
Di tempat lain.
Qing Ruo dan rombongannya yang terus memasuki kawasan terdalam hutan gelap itu, bergerak dengan berhati-hati.
" Tetua, aku merasakan sesuatu yang aneh dari kehadiran kadal hitam raksasa sebelumnya," ucap Qing Ruo.
" Ini benar-benar aneh. Terlebih lagi yang muncul sebelumnya sudah berada di tingkat delapan," ucap Long Chen menimpali.
" Tuan muda, hewan gelap itu memiliki interaksi yang berbeda dengan hewan buas biasa. Di kawasan Hutan gelap ini, hewan tingkat rendah selalu berada di kawasan terdalam dan dilindungi oleh mereka yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi." Yanshi Gong menjelaskan.
" Itu berarti kita akan...." ucap Long Chen menjeda kata-katanya.
" Alasan utama hutan gelap ini ditakuti adalah, karena wilayah terluarnya yang mengerikan," ucap Yanshi Gong dengan serius.
" Long Chen, kita dapat belajar dari cara hewan gelap ini mengembangkan kekuatannya. Karena pada dasarnya mereka yang lemah memang harus dilindungi dan mendapatkan tempat yang aman untuk berkembang," ucap Qing Ruo berbicara pada Long Chen melalui telepati.
" Penguasa benar," ucap Long Chen sambil terus bergerak dengan sikap siaga.
Pada saat mereka terus bergerak, tiba-tiba Qing Ruo merasakan kehadiran lima sosok bergerak mendekati mereka.
" Tuan Muda," ucap Yanshi Gong.
" Darah emas," ucap Qing Ruo, sambil berhenti.
Tidak lama kemudian kelima sosok itu akhirnya tiba.
" Swhus... swhus..." kelima sosok itu berhenti di hadapan Qing Ruo dan rombongannya.
" Saudara, tuan muda. Aku Zhiliao Gu dan mereka saudaraku Nam Gong, Tang Ye, Lang Xiao dan Zhiliao Heng," ucap Zhiliao Gu memperkenalkan rombongannya.
" Hormat pada Shen Guoshi Zhiliao, aku Qing Ruo," ucapnya menangkupkan tangannya dengan hormat, menyambut rombongan klan dewa kuno dari wilayah barat itu dengan ramah, Sambil memperkenalkan Long Chen dan Yanshi Gong pada mereka.
" Hormat pada Shen Guoshi Qing," ucap Zhiliao Gu, menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Tetua, apakah ada yang bisa kami bantu?" tanya Qing Ruo dengan ramah.
" Tuan muda, kami ingin bergabung dengan anda," ucap Zhiliao Gu menjelaskan tujuan mereka.
" Baik, tetapi tetua, tujuan kita berbeda. Apakah tidak masalah?"
" Maksud tuan muda?"
" Tetua, aku dan rombongan akan pergi ke Gerbang Es Hitam," jawab Qing Ruo, membuat Zhiliao Gu dan rombongannya terdiam, yang sebelumnya mengira Qing Ruo dan rombongan sedang berburu di tempat itu.
" Tapi apakah kami bisa ikut tuan mudai hingga kami menemukan kadal hitam raksasa?" tanya Zhiliao Nam Gong, membuat Qing Ruo dan rombongannya saling berpandangan.
" Jadi, yang sebelumnya.....?" tanya Long Chen, menatap Zhiliao Gu dan rombongannya dengan tatapan gusar.
" Long Chen," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik tuan muda," ucapnya dengan hormat.
Sikap Long Chen yang tidak bersahabat itu membuat Zhiliao Gu dan rombongannya salah tingkah.
__ADS_1
" Saudara Nam Gong, Bukankah sudah kukatakan sebelumnya biar aku yang berbicara," ucap Zhiliao Gu.
" Saudara Gu, maaf."
" Para tetua, mohon penjelasannya. Siapa tahu kami dapat membantu," ucap Qing Ruo masih dengan sikapnya yang ramah, membuat Zhiliao Gu dan rombongannya ternganga.
" Apakah tuan muda tidak marah?"
" Mengapa harus marah?" tanya Qing Ruo yang tidak ingin membuat masalah dengan klan dewa pengobatan tersebut.
" Tuan muda, kami ditugaskan oleh patriark untuk mencari empedu kadal hitam raksasa, untuk mengobati tetua agung Zhiliao Qiao Jin yang sedang terluka," ucap Zhiliao Gu, sambil menjelaskan kemunculan kadal hitam raksasa Sebelumnya dengan rinci.
Qing Ruo dan rombongan menganggukkan kepala.
" Tetua, maaf sebelumnya karena aku telah menghancurkan organ dalam hewan gelap itu," ucap Qing Ruo bersimpati.
" Saudara, maaf atas tindakanku yang sudah salah sangka sebelumnya," ucap Long Chen meminta maaf.
Tindakan Qing Ruo dan Long Chen membuat Zhiliao Gu dan rombongannya merasa tenang.
" Jika saja dari awal kami tahu bahwa tetua sekalian memerlukan empedu hewan gelap tersebut mungkin aku tidak akan membunuhnya, dan membuat tetua berlama-lama di tempat ini. Jika demikian, mari kita segera memasuki kawasan dalam," ucap Qing Ruo.
" Baik tuan muda," ucap Zhiliao Gu dan rombongannya dengan hormat dan penuh semangat.
" Tetua," ucap Qing Ruo meminta Yanshi Gong memimpin rombongan.
" Swhus... Swhus...." Sosok mereka kembali bergerak,memasuki hutan gelap itu dengan berhati-hati.
" Tetua, sudah berapa lama kalian di tempat ini?" tanya Qing Ruo.
" Hampir sudah satu Minggu ini. Sebelumnya kami telah memasang darah ular air gelap untuk memancing kadal hitam raksasa itu untuk keluar, namun kami tidak menyangka yang datang justru semi abadi tingkat delapan," ucap Zhiliao Gu, sambil menggelengkan kepalanya.
" Apakah tetua masih memiliki darah ular air gelap itu?"
Zhiliao Gu menggelengkan kepalanya.
" Sebelumnya kami memang memiliki beberapa botol kecil darah ular air itu, karena kami ingin segera memancing kehadiran kadal raksasa tersebut, kami lalu menumpahkan semuanya."
" Jika demikian kita tidak memiliki pilihan. Satu-satunya cara adalah memasuki kawasan dalam hutan ini," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak.
Di dalam hatinya, Qing Ruo merasa sangat senang, karena telah bertemu dengan orang-orang dari klan kuno dewa pengobatan tersebut, itu artinya jalan untuk membawa Qing Lian An ke Klan pengobatan telah terbuka lebar.
Namun pada saat Qing Ruo akan berbicara, tiba-tiba mereka rasakan tiga aura yang berbeda, bergerak di depan mereka.
" Tuan muda, ini tiga aura yang berbeda, tetapi ada juga kadal hitam raksasa," ucap Yanshi Gong.
" Kejar!" ucap Qing Ruo meningkatkan kecepatannya.
" Tapi tuan muda, ini ada tiga hewan gelap," ucap Zhiliao Gu khawatir, sambil bergerak di sisi Qing Ruo.
" Tetua, kita ada banyak orang. Tidak perlu takut," ucapnya, sambil terus bergerak.
" Orang-orang dari Shen Guoshi Qing benar-benar mengerikan." Zhiliao Gu dan rombongan membatin, sambil terus bergerak mengikuti Qing Ruo.
__ADS_1
" Fokuskan pada kadal hitam, Long Chen, tetua Gong, alihkan perhatian kedua hewan lainnya," ucap Qing Ruo.
" Baik tuan muda."
Dalam waktu singkat mereka akhirnya dapat mengejar ketiga sosok hewan buas yang bergerak di depan mereka tersebut.
" Swhus...." Tujuh pedang Xue Luo dengan balutan petir hitam keemasan, melesat mendahului mereka, menghadang ketiga hewan buas itu.
" Long Chen, tetua Gong, sekarang."
" Baik," jawab Long Chen dan Yanshi Gong. Long Chen bergerak menyerang tikus hitam raksasa, hewan gelap yang berada di tingkat tujuh dan Yanshi Gong menyerang tikus hitam lainnya yang berada di tingkat delapan.
" Tetua Gu," ucap Qing Ruo meminta Zhiliao Gu dan rombongan mengikutinya.
" Dhuar....dhuar...." Ledakan dahsyat mulai bergema, menggetarkan tempat itu saat serangan tapak yang mereka lepaskan mulai saling beradu.
" Sepertinya ini akan sedikit lebih mudah," ucap Qing Ruo sambil melepaskan tinjuan tapak emas naga ilahi.
" Dhuar...." tinjuannya dihadang oleh kadal hitam raksasa dengan sapuan keras ekornya.
" Swhus...." Qing Ruo bergerak zig-zag menghindari serangan kadal hitam yang telah murka itu.
" Tuan muda, hewan buas tingkat tujuh ini bukan tandingan kami," ucap Zhiliao Gu yang tampak begitu kewalahan, karena gerakan mereka yang kalah cepat dari sosok hewan gelap tersebut.
" Tetua, aku bisa saja menyerangnya dengan kekuatan petir, tapi aku tidak yakin bisa menjaga empedunya tetap utuh. Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan melemahkan kekuatannya."
" Baik tuan muda," sambil terus bergerak melepaskan serangan tapak emas.
" Tetua, apakah kalian tidak memiliki herbal atau racun yang bisa melemahkan kekuatannya."
" Ada tuan muda, tapi bagaimana dengan Anda."
" Lakukan saja. Aku kebal dengan racun. Bahkan di tingkat logam," ucap Qing Ruo sambil bergerak mundur, lalu mengarahkan ke tujuh pedang Xue Luo, membentuk perisai pedang yang terus bergerak, mempersempit pergerakan hewan buas tersebut.
" Dhuar....dhuar...." Ledakan dahsyat bergema dengan keras pada saat tubuh hewan buas tersebut menyentuh pedang yang mengitarinya.
" Sekarang!" ucap Qing Ruo, yang langsung ditanggapi oleh Zhiliao Gu dan rombongannya, dengan menembakan serbuk berwarna hijau kehitaman pada sosok kadal hitam raksasa yang terus mengamuk tersebut.
" Sebagai klan Dewa pengobatan, mereka pasti memiliki racun." Qing Ruo membatin sambil menahan serangan balasan dari Kadal hitam raksasa yang begitu murka tersebut.
Dalam waktu singkat, tempat itu mulai dipenuhi dengan kabut hijau, yang langsung menghalangi pandangan mereka.
" Tuan muda, apakah Anda baik-baik saja?" tanya Zhiliao Lang Xiao, sambil bergerak mendekati Qing Ruo dan memberi penawar racun tersebut.
" Tetua tidak perlu, aku memang kebal dengan racun ini," ucapnya sambil menjaga pedang Xue Luo yang terus mengunci pergerakan kadal hitam yang kini mulai melemah tersebut.
****
Di tempat lain.
Long Chen yang sedang bertempur melawan tikus hitam raksasa tampak begitu kewalahan karena menghadapi hewan buas itu seorang diri. Terlebih lagi Yanshi Gong yang melawan tikus hitam raksasa tingkat delapan.
" Dhuar....dhuar ..." Ledakan keras terus bergema, mengetarkan kawasan itu dengan ekstrem.
__ADS_1