
" Swhus...." aura panas yang menusuk tulang menyapu seluruh ruangan, membuat semua pengunjung yang ada ada di dalam ruangannya itu bergidik.
" Inti api gelap. Sumber daya ini kami buka dengan harga satu juta kristal jiwa," ucap Hong Tianmi, sambil menutup kotak giok itu kembali.
Di dalam ruangannya.
" Penguasa inti api itu sangat cocok untuk saudara Mighzhi," ucap Long Chen.
" Benar," ucap Qing Ruo, yang hampir lupa dengan pelayanannya tersebut.
" Apakah kita akan mengajukan penawaran pada item ini?"
" Lakukan sampai dapat," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik Penguasa." Dengan penuh semangat.
" Dua juta...." ucap pemuda dari kamar nomor tiga mulai menunjukkan penawaran.
" Tiga juta," ucap pemuda dari kamar nomor sepuluh.
Penawaran terus berlanjut hingga harga inti api gelap itu mencapai enam juta, namun Long Chen masih belum mengajukan penawaran.
" Delapan juta," ucap pemuda dari kamar nomor delapan meninggikan suaranya.
" Long Chen," ucap Qing Ruo.
" Baik penguasa. Lima belas juta....." ucapnya, membuat tempat itu menjadi hening.
" Saudara kamar nomor delapan. Apakah saudara menyerah?" Pemuda dari kamar nomor dua puluh memprovokasi, sambil terkekeh, yang sebelumnya di sesi kedua selalu bersitegang dengan pemuda yang ada kamar nomor delapan tersebut.
" Enam belas juta," ucap pemuda dari kamar nomor delapan itu menanggapi.
" Long Chen," ucap Qing Ruo sekali lagi.
" Dua puluh juta," ucap Long Chen sengit, membuat tempat itu menjadi senyap.
Tindakan Long Chen yang begitu berani, membuat para tuan muda yang berada di kamar khusus, mengarahkan pandangannya. Bahkan beberapa diantara mereka dengan berani melepaskan kesadaran dewanya, memeriksa kamar itu.
" Penguasa, mereka..."
" Tenanglah. Tetap bersikap seperti biasa," ucap Qing Ruo sambil meminta Long Chen menunjukan lingkaran kekuatan semi abadi tingkat dasar.
" Baik penguasa."
Di luar ruangan khusus.
Para pengunjung itu mulai berbisik-bisik, membicarakan tindakan Long Chen yang sangat berani.
" Saudara, kamar nomor sembilan itu sangat berani, baru kali ini mereka mengajukan penawaran, tetapi langsung dengan harga yang sangat tinggi. Apakah mereka dengan sengaja ingin merusak acara lelang? Dua puluh juta untuk satu item, bukankah itu terlalu berlebihan...."
" Saudara, hanya orang kaya yang bisa seperti itu."
__ADS_1
" Aku tahu tetapi hal itu sangat berlebihan dan akan mempengaruhi harga lelang selanjutnya."
" Saudara, aku curiga item pertama ini adalah miliknya." Pengunjung lain menanggapi.
" Saudara salah. Aku rasa item ini lebih tepatnya milik pemuda dari kamar nomor dua puluh. Lihat saja bagaimana dia memprovokasi pemuda dari kamar nomor delapan itu."
" Saudara-saudara tenanglah. Kita tidak bisa menyimpulkan hal seperti itu, karena dalam acara lelang, apapun bisa terjadi," ucapan pengunjung yang lain menyanggah.
Di atas panggung.
" Dua puluh juta pertama..." ucap Hong Tianmi mulai menghitung.
" Dua puluh juta kedua..." ucapkan sekali lagi.
" dua puluh juta ketiga...."
" Selamat, item pertama di sesi ketiga ini dimenangkan oleh tuan muda dari kamar nomor sembilan, ucapnya dengan hormat.
Tidak lama kemudian seorang pelayan wanita membawa kotak giok putih di atas nampan, menaiki panggung dengan tenang.
" Baik item kedua," ucap Hong Tianmi, sambil membuka kotak giok putih itu.
" Swhus...." aura emas yang menangkan muncul pada saat kotak giok itu terbuka, menampilkan tujuh lembar dqun rumput emas penguat jiwa.
" Baik sumber daya ini kami buka dengan harga satu juta," ucap Hong Tianmi membuka harga lelang.
***
Di dalam ruangannya.
