakah sebelumnya saudara telah menandainya?" tanya Yin Baohu.


" Benar, sebelumnya aku telah menandai tubuhnya dengan segel rantai Iblis kecil," jawab Yin Gu Jian dengan tenang, membuat semua orang yang lesu itu menjadi sedikit gembira.


" Tapi pencuri ini adalah seorang ahli mantra formasi," ucap Yin Zhanshi Zhe.


" Tenanglah, hingga saat ini tidak ada yang mampu melepaskan dari segel terlarang itu," ucap Yin Gu Jian dengan yakin.


" Hais, saudara ini. Mengapa dari awal tidak mengatakan hal ini," ucap Yin Baohu yang akhirnya dapat merasa tenang.


" Karena sebelumnya aku masih belum yakin."


" Maksud saudara?" tanya Yin Baohu.


" Karena sebelumnya aku masih belum merasakan kehadiran segel tersebut terhubung dengan kekuatan Jiwaku," jawabnya menjelaskan, sehingga membuat semua orang yang di tempat itu merasa tenang.


Setelah membicarakan banyak hal, Yin Baohu lalu membubarkan  kerumunan tersebut.


****


Di dalam dunia jiwa.


Lima belas menit kemudian, Qing Ruo akhirnya selesai memulihkan diri.


" Swhus..." sosoknya bergerak menuju wilayah timur dunia jiwa.


***


Puncak gunung  timur dunia jiwa.


" Dhuar... Dhaur ..." Ledakan dahsyat terus  bergema dengan dahsyat, mengguncang tempat itu dengan hebat.


" Swhus... swhus..." Sosok Yuan Bai dan Yuan Hei yang menjaga segel kubah emas secara bergantian dengan pelayan lainnya, terdorong hingga belasan meter.


" Trisula ini semakin kuat," ucap Yuan Bai sambil memulihkan diri, menatap  Huo Mingzhi dan Huo Zhoudau yang langsung bergerak memperbaiki segel perisai  secara bergantian.


" Saudara Yin Gan, apakah kamu punya ide?" Tanya Long Yu Wei sambil memulihkan kekuatannya.


" Saudara Yu Wei, Trisula Kegelapan adalah pusaka kuno klan kami yang  hanya bisa ditenangkan oleh mereka yang menguasai ketujuh kitab kuno Yin dan mereka yang memiliki darah Yin, tapi tingkat  kekuatanku terlalu lemah," jawabnya dengan wajah khawatir.

__ADS_1


" Trark...." Perisai segel yang mereka buat kembali hancur, mendorong Huo Zhoudau dan Huo Ming hingga belasan meter.


" Swhuss..." Mayi Gui dan Mao Bing bergerak maju, memperbaiki perisai segel yang telah rusak tersebut, namun mereka langsung terlempar.


" Trisula ini semakin kuat," ucap Long Yu Wei hendak bergerak, namun belum sempat dirinya  melepaskan segel mantra formasi pada perisai emas itu, tiba-tiba langit bergetar.


" Swhus..." sosok Qing Ruo tiba-tiba muncul di tempat itu.


" Mundur!" ucapnya sambil melepaskan segel mantra formasi cakram langit Ling, membuat Long Yu Wei dan rombongannya langsung menjauh.


" Swhus...swhus...." Dua keping Cakram emas raksasa dengan lebar lima belas meter, lalu menimpa trisula Kegelapan.


" Dhuar..... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema saat dua kekuatan yang berlawanan itu saling bersentuhan.


" Apakah penguasa...." ucap Mao Bing dengan ragu, menatap Qing Ruo yang mengahadapi Trisula Kegelapan seorang diri dengan wajah khawatir.


" Saudara tenanglah," ucap Huo Zhaodau dengan tenang sambil memulihkan dirinya.


" Tapi saudara..." ucapnya dengan wajah khawatir.


" Tenanglah," ucap Yuan Bai dengan tenang.


Dari jauh, mereka dapat melihat Qing Ruo dengan tenang menyegel Trisula kegelapan tersebut.


" Swush...."  Cakram Emas raksasa pertama menembus trisula Kegelapan, lalu berhenti bergerak pada pangkalnya yang masih tertancap pada lantai istana. Tidak lama kemudian, cakram emas raksasa kedua juga menembus Trisula Kegelapan, namun berhenti pada pangkal mata trisula tersebut.


" Swhung...." Trisula tersebut berhenti  bergetar dan mulai menjadi tenang, membuat Long Yu Wei dan rombongannya terdiam, menatap Qing Ruo yang masih menyegel Trisula Kegelapan tersebut dengan takjub.


" Benar-benar ahli mantra formasi," ucap Mayi Gui dengan takjub.


Tidak lama kemudian tempat itu benar-benar menjadi tenang setelah Trisula kegelapan tersebut  seperti kehilangan kekuatannya.


" Swhus..." Qing Ruo bergerak menghampiri mereka.


" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Maaf merepotkan kalian semua," ucapnya dengan ramah, sambil meminta mereka untuk kembali dan beristirahat di istana Naga Emas.


" Baik penguasa..." ucap mereka dengan hormat.


