Sang Penguasa

Sang Penguasa
268. Masih Berada di Dalam Restoran.


__ADS_3

Di dalam ruangan khusus restoran tersebut. Setelah selesai menikmati makanannya,  mereka lalu menikmati sore itu dengan  berbincang- bincang santai.


" Apa rencana gege  selanjut selanjutnya?" tanya Qing Ling dengan lembut, sambil menuangkan minuman pada gelas, lalu memberikan pada Qing Ruo.


" Pertama membicarakan rencana serta menyusun kekuatan di kota ini," jawab Qing Ruo sambil  menjelaskan kerjasamannya dengan Jin Kong, patriark klan Jin.


" Ini akan memerlukan waktu yang cukup lama," ucap Qing Ling.


" Jika mereka sudah siap itu tidak akan lama," ucap Qing Ruo, sambil menyesap minumannya dengan santai.


" Ayah, dengan kekuatan Kakek buyut Xiong Mao Tian, dan kakek guru Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming, mengapa tidak ayah rebut saja kota ini, lalu melakukan penyerangan? Dengan pasukan bantuan yang ayah miliki saat ini aku yakin ayah sudah mampu menaklukkan  gunung Yin,"  ucap  Qing Yong Jun menimpali.


" Jun er, apapun urusannya, sebelum bertindak berpikirlah terlebih dahulu, karena pertimbangan yang matang akan memberikan hasil yang  lebih baik daripada tindakan tanpa basa-basi, yang  justru membawa kerugian yang lebih besar,"  jawab  Qing Ling menasehati.


" Baik ibu..."


" Jun er, setiap rencana yang kita bicarakan memang tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun setidaknya rencana yang telah kita siapkan, akan mengarahkan kita agar tidak terlalu jauh keluar dari tujuan kita," ucap Qing Ruo menasehati.


" Baik ayah..." ucap sambil menyimak pembicaraan tersebut dengan tenang.


" Itu berarti gege masih ingin membangun kekuatan di kawasan ini?" tanya Qing Ling.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Di kawasan yang begitu luar biasa ini, membangun kekuatan pasukan bukanlah hal yang sulit." Sambil menyesap minumannya dengan santai.


Setelah berada sepanjang waktu di tempat itu, menjelang malam, Qing Ruo lalu meminta Qing Ling dan Qing Yong Jun kembali ke dalam dunia jiwa.


" Jun er, terus awasi perkembangan tetua She Pian, bibi Luo Jiao Lie, dan kakek Feng," ucap Qing Ruo.


" Baik ayah." Lalu kembali ke dalam dunia jiwa.


Setelah Qing Ling dan Qing Yong Jun kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu membersihkan aura mereka dari tempat itu, lalu duduk dengan tenang.


" Semoga pembicaraan ini berjalan dengan lancar," ucapnya pelan sambil mengeluarkan ketujuh pecahan cincin giok hijau sang penguasa dari dalam cincin penyimpanannya.


" Semoga cincin giok hijau dapat menaikan tingkat kultivasi dengan cepat, serta dapat melawan iblis hati," batinnya dengan tatapan menerawang.


Setelah berpikir cukup lama, Qing Ruo  lalu memanggil pelayan untuk membersihkan ruangan tersebut. Dalam waktu singkat, tiga pelayan memasuki  ruangan dan langsung mengemas semua peralatan makan  yang telah digunakan.


" Tuan muda ini sepertinya begitu kelaparan," ucap pelayan tersebut berbicara pada rombongannya melalui telepati sambil bekerja

__ADS_1


" Aku rasa demikian. Selain itu, makanan di restoran kita  memang enak..." ucap yang lain menimpali, sambil tersenyum ramah pada Qing Ruo.


Setelah selesai mengemas semua peralatan makan yang telah  digunakan tersebut, ketiga pelayan  itu lalu undur diri.


" Apakah ada lagi, tuan?" tanya pelayan tersebut dengan hormat.


" Jika ada seseorang yang mencariku, arahkan saja untuk datang ke  tempat ini," ucap Qing Ruo.


" Baik tuan..." lalu bergerak meninggalkan ruangan.


Setelah ketiga pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu mengeluarkan minuman dari dalam cincin penyimpanannya, lalu menikmati minuman ini dengan santai.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba Qing Ruo merasakan beberapa aura bergerak  mendekati ruangannya.


" Apakah Jin Kong membawa banyak orang?" Bantinnya heran.


" Tuan muda, ada yang ingin bertemu dengan Anda," ucap pelayan dari balik pintu dengan hormat.


" Baik, masuk saja," ucap Qing Ruo dengan ramah.


Tidak lama kemudian pintu terbuka,  bersamaan dengan masuknya lima pemuda yang sebelumnya berada di lantai dasar restoran, menatap Qing Ruo dengan ramah.


" Saudara," ucapnya berbasa-basi lalu menutup pintu tersebut dan duduk pada  kursi yang tersedia dengan santai.


" Sepertinya ini minuman yang enak," ucap salah satu pemuda sambil meraih botol minuman yang ada di atas meja  lalu meneguknya begitu saja.


" Oh langit, ini minuman terenak yang pernah ada. Saudara, apakah masih ada lagi?" menatap Qing Ruo dengan gembira.


Qing Ruo yang tidak ingin menjawab pertanyaan Pemuda tersebut hanya menggelengkan kepalanya, menatap wajah pemuda tersebut yang tiba-tiba memerah.


" Apakah kamu tuli?"


Qing Ruo yang tidak menyangka reaksi pemuda tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


" Jika demikian, pesan lagi! Aku suka minuman ini," ucapnya berbicara dengan kasar, sambil menuangkan minuman, lalu memberikannya  pada rombongannya.


" Suadara, aku tidak menyangka jika restoran memiliki minuman senikmat ini. Benar-benar minuman yang luar biasa...." Sambil menyesap minuman itu dengan perlahan.


" Pelayan," ucap seorang pemuda memangil pelayan yang berjaga tidak jauh dari ruangan itu.


Dalam waktu singkat, seorang pelayan yang memasuki ruangan.

__ADS_1


" Ada apa tuan muda?" Dengan sikap hormat.


" Kami mau minuman terbaik restoran ini," ucap pemuda tersebut dengan santai.


" Baik tuan, untuk beberapa banyak?"


" Hmmm... karena kami ada berlima, lima puluh botol," jawabnya dengan penuh semangat.


" Baik tuan muda," ucap pelayan itu dengan penuh semangat.


" Oh, untuk biayanya, saudara kami yang akan membayarnya..." menunjuk Qing Ruo yang masih terdiam di tempatnya dengan tenang.


" Baik tuan, mohon bersabar," ucapnya lalu keluar dari dalam ruangan itu.


Melihat Qing Ruo yang diam dengan tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan, membuat mereka semakin yakin bahwa mereka dapat menindasnya.


" Ternyata ide saudara pada tuan muda ini, benar-benar membawa hasil yang luar biasa. Akhirnya kita bisa meminum minum yang nikmat ini," ucapnya menyesap minumannya dengan santai.


" Tuan-tuan, jika aku boleh tahu dengan siapa aku berbicara?"  tanya Qing Ruo tiba-tuba.


" Oh, kami lupa memperkenalkan diri. Tapi sebelum itu, kami juga ingin tahu  dengan siapa kami berbicara?"  Menatap Qing Ruo dengan  menyeringai.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Benar-benar tidak tahu sopan santun. Memasuki ruangan dan mengganggu ketenangan orang lain, kalian bahkan tidak menjawab pertanyaanku," ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin, membuat para pemuda itu tampak terkejut. 


" Oh, ternyata dia mulai melakukan perlawanan..." Lalu tertawa terbahak-bahak.


" Nak, Apakah kamu tidak dapat mengukur kekuatan diri sendiri?" Seseorang pemuda ikut berbicara.


" Sebelumnya aku ingin membiarkan Kalian pergi, tapi tidak kali ini." ucap Qing Ruo dengan tajam.


" Membiarkan kami pergi? Nak, apakah kamu tidak berpikir terlalu jauh. Jika kamu ingin Selamat dan bisa pergi dari tempat ini, maka penuhi keinginan kami!"  ucap pemuda yang mengambil  minuman Qing Ruo sebelumnya tertawa terbahak-bahak.


" Tertawalah, karena setelah ini kalian tidak akan pernah bisa tertawa lagi," ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin, membuat para pemuda itu semakin terpingkal-pingkal.


Pada saat para pemuda itu sedang tertawa, tiba-tiba dua aura mendekati ruangan itu.


" Tuan, seseorang ingin bertemu dengan anda," ucap pelayan berbicara  dari balik pintu dengan hormat.


" Masuk," ucap Qing Ruo dengan tenang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian sosok muda dengan rambut hitam tergerai memasuki ruangan.


" Tuan muda Qing Ruo, apa yang terjadi?" tanya. sosok itu sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


__ADS_2