" Baik peguasa." Dengan penuh semangat, langsung mengajukan penawaran.
" Lima juta..." ucap Long Chen mengajukan penawaran pertama, membuat tempat itu menjadi riuh.
" Enam juta," ucap pemuda dari kamar nomor satu.
" Tujuh juta," ucap pemuda dari kamar nomor delapan.
" Sepuluh juta," ucap Long Chen sekali lagi, membuat suasana semakin memanas. Bahkan Hong Dao yang berada di dalam ruangannya, berdiri dari kursinya.
" Nona, itu...." ucap tetua yang ada di belakang Hong Dou, menatap kamar nomor sembilan yang di tempati oleh Long Chen dan Qing Ruo dengan tajam.
" Tetua seperti kalian perlu bergerak. Aku takut para pemuda lainnya menandai mereka," ucap Hong Dou dengan serius.
" Baik Nona." Bergerak meninggalkan tempat itu.
" Sepertinya tuan Muda Na Ruo ini, benar-benar memerlukan sumber daya ini." Hong Dou membantin, sambil mengamati suasana lelang yang semakin memanas tersebut.
" Dua belas juta," ucap pemuda dari kamar nomor dua belas.
" Dua puluh juta," ucap Long Chen sekali lagi, yang disambut dengan riuh para pengunjung yang ada di luar ruangan khusus.
__ADS_1
Tidak lama kemudian pemuda yang berada di kamar nomor delapan bersuara.
" Ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana bisa saudara menaikkan harga-"
" Jika tidak punya uang, maka diam!" ucap pemuda dari kamar nomor dua puluh memotong kata-kata pemuda dari kamar nomor delapan itu.
" Jika saudara ingin melakukan penawaran, silakan," ucap Long Chen dengan ramah.
" Dua puluh dua juta," ucapnya.
" Dua puluh lima juta," ucap Long Chen menaikkan harga, membuat pemuda yang bersebelahan kamar dengannya itu terdiam.
****
Di dalam ruangan nomor delapan.
" Tuan muda, masih ada tiga item lelang lagi. Jadi tidak perlu terburu-buru. Selain itu, hamba juga yakin lelang selanjutnya akan menampilkan sumber daya yang lebih baik lagi," ucap tetua yang berada di belakang pemuda tersebut menasehati.
" Tetua benar." Dengan tatapan kesal.
" Jika demikian, aku menyerah," ucapnya pelan. Membuat pemuda dari kamar nomor dua puluh tertawa terbahak-bahak.
" Baik, jika tidak ada lagi yang mengajukan penawaran, maka dengan ini kami nyatakan pemenang item lelang kedua ini-"
" Dua puluh tujuh juta," ucap Pemuda dari kamar nomor lima, tiba-tiba mengajukan penawaran.
" Tiga puluh juta," ucap Long Chen dengan santai, membuat pemuda tersebut pengumpat di dalam hatinya.
" Tuan muda tenanglah. Tidak selamanya tempat ini bisa melindungi mereka," ucap tetua yang berada di belakang pemuda itu berbicara.
" Tetua benar." Dengan menyeringai dingin.
****
Di atas panggung.
" Apakah tidak ada lagi?" tanya Hong Tianmi, memberi waktu pada pengunjung lain untuk menawar. Namun dua menit berlalu, membuatnya mulai menghitung.
" Tiga puluh juta, pertama..."
" Tiga puluh juta, kedua...."
" Tiga puluh juta, ketiga...."
" Dengan ini kami nyatakan, item kedua di sesi ketiga ini kembali dimenangkan oleh tuan muda dari kamar nomor sembilan, selamat," ucapnya dengan hormat.
Memenangkan dua item lelang dengan harga fantastis, membuat kamar nomor sembilan yang di tempati oleh Long Chen dan Qing Ruo jadi pusat perhatian semua orang.
" Benar-benar kaya. Dengan memenangkan dua item ini, itu berarti mereka sudah mengeluarkan lima puluh lima juta kristal jiwa abadi. Oh langit, mereka benar-benar kaya," ucap para pengunjung yang berada di luar ruangan khusus itu membuat tempat itu kini menjadi semakin riuh.
" Saudara jangan terlalu cepat menyimpulkan, karena masih ada tiga item lelang lagi. Aku ingin melihat apakah mereka masih berani mengajukan penawaran atau hanya sampai disini," pengunjung yang lain menyanggah.
__ADS_1