Sang Penguasa

Sang Penguasa
213. Hutan Gelap 5.


__ADS_3

Di tempat  lain.


Yanshi Gong terus bergerak memimpin rombongannya  menuju gua perak terlarang yang menjadi tujuan utama mereka.


" Sepertinya ada yang salah dengan kekuatan yang dimiliki oleh tuan muda Qing Ruo. Aura yang dilepaskan memang mendominasi, tetapi kekuatan  serangannya sangat rendah." Yanshi Gong membatin sambil terus bergerak.


****


Di dalam dunia jiwa.


Long Yu Wei dan rombongannya, akhirnya bisa menaklukan ketiga semut hitam raksasa tersebut.


" Yu Wei, biarkan mereka tetap hidup," ucap Qing Ruo berbicara pada pikiran mereka.


" Baik Penguasa."


" Saudara sekalian, penguasa ingin mereka tetap hidup."


" Baik," ucap Yuan Bai dan lalu menyegel ketiga semut raksasa yang terluka parah dan tidak berdaya itu.


" Saudara sekalian, sebaiknya kita segera memulihkan diri. Kita harus segera bersiap," ucap Long Qe.


" Baik," jawab Long Fu dan rombongannya, lalu mulai memulihkan diri.


****


Di dalam hutan gelap.


" Swhuss..... Swhus...."  sosok Qing Ruo dan rombongan terus bergerak meninggalkan wilayah pertempuran tersebut dengan cepat.


" Tuan muda,  bagaimana dengan semut hitam raksasa sebelumnya?" Tanya Long Chen yang selalu mengubah panggilannya ketika ada orang lain di sekitar mereka.


" Tenanglah, Aku bahkan tidak menyisakan mereka satupun."


" Benarkah? itu berarti kita mendapatkan banyak mutiara jiwa," ucap Long Chen dengan gembira.


" Ternyata perjalanan melewati tempat ini sangat menyenangkan," ucap Qing Ruo dengan senang.


Di sisi mereka. Yanshi Gong yang menyimak percakapan Qing Ruo dan Long Chen begitu terkejut.


" Ada lima belas prajurit semut  hitam raksasa yang berada di tingkat lima hingga tingkat delapan. Tetapi tuan muda Qing Ruo mampu mengalahkan kawanan serangga raksasa itu seorang diri. Shen Guoshi Qing benar-benar mengerikan. Apakah mungkin karena setelah pertempuran hebat itu kekuatannya berkurang? Oh tidak, ternyata dari awal mereka memang ingin berburu hewan gelap." Yanshi Gong membatin panik, tetapi sambil terus bergerak.


" Tuan muda, apakah anda memang ingin berburu di kawasan hutan gelap ini?"


Namun belum sempat Qing Ruo menjawab pertanyaan tersebut,  tiba-tiba dari dua arah yang berbeda,  muncul aura yang begitu kuat bergerak mendekati mereka.


" Tuan muda...." ucap Yanshi Gong panik.


" Tetua, terus bergerak!" ucap Qing Ruo yang juga tidak kalah khawatirnya namun berusaha untuk bersikap tenang.


" Swhuss..... swhuss...." Mereka bergerak meninggalkan tempat itu dengan cepat.

__ADS_1


" Tuan muda, mereka semakin dekat.  Jika terus bergerak  seperti ini,  kita akan...."


" Di sana," ucap Qing Ruo melesat, bergerak mendahului mereka sambil melepaskan dua ekor lebah emas yang telah bertransformasi dengan tubuh raksasanya di belakang mereka.


" Pengalihan telah muncul. Tuan, ayo cepat!" Ucap Long Chen, bergerak meninggalkan kedua lebah raksasa yang tampak begitu kelabakan tersebut.


Di depan mereka.


Qing Ruo yang melesat dengan ekstrem, melepaskan tembakan cakram Emas langit Ling pada ceruk pohon raksasa, membuat Yanshi Gong hampir ternganga.


" Tuan," ucap Long Chen sambil menarik tangan Yanshi Gong, bergerak mengikuti Qing Ruo yang langsung memasuki ceruk pohon raksasa tersebut.


" Swhuss.... swhus...." sosok mereka lenyap di dalam ceruk tersebut.


Satu menit kemudian, terdengar ledakan dahsyat bergema.


" Dhuar...dhaur....." Ledakan keras itu menggetarkan kawasan tersebut, lalu suasana tenang kembali dengan sosok kedua lebah raksasa yang telah diremukan.


" Swhus...swhus ..."  puluhan kadal hitam raksasa muncul di tempat itu, menatap dua ular hitam raksasa yang sedang menelan tubuh lebah emas yang telah diremukannya


" Swhus..." dua sosok Kucing hitam bermata gelap, yang merupakan hewan buas semi abadi tingkat sembilan tahap puncak, tiba di tempat itu.


" Jenderal besar," ucap kawanan hewan buas itu pada kedua kucing hitam bermata gelap itu dengan hormat.


" Ini hanya pengalihan. Sisir tempat ini dan temukan mereka!"


" Baik jenderal besar," ucap puluhan hewan gelap itu, bergerak ke berbagai arah, dan mulai menyisir tempat itu.


" Aku rasa juga demikian,  karena tidak mungkin mereka terus-menerus mampu mengalahkan prajurit kita."