Setelah Long Yu Wei dan rombongannya pergi, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu dan keluar dari dalam dunia jiwa.


" Swhus..." sosoknya muncul di hadapan Hu Yan Lan yang sedang berjaga.


" Penguasa," ucapnya menyapa Qing Ruo dengan hormat.


" Kembalilah, dan awasi Trisula Kegelapan, Jika ada hal-hal aneh, segera kabari aku," ucapnya sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


" Baik penguasa," ucap Hu Yan Lan dengan hormat, lalu kembali ke dalam dunia jiwa.


Setelah Hu Yan Lan kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu, sambil mengabari Long Chen untuk tetap menunggu di tempatnya.


Pada saat hendak keluar dari kediaman Yin Shangtao, tiba-tiba Qing Ruo merasakan beberapa aura menembus mantra perlindungan yang dia letakkan di luar kediamanan tersebut, membuatnya kembali ke dalam kamar dan bersembunyi.


***


Di halaman kediamanan Yin Shangtao.

__ADS_1


" Swhus...Swhus..." Tiga prajurit elit berjubah emas tiba di halaman kediamanan tersebut.


" Bergerak!" ucap salah satu dari mereka sambil berjaga diluar ruangan.


Dua prajurit lalu memasuki ruangan, dan mulai memeriksa tempat itu.


Di dalam ruangannya, Qing Ruo yang sedang mengawasi mereka dengan kesadaran dewanya, merasa tenang saat merasakan  kedua aura yang memasuki ruangan itu memisahkan diri.


Dengan berhati-hati, kedua prajurit itu terus bergerak, memeriksa kediamanan Yin Shangtao dengan seksama, hingga Qing Ruo merasakan satu aura bergerak mendekati ruangannya.


Di dalam ruangannya.


Qing Ruo yang telah menyegel ruangan itu, menunggu kedatang prajurit tersebut dengan tenang.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan perlahan.


" Swhuss..." Rantai emas yang tiba-tiba muncul dari kehampaan, melilit prajurit tersebut dan menariknya ke dalam ruangan dengan paksa.


" Bruak ..." tubuh itu menghantam perabotan yang ada di dalam ruangan,  terhempas dengan keras.


" Argh..." Teriaknya kesakitan sambil berusaha melakukan perlawanan.


" Jika ingin tetap hidup, maka diam!" Ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Argh...! Bad***n, siapa kamu sebenarnya!" Meronta dengan keras, namun semakin kuat dirinya melakukan perlawanan, maka semakin kuat lilitan rantai emas itu.


" Swhuss..." Rantai jiwa memasuki tubuh prajurit tersebut dan mengikat jiwanya.


" Argh..." Teriaknya meraung kesakitan, sambil membuat keributan untuk memanggil rombongannya dan melakukan perlawanan, namun kekuatan semi abadi tingkat delapan tahap menengah itu bahkan tidak mampu melonggarkan sedikitpun lilitan rantai emas tersebut, membuatnya  semakin kesakitan.


" Argh ..." Teriaknya terus meraung.


Setelah memastikan bahwa rantai jiwa  telah menyegel jiwa prajurit tersebut, Qing Ruo lalu mencengkram lehernya dengan keras, menghentikan teriaknya, sambil menyerap pengetahuan dan kekuatan darahnya. 


" Ternyata rajurit elit kubu puncak Zhu Yin tidak memiliki segel gelap penghancur jiwa," ucapnya dengan gembira,  sambil melepaskan segel mantra terlarang penghancur jiwa yang ada pada jari kelingkingnya dan memindahkannya pada leher prajurit tersebut.


" A-apa yang kamu lakukan?" Teriaknya berbicara melalui telepati, menatap Qing Ruo dengan ketakutan.


Tanpa menjawab pertanyaan prajurit tersebut, Qing Ruo dengan tenang memindahkan segel itu, membuat prajurit itu mendampratnya dengan sangat.


Dua menit kemudian, setelah menyerap pengetahuan dan kekuatan darahnya, Qing Ruo lalu mengambil cincin penyimpan prajurit tersebut dengan paksa.


" Akh..." Rintihnya kesakitan saat Qing Ruo melepaskan cengkramannya, menatap Qing Ruo dengan kemarahan menyala.


" Badj***n! siapa kamu sebenarnya..." Menatap Qing Ruo dengan penuh kebencian.


Sambil memeriksa cincin penyimpanan prajurit itu, Qing Ruo lalu mengubah tampilannya, membuat prajurit itu ternganga.


" Apa..." Menatap Qing Ruo dengan  terkejut. " Badj***n ternyata pencuri Trisula Kegelapan, Argh ..." Teriaknya murka sambil mencoba melepaskan lilitan rantai Emas dari  tubuhnya.


" Berteriaklah," ucap Qing Ruo dengan santai, sambil menggunakan jubah Emas yang ada di di dalam cincin penyimpanannya.


" Pergi..." ucap Qing Ruo sambil  melempar sosok itu ke dalam dunia jiwa.


🙏1 bab.🙏


info chek Ig 👉@yudhistira5406

__ADS_1


__ADS_2