Sang Penguasa

Sang Penguasa
217. Hutan Gelap 9.


__ADS_3

Kata-kata Qing Ruo membuat salah satu  naga itu terkekeh.


" Saudara, aku menang," ucapnya berbicara pada saudaranya, tanpa menghiraukan keberadaan Qing Ruo dan Long Chen yang  berada di hadapannya.


" Jika demikian, semua sumber daya mereka adalah milik saudara," ucap naga putih lainnya menanggapi.


" Long Yu Bai, kalian bermain taruhan. Apakah kalian pikir dapat memiliki sumber daya yang kami miliki!" ucap Qing Ruo dengan santai.


" Anak muda, lakukan sekarang, sebelum kami berdua berubah pikiran."  Menatap Qing Ruo dengan tajam.


" Sudah aku katakan sebelumnya. Aku menolak."


" Hais, anak muda memang suka bertindak sembarangan. Long Chen, katakan pada muridmu yang bodoh ini, bagaimana bersikap bijaksana di depan orang lain." Menatap Long Chen yang tampak sedang bersiaga.


" Dia bukan muridku," jawab Long Chen.


" Lalu mengapa repot-repot. Bunuh saja dia, maka urusan selesai," ucap salah satu naga dengan santai.


" Dia adalah tuanku," ucap Long Chen.


" Apa! Bagaimana bisa kamu menjadi hamba seorang bocah seperti Dia." Mengejek Long Chen.


Long Chen tertawa keras.


" Sungguh lucu. Dari pada kalian masih menjadi hamba orang yang sudah mati!" ucapnya menatap peti giok, membuat kedua naga putih itu murka.


" Jangan kira kamu dari ras naga lalu kami tidak akan membunuhmu. Kamu benar-benar tidak bisa melihat situasi..."  Dengan kemarahan menyala.


" Apakah ada yang salah dengan kata-kataku? Kalian menghina tuanku, tapi dia masih hidup. Sedangkan kalian, apa yang bisa kalian banggakan dari tuan kalian yang  sudah mati itu."


" Bajd****n sekarang aku juga akan membuat tuanmu  itu mati!" Menatap Qing Ruo dengan tajam.


" Lakukan jika kalian mampu." Tantang Qing Ruo yang tidak bergeming dari tempatnya.


Sikap Qing Ruo yang begitu tenang dan santai,  membuat kedua naga putih menjadi semakin kesal.


" Nak, ini bukanlah tempat di mana kamu bisa mengertak kami." Sambil melepaskan kekuatannya.


" Terlalu banyak bicara," ucap Qing Ruo, membuat kedua sosok naga putih itu sudah tidak bisa menahan diri.


"  Swhus ....." Tembakan nafas angin yang membentuk  ratusan bilah pedang, melesat kearah Qing Ruo dan Long Chen yang langsung dihindari mereka dengan cepat.

__ADS_1


" Dhuar.... dhuar......" Ledakan dahsyat bergema, mengguncang tempat tersebut, saat bilah- bilah pedang angin itu menghantam dinding makam.


"  Swhus.... swhus...." Sosok Qing Ruo dan Long Chen munculnya di belakang peti giok berlapis emas.


" Dengan serangan yang sangat lambat seperti itu,  apakah kalian yakin bisa membunuh kami?" Tantang Qing Ruo, sambil melepaskan kekuatan petir dari telapak tangannya.


" Nak, itu hanyalah permulaan. Tapi tidak kali ini...." Bersiap melepaskan serangannya.


" Majulah," ucap Qing Ruo yang mulai membentuk rantai petir dan mulai melilit peti giok berlapis emas yang ada di hadapannya.


" Kamu!" Menatap Qing Ruo dengan kesal.


" Majulah," ucap Qing Ruo yang bersiap meledakan peti tersebut, membuat kedua naga putih itu menjadi serba salah.


" Badj***n! Kita bahan tidak berpikir hinga sejauh itu." Menatap Qing Ruo dengan penuh kemarahan.


" Bajd***n kecil!  ternyata kemampuanmu hanya berlari dan bersembunyi.


" Naga konyol, apa yang kalian banggakan dengan mengadi pelayan orang yang sudah mati. Sampai kapan kalian mampu menjaga makam ini?  Punya kekuatan dan kemampuan, tetapi hanya menjadi penjaga makam. Sungguh kasihan!" ucap Qing Ruo sambil  tertawa lepas.


Provokasi Qing Ruo membuat kedua naga putih tersebut terdiam dengan perasaan dongkol.


" Apakah kalian sebelumnya sudah memikirkan hal itu? Jika belum itu berarti kalian benar-benar bod*h..." ucap Qing Ruo, terus mempovokasi.


" Long Chen, dengan kekuatan kita berdua,  Apakah kita mampu mengalahkan mereka? Lagi pula mereka tidak akan pernah mau mendengarkan alasan kita."


" Penguasa benar. Tapi apa hubungannya dengan peti ini?"


" Long Chen, tujuanku yang sebenarnya, adalah mengusik sosok yang ada di dalam peti ini. Aku yakin,  kekuatan Jiwanya yang tersegel di dalam peti ini akan membunuh kedua naga tersebut."


" Penguasa benar, tapi bagaimana jika sosok yang ada di dalam peti ini juga menyerang kita?"


" Tenanglah  aku, Aku sudah memikirkan hal itu," jawab Qing Ruo dengan sikap siaga.


" Baik penguasa...." Menatap kedua naga yang ada di hadapannya dengan siaga.


Di hadapan Qing Ruo, kedua naga putih masih belum bergerak, menatap dengan kemarahan menyala.


" Long Chen, bantu aku melempar peti ini pada mereka."


" Baik penguasa...." Sambil melepaskan rantai perak yang terbentuk dari sisik naganya.

__ADS_1


" Swhuss..." Rantai perak itu ikut melilit peti giok tersebut.


" Sekarang!" Ucap Qing Ruo, membuat kedua naga itu panik.


" Swhus....." Peti giok itu bergerak, melesat ke arah kedua naga itu dengan ekstrem, bersamaan dengan lenyapnya pusaran angin hitam yang sebelumnya terus bergerak muncul di tengah ruangan itu.


" Dhuar.... dhuar....." Ledakan keras bergema, saat tubuh kedua naga putih yang hendak menyelamatkan peti tersebut beradu.


" Dhuar....." Ledak keras itu medorong mereka  hingga menghantam dinding makam.


" Swhus... swhus....." Long Yu Wei, Long Fu dan Long Qe muncul, melepaskan serangan puncaknya, menyerang kedua naga putih  yang kelabakan hendak menyelamatkan peti giok tersebut.


" Dhaur....dhuar...." Serangan mereka saling beradu, melepaskan percikan kilatan cahaya yang terus-menerus menerangi ruangan itu.


"Kep****t! Dari mana naga es ini muncul!" Umpat kedua naga putih itu kesal, sambil melepaskan serangan pedang angin.


" Roargh...." Ke dua naga putih itu meraung keras, melepaskan tembakan nafas angin, mencoba menyingkirkan Long Yu Wei yang terus bergerak menyerang mereka dengan beringas.


" Dhuar... dhuar..... " Bilah pedang angin, beradu dengan tapak petir  naga es, mengguncang ruangan itu.


" Saudara, serahkan dia padaku..." ucap Long Yu Wei, bergerak menyerang salah satu naga, menyerahkan satu  naga lainnya pada Long Chen dan rombongannyanya.


Di hadapan mereka, Qing Ruo yang menjaga jarak dengan kedua naga putih tersebut segera melepaskan tembakan racun kabut tingkat tinggi.


" Swhus... swhus...." Kabut gelap memenuhi ruangan itu.


" Roargh ....." Raungan para naga yang sedang bertempur tersebut memenuhi ruangan,  bersamaan dengan ledakan dahsyat yang terus bergema.


" Penguasa, mereka kebal dengan serangan racun," ucap Long Chen.


" Benar," ucap Qing Ruo sambil melepaskan tembakan petir, menyerang peti giok yang terus di lindungi salah satu naga tersebut.


"  Long Chen, hancurkan peti giok itu. Long Fu, Long Qe, terus Serang!" Ucap Qing Ruo sambil melepaskan tembakan petir.


****


Di atas makam.


Yanshi Gong yang berada di dalam ceruk, terus merasakan getaran dari ledakan pertempuran dan raungan naga  yang terus-menerus bergema.


" Apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang harus aku lakukan," ucapnya dengan gelisah sambil beranjak dari tempat duduknya, menuju pintu makam.

__ADS_1


" Sepertinya pintu makam ini telah terkunci dari dalam...."  ucapnya pelan saat pintu makam itu tidak bereaksi sama sekali. Dengan langkah gontai, Yanshi Gong  kembali duduk di tempatnya dengan perasaan yang tidak menentu.


__ADS_2