" Tapi klan dewa mana  yang begitu berani memasuki kawasan dalam tempat ini. Bahkan penguasa agung  utara segan pada kita."


" Saudara Cheng, aku juga tidak tahu. Untuk memastikannya, satu-satunya cara adalah dengan menangkap mereka."


" Benar, tapi bukankah kita baru saja merasakan jejaknya, dan tiba-tiba mereka  menghilang di tempat ini." Mengitari pandangannya dengan tajam.


****


Di dalam ceruk pohon raksasa.


Yanshi Gong yang dapat melihat kemunculan puluhan  pasukan hewan gelap yang berada di tempat itu,  berdiri  dengan menahan nafas.


" Tu-tuan muda, ada dua sosok Semi abadi tingkat sembilan tahap puncak," ucapnya terbata dengan suara berbisik di samping Qing Ruo.


" Aku juga melihatnya. Kucing hitam mata gelap," ucap Qing Ruo.


" Itu pasti sosok jenderal besar mereka," ucap Long Chen.


" Satu tahap lagi, mereka akan menjadi hewan gelap Abadi," ucap Yanshi Gong dengan wajah pucat pasi, saat melihat kedua kucing hitam tersebut bergerak mendekati pohon yang mereka tempati.


" Tetua tetap bersikap tenang. Jangan  biarkan aura ketakutan bocor dari tubuh Anda, sehingga mereka dapat mengetahui jejak kita di tempat ini," ucap Qing Ruo. 

__ADS_1


" Ba-baik tuan muda." Mencoba untuk menenangkan diri.


" Penguasa, Apa yang harus kita lakukan?" tanya Long Chen melalui telepati.


Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan di tempat ini,  hingga mereka benar-benar pergi.


Di sisi Qing Ruo. Yanshi Gong terdiam dengan ketakutan yang begitu luar biasa.


" Tu-tuan muda. Apakah ini perisai ilusi Cakram Langit....."  Menjeda kata-katanya, menatap Qing Ruo yang menganggukan kepalanya.


" Apakah itu berarti tuan muda juga  berasal Dari klan kuno itu?"


" Tuan Yanshi Gong, tuan muda Qing Ruo adalah cucu patriark Shen Guoshi Ling,  Ling Zhong, dari putrinya Shen Guoshi Ling Yun," ucap Long Chen menjelaskan.


" Ta-tapi bukankah Shen Guoshi Qing sudah lama...." menjeda kata-katanya, menatap Qing Ruo yang sedang mengawasi pergerakan hewan gelap yang berada di luar perisai ilusi.


" Kakekku bahkan masih hidup," ucap Qing Ruo sambil mengamati situasi di luar perisai ilusi tersebut.


" Memiliki dua darah Dewa kuno, tuan muda Qing Ruo benar-benar mengerikan." Membantin menatap Qing Ruo dengan takjub.


Setelah yakin bahwa perisai ilusi dari mantra formasi cakram Langit Ling, Yanshi Gong akhirnya sedikit tenang.


****


Di balik perisai perlindungan. Kedua kucing hitam bermata gelap tersebut terus mengitari tempat di mana Qing Ruo dan rombongannya tiba-tiba lenyap di kawasan hutan tersebut.


" Tidak mungkin mereka bisa pergi dari tempat ini."


" Saudara Cheng benar. Itu berarti mereka sedang bersembunyi."


" Lalu apa yang harus kita lakukan!"


" Segel  seluruh kawasan, dan hancurkan tempat ini," ucap Mao Teng


" Aku rasa itu ide yang baik," ucap Mao Cheng lalu memanggil pasukannya, dan memberi perintah pada mereka untuk menyegel kawasan tersebut.


***


Di dalam perisai ilusi. Yanshi Gong yang  mendengar percakapan kedua kucing hitam bermata gelap itu, kini mulai ketakutan lagi. Bahkan sudah tidak mampu menenangkan diri.


" Tu-tuan muda. Apa yang harus kita lakukan?" Dengan jeringat dingin yang mulai mengucur di wajah dan tubuhnya, bahkan lututnya tanpa dia sadari ikut bergetar. 


Qing Ruo yang juga sedang berpikir keras, hanya bisa meminta jendral kota Da Men itu untuk tetap tenang.


" Tetua Gong, tenanglah. Dengan Anda ketakutan seperti ini, maka mereka akan semakin cepat mengetahui jejak keberadaan kita," ucap Qing Ruo dengan serius.


Qing Ruo juga sebenarnya begitu khawatir, karena bagaimanapun juga, jika tertangkap oleh kedua sosok bermata gelap tersebut. Mereka akan benar-benar mati di tempat itu.


" Penguasa,  apa yang harus kita lakukan? Kita telah membunuh prajurit mereka. Jika  benar-benar tertangkap, mereka tidak akan pernah memberi toleransi sedikitpun."


" Tenanglah, aku tahu kita juga tidak mungkin  melawan mereka, dan diplomasi juga tidak akan berhasil." Dengan wajah serius, namun tetap tenang.

__ADS_1


Di sisi mereka, Yanshi Gong tampak sudah begitu gelisah, saat sosok kucing hitam bermata gelap mulai melepas tembakan angin dari mulutnya, menghancurkan apapun yang ada di hadapannya.


__ADS_2