Sang Penguasa

Sang Penguasa
162. Menuju Kota Xi.


__ADS_3

Satu menit setelah Qing Ruo bergerak pergi, puluhan pendekar dari ras  manusia dan dewa, muncul di tempat itu, mengambil mutiara jiwa dari ikan perak terbang yang terbunuh oleh serangan petir Qing Ruo sebelumnya.


Namun perebutan sumberdaya itu tidak berlangsung lama, karena muncul ratusan ikan perak terbang dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi, membuat tempat itu menjadi kacau.


" Dhaur...dhuar ..."  ledakan keras kembali bergema, membuat permukaan danau hitam itu kembali bergolak.


Tidak lama kemudian. Dua sosok elang emas yang melukai Qing Ruo sebelumnya muncul di tempat itu, dengan sorot mata tajam, berusaha mencari keberadaan Qing Ruo.


" Saudara, aku tidak melihatnya."


" Apakah dia sudah pergi?"


" Sepertinya demikian. Tapi sebelum itu, kita selesaikan dulu masalah di tempat ini." sambil memberi perintah pada pasukan ikan perak terbang itu untuk melenyapkan semua pasukan ras dewa dan manusia yang ada di tempat itu.


***


Di tempat lain.


Qing Ruo terus bergerak, meninggalkankan tempat itu dengan kecepatan puncaknya. Tanpa ingin terlibat dengan pertempuran tersebut besar yang terjadi di belakangnya.


Lima belas menit kemudian. Qing Ruo lalu mengeluarkan Huo Zhaodau dari dalam dunia jiwa..


" Penguasa...." Sambil bergerak di sisi Qing Ruo.


" Terus bergerak menuju Utara," ucap Qing Ruo sambil bergerak ke atas punggungnya.


" Baik Penguasa."


Setelah menciptakan perisai perlindungan transparan pada tubuhnya, Huo Zhaodau lalu bergerak dengan kecepatan puncaknya.


" Swhuss.. swhus...." Tubuhnya melesat seperti kilatan cahaya, menembus dan membelah awan dengan ekstrem.


" Penguasa, kemana tujuan kita selanjutnya?"


" Kota Xi. Sebenarnya jika kota Tongzhe tidak mengalami masalah, mungkin kita bisa menggunakan gerbang teleportasi  kota itu."


" Jika demikian, berapa lama jarak kota Tongzhe dari kota Xi?" tanya Huo Zhaodau sambil terus. bergerak.


" Satu Minggu," jawab Qing Ruo tersenyum kecut, sambil memulihkan dirinya.


" Penguasa, bagaimana dengan celah dimensi?"


" Zhoudau, ini bukan benua teratai biru.  Menggunakan kekuatan ruang dan waktu dengan merobek celah dimensi terlalu berisiko. Selain tindakan itu terlarang, hal itu juga akan meninggalkan jejak aura yang bisa digunakan oleh kekuatan lain untuk mencari jejak kita."


" Baik Penguasa, hamba mengerti."


Setelah terus bergerak, mereka akhirnya keluar dari kawasan danau hitam, dan tiba di hutan hijau yang merupakan perbatasan danau raksasa tersebut dengan kawasan utara lainnya.

__ADS_1


" Zhoudau, aku rasa kita sedikit aman, jadi aku ingin beristirahat dan memulihkan diri," ucap Qing Ruo merasa sedikit lega karena telah meninggalkan permukaan danau hitam.


" Baik Penguasa." Sambil terus bergerak dengan kecepatan puncaknya.


*****


Di dalam dunia jiwa.


Tiga hari kemudian. Luo Jiao Lie membuka matanya, menatap Qing Yong Jun yang berendam tidak jauh darinya, dengan perasaan senang.


" Jun er," ucap dengan hangat.


" Bagaimana perasaan bibi?"


" Jun er, ini adalah sesuatu yang begitu luar biasa. Sekarang bibi dapat merasakan kekuatan petir kini mulai terbangun kembali, bahkan kekuatan petir danau kini telah mulai mengisi kekuatan jiwa bibi," jawab Luo Jiao Lie dengan gembira.


Qing Yong Jun menganggukkan kepalanya.


" Jika demikian, mari kita tingkatkan kekuatan petir bibi."  Sambil membawa Luo Jiao Lie bergerak menuju  bagian tengah danau.


"Bibi, apa yang terjadi, mengapa kekuatan bibi sangat rendah?" Tanya Qing Yong Jun dengan heran.


" Bibi melakukan kesalahan," jawabnya pelan. 


" Maksud bibi?"


" Lalu apakah ayah sudah tahu?"


" Sepertinya demikian. Tanpa bibi jelaskan, Ayah mu juga sudah tahu..." Tersenyum kecut.


" Bibi, sangat jarang ada dari klan Luo yang memasuki dunia jiwa ini. Selain Kakek Feng dan paman Luo Zhao, bibi adalah orang ketiga," ucap Qing Yong Jun.


" Dunia jiwa?" tanya Luo Jiao Lie, menatap Qing Ruo dengan penasaran.


" Apakah ayah tidak menjelaskan hal ini pada bibi?"


Luo Jiao Lie menggelengkan kepalanya, menatap Qing Yong Jun yang begitu ramah padanya.


" Bibi juga tidak mengira jika ini adalah dunia jiwa." Mengedarkan pandangannya dengan takjub.


" Itu berarti bibi adalah orang yang dipercayai oleh ayah. Karena selain orang-orang yang dipercaya, hanya ada musuh yang memasuki dunia ini, tetapi mereka semua di tawan dipenjara barat."


Luo Jiao Lie akhirnya  memahami, bagaimana bisa Thou Thou dan Long Yu Wei yang tiba-tiba muncul dan menghilang di dalam gua sebelumnya.


" Bibi, mari kita mulai," ucap Qing Yong Jun, sambil memasuki bagian tengah danau tersebut.


****

__ADS_1


Di luar dunia jiwa.


Huo Zhaodau yang terus bergerak, tiba-tiba melihat kota kecil yang berada di atas  gunung mengambang.


" Penguasa, ada kota kecil." Sambil mengurangi kecepatannya.


" Baik, kita singgah sejenak," ucap Qing Ruo sambil meminta sosok Qilin api ungu itu beristirahat di dalam dunia jiwa.


Setelah Huo Zhaodau memasuki dunia jiwa. Qing Ruo lalu mendekati kota itu dengan perlahan.


" Swhus... swhus...." Beberapa penjaga yang berjaga di atas benteng kota, bergerak menghampiri Qing Ruo yang bergerak mendekati kota itu.


" Tuan Anda memasuki kota Xiao. Mohon indentitasnya,"


Qing Ruo dengan tenang lalu menunjukan lencana klan Na." Serta menjelaskan tujuannya yang ingin beristirahat di kota itu.


" Baik tuan. Silakan...." dengan ramah.


Setelah membayar biaya masuk. Qing Ruo lalu memasuki kota itu dengan tenang, lalu mencari penginapan untuk beristirahat.


" Kota kecil yang indah," ucapnya sambil terus berjalan memasuki pusat kota, sambil menikmati pemandangan kota itu.


Pada saat tiba di pusat kota, Qing Ruo di kejutkan dengan dua pilar hitam yang berdiri di pusat kota, yang dijaga dua belas sosok, pendekar semi abadi tingkat satu hingga tingkat dua.


" Gerbang teleportasi," ucapnya dengan gembira,  yang tidak menyangka jika benda itu ada di  kota kecil itu.


Qing Ruo yang ingin beristirahat di kota kecil Xiao akhirnya membatalkan niatnya, lalu menghampiri prajurit yang berjaga.


" Tuan," ucap Qing Ruo menjelaskan tujuanya yang ingin pergi ke kota Xi.


" Baik tuan." Sambil menjelaskan jarak yang bisa di tempuh oleh gerbang teleportasi tersebut.


Setelah membayar biaya dua ratus lima puluh ribu kristal jiwa abadi, kedua belas sosok yang berjaga di tempat itu lalu mengaktifkan gerbang teleportasi tersebut.


" Swhung...." Kedua pilar dari giok hitam itu bergetar, bersamaan dengan munculnya pusaran angin hitam keemasan di atas kedua pilar itu.


" Silakan tuan," ucap prajurit itu dengan ramah.


" Baik tuan," ucap Qing Ruo dengan hormat, lalu memasuki pusaran angin hitam keemasan itu, dan lenyap di dalamnya.


" Swhus...." Tubuhnya muncul di dalam lorong dimensi ruang dan waktu.


" Benar-benar lorong dimensi ruang dan waktu yang sangat kokoh." Qing Ruo membatin takjub, sambil membiarkan dirinya terus bergerak menuju kota Xi.


Tanpa terasa, satu jam kemudian Qing Ruo melihat cahaya putih di ujung lorong, yang semakin lama semakin besar.


" Swhus...." Tubuhnya muncul di pusat kota Xi.

__ADS_1


__ADS